Jurnal Ilmiah Ultras
Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes

Pengaruh Pemberian Mineral Zeolit dan Pupuk Kandang Sapi padaLahan Berkadar Bahan Organik Rendah terhadap Pertumbuhan danHasil Bawang Merah ( (Allium ascalonicum L.) di Desa WanasariKabupaten Brebes

Muhammad Al-Jabri (Universitas Muhadi Setiabudi)
Mohamad Amin (Universitas Muhadi Setiabudi)
Muhammad Juwanda (Universitas Muhadi Setiabudi)
Indah Nurhidayati (Universitas Muhadi Setiabudi)



Article Info

Publish Date
15 Jan 2024

Abstract

Penggunan pupuk anorganik dan pestisida yang tidak sesuai anjuran dan secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama oleh sebagian besar petani bawang merah di Desa Wanasari Kabupaten Brebes telah berdampak terhadap kerusakan fisika dan kimia tanah serta musnahnya mirobiologi tanah yang bermanfaat untuk mempertahankan kesuburan tanah.Masalah ini mengakibatkan produksi bawang merah semakin turun. Hal ini tergambar dalam data produksi bawang merah selama 5 tahun terakhir. Apabila penggunaan agrokimia ini terus dilakukan oleh petani maka dipastikan terjadinya penurunan produksi bawang merah, sehingga dukungan Kabupaten Brebes terhadap kebutuhan bawang merah Nasional dan Propinsi Jawa Tengah semakin berkurang. Disamping itu, pola pikir petani yang tidak memahami dampaknegatif dari bahaya bahan aktif pestisida kimia toksik dalam umbi bawang merah yang dikonsumsi terhadap kesehatan konsumen, kemudian pengusaha pestisida kimia toksik sangat gencar mempromosikan bisnisnya, dan tidak adanya kebijakan pemerintah terhadappenggunaan inovasi teknologi alternatif yang mensubstitusi pestisida kimia, maka perbaikanlingkungan tanah tidak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan lingkungan tanah melalui penggunaan zeolit sebagai pembenah tanah dan pupuk kandang sapi.Keberadaan zeolit di dalam tanah dapat meningkatkan efisiensi serapan hara pupuk dan memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, sehingga kesehatan tanah dapat dipulihkan kembali. Dengan demikian kuantitas dan kualitas hasil tanaman bawang merah dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan zeolit dan pupukkandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis zeolit (0, 2, 4, dan 6 ton/ha) dan dosis pupuk kandang sapi (0, 5, 10, dan 15 ton/ha). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan masing-masing petak perlakuan berukuran 2 m x 1,5m. Variabel pengukuran pertumbuhan meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan variabel pengukuran hasil meliputi bobot segar tanaman, bobot segar umbi, bobot kering tanaman, dan bobot kering umbi. Data dianalisis dengan SPSS (Statistical Product and Service Solution), kemudian untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dianalisis dengan uji DMRT(Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf nyata 5% serta dilakukan analisis usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tanaman segar bawang merah tertinggi sebesar 21,370 ton/ha diperoleh pada kombinasi perlakuan Z2K1 (4 ton zeolit/ha + 5 ton pupuk kandang/ha).Penerimaan dan pendapatan usahatani bawang merah kering berdaun paling besar terdapat padaperlakuan Z2K1 (4 ton zeolit/ha + 5 ton pupuk kandang/ha) masing-masing sebesar Rp420.416.670,- dan Rp 335.646.370,- dengan B/C rasio tertinggi (3,96). Demikian juga, penerimaan dan pendapatan usahatani bawang merah kering tidak berdaun paling besar terdapat pada kombinasi perlakuan Z2K1 (4 ton zeolit/ha + 5 ton pupuk kandang /ha masing-masing Rp. 247.413.703,- dan Rp. 162.643.703,- dengan B/C rasio tertinggi (1,92).

Copyrights © 2018