Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Disfemisme pada Artikel Berita Media Daring Balikpapan Pos Eka Liana Putri; Oding Supriadi; Hendra Setiawan
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v12i1.4275

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah artikel berita media daring Balikpapan pos sedangkan objek penelitiannya yaitu penggunaan gaya bahasa disfemisme. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dokumentasi dengan cara tangkapan layar melalui laptop. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan delapan tipe gaya bahasa disfemisme yaitu penghinaan atau tidak hormat yang menyerukan penghinaan terhadap karakter yang dituju, perbandingan manusia dengan hewan yang secara konvensial dianggap memiliki perilaku tertentu, istilah tabu yang diperoleh dari kriminalitas dan penyebutan organ tubuh, makian atau serapah yang cabul, istilah atau julukan yang menggunakan istilah dari abnormalitas mental atau penyakit jiwa, classist dan speciesist, istilah atau julukan yang berasal dari organ tubuh yang ditabukan, effluvia tubuh atau perilaku seksual dan julukan yang diambil dari karakter fisik yang terlihat sehingga dianggap seolah menjadi orang yang abnormal.
Workshop Pembuatan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Mutu Proses Pembelajaran di MA Darul Qur’an Oding Supriadi; Ajat Rukajat; Slamet Soleh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2380

Abstract

Workshop ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru membuat media pembelajaran berbasis internet dan digital bagi guru MA Darul Qur’an. Media pembelajaran di era internet dan digital memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. Untuk itu guru sebagai aktor yang mengedukasi siswa perlu memiliki kemampuan membuat media pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Workshop dilaksanakan dengan melibatkan 21 guru. Proses pembelajaran dalam workshop mengkolaborasikan antara model pembelajaran lecturer, simulasi dan peer teaching (tutor sebaya). Melalui wokshop para peserta dilatih memanfaatkan Canva untuk membuat media pembelajaran yang menarik dan edukatif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru membuat media pembelajaran. Hasil lain kegiatan PKM ini adalah adanya komitmen berkelanjutan antara pihak tim dosen UNSIKA dengan lembaga MA Darul Qur’an dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, peningkatan manajemen, pembinaan peserta didik, dan peningkatan mutu pembelajaran.
SENYAPAN DAN KILIR LIDAH DALAM PIDATO LUHUT BINSAR PANJAITAN PADA KANAL YOUTUBE DAN IMPLIKASI SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS PIDATO DI SMP KELAS VIII Siti Munawaroh; Oding Supriadi; Hendra Setiawan
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i1.11066

Abstract

Tujuan penelitian mendeskripsikan bentuk senyapan dan bentuk kilir lidah dalam pidato Luhut Binsar Panjaitan pada kanal Youtube, dan implikasi hasil penelitian sebagai bahan ajar teks pidato di SMP kelas VIII. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik. Subjek penelitian adalah tujuh video pidato Luhut Binsar Panjaitan pada kanal Youtube dan objek penelitian berupa analisis senyapan dan kilir lidah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian meliputi teknik dokumentasi, teknik simak, teknik catat atau transkip data. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil senyapan menunjukkan dua bentuk senyapan, yakni senyapan diam dan senyapan terisi. Hasil penelitian senyapan diam terjadi saat Luhut Binsar Panjaitan berujar lalu diam sejenak untuk memilih kata yang diujarkan dan menarik nafas untuk melanjutkan ujaran. Hasil senyapan terisi berupa kata ee, anu, eh. Bentuk senyapan berjumlah 97 kali yang berisikan 69 kali senyapan terisi, dan 28 kali senyapan diam. Hasil penelitian kilir lidah berupa kekeliruan antisipasi, kekeliruan perseverasi, kekeliruan suku kata, kekeliruan transposisi, dan kilir lidah kata. Kekeliruan antisipasi terjadi karena penutur mengantisipasi bunyi-bunyi yang tidak dimaksud. Kekeliruan perseverasi terjadi karena adanya kekeliruan pada kata yang di belakang. Kekeliruan suku kata terjadi pada suku kata. Kekeliruan transposisi terjadi karena penutur memindahkan kata atau bunyi dari suatu posisi ke posisi lain. Terakhir, yaitu kilir lidah terjadi karena tertukarnya kata yang diucapkan penutur. Terdapat 35 tuturan teridentifikasi kilir lidah berupa kekeliruan antisipasi sebanyak sebelas ujaran, kekeliruan perseverasi tujuh ujaran, kekeliruan suku kata tujuh ujaran, kekeliruan transposisi lima ujaran, dan kilir lidah kata lima ujaran.Kata kunci: bahan ajar, kilir lidah, pidato, senyapan