Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Makna Semantik Terjemahan Lirik Lagu Dalam Single Album River Dan Kimi Wa Melody JKT48 Masiruw, Eunique Karen; Alfarisy, Fitri
KIRYOKU Vol 8, No 2 (2024): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v8i2.404-418

Abstract

This research aims to analyse semantic meaning from translated songs lyrics at JKT48's RIVER single album and kimi wa melody single album. In the seven translated lyrics from Japanese into indonesian in the JKT48's RIVER single album that include 4 songs Sakura no Shiori (Pembatas buku sakura), Mirai no kajitsu (Buah masa depan), and kimi ni au tabi koi wo suru (Jatuh cinta setiap bertemu dengan mu) and Kimi wa melody single album that include 3 songs Kimi wa melody (Dirimu melody), Koko ni ita koto (Kita pernah disini), and Omoide no hotondo (Sebagian besar kenangan) this research aims to describe and make classification of lexical, grammatical, and contextual meanings and also referential and non-referential meanings. The author limits this research by taking 2 categories from chaer (2014) theory including lexical, grammatical, and contextual meanings and also referential and non-referential meanings to understand more deeply the words of the lyrics than before. This research uses descriptive qualitative method where the data collected are data in the form of words and sentences by looking at the differences in meaning included in the characteristics according to Chaer (2014) including namely lexical, grammatical, and contextual meanings and also referential and non-referential meanings that exist in two song lyrics between Japanese and Indonesian translation version of JKT48's lyrics. This research is expected to provide further explanation of songs that are often heard by the wider community. Based on chaer (2014) theory, grammatical meanings be the least meaning found in all seven songs.
Analisis Budaya Jepang dalam Buku Goodbye, Things Hidup Minimalis Ala Orang Jepang Oleh Fumio Sasaki Hasibuan, Sekar Fatinah; Alfarisy, Fitri
KIRYOKU Vol 8, No 1 (2024): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v8i1.59-67

Abstract

Lifestyle is a set of behaviours that are meaningful to the individual and others at a particular time and place, including social relationships, consumption of goods, entertainment, and clothing. Minimalism is the act of reducing things to make room for the more important things in life. A minimalist lifestyle is influenced by a consumptive lifestyle by reducing the items owned. Japanese minimalism has a rich history and is linked to cultural and philosophical traditions. A minimalist lifestyle is characterised by anti-consumerist attitudes and behaviours. A minimalist lifestyle offers many wellbeing benefits, including happiness, life satisfaction, meaning, and better personal relationships. Practising a minimalist lifestyle can be manifested by problem-avoiding behaviours, being content with enough possessions, and thinking carefully before making new purchases. The benefits of living a minimalist lifestyle range from environmental sustainability to mental health. This research aims to understand how Fumio Sasaki represents Japanese culture through the theme of minimalism and identify the Japanese cultural values reflected in this book with a qualitative method by thoroughly describing the data obtained during the research process. This research uses a literature approach by referring to theories obtained from literature in the form of books and journals as the main source and the literature.
Islamic Film and Pierce’s Semiotic Theory Kusuma, Dimas Yuda; Alfarisy, Fitri
Lingua Susastra Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ls.v6i1.419

Abstract

This study aims to determine how a film is represented through various aspects contained within it so that it can be categorized as an Islamic film. The definition and criteria for a film to be considered an Islamic film are still debated and require analysis to determine its category. This study uses Peirce's semiotics theory, which explains three important aspects of semiotics known as the triadic model: Representamen, Object, and Interpretant. Qualitative descriptive analysis was employed in this study using the non-participant observation method, involving repeated viewings of the film used as the data source. The study presents data from the analysis conducted through the audio and visual elements of the Islamic film. The results of the study indicate that a film is considered an Islamic film if it has one main point, namely the story presented, along with supporting points such as the film poster, symbols, dialogue, and scenes depicted in it. This study expands the use of Peirce's semiotics theory, which was previously more commonly used to identify signs as interpretations of elements in films, into a tool for determining criteria for categorizing film genres.
Localization of the Spotify Website from English to Indonesian Satyaningrum, Nisrina; Alfarisy, Fitri
Jurnal Komunikasi Vol. 19 No. 1 (2024): VOLUME 19 NO 1 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol19.iss1.art5

Abstract

The rise of a digitally and globally integrated society has pushed global companies to adapt their products across various markets through GILT. Among the businesses that have successfully localized their platform for the Indonesian market is Spotify. Using a qualitative case study approach, this study examines the verbal and nonverbal components of the Premium, Support, Download, and Legal webpage localization of Spotify. The study identifies three core localization aspects: technical, content, and linguistic. It also highlights adjustments like price localization, payment methods, copywriting strategies, and the use of loanwords, target language equivalents, and naturalized terms. The analysis comes to the conclusion that due to internationalization and market localization, the Indonesian Spotify website closely mirrors the original, while also being localized for the target locale.
Persepsi Mahasiswa Tehadap Mata Kuliah Kanji Selama Masa Pembelajaran Daring Sekar Wangi, Dyah; Syfa Dinar Dwi Latifah; Annisa Amanda Chaerani; Alfarisy, Fitri
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 3 No. 02 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530 KB) | DOI: 10.59141/jist.v3i02.323

Abstract

Tuntutan Era Revolusi Industri 4.0 merupakan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembelajaran yang secara mendadak harus dilaksanakan dalam bentuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Terjadinya pandemi Covid-19 memaksa perkuliahan di hampir semua institusi dilaksanakan dalam bentuk PJJ. Hal ini melatarbelakangi penulis melaksanakan pembelajaran Kanji II dengan menggunakan beberapa media dan aplikasi pembelajaran. Penelitian ini untuk menganalisa persepsi mahasiswa dalam mata kuliah kanji selama masa pembelajaran daring. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan bersifat penelitian deskriptif. hasilpun menyatakan bahwa sebagian dari responden memilih untuk pembelajaran luring, dikarenakan pembelajaran daring memiliki banyak kendala diantaranua adalah jaringan internet, lingkungan sekitar yang tidak mendukung untuk proses pembelajaran dan metode pembelajaran yang berubah-ubah. Serta kurang terjalinnya interaksi antara mahasiswa dan pengajar. Disisi lain, pembelajaran daring memberikan kemudahan bagi kita yaitu pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, pembelajaran tidak hanya berfokus diruang belajar saja.Kesimpulannya bahwa persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah kanji dalam pembelajaran daring di Jurusan Bahasa Asing Terapan Universitas Diponegoro kurang efektif dilakukan, karena kurangnya interakasi antara mahasiswa dan pengajar sehingga kuranyanya partisipasi terhadap proses pembelajaran, kendala jaringan menjadi satu masalah karena menghambat  proses pembelajaran darig. Dan metode pembelajaran.
Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Komunikasi Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro di Media Sosial WhatsApp Alfarisy, Fitri; Hessi Miss’ida, Keyko; Meyyana Dewi, Ressa; Rosyada, Amrina
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6489.732 KB) | DOI: 10.59141/jist.v3i01.324

Abstract

Bahasa merupakan salah satu alat penting yang digunakan oleh manusia untukberkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan masyarakat modern, membuat bahasa yang digunakan semakin maju dan berkembang, yang kemudian mendorong kemunculan suatu bahasa baru yang awalnya hanya dibuat untuk mempermudah komunikasi dalam suatu kelompok kecil, namun lambat laun kian menyebar luas, dