Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Kajian Budaya: Kebijakan Bahasa di Tengah Pandemi Covid19 Fitri Alfarisy
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.708 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.3.343-353

Abstract

Utamakan Bahasa Indonesia, Kuasai Bahasa Asing, Lestarikan Bahasa Daerah merupakan amanat dari UU No.24/2009 yang mengindikasikan bahwa sebagai bangsa Indonesia kita dianjurkan untuk menggunakan bahasa persatuan di ruang publik maupun komunikasi. Di sisi lain pandemi virus korona atau Covid19 telah membawa banyak dampak pada kehidupan berbangsa termasuk bahasa. Virus yang berasal dari negara asing dan menjangkiti hampir seluruh bagian bumi membawa berbagai istilah asing masuk ke bangsa ini. Pada saat inilah kebijakan pemerintah Indonesia tentang bahasa Indonesia diuji karena pejabat pemerintah seringkali menggunakan istilah asing dalam menjelaskan situasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif guna menjabarkan kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka menghadapi berbagai istilah asing yang masuk ke Indonesia. Kebijakan yang dilakukan dianalisis apakah sudah diterapkan oleh masyarakat khususnya dalam dunia digital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan berupa 45 (empat puluh lima) padanan kata asing tentang corona serta sudah mensosialisaikan di dunia internet. Padanan kata asing yang diberikan pemerintah ternyata beberapa digunakan dengan baik seperti Kerja Dari Kantor (KDK) dan Kerja Dari Rumah (KDR). Namun selain itu lebih banyak masyarakat yang menggunakan istilah asing seperti corona virus, social distancing, physical distancing, dan new normal. Oleh karena itu perlu peran setiap warga negara, pemerintah dan media di masa pandemi untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam rangka menjaga kedaulatan bangsa.
Pengembangan Materi English Speaking for Librarian untuk Program Studi Perpustakaan dan Informasi Fitri Alfarisy
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 3 (2019): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.578 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.3.233-239

Abstract

Dalam era revolusi industri 4.0 ini, pustakawan diharuskan untuk memiliki kemampuan bahasa Inggris. Besar kemungkinan para pustakawan yang merupakan lulusan program perpustakaan dan Informasi akan berkomunikasi dengan para pemustaka. Mereka juga akan bertugas dalam mengelola berbagai bahan pustaka internasional serta mengikuti berbagai konferensi internasional dimana bahasa Inggris digunakan. Program studi Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro menyadari akan tingginya kebutuhan ini sehingga memberikan mata kuliah English Speaking for Librarian pada semester ketiga. Berdasaarkan hasil obeservasi, ditemukan masalah dalam penggunaan materi yang kurang sesuai dengan lulusan program studi sehingga berdampak pada pengetahuan dan keterampilan penggunaan berbagai kosakata berbahasa Inggris terkait bidang keilmuan perpustakaan dan informasi pun kurang. Berdasarkan analisis rencana pembelajaran ataupun silabus, materi yang diberikan bersifat general khususnya di kelas English Speaking for Librarian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi English Speaking for Librarian di program studi Perpustakaan dan Informasi yang sesuai dengan teori dan kebutuhan lulusan. Penelitian ini berupa penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian ini berupa pengembangan materi kelas English Speaking for Librarian yang terdiri atas Importance of English Speaking for Librarian (Pentingnya Berbicara Bahasa Inggris bagi Pustakawan), English Vocabularies in Library (Register Perpustakaan dalam Bahasa Inggris), English Daily routine Expressions (Ekspresi sehari-hari dalam bahasa Inggris), dan English Presentation (Presentasi dalam Bahasa Inggris).
How Applied English Students’ Dealing with Literary Translation Fitri Alfarisy
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.121 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.1.63-70

Abstract

The graduate students of Applied English are expected to have skills on translations needed by the industry. They are expected to be able to translate any kinds of texts either formal, advertisement, directions or literary. The translation of the literature differs from other forms of translation. It is interesting to find out the ways the applied students dealing with literary translations. In collecting the data, document analysis in the form of analyzing the students work and interviews were done. The result showed that translation literary works is not an easy job for applied English students when they do not have the theory related and not familiar with. Based on the study, it was found that several mistakes are committing by the students when translating the literary works such as using literal translation, misunderstanding the context, having over confidence and lacking vocabularies. On the other hand, the students realized their mistakes well and understand that through reading a lot, improving the vocabularies and having more experiences will ease them to deal with the literary translation.
Pendidikan Karakter pada Siswa Sekolah Dasar di Jepang dan Indonesia Fitri Alfarisy; Fransiska Aulia Fitriyani; Fatiya Mutsaqqofa; Nisa Tiara Kusumasari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.912 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.5189

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena penyimpangan sosial yang berhubungan dengan moral dan budi pekerti. Demikian, muncul pertanyaan, apakah pendidikan karakter yang diajarkan secara teoritis mampu dipahami dengan benar dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karakter dapat didefinisikan sebagai sebuah perilaku konsisten dari seseorang dalam kehidupannya. Perilaku ini menyangkut nilai nilai moral,akhlak dan budi pekerti. Sedangkan pendidikan karakter merupakan proses penanaman nilai-nilai kebaikan kepada individu agar siap berbaur dengan masyarakat dan mengambil keputusan yang bijak. Untuk menuju sebuah bangsa yang gemilang diperlukan karakter yang baik dan konsisten dari setiap warga negara. Penerapan pendidikan karakter pada anak-anak Sekolah Dasar merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya nir moral berkelanjutan pada generasi penerus bangsa. Karena pendidikan seharunya tidak hanya mendidik siswa menjadi generasi yang pandai dan berpengetahuan, tetapi juga harus berkarakter,bermoral dan berbudi pekerti yang baik. Anak-anak Sekolah Dasar menjadi objek dalam upaya awal penanaman karakter yang baik karena pada rentang usia 7-11 tahun, mereka tengah berada dalam perkembangan kognitif operasi konkrit. Pada tahapan ini, anak-anak mengandalkan rasionalitas logika mereka untuk menentukan sebuah keputusan. Maka dari itu, tahap ini diperlukan pemahaman yang tepat. Selain upaya yang dilakukan pemerintah melalui sistem pendidikan dalam kurikulum yang mewajibkan adanya pendidikan karakter, peran keluarga dan masyarakat juga diperlukan untuk memaksimalkan hasil pendidikan karakter di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang berpedoman pada kurikulum pendidikan Sekolah Dasar di Jepang dan Indonesia. Meskipun kedua negara tersebut memiliki permasalahan krisis karakter yang berbeda, namun keduanya sama-sama menerapkan pendidikan karakter pada kurikulum negaranya. Tentu ini menunjukan betapa pentingnya karakter yang baik bagi generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi tonggak menuju bangsa yang gemilang.
PELATIHAN PEMBAHASAN SOAL READING COMPREHENSION BAHASA INGGRIS MELALUI WEBINAR Aditya Nur Patria; Fitri Alfarisy
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.130-135

Abstract

Tulisan ini melaporkan kegiatan pengabdian masyarakat pelatihan pembahasan soal reading comprehension melalui webinar. Kegiatan ini secara umum ditujukan untuk meningkatkan keterampilan memahami teks berbahasa Inggris. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk membantu para calon peserta UTBK SBMPTN dalam mengerjakan soal terkait reading comprehension. Kegiatan pengabdian yang diinisiasi para dosen prodi Bahasa Asing Terapan ini melibatkan beberapa mahasiswa sebagai pembicara. Kegiatan ini diadakan melalui platform Zoom dan dihadiri 44 peserta.Keywords:  Pembelajaran Virtual, Pemahaman Membaca, Bahasa Inggris, Tes Bahasa This report recounts community service activity of discussing strategies on how to do English reading comprehension test. In general, the aim of this activity is to improve learners’ reading comprehension skill. This activity is specifically conducted to facilitate prospective UTBK SBMPTN test takers in completing the reading comprehension section of the test. The community service activity initiated by lecturers of Applied Foreign Languages study program involved their students as the speakers in the event. This activity managed to attract 44 participants.Keywords: Virtual Learning, Reading Comprehension, English Language, Language Testing
PELATIHAN TATA BAHASA INGGRIS PRAKTIS UNTUK PESERTA UTBK SBMPTN Fitri Alfarisy; Aditya Nur Patria; Landya Regita Putri; Nanik Asih; Ade Putri
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.136-139

Abstract

Bagi siswa kelas 12 SMA/SMK/MA atau lulusan tahun 2020 dan 2021 yang ingin melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maka dapat mendaftar melalui jalur UTBK SBMPTN 2022. Melansir laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), SBMPTN adalah kepanjangan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang sejak tahun 2019 SBMPTN menggunakan hasil UTBK dan/atau kriteria lain ditetapkan bersama oleh PTN. Salah satu tujuan pemerintah menyelenggarakan SBMPTN ini adalah untuk menyeleksi calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu berdasarkan hasil UTBK dan atau kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN, PTKIN dan Politeknik Negeri. Tes Kemampuan Bahasa Inggris merupakan salah satu tahap tes untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran di perguruan tinggi. Materi tes yang diujikan dalam tes bahasa Inggris adalah Tata Bahasa Inggris. Tata bahasa juga menjadi momok bagi pembelajar bahasa Inggris di Indonesia, oleh karena itu diperlukan pelatihan tata bahasa Inggris bagi para calon mahasiswa. Pelatihan tata bahasa Inggris dilakukan pada tanggal 13 Mei 2022 mulai pukul 08.00 – 15.00 dengan menggunakan zoom. Pelatihan ini mendapatkan respon positif dari peserta dengan tingginya antusiasme serta tingginya jumlah peserta dalam mengikuti kegiatan.Kata Kunci: Tata Bahasa Inggris, Pelatihan, UTBK SBMPTNThe third-year Senior High School students as well as the one who graduates in 2020 and 2021 can continue their studies at State Universities (PTN) by passing UTBK SBMPTN 2022.  The SBMPTN stands for the Joint Selection for State University Entrance, and since 2019 it has used the UTBK and/or other criteria determined jointly by the PTN. The purpose of the SBMPTN is to select prospective students who can complete their studies in higher education well and on time based on the results of the UTBK and or other criteria set jointly by PTN, PTKIN, and State Polytechnic. The English Proficiency Test includes the UTBK to measure the English language skills needed to support learning in higher education. English Grammar is one of the parts of the test it became a scourge for English language learners in Indonesia. Therefore English grammar training is needed for prospective students. English grammar training held on May 13, 2022, starting at 08.00 – 15.00 using zoom. This training received a positive response from the participants with high enthusiasm and a high number of participants participating in the activities.Keywords: English Grammar, Training, UTBK SBMPTN 
Penyebab Pergeseran Penggunaan Bahasa Jawa Krama oleh Kalangan Muda di Desa Banyudono Rosana Ambarwati; Fitri Alfarisy; Sephia Marginingtiastuti; Lesen Ambarsari
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i1.16341

Abstract

This study aims to explain the factors that cause a language shift of the Javanese Krama language by young people in Banyudono village. Javanese Krama is a local language used to show politeness by Javanese people. However, the usage of the Javanese Krama is now rarely used by young people. The usage of the Javanese Krama language as a communication language was replaced by another language, namely the Javanese Ngoko language or Bahasa Indonesia. For this reason, it is necessary to know what factors cause language shift in the use of the Javanese Krama language by young people in Banyudono village. The method used in this study is qualitative. The techniques used in data collection are participant observation techniques and questionnaires. The population is all young people in Banyudono village. The technique that used in sampling is purposive sampling. Based on the result of the study, several factors that were found that caused a language shift of the Javanese Krama language by young people in Banyudono village are: the lack of knowledge of the Javanese Krama language by young people and not getting used to the Javanese Krama language since childhood in the family. This research is expected to be a reference source for further research related to the language shifting of the Javanese Krama language. Keywords: language shift, Javanese Krama language, young people.
Kebijakan Pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia dalam Perspektif Pembentukan Warga Dunia dengan Kompetensi Antarbudaya Fitri Alfarisy
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i3.207

Abstract

Pembelajaran bahasa asing di Indonesia telah mempunyai sejarah yang panjang. Pada jaman kolonial, bahasa asing telah diajarkan di sekolah tertentu, terutama bagi keturunan bangsawan dan anak-anak Belanda. Alih-alih ingin menciptakan generasi masa depan yang bisa bersaing di tingkat internasional di era globalisasi, pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar dihilangkan dan jam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP dan SMA dikurangi di dalam kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai kebijakan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia dalam persperktif pembentukan warga dunia dengan kompetensi antarbudaya karena menjadi warga dunia di zaman globalisasi merupakan sebuah kepastian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik dokumen analisis. Berbagai dokumen dari buku, artikel penelitian maupun dokumen kurikulum sendiri dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemerintah Indonesia selama ini telah mengalokasikan pembelajaran bahasa asing sejak kurikulum pertama yaitu kurikulum 1947 sampai kurikulum 2013. Namun pada kurikulum 2013 alokasi pembelajaran bahasa asing lebih sedikit dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Di sisi lain, globalisasi menuntut untuk pembelajaran bahasa lebih banyak di tingkat sekolah dalam rangka pembentukan seluruh warga Indonesia menjadi warga dunia. Namun, pengaruh pembelajaran bahasa Inggris yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia perlu diantisipasi dengan kompetensi antarbudaya.  Oleh karena itu, dalam rangka pembentukan warga dunia melalui pembelajaran bahasa Inggris, baik peserta didik ataupun guru harus memiliki kompetensi antarbudaya yang tercermin di dalam materi pembelajaran sehingga tetap berbudaya Indonesia meski mempelajari bahasa Inggris.
Analisis Padanan Kata pada Fitur-Fitur Media Sosial Alifya Azzahra; Kartinah Budi Fransiska; Savira Dwi Pratiwi; Fitri Alfarisy
Deiksis Vol 14, No 3 (2022): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/deiksis.v14i3.11647

Abstract

Media sosial rilis pada tahun 1997, yang mana menandakan bahwa bahasa pada media sosial juga hadir sekaligus membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Di era saat ini, media sosial tidak hanya berguna sebagai sarana hiburan, namun juga berguna dalam dunia pendidikan, usaha dan bisnis. Dengan adanya hal tersebut, istilah atau padanan kata yang digunakan pada media sosial dapat diperhatikan. Tujuannya adalah agar para pengguna dapat menggunakan media sosial dengan baik dan maksimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode  kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Rujukan yang digunakan  yaitu KBBI, Cambridge Dictionary, dan Oxford Dictionary.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan istilah pada fitur-fitur media sosial yaitu Instagram, Facebook, dan Snapchat. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa dari 17 fitur yang diteliti masing-masing penggunaan bahasa memiliki ciri khas sendiri dengan tujuan penggunaan fitur yang sama. Sehingga bahasa atau padanan kata yang digunakan pada fitur Instagram sudah tepat dan sesuai dengan media social lainnya.
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Platform Berita Media Sosial Fitri Alfarisy; Maghfirah Maghfirah; Enrika Devinsky; Rr Kamila Hastiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.6.4.417-432

Abstract

Bahasa Indonesia sudah banyak diminati oleh orang-orang asing. Banyak pelajar dari berbagai negara yang menempuh pendidikan dengan belajar bahasa Indonesia melalui program-program yang telah dikembangkan oleh pemerintah. Sosial media menjadi salah satu tempat mereka belajar bahasa Indonesia, salah satunya dengan membaca artikel dan berita dalam bahasa Indonesia.  Salah satu media sosial yang populer di Indonesia adalah LINE TODAY. Namun tak jarang ditemukan kesalahan berbahasa pada berita-berita di sosial media, baik kesalahan yang tidak sengaja maupun kesalahan yang murni dari penulis akibat ketidak telitiannya. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kesalahan apa saja dan seberapa banyak jenis kesalahan berbahasa pada sosial media terutama LINE TODAY periode September 2021, hal ini agar para penutur asing yang sedang mempelajari bahasa Indonesia juga dapat mengetahui penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini memakai teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang dilakukan berupa pengumpulan, pencatatan, klasifikasi, dan mendeskripsikan pembenarannya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan empat bidang kesalahan berbahasa pada bidang linguistik, yaitu: (1) ejaan, (2) morfologi, (3) sintaksis, dan (4) diksi. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan kedepannya berita-berita yang dipublikasi dapat memberikan pengetahuan kepada pembaca dengan penulisan yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Co-Authors Ade Putri Adi Prasetyo Utomo Aditya Nur Patria Aditya Patria Aditya Patria Aditya Prayoga Afizal Nuradhim Kurniawan Afwa Yasyfa Azzahra Afwa Yasyfa Azzahra Alifina Hamidah Amalia Alifya Azzahra Almaidah Bahri Amelia Jannati Amrina Rosyada Amrina Rosyada Andini Cesare Ardaya Annisa Amanda Chaerani Annisa Amanda Chaerani Auranissa Hernanda, Verren Ayu Alfi Syahrina Azzahra, Afwa Yasyfa Bahri, Almaidah Chella Meira Damayanti Damayanti , Chella Meira Dea Dewanti Dhimas Adi Nugroho Diah Meta Arofah Dyah Sekar Wangi Elin Rahma Sarita Enrika Devinsky Fatiya Mutsaqqofa Fransiska Aulia Fitriyani Frully Zulfania Arrahma Girindra Putri Ardani Reswari Girindra Reswari Hasibuan, Sekar Fatinah Helena Sirait , Yosephine Helena Sirait, Yosephine Hernanda, Verren Auranissa Hessi Miss’ida, Keyko Kartinah Budi Fransiska Keyko Hessi Miss’ida Kusuma, Dimas Yuda Landya Regita Putri Lenggahing Saputri Lenggahing Saputri Lesen Ambarsari Maghfirah Maghfirah Maharani Patria Ratna Maria Mutiara Masiruw, Eunique Karen Meyyana Dewi, Ressa Muhammad Rayhan Baihaqy Mutiara Risko Siagian Nadira Febiela Rosyadi Nadya Salma Salsabila Nadytha Marsela Nanik Asih Nida Fadhilah Nisa Tiara Kusumasari Nur Afifurrohman Patria, Aditya Nur Raisatul Zakiyah T Ratna Rismayanti Ressa Meyyana Dewi Reswari, Girindra Putri Ardana Rosana Ambarwati Rr Kamila Hastiani Salsa Annisa Rahmadani Satyaningrum, Nisrina Savira Dwi Pratiwi Sekar Wangi, Dyah Sephia Marginingtiastuti Suci Rahmawati Syfa Dinar Dwi Latifah Syfa Dinar Dwi Latifah Verren Auranissa Hernanda Verren Auranissa Hernanda Yasyfa Azzahra, Afwa Yosephine Helena Sirait