Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANDANGAN ISLAM TENTANG KESETARAAN GENDER PERSPEKTIF KEMANUSIAAN Buchori, Uuh; Iman, Fauzul; Ishom, Muhammad; Al-Ayubi, Sholahudin
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v9i1.1554

Abstract

Bagaimana Pandangan Islam Tentang Kesetaraan Gender (Perspektif Kemanusiaan)? Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, menggunakan studi pustaka melalui buku, jurnal dan makalah yang berkaitan dengan penelitian. Manusia pada dasarnya adalah pelayan, dan tidak ada perbedaan antara pria dan wanita yang melakukan banyak tindakan baik untuk mereka, terlepas dari jenis kelamin mereka. Ada potensi dan kemungkinan yang sama bagi keduanya untuk menjadi hamba Tuhan yang ideal. Selain menjadi hamba yang penurut dan taat yang takut kepada Allah, maksud dan tujuan keberadaan umat manusia di bumi adalah agar mereka menjadi khalifah di bumi. Laki-laki dan perempuan memiliki kewajiban yang berbeda sesuai dengan kodrat masing-masing dalam keyakinan Islam. Selama pria dan wanita mempertahankan fitrah ini, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki kehidupan penuh dalam pendidikan, sosial-masyarakat, politik, seni, dll. Sejumlah hadits Nabi yang memuji perempuan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mengedepankan martabat dan nilai perempuan. Menjadi manusia tidaklah mudah, tetapi akan bodoh untuk membiarkan tantangan-tantangan ini membahayakan kehormatan kita. Secara khusus, saat menghadapi fenomena menolak perbedaan manusia, yang mengunci masyarakat dalam stigma ketidaksetaraan gender. Pria dan wanita menyadari bahwa mereka berdua adalah manusia, sebagaimana mestinya.
Relevansi Ayat-Ayat Al-Qur’an terhadap Fenomena Fatherless: Analisis Nilai dan Implementasi zulita, melisa; Al-Ayubi, Sholahudin; Kurniawan, Ade Fakih
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1054

Abstract

Fenomena fatherless atau ketiadaan figur ayah yang aktif dalam kehidupan anak menjadi isu sosial yang semakin marak, termasuk di Indonesia. Ketiadaan peran ayah dapat berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi ayat-ayat Al-Qur’an terhadap fenomena fatherless, dengan menelaah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta mengkaji implementasi nilai-nilai tersebut dalam konteks sosial. Menggunakan pendekatan mixed method, penelitian ini mengombinasikan analisis kualitatif terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan peran ayah dan keluarga, serta data empiris yang diperoleh melalui penyebaran angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menekankan pentingnya figur ayah dalam membentuk karakter anak melalui pendidikan, kasih sayang, serta keteladanan moral dan spiritual. Selain itu, hasil survei mengindikasikan dampak nyata dari fatherless terhadap kesejahteraan emosional dan sosial anak. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga, serta meningkatkan kesadaran sosial terhadap pentingnya peran ayah dalam pembentukan generasi yang berkualitas.