Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Korelasi Peningkatan Pendapatan dan Kegiatan Reforma Agraria di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Aisiyah, Nuraini; Mujiati, Mujiati; Idawijayanti, Tri
Tunas Agraria Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v8i1.376

Abstract

Candi Village is the location for implementing agrarian reform activities that aim to improve the welfare and prosperity of the people through more effective use of agrarian resources. Increased welfare is expected to be achieved through the implementation of the agrarian reform program, but in practice, the results can vary depending on a number of factors. This research aims to analyze the relationship between agrarian reform activities and increasing community income in Candi Village. The research method used was a quantitative approach with a sample of 30 agrarian reform program participants. Data was collected through direct surveys and observations and then analyzed using Pearson correlation analysis. The analysis results show a correlation value of 0.861 with a significance level of 0.000. The high correlation value and minimal significance indicate that there is a strong and significant relationship between agrarian reform activities and increasing people's income. Thus, it can be concluded that agrarian reform activities in Candi Village have had a significant positive influence on improving community welfare. This research also shows that the agrarian reform program not only increases income but also contributes to increasing people's knowledge and understanding of management.   Desa Candi merupakan lokasi pelaksanaan kegiatan reforma agraria yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat melalui pemanfaatan sumber daya agraria secara lebih efektif. Peningkatan kesejahteraan diharapkan tercapai dari pelaksanaan program reforma agraria, namun dalam prakteknya, hasilnya bisa bervariasi tergantung pada sejumlah faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kegiatan reforma agraria terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Candi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 peserta program reforma agraria. Data dikumpulkan melalui survei langsung dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,861 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai korelasi yang tinggi dan signifikansi yang sangat kecil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara kegiatan reforma agraria dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan reforma agraria di Desa Candi memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa program reforma agraria tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga berkontribusi pada penambahan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan.
Evaluasi Dampak Ketidaksesuaian LSD dengan RTRW Terhadap Pembangunan dan Pertanian di Karanganyar Rosit, Harun All; Aisiyah, Nuraini
Widya Bhumi Vol. 4 No. 2 (2024): Widya Bhumi
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/wb.v4i2.109

Abstract

The government has implemented a Protected Rice Land (LSD) policy to ensure the preservation of rice fields for national food security and to regulate land conversion. The determination of LSD often diverges from spatial planning (RTR), impacting multiple sectors, including investment and public services. This study seeks to align LSD policies to enhance food security and promote investment, particularly via the issuance of Suitability for Space Utilization Activities (KKPR). This study employs mixed methods to evaluate the compatibility of the LSD with the RTRW in Karanganyar Regency, revealing that 66.63% of the LSD area aligns with the RTR, while 33.37% does not. The Matesih District exhibits a discrepancy of 4.38%. The variations in LSD clauses within Land Technical Considerations (PTP) indicate their influence on KKPR services, with 45.5% of PTP categorized under the LSD area during the period of 2022-2024. Although there is minimal effect on agriculture and development, this discrepancy can be rectified through LSD verification evaluations and the enforcement of stringent policies in non-compliant areas. Recommendations involve reassessing inappropriate LSD areas, standardizing clauses, and offering incentives to ensure alignment of LSD policies with the RTR, thereby enhancing the effectiveness of public services. Pemerintah telah menerapkan kebijakan Lahan Sawah Terlindung (LSD) untuk menjamin kelestarian lahan sawah demi ketahanan pangan nasional dan mengatur alih fungsi lahan. Penentuan LSD seringkali menyimpang dari perencanaan tata ruang (RTR), sehingga berdampak pada berbagai sektor, termasuk investasi dan pelayanan publik. Kajian ini berupaya menyelaraskan kebijakan LSD untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mendorong investasi, khususnya melalui penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) untuk menilai kesesuaian LSD dengan RTRW di Kabupaten Karanganyar, yang menunjukkan bahwa 66,63% wilayah LSD sesuai dengan RTR, sedangkan 33,37% tidak. Kecamatan Matesih menunjukkan kesenjangan sebesar 4,38%. Variasi klausul LSD dalam Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP) menunjukkan pengaruhnya terhadap pelayanan KKPR, dimana 45,5% PTP masuk dalam kawasan LSD pada periode 2022-2024. Meskipun dampaknya minimal terhadap pertanian dan pembangunan, kesenjangan ini dapat diperbaiki melalui evaluasi verifikasi LSD dan penegakan kebijakan yang ketat di wilayah yang tidak patuh. Rekomendasinya mencakup penilaian ulang bidang LSD yang tidak sesuai, standarisasi klausul, dan penawaran insentif untuk memastikan keselarasan kebijakan LSD dengan RTR, sehingga meningkatkan efektivitas layanan publik.