Soim
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Perkembangan Pembentukan Perilaku Individu soim
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 14 No 02 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lingkungan sosial mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan perilaku individu. Namun, pentingnya lingkungan dalam perkembangan perilaku masih sedikit yang diperhitungkan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai dampak lingkungan terhadap perilaku individu pada anak usia dini dengan mengumpulkan beberapa sumber referensi yang memberikan informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial tempat kita berinteraksi sehari-hari mempunyai pengaruh yang besar terhadap tumbuh kembang manusia, termasuk berbagai aspek sikap seperti sikap kognitif, afektif, dan konatif. Selain itu, hal ini berdampak pada perubahan emosional, kreativitas, dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sangat disarankan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan ramah anak agar dapat melahirkan generasi tangguh yang berakhlak mulia. Kata kunci: Lingkungan sosial, perilaku individu, anak usia dini
Strategi Pengembangan Masyarakat di Desa Wisata berbasis Pendekatan Asset-Based Community Development Zakariya, Mukhamad; Soim
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Ngaliman. Februari 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i1.643

Abstract

Pendampingan ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi atau aset desa, sebagai media pemberdayaan masyarakat, dengan mengembangkan destinasi wisata yang sering dikenal dengan istilah desa wisata. Pendampingan ini mengunakan pendekatan ABCD (Assets Based Community Development). Pendekatan pengembangan masyarakat berbasis asset ini secara berkelanjutan dapat membentuk kemandirian masyarakat dalam meningkatkan pendapatan sehingga mingkatkan pula kesejahteraannya. Pengembangan desa wisata Desa memiliki strategi dan progam yang dapat menunjang keberhasilan pembangunan, seperti pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan sumber daya alam (SDA), pengelolaan industri kecil. Serta peran aktif dari masyarakat dan pemerintah menjadikan desa wisata. Tujuan utama pengelolaan desa wisata sambi selain menambah destinasi wisata di Kabupaten Nganjuk, juga untuk memberdayakan dan meningkatakn kesejateraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.
Memperkuat Kemitraan Sekolah Dan Komunitas Dalam Mempromosikan Kebersihan Lingkungan Di Sdn 2 Joho Pace Nganjuk Tohawi, Agus; Soim; Mastur; Mas'ut
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Ngaliman. Agustus 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i2.754

Abstract

Kebersihan lingkungan di lingkungan sekolah menjadi isu krusial yang perlu mendapatkan perhatian serius. SDN 2 Joho Pace di Nganjuk menghadapi tantangan kebersihan yang mengakibatkan dampak negatif pada lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kemitraan yang kuat antara sekolah dan komunitas setempat. Lingkungan yang bersih berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat bagi siswa. Namun, SDN 2 Joho Pace telah menghadapi kesulitan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Dalam konteks ini, pendekatan Partisipatory Action Research (PAR) dipilih untuk mengatasi masalah kebersihan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan PAR yang melibatkan kolaborasi aktif antara sekolah, komunitas, dan peneliti. Langkah-langkah melibatkan identifikasi masalah, perencanaan, tindakan bersama, evaluasi, dan refleksi. Partisipasi aktif dari berbagai pihak adalah kunci keberhasilan dalam memperkuat kemitraan sekolah-komunitas. Melalui pendekatan PAR, telah tercapai peningkatan signifikan dalam kebersihan lingkungan di SDN 2 Joho Pace. Siswa, guru, dan anggota komunitas bekerja sama untuk membersihkan dan menjaga lingkungan sekolah. Ini menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berdampak positif pada proses pembelajaran. Kemitraan yang diperkuat antara sekolah dan komunitas berperan penting dalam mempromosikan kebersihan lingkungan di SDN 2 Joho Pace. Melalui pendekatan PAR, berhasil menciptakan kesadaran lingkungan, keterlibatan aktif, dan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Sosialisasi Hak-Hak Perempuan Dalam Konteks Hukum Islam Di Komunitas Dewi Ulfa Lailatul Fitria; Nurul Salafiyah; Soim
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Ngaliman. Agustus 2024
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v3i2.1343

