Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Soil Test Technology for Developing Fertilizer Recommendations of Lowland Rice Al-Jabri, Muhammad
Pengembangan Inovasi Pertanian Vol 6, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : +622518321746

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil test technology is an invaluable tool in determining the     availability of soil nutrient status accurately in accordance with     plant requirement. Application of inorganic fertilizer continuously     at a rate that exceeds the plant needs can lead to nutrient imbalance     due to the decreasing soil pH and accumulation of P and K in     the soil resulting in nutrient disorder. This problem can be solved     by specific location nutrient management supported with soil test     technology. Utilization of soil test technology in balanced fertilizer     application needs to be supported by P and K nutrient status maps,     soil test kit, and fertilizer recommendation software. In the future,     development of soil test technology aimed to improve land     productivity and fertilizer efficiency by improving site-specific     balanced fertilizer application integratedly with inorganic and     organic fertilizers and other materials as soil conditioner. Strategies     for developing soil test technology include: (1) replacing the     original soil analysis method using a single nutrient soil analysis     (SNSA) with multi-nutrient soil analysis (MNSA) and validating     it in paddy soil in Indonesia; (2) validating and updating P and     K nutrient status maps of 1:250,000 scale and 1:50,000 scale     periodically; (3) developing soil test kit not only to measure P and     K nutrient status, but also other nutrients such as N, S, Ca, and     Mg; (4) establishing networks and linkages between soil testing     laboratories and farmer groups in order to socialize balanced     fertilizer recommendations; (5) improving the Regulation of the     Minister of Agriculture No. 40/2007 regarding to the recom-     mendation for N, P, and K fertilizer on rice to improve the accuracy     of site-specific fertilizer recommendations; and (6) closing soil     test technology to farmers as end-user to form an integrated ground     test clinic (mobile soil test). This last strategy is to complement     the achievement of good agricultural practices (GAP), which is     associated with precision farming including the nature of the soil,     plants, and site-specific fertilizer recommendations in exact rate,     time, and application method.    
Pengaruh Perbedaan Tadah Air Hujan dan Tadah Air Tawar terhadap Tingkat Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) di Desa Randusanga Wetan Kabupaten Brebes: Effect Of Differences with Rainwater Containers and Freshwater Containers on the Growth Rate of Tila Fish (Oreochromis Niloticus) in Randusanga Wetan Village, Brebes District Karina Farkha Dina; Yudo, Lukman Pranoto; Mulatsih, Sri; al-jabri, Muhammad; Hartanti, Ninik Umi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 1 (2025): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.01.5

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani karena memiliki daging yang tebal serta rasa yang enak. Ikan nila juga merupakan ikan primadona ekspor yang terus meningkat dibuktikan dengan jumlah permintaan yang terus meningkat tiap tahunnya. Dalam upaya untuk meningkatkan produksi ikan nila, maka perlu dilakukan pengujian Media air yang sesuai dengan kebutuhan ikan nila agar dapat meningkatkan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media air yang lebih baik antara air hujan atau air tawar terhadap tingkat pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan yang berbeda, 3 kali ulangan. Variabel perubahan adalah variabel air hujan, air tawar dan kontrol yaitu: Perlakuan A1 (air tawar yang difilter), A2 (air hujan yang di filter), K1 (kontrol 1, air tawar yang tidak di filter) dan K2 (kontrol 2, air hujan yang tidak di filter). Kualitas air dalam hubungannya dengan parameter fisika (suhu dan oksigen terlarut) serta parameter kimia (pH, salinitas, Ca, Mg, CO3, HCO3, PO4, NO2, amonia dan TOM). Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara pada media air hujan tidak berbeda nyata (P ˃ 0,05) dengan yang dipelihara pada air tawar.   Tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the fishery commodities that is popular with the public to meet their animal protein needs because it has thick flesh and a delicious taste. Tilapia is also a favorite export fish which continues to increase as evidenced by the number of requests which continues to increase every year. In an effort to increase tilapia production, it is necessary to test suitable and good water media in order to increase the growth of tilapia (Oreochromis niloticus). This research aims to determine which water medium is better, rainwater or freshwater, on the growth rate of tilapia (Oreochromis niloticus). The method used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) with two different treatments, 3 repetitions. The change variables were rainwater, freshwater and control variables, namely: Treatment A1 (filtered freshwater), A2 (filtered rainwater), K1 (control 1, unfiltered freshwater) and K2 (control 2, water unfiltered rain). Water quality in relation to physical parameters (temperature and dissolved oxygen) and chemical parameters (pH, salinity, Ca, Mg, CO3, HCO3, PO4, NO2, ammonia and TOM). The results of the study showed that the growth rate of tilapia (Oreochromis niloticus) kept in rainwater was not significantly different (P ˃ 0.05) from that kept in fresh water.
Pengaruh Pemberian Mineral Zeolit dan Pupuk Kandang Sapi padaLahan Berkadar Bahan Organik Rendah terhadap Pertumbuhan danHasil Bawang Merah ( (Allium ascalonicum L.) di Desa WanasariKabupaten Brebes Al-Jabri, Muhammad; Amin, Mohamad; Juwanda, Muhammad; Nurhidayati, Indah
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunan pupuk anorganik dan pestisida yang tidak sesuai anjuran dan secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama oleh sebagian besar petani bawang merah di Desa Wanasari Kabupaten Brebes telah berdampak terhadap kerusakan fisika dan kimia tanah serta musnahnya mirobiologi tanah yang bermanfaat untuk mempertahankan kesuburan tanah.Masalah ini mengakibatkan produksi bawang merah semakin turun. Hal ini tergambar dalam data produksi bawang merah selama 5 tahun terakhir. Apabila penggunaan agrokimia ini terus dilakukan oleh petani maka dipastikan terjadinya penurunan produksi bawang merah, sehingga dukungan Kabupaten Brebes terhadap kebutuhan bawang merah Nasional dan Propinsi Jawa Tengah semakin berkurang. Disamping itu, pola pikir petani yang tidak memahami dampaknegatif dari bahaya bahan aktif pestisida kimia toksik dalam umbi bawang merah yang dikonsumsi terhadap kesehatan konsumen, kemudian pengusaha pestisida kimia toksik sangat gencar mempromosikan bisnisnya, dan tidak adanya kebijakan pemerintah terhadappenggunaan inovasi teknologi alternatif yang mensubstitusi pestisida kimia, maka perbaikanlingkungan tanah tidak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan lingkungan tanah melalui penggunaan zeolit sebagai pembenah tanah dan pupuk kandang sapi.Keberadaan zeolit di dalam tanah dapat meningkatkan efisiensi serapan hara pupuk dan memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, sehingga kesehatan tanah dapat dipulihkan kembali. Dengan demikian kuantitas dan kualitas hasil tanaman bawang merah dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan zeolit dan pupukkandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis zeolit (0, 2, 4, dan 6 ton/ha) dan dosis pupuk kandang sapi (0, 5, 10, dan 15 ton/ha). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan masing-masing petak perlakuan berukuran 2 m x 1,5m. Variabel pengukuran pertumbuhan meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan variabel pengukuran hasil meliputi bobot segar tanaman, bobot segar umbi, bobot kering tanaman, dan bobot kering umbi. Data dianalisis dengan SPSS (Statistical Product and Service Solution), kemudian untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dianalisis dengan uji DMRT(Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf nyata 5% serta dilakukan analisis usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tanaman segar bawang merah tertinggi sebesar 21,370 ton/ha diperoleh pada kombinasi perlakuan Z2K1 (4 ton zeolit/ha + 5 ton pupuk kandang/ha).Penerimaan dan pendapatan usahatani bawang merah kering berdaun paling besar terdapat padaperlakuan Z2K1 (4 ton zeolit/ha + 5 ton pupuk kandang/ha) masing-masing sebesar Rp420.416.670,- dan Rp 335.646.370,- dengan B/C rasio tertinggi (3,96). Demikian juga, penerimaan dan pendapatan usahatani bawang merah kering tidak berdaun paling besar terdapat pada kombinasi perlakuan Z2K1 (4 ton zeolit/ha + 5 ton pupuk kandang /ha masing-masing Rp. 247.413.703,- dan Rp. 162.643.703,- dengan B/C rasio tertinggi (1,92).