Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Studi Islam

Islam Dan Demokrasi Di Iran : (Wilayatul Faqih) Anwar, Samsul
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 8 No. 2 (2024): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v8i2.1681

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara Islam dan demokrasi di Iran melalui konsep Wilayatul Faqih, sebuah sistem pemerintahan yang menempatkan kekuasaan tertinggi di tangan seorang faqih atau pemimpin agama. Dalam konteks Republik Islam Iran, konsep ini menjadi dasar teokrasi yang mendominasi politik negara tersebut, menggabungkan prinsip-prinsip agama dengan elemen-elemen demokrasi. Melalui analisis historis dan teoretis, artikel ini mengevaluasi bagaimana Wilayatul Faqih berinteraksi dengan proses demokrasi, seperti pemilihan umum, kebebasan berpendapat, dan hak-hak asasi manusia. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada aspek demokrasi dalam struktur politik Iran, Wilayatul Faqih membatasi ruang gerak demokrasi secara signifikan, terutama dalam hal kekuasaan politik dan kebebasan individu.
Dinamika Islam dan Politik di Indonesia: Anlisis Historis dari Masa Kolonial hinnga Reformasi Samsul Anwar, Muh.
Fikroh Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v9i1.2389

Abstract

Tulisan ini mengkaji hubungan antara agama Islam dan politik di Indonesia, mulai dari masa awal kedatangan Islam hingga era reformasi. Islam tidak hanya dipandang sebagai sistem kepercayaan individu, tetapi juga sebagai kekuatan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk politik. Terdapat tiga aliran pemikiran mengenai hubungan Islam dan negara: yang menganggap Islam sebagai sistem lengkap termasuk pemerintahan, yang memisahkan agama dari negara, dan yang melihat Islam sebagai sumber nilai etika bernegara. Sejarah menunjukkan bahwa Islam memiliki peran signifikan dalam pembentukan kebijakan dan sistem politik Indonesia, mulai dari kerajaan-kerajaan Islam, masa kolonial, hingga kemerdekaan. Organisasi seperti Sarekat Islam (SI) dan partai politik seperti Masyumi menjadi wadah perjuangan umat Islam. Pada masa Orde Baru, Islam politik dikebiri, tetapi muncul gerakan kultural seperti DDII yang memengaruhi masyarakat. Era reformasi membuka ruang bagi partai-partai Islam untuk kembali berperan dalam demokrasi. Selain itu, tulisan ini juga membahas peran kelompok tarekat dan guru sufi dalam politik, terutama dalam mobilisasi massa dan legitimasi kekuasaan. Teori Weber tentang otoritas karismatik digunakan untuk menganalisis pengaruh guru tarekat dalam politik. Kesimpulannya, Islam dan politik di Indonesia memiliki hubungan simbiosis yang kompleks, di mana agama tidak hanya menjadi panduan spiritual tetapi juga kekuatan sosial-politik yang terus berkembang seiring perubahan zaman.