Articles
Kebijakan Pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia dalam Perspektif Pembentukan Warga Dunia dengan Kompetensi Antarbudaya
Fitri Alfarisy
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v6i3.207
Pembelajaran bahasa asing di Indonesia telah mempunyai sejarah yang panjang. Pada jaman kolonial, bahasa asing telah diajarkan di sekolah tertentu, terutama bagi keturunan bangsawan dan anak-anak Belanda. Alih-alih ingin menciptakan generasi masa depan yang bisa bersaing di tingkat internasional di era globalisasi, pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar dihilangkan dan jam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP dan SMA dikurangi di dalam kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai kebijakan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia dalam persperktif pembentukan warga dunia dengan kompetensi antarbudaya karena menjadi warga dunia di zaman globalisasi merupakan sebuah kepastian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik dokumen analisis. Berbagai dokumen dari buku, artikel penelitian maupun dokumen kurikulum sendiri dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemerintah Indonesia selama ini telah mengalokasikan pembelajaran bahasa asing sejak kurikulum pertama yaitu kurikulum 1947 sampai kurikulum 2013. Namun pada kurikulum 2013 alokasi pembelajaran bahasa asing lebih sedikit dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Di sisi lain, globalisasi menuntut untuk pembelajaran bahasa lebih banyak di tingkat sekolah dalam rangka pembentukan seluruh warga Indonesia menjadi warga dunia. Namun, pengaruh pembelajaran bahasa Inggris yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia perlu diantisipasi dengan kompetensi antarbudaya. Oleh karena itu, dalam rangka pembentukan warga dunia melalui pembelajaran bahasa Inggris, baik peserta didik ataupun guru harus memiliki kompetensi antarbudaya yang tercermin di dalam materi pembelajaran sehingga tetap berbudaya Indonesia meski mempelajari bahasa Inggris.
Pengaruh Penerapan Bahasa Asing dalam Kinerja Pendidikan
Verren Auranissa Hernanda;
Afwa Yasyfa Azzahra;
Fitri Alfarisy
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (641.756 KB)
|
DOI: 10.59141/jiss.v3i01.514
Jurnal ini membahas tentang penerapan bahasa asing di dalam kinerja pendidikan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat serta pentingnya dari penerapan bahasa asing dalam lingkup pendidikan dalam hal ini Bahasa Inggris terhadap karya-karya literasi berbahasa indonesia khususnya di lingkungan-lingkungan SMP, SMA, dan Kuliah. Bahasa merupakan sarana yang digunakan untuk berfikir yang merupakan sumber awal dari setiap peserta didik untuk dapat memahami apa saja yang ada disekitar mereka serta mengatakan manusia atau peserta didik dalam memiliki ilmu pengetahuan mereka. Penerapan pembelajaran bahasa asing dalam pendidikan adalah bentuk kepentingan serta mempunyai fungsi serta tujuan untuk warganya, penguasaan terhadap bahasa asing sangatlah diperlukan ada beberapa alasan yang mendukung pernyataan tersebut. Pertama pembelajaran bahasa asing adalah cara untuk menyebar dalam kehidupan masyarakat di dunia. Bahasa asing mempunyai peran yang khusus terhadap kehidupan masyarakat Indonesia dalam dunia kinerja pendidikan banyaknya penyebaran bahasa asing menjadikan bahasa asing tersebut memiliki peranan yang sangat penting. Namun kita juga tidak lupa akan peranan penting dari bahasa indonesia yaitu bahasa nasional dan bahasa negara. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dapat diketahui peranan kedua bahasa tersebut dalam lingkup pendidikan di Indonesia, hasilnya menunjukan bahwa penting diterapkan dalam dunia pendidikan guna untuk meningkatkan kemampuan diri dan bermanfaat dalam dunia kerja mereka di masa depan, karena dunia kerja di masa depan tidak hanya membutuhkan kita yang fasih dalam berbahasa Indonesia namun juga membutuhkan kita untuk fasih beberapa bahasa.
Aplikasi Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris Di Indonesia
Almaidah Bahri;
Chella Meira Damayanti;
Yosephine Helena Sirait;
Fitri Alfarisy
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (693.072 KB)
|
DOI: 10.59141/jiss.v3i01.525
TikTok merupakan sebuah platform media sosial yang memungkinkan pemakainya menciptakan video pendek disertai dengan berbagai macam pilihan fitur seperti musik, stiker filter dan beberapa fitur kreatif lainnya. Popularitas TikTok ini memungkinkan banyak pengguna, terutama kalangan anak muda, memanfaatkan platform ini untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang dikemas padat dan jelas melalui konten TikTok. Penelitian ini berfokus pada pembahasan aplikasi TikTok bagi penggunanya untuk belajar bahasa Inggris melalui konten video daring yang dibagikan oleh content creator pada tagar populer #samasamabelajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok dapat mengemas pembelajaran bahasa Inggris dengan menarik. Ditemukan ada empat jenis subjek dari aplikasi TikTok yang sering dibuat, yaitu vocabulary, grammar, pronunciation, dan common mistake. Setelah diteliti disimpulkan bahwa pengguna TikTok lebih menyukai video kategori grammar. Beberapa faktor TikTok memiliki daya tarik sebagai media pembelajaran bahasa Inggris yaitu video yang singkat, penyampaian materi yang jelas dan tidak monoton, ditambah dengan fitur efek tulisan dan emoji yang menarik dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar penggunanya.