Abstract

Sosialisasi hak-hak perempuan dalam konteks hukum Islam di komunitas merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai posisi perempuan dalam masyarakat. Meskipun ajaran Islam mengakui dan melindungi hak-hak perempuan, banyak tantangan dan diskriminasi yang masih dihadapi oleh mereka dalam praktik sehari-hari. Melalui berbagai program sosialisasi yang dilakukan oleh organisasi-organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU), masyarakat diberikan edukasi tentang hak-hak perempuan, termasuk hak atas pendidikan, nafkah, dan partisipasi dalam kehidupan sosial dan politik. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini meliputi ceramah, diskusi, dan pelatihan yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan dan mengubah stereotip negatif yang ada. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini menunjukkan peningkatan kesadaran hukum di kalangan masyarakat, serta mendorong perubahan positif dalam sikap dan perilaku terhadap hak-hak perempuan. Dengan demikian, sosialisasi hak-hak perempuan dalam konteks hukum Islam tidak hanya berfungsi sebagai alat edukasi tetapi juga sebagai upaya untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan setara.
Analisis Efektivitas Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Pemahaman dan Implementasi Nilai-nilai Keislaman di Kalangan Siswa soim
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 10 No. 01 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/innovative.v10i02.874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan pemahaman dan implementasi nilai-nilai keislaman di kalangan siswa. Melalui pendekatan kualitatif, kami mengeksplorasi berbagai model pembelajaran PAI yang digunakan di sekolah-sekolah dan dampaknya terhadap pemahaman dan implementasi nilai-nilai keislaman. Temuan menunjukkan bahwa model pembelajaran PAI yang menekankan interaksi aktif siswa, penerapan nilai-nilai keislaman dalam konteks kehidupan sehari-hari, dan integrasi teknologi cenderung lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran dengan baik serta ketersediaan sumber daya yang memadai. Melalui analisis mendalam terhadap berbagai model pembelajaran PAI, artikel ini memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi pendidikan agama Islam dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan kurikulum dan model pembelajaran PAI yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan siswa dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi Pengembangan Masyarakat di Desa Wisata berbasis Pendekatan Asset-Based Community Development Zakariya, Mukhamad; Soim
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Ngaliman. Februari 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i1.643

Abstract

Pendampingan ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi atau aset desa, sebagai media pemberdayaan masyarakat, dengan mengembangkan destinasi wisata yang sering dikenal dengan istilah desa wisata. Pendampingan ini mengunakan pendekatan ABCD (Assets Based Community Development). Pendekatan pengembangan masyarakat berbasis asset ini secara berkelanjutan dapat membentuk kemandirian masyarakat dalam meningkatkan pendapatan sehingga mingkatkan pula kesejahteraannya. Pengembangan desa wisata Desa memiliki strategi dan progam yang dapat menunjang keberhasilan pembangunan, seperti pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan sumber daya alam (SDA), pengelolaan industri kecil. Serta peran aktif dari masyarakat dan pemerintah menjadikan desa wisata. Tujuan utama pengelolaan desa wisata sambi selain menambah destinasi wisata di Kabupaten Nganjuk, juga untuk memberdayakan dan meningkatakn kesejateraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.
Memperkuat Kemitraan Sekolah Dan Komunitas Dalam Mempromosikan Kebersihan Lingkungan Di Sdn 2 Joho Pace Nganjuk Tohawi, Agus; Soim; Mastur; Mas'ut
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ngaliman. Agustus 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i2.754

Abstract

Kebersihan lingkungan di lingkungan sekolah menjadi isu krusial yang perlu mendapatkan perhatian serius. SDN 2 Joho Pace di Nganjuk menghadapi tantangan kebersihan yang mengakibatkan dampak negatif pada lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kemitraan yang kuat antara sekolah dan komunitas setempat. Lingkungan yang bersih berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat bagi siswa. Namun, SDN 2 Joho Pace telah menghadapi kesulitan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Dalam konteks ini, pendekatan Partisipatory Action Research (PAR) dipilih untuk mengatasi masalah kebersihan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan PAR yang melibatkan kolaborasi aktif antara sekolah, komunitas, dan peneliti. Langkah-langkah melibatkan identifikasi masalah, perencanaan, tindakan bersama, evaluasi, dan refleksi. Partisipasi aktif dari berbagai pihak adalah kunci keberhasilan dalam memperkuat kemitraan sekolah-komunitas. Melalui pendekatan PAR, telah tercapai peningkatan signifikan dalam kebersihan lingkungan di SDN 2 Joho Pace. Siswa, guru, dan anggota komunitas bekerja sama untuk membersihkan dan menjaga lingkungan sekolah. Ini menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berdampak positif pada proses pembelajaran. Kemitraan yang diperkuat antara sekolah dan komunitas berperan penting dalam mempromosikan kebersihan lingkungan di SDN 2 Joho Pace. Melalui pendekatan PAR, berhasil menciptakan kesadaran lingkungan, keterlibatan aktif, dan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Sosialisasi Hak-Hak Perempuan Dalam Konteks Hukum Islam Di Komunitas Dewi Ulfa Lailatul Fitria; Nurul Salafiyah; Soim
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Ngaliman. Agustus 2024
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v3i2.1343

