Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL DAN KUALITAS HIDUP PADA REMAJA Nungky Arisanti; Ni Luh Gede Intan Saraswati; Desak Made Ari Dwi Jayanti
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja rentan terhadap gangguan mental dan penurunan kualitas hidup akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan stress dan kecemasan yang berdampak pada kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dan kualitas hidup remaja di SMA Negeri X Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap 212 siswa dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah SIPMS, SDQ, dan WHOQOL-BREF, dengan analisis MANOVA untuk menilai secara simultan pengaruh penggunaan media sosial terhadap kedua variabel dependen. Hasil penelitian menunjukan penggunaan media sosial rata-rata 37,94 kategori sedang, kesehatan mental rata-rata 23,07 kategori abnormal, dan kualitas hidup rata-rata 93,46 kategori sedang. p= 0,876 >0,05 yang menunjukan tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dan kualitas hidup secara simultan. Penelitian ini menunjukan bahwa tingkat penggunaan media sosial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup. Mayoritas siswa menggunakan media sosial secara adaptif sehingga tidak memicu gangguan kesejahteraan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa faktor lain diluar penggunaan media sosial lebih berperan dalam memengaruhi kondisi mental dan kualitas hidup remaja.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kesehatan Jiwa Remaja Di SMA N 1 Sukawati NI PUTU NOVIA MURTANINGSIH; ANAK AGUNG ISTRI DALEM HANA YUNDARI; DESAK MADE ARI DWI JAYANTI
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1289

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi menuju kedewasaan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial, sehingga remaja rentan mengalami masalah kesehatan jiwa seperti stres, kecemasan, dan gangguan perilaku. Kurangnya dukungan sosial keluarga, seperti rendahnya perhatian, komunikasi, dan dukungan emosional, sering menjadi permasalahan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan jiwa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja di SMA Negeri 1 Sukawati. Penelitian menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 194 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan sosial keluarga dan instrumen Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berada pada kategori baik sebanyak 179 responden (92,3%) dan kategori kurang sebanyak 15 responden (7,7%). Kesehatan jiwa remaja berada pada kategori normal sebanyak 161 responden (83,0%). Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi 0,651, yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan kesehatan jiwa remaja. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan sosial keluarga yang baik berhubungan erat dengan kesehatan jiwa remaja yang lebih baik, sehingga keluarga dan pihak sekolah diharapkan dapat meningkatkan dukungan emosional serta komunikasi yang efektif untuk mencegah masalah kesehatan jiwa pada remaja.
The effect of progressive muscle relaxation, thought-stopping therapy, and acupressure on adolescent mental health Desak Made Ari Dwi Jayanti; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Sang Ayu Ketut Candrawati; Ni Putu Dita Wulandari; Windu Astutik
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2026.14(3).544-557

Abstract

Background: Adolescence is a critical developmental period marked by biological, psychological, and social changes that increase susceptibility to mental health problems. Although various psychological interventions have been developed, practical, non-pharmacological, and school-based complementary approaches remain limited. Objectives: This study aimed to examine the effect of a combination of Progressive Muscle Relaxation (PMR), Thought Stopping Therapy (TST), and acupressure on improving adolescents' mental health. Methods: A pre-experimental study with a one-group pre-test and post-test design was conducted among tenth-grade students at a senior high school in Denpasar, Bali, Indonesia. From a population of 401 students, 34 respondents were selected using purposive sampling. Mental health status was assessed using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). The intervention consisted of four sessions, each including 15 minutes of PMR, 15 minutes of TST, and acupressure stimulation at ST36 (Zusanli), CV17 (Shanzhong), and HT7 (Shenmen). At each acupoint, stimulation was performed by applying moderate pressure accompanied by circular rotational movements, with 30 repetitions of pressure and rotation at each point. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test with a significance level of p<0.05. Results: The mean SDQ score decreased from 16.97 (SD=1.114) before the intervention to 14.09 (SD=0.933) after the intervention, representing a mean reduction of 2.61 points. Statistical analysis demonstrated a significant improvement in adolescents' mental health following the intervention (p=0.001). Participants also showed a transition from the borderline category to the normal category based on SDQ classification. Conclusions: The combination of PMR, TST, and acupressure effectively improves adolescents' mental health through complementary physiological, cognitive, and somatic mechanisms. This integrated intervention represents a feasible, low-cost, and school-based complementary strategy that can support adolescent mental health promotion and prevention programs.