Penerapan Pembelajaran Bahasa Inggris Berdasarkan Kebijakan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri 155 Gresik
Andini Cesare Ardaya;
Salsa Annisa Rahmadani;
Fitri Alfarisy
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (572.621 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v3i1.481
Latar Belakang: Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia, hingga adanya kebijakan kurikulum 2013, mata pelajaran Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang tidak diwajibkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kedudukan mata pelajaran Bahasa Inggris terutama di Sekolah Dasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum 2013. Metode: Data ini diambil melalui wawancara dan dokumentasi. Sekolah Dasar Negeri 155 Gresik merupakan salah satu Sekolah Dasar di Indonesia yang menerapkan Kurikulum 2013 dan masih menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran di sekolah. Hasil: Menunjukkan bahwa penerapan kebijakan kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri 155 Gresik masih mencantumkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran di sekolah yang kedudukannya ada di dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kesimpulan: Bahasa Inggris masih dipertahankan karena kedudukannya yang masih penting dan bahkan menjadi nilai lebih bagi Sekolah Dasar Negeri 155 Gresik sebagai sekolah yang unggul.
Kesadaran Mahasiswa Bahasa Asing Akan Pentingnya Berbicara Bahasa Inggris
Frully Zulfania Arrahma;
Maria Mutiara;
Fitri Alfarisy
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.497 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v3i1.505
Latar Belakang: Penelitian ini untuk menganalisa kesadaran mahasiswa bahasa asing akan pentingnya berbicara Bahasa Inggris. Responden dari penelitian ini adalah mahasiswa aktif Bahasa Asing Terapan Universitas Diponegoro Tujuan:Upaya yang dapat ditempuh mahasiswa dalam penguasaan bahasa Inggris yaitu memiliki kesadaran diri tentang pentingnya menguasai Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional yaitu suatu metode penelitian yang berusaha melakukan analisis dan uji hipotesis untuk menghubungkan antara dua variabel yaitu kemampuan mempelajari banyak bahasa dan berani untuk menggunakan bahasa inggris Hasil: Hasil dari pembahasan menjelaskan bahwa pentingnya berbicara bahasa Inggris bagi mahasiswa adalah bahasa Inggris dapat membuka jendela dunia untuk memasuki dunia baru yang lebih luas, meningkatkan karir, memperlancar komunikasi, menambah pengetahuan dan wawasan seputar informasi dunia internasional, dan bahasa pengantar untuk mempermudah memahami teknologi. Kesimpulan:Bahasa Inggris, berkonsentrasi dalam menekuni bahasa Inggris secara mendalam, bekerjasama dengan teman dalam mempelajari bahasa Inggris, mau untuk berlatih berbicara bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari, sabar dalam mempelajari bahasa Inggris, mengikuti pendidikan atau pelatihan bahasa Inggris, mendengarkan lagu atau menonton video yang menggunakan bahasa Inggris, bergabung dengan komunitas belajar online, mencari situs atau blog belajar bahasa Inggris gratis, dan mengikuti kegiatan forum organisasi internasional.
Motivasi Belajar Bahasa Jepang untuk Mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang di Universitas Diponegoro Saat Pandemi COVID-19
Fitri Alfarisy;
Raisatul Zakiyah T;
Suci Rahmawati;
Nadytha Marsela
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.705 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v3i1.541
Latar Belakang: Prestasi belajar bahasa Jepang pada saat pandemi COVID-19 dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor yang perlu diperhatikan dengan kaitan proses belajar mengajar diantara lain adalah motivasi belajar dan metode pembelajaran Tujuan: Untuk dapat mengetahui pengaruh metode pembelajaran dengan motivasi belajar maka diperlukan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah melalui wawancara Hasil: Motivasi belajar bahasa Jepang di SMK Universitas Diponegoro. Dalam hal ini motivasi sangat dibutuhkan untuk memotivasi siswa untuk belajar karena motivasi merupakan aspek penting keberhasilan siswa. Tentunya berdasarkan keberhasilan siswa, sebelum menerima hambatan dan tantangan belajar di masa pandemi. Kendala tersebut datang dari berbagai bentuk, seperti kendala jaringan, maupun kendala dari kondisi keluarga siswa. Sementara itu, kendala yang ditimbulkan oleh siswa sendiri adalah kurangnya kesadaran untuk mengikuti pembelajaran online. Kesimpulan: Penelitian pendahuluan yang akan berfokus pada bagaimana motivasi belajar bahasa Jepang mahasiswa Program Studi konsentrasi bahasa Jepang di Universitas Diponegoro.