Abstract

Sosialisasi hak-hak perempuan dalam konteks hukum Islam di komunitas merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai posisi perempuan dalam masyarakat. Meskipun ajaran Islam mengakui dan melindungi hak-hak perempuan, banyak tantangan dan diskriminasi yang masih dihadapi oleh mereka dalam praktik sehari-hari. Melalui berbagai program sosialisasi yang dilakukan oleh organisasi-organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU), masyarakat diberikan edukasi tentang hak-hak perempuan, termasuk hak atas pendidikan, nafkah, dan partisipasi dalam kehidupan sosial dan politik. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini meliputi ceramah, diskusi, dan pelatihan yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan dan mengubah stereotip negatif yang ada. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini menunjukkan peningkatan kesadaran hukum di kalangan masyarakat, serta mendorong perubahan positif dalam sikap dan perilaku terhadap hak-hak perempuan. Dengan demikian, sosialisasi hak-hak perempuan dalam konteks hukum Islam tidak hanya berfungsi sebagai alat edukasi tetapi juga sebagai upaya untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan setara.
Abstract This study examines the impact of teachers’ pedagogical competence on students’ religious attitudes in Islamic Religious Education learning. Adopting a mixed-methods approach, data were collected through questionnaires, classroom observations, an SOIM
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol. 15 No. 01 (2026): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the integration of Islamic Religious Education (IRE) and character education as a multidimensional approach to strengthening students’ moral values in secondary schools. Using a qualitative case study design, data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers, and document analysis. The findings indicate that integrating religious teachings with character-based pedagogy fosters moral internalization, ethical awareness, and responsible behavior among students. The integration is most effective when supported by contextual learning, teacher role modeling, and school culture. This study contributes to the discourse on moral education by offering an integrative framework that aligns religious instruction with contemporary character education goals. The findings have implications for curriculum development and teacher professional training in Islamic education contexts..
Negotiating Mourning Norms: Living Fiqh of Ihdad among Widows in a Madurese Muslim Community Soim
Journal of Religious Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Religious Studies
Publisher : 3 Issues per year (April, August and December)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64780/jors.v1i2.147

Abstract

This study aims to examine how ihdad as an Islamic mourning obligation is understood, practiced, and negotiated in the everyday lives of widows within a Madurese Muslim community, where religious norms intersect with deeply rooted cultural expectations. Rather than treating ihdad as a fixed legal doctrine, the article explores its operation as a form of lived religious practice shaped by social pressure, economic necessity, religious literacy, and communal authority. Using a qualitative empirical legal approach, the research employs an in-depth case study conducted in a rural Madurese setting, drawing on semi-structured interviews with widows, religious leaders, and community figures, supported by participant observation and document analysis. The findings reveal that the implementation of ihdad is neither uniform nor purely doctrinal. While some widows adhere closely to classical fiqh prescriptions regarding duration, seclusion, and restrictions on adornment, others reinterpret or partially observe these norms due to livelihood demands, limited religious knowledge, or local customs. This variation illustrates the emergence of living fiqh, in which Islamic law is enacted through continuous negotiation between normative texts, cultural traditions, and social realities. Religious leaders and community norms play a decisive role in legitimizing particular interpretations, often prioritizing social harmony over strict legal formalism. The significance of this study lies in its contribution to socio-legal and religious studies by demonstrating how Islamic legal norms function as dynamic social practices rather than static rules. By foregrounding widows’ lived experiences, the article offers a nuanced understanding of how mourning, gender, and religious authority are negotiated in Muslim societies, thereby enriching broader discussions on religion, law, and social life within contemporary Muslim communities.