Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN INTERAKSI ANTAR REMAJA MUSLIM DAN KRISTEN DILIGKUNGAN KOMPLEK MASJID RAYA TARUTUNG Michael Sirait; Elvri Teresia Simbolon
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 1 No. 6 (2023): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v1i6.576

Abstract

Interaksi antar remaja Muslim dan Kristen adalah suatu hal yang sampai sekarag berjalan baik di daerah Komplek Masjid Tarutung. Adapun penelitian yang saya lakukan menunjukkan bahwa interaksi sosial antara kedua komunitas ini dapat berlangsung harmonis dan saling menghormati. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi remaja antara Muslim dan Kristen antara lain gotong royong, ikatan kekeluargaan, saling menghormati dan menghargai antar umat beragama, serta adanya komunikasi yang positif. Dari beberapa hal yang saya amati di sana juga menunjukkan bahwa interaksi sosial antara remaja Muslim dan Kristen di Komplek Masjid Tarutung dapat membawa dampak positif seperti tercapainya kestabilan antara pihak yang bertikai, terpenuhinya kebutuhan umat Muslim maupun Kristen, dan terciptanya kerja sama yang berkelanjutan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yaitu remaja yang berada di daerah itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan interaksi antar remaja muslim dengan kristen berjalan dengan baik tanpa adanya perbedaan. Adapun manfaat yang terdapat pada hal hubugan interaksi antar remaja muslim dan kristen antara lain, a) toleransi dan penghargaan.. b) kehidupan bersama yang lebih harmonis. c) ikatan kekeluargaan yang positif. Terjalin nya hubungan interaksi yang baik antar remaja Muslim dan Kristen di Komplek Masjid Tarutung membuat remaja-remaja saling menghargai dan adanya rasa kekeluargaan yang terjalin.
PENGARUH AGAMA TERHADAP POLA ASUH ANAK DI DESA HUTAGALUNG SIWALUOMPU David Mandobar; Elvri Teresia Simbolon
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 1 No. 6 (2023): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v1i6.577

Abstract

Agama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pola asuh anak. Agama dapat mempengaruhi nilai-nilai moral, disiplin, kasih sayang, komunikasi, dan peran orang tua dalam membesarkan anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh agama terhadap pola asuh anak di Desa Hutagalung, Siwaluompu, Tarutung, Sumatera Utara. Desa Hutagalung merupakan desa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Protestan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan orang tua dan anak di Desa Hutagalung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama memiliki pengaruh yang positif terhadap pola asuh anak di Desa Hutagalung. Agama membantu orang tua untuk membesarkan anak-anak mereka dengan nilai-nilai moral yang kuat, disiplin yang positif, kasih sayang yang berlimpah, komunikasi yang baik, dan komitmen untuk membantu anak-anak mereka mengembangkan potensinya, mengatasi tantangan, dan berkontribusi kepada masyarakat Kata Kunci : Pengaruh agama terhadap pola asuh anak di desa hutagalung siwaluompu.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAPA PERILAKU KEAGAMAAN PADA REMAJA DI SIMAUNG MAUNG Vivi Hutabarat; Elvri Teresia Simbolon
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 1 No. 6 (2023): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v1i6.602

Abstract

Media sosial adalah platform-platform daring yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, berbagi konten, dan terhubung dengan orang lain secara elektronik. Media sosial memungkinkan pengguna untuk membuat profil pribadi, memposting konten seperti teks, gambar, dan video, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas sosial online.Perkembangan teknologi informasi di era modern ini semakin pesat didalam kehidupan masyarakat. Internet adalah salah satu media dari teknologi informasi tersebut yang memiliki perkembangan tercepat dari teknologi-teknologi lainnya. Dalam buku Teknologi Informasi dan Komunikasi karangan Hendri Pondia disebutkan bahwa internet adalah sekumpulan komputer yang terhubung satu dengan yang lain dalam sebuah jaringan. Disebut jaringan yang saling terhubung karena internet menghubungkan komputer-komputer dan jaringan komputer yang ada di seluruh dunia menjadi sebuah jaringan komputer yang sangat besar. Penting untuk diingat bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak yang kompleks dan tergantung pada cara individu dan masyarakat secara kolektif memanfaatkannya. Media sosial dapat menjadi kekuatan positif atau negatif tergantung pada konteks dan bagaimana penggunanya memanfaatkannya.
Relasi Agama, Kebudayaan dan Politik pada Masyarakat Batak Toba di Kabupaten Samosir: The Relationship between Religion, Culture, and Politics in the Batak Toba Community in Samosir Regency Harisan Boni Firmando; Elvri Teresia Simbolon; Roida Lumbantobing
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.2939

Abstract

Religion, culture, and politics form a unified entity in society that cannot be separated. These three elements shape human life both socially and as citizens. The purpose of this study was to explore the relationship between religion, culture, and politics within the Toba Batak community in Samosir Regency. This research utilized qualitative methods to comprehensively understand the experiences of the subjects. The findings reveal that the relationship between religion, culture, and politics is evident in the implementation of the 'dalihan na tolu' kinship system. The Toba Batak community exhibits openness towards others outside their tribe, a practice facilitated by incorporating clan affiliations as a basis for determining kinship. The culture of solidarity in the Batak Toba community influences their political behavior. The community supports their family members who run in general elections, with this solidarity serving as both social and economic capital for the Toba Batak people engaging in political activities, particularly for those aspiring to become regional head candidates or council members. In selecting leaders, the Batak Toba community considers not only the educational and other qualifications of potential leaders but also their sociological background. AbstrakAgama, kebudayaan, dan politik merupakan satu kesatuan di dalam masyarakat yang tidak dapat dipisahkan. Ketiga hal tersebut menyebabkan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan sebagai warga negara berlangsung. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui relasi agama, kebudayaan dan politik pada masyarakat Batak Toba di Kabupaten Samosir. Kajian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami. Hasil Kajian ini menunjukkan relasi agama, kebudayaan dan politik terlihat dalam implementasi sistem kekerabatan dalihan na tolu. Masyarakat Batak Toba dengan orang lain di luar suku Batak Toba, keterbukaan tersebut dilakukan dengan penabalan marga sebagai dasar suku Batak Toba untuk menentukan sistem kekerabatan. Budaya solidaritas menjadi pedoman masyarakat Batak Toba dalam berperilaku politik. Masyarakat akan membantu keluarganya yang maju dalam pemilihan umum. Solidaritas ini merupakan modal sosial sekaligus modal ekonomi bagi masyarakat Batak Toba yang melakukan aktivitas politik, khususnya anggota masyarakat yang maju menjadi calon kepala daerah dan anggota dewan. Pemilihan pemimpin pada masyarakat Batak Toba hingga kini masih memperhitungkan latar belakang calon seorang pemimpin. Latar belakang bukan hanya dari pendidikan atau modal lain dari calon pemimpin yang mumpuni, namun lebih kepada aspek-aspek sosiologis.
Hubungan Variasi Mengajar Guru Dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Di SMP Negeri 2 Harian T.A.2023/2024. Rinaldi Sihotang; Elvri Teresia Simbolon; Frainskoy Rio Naibaho; Rusmauli Simbolon; Senida Harefa
Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/yudistira.v1i4.232

Abstract

The problems in this research are: 1) what are the variations in teaching of Christian Religious Education teachers in class VIII of SMP Negeri 2 Harian T.A 2023/2024, 2) what is the learning motivation of class VIII students in the Christian Religious Education subject at SMP Negeri 2 Harian T.A 2023/ 2024, 3) Is there a positive and significant relationship between variations in teacher teaching and the learning motivation of class VIII students in the Christian Religious Education subject at SMP Negeri 2 Harian T.A 2023/2024?. The aims of this research are 1) to determine the variations in teaching of Christian Religious Education teachers in class VIII of SMP Negeri 2 Harian T.A 2023/2024, 2) to determine the learning motivation of class VIII students in the Christian Religious Education subject at SMP Negeri 2 Harian T.A 2023/2024 , 3) to determine the relationship between teacher teaching variations and the learning motivation of class VIII students in the Christian Religious Education subject at SMP Negeri 2 Harian T.A 2023/2024. This research includes correlational research. The population in this study was all 30 students in class VIII of SMP Negeri 2 Harian. Data collection in this research was carried out using a closed questionnaire. The data analysis technique uses the product moment correlation formula and t-test. a) a positive relationship test obtained a value of rxy = 0.595 rtable (a=0.05; IK=95%; n=30) namely 0.361, thus a positive relationship between variable X and variable Y. b) a significant relationship test was obtained The value of tcount > ttable is 3.918 > 2.048, thus it can be seen that there is a significant relationship between variable Christian Religious Education at SMP Negeri 2 Harian FY 2023/2024. acceptable.
Pengelolaan Sport Tourism Sebagai Daya Tarik Wisata Di Tapanuli Utara (Studi Komparasi Paralayang Huta Ginjang Dengan Arung Jeram Aek Situmandi) Sanovida Tamba; Mery Silalahi; Tio R.J Nadeak; Elvri Teresia Simbolon
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4056

Abstract

This study aims to analyze and compare the management of sports tourism in North Tapanuli Regency, namely Huta Ginjang Paragliding and Aek Situmandi Rafting. This study uses a descriptive qualitative method with a comparative study approach, so that each aspect of management is analyzed to find similarities, differences, and management advantages. Data was obtained through observations, interviews with the Tourism Office, FAJI, tourism managers, tourists, and documentation, then analyzed using management theory that includes development, institutional, and regulation. The results of the study show that in terms of development, both destinations have short-term plans in the form of annual events and long-term plans to strengthen tourist attractions. Paragliding Huta Ginjang emphasizes international events and strengthening pilot licenses, while Aek Situmandi Rafting highlights community-based development. In the institutional aspect, both involve sports associations, the government, and the community. However, the Huta Ginjang Paragliding institution is more formal and structured, while the Aek Situmandi Rafting institution is more collaborative with the community as the main actor. In terms of regulation, both destinations emphasize safety standards, licenses, and formal licensing mechanisms. The difference is that paragliding focuses on the regulation of weather and flight factors, while rafting focuses on river conditions and rafting techniques. Comparatively, Aek Situmandi Rafting has great potential, but its management still faces limited facilities, especially the availability of rafting equipment. On the other hand, the Huta Ginjang Paragliding is considered to have better management because it is supported by adequate equipment, international safety standards, national-international scale events, and more professional institutional coordination. Thus, this study confirms that Huta Ginjang Paragliding is currently superior in managing sports tourism compared to Aek Situmandi Rafting