Efektivitas Kahoot dalam Pembelajaran Daring Mata Kuliah Kanji Terhadap Mahasiswa Bahasa Asing Terapan
Fitri Alfarisy;
Amelia Jannati;
Alifina Hamidah Amalia;
Mutiara Risko Siagian
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.78 KB)
|
DOI: 10.59141/japendi.v3i03.664
Lecturer learning of Applied Foreign Language students by using a learning kahoot application that presents a quiz in it. Explaining the effectiveness of kahoot media in online lectures for Applied Foreign Language students. This research is a quantitative research with survey method. Methods Survey research deals with questions about one's own beliefs and behavior. Based on the descriptions that have been submitted including: a) Students know what a kahoot application is; b) 70% of students consider kahoot important in learning kanji; c) Overall, most of the students are satisfied with the Kahoot application; d) The learning model with kahoot media produces a positive influence on the concept of student understanding. As the results of the research conducted, it can be concluded that the use of the Kahoot application is quite effective in improving the understanding of kanji courses for Applied Foreign Language students, the application of the Kahoot application is better when learning online in improving the understanding of kanji courses.
Fenomena Campur Kode dan Alih Kode Mahasiswa Pembelajar Bahasa Jepang Sekolah Vokasi UNDIP
Fitri Alfarisy
KIRYOKU Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Kiryoku
Publisher : Vocational College of Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/kiryoku.v7i1.%p
Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bentuk campur kode dan alih kode yang digunakan sekaligus faktor yang memengaruhi dalam penggunaannya dalam aplikasi percakapan WhatsApp. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, dokumentasi riwayat percakapan secara personal atau di dalam grup serta wawancara. Total data keseluruhan berjumlah (25) dua puluh lima percakapan personal dan grup yang menggunakan campur kode atau alih kode. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis campur kode yang ditumkan adalah campur kode ke dalam dan ke luar dengan penggunan seprihan bahasa asing dan bahasa daerah dengan bentuk penyisipan berupa kata, frasa, klausa, idiom dan baster. Selain itu, alih kode ke dalam dan ke luar juga ditemukan dengan alih kode ke bahasa asing baik Inggris maupun Jepang dan bahasa daerah. Hasil penelitian yang menarik memperlihatkan bahwa mahasiswa pembelajar bahasa Jepang SV Undip lebih dominan mencampurkan dan mengalihkan ke bahasa Inggris daripada bahasa Jepang. Hal tersebut dipengaruhi oleh budaya populer, pendidikan, kecenderungan mahasiswa dan karakter bahasa Jepang. Dengan ini diharapkan dapat memberikan berbagai masukan untuk peningkatan dalam pembelajaran bahasa Jepang.
The White Lotus TV Series Season 2: Deconstructing Italians Stereotypes
Alfarisy, Fitri;
Helena Sirait, Yosephine
Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Vol. 10 No. 2 (2023): Volume 10 No 2 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/25409190.622
Modern mass media serve as both a "magic window" into the world and a "door" to new ideas. It is important to look at how the steady growth of media affects the way racial and cultural stereotypes are pushed forward. Stereotypes themselves can influence how people view facts and social events and one of many examples of stereotypes is Italian stereotypes. This study analyzes HBO's popular series, The White Lotus season two, employing Fairclough's model critical discourse analysis to deconstruct Italian stereotypes through the characters' portrayals. This study also examines the sociocultural aspect and physical appearances of the Italian characters portrayed by American television. The findings of this study show the physical portrayal of Italians mostly they have the same features and are known for their fashion sense and attention to appearance. Moreover, Italian characters are portrayed with speak loudly and having the urge to cause some disturbance. The last stereotype is quite expected but debatable, which is the portrayal of Italians being middle-class workers and mafia. This stereotype had some audience feeling disappointed and others pleased enough. Western films' mafia stereotypes could affect how people learn about the culture, and think all Italians are dangerous, poor, and do drugs. Mafias exist and should not define Italian identity, especially in mainstream media.
Motivational Dimensions in Language Learning: A Case Study of Vocational College Students Choosing Japanese Language Stream
Patria, Aditya Nur;
Alfarisy, Fitri
KIRYOKU Vol 8, No 1 (2024): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/kiryoku.v8i1.117-123
Motivation is still taken into consideration when ones apply to a minor in a study program with limited seats. The present study explores students’ motivational dimensions for choosing Japanese language stream which has limited quota in an Indonesian vocational college. Based on responses from 43 first-year students choosing Japanese stream, it was found that ‘personal goals’ dominated the list of motivational dimensions. In contrast, no student expressed ‘external pressures/incentives’ as their motivation. Following screening process conducted by the study program, ‘personal goals’ maintained its position as the most frequently expressed motivation. Moreover, ‘academic interests’ appeared as the motivational dimension which did not change in number following screening process. These results demonstrate the attraction of the internship program in Japan promoted by the study program in recent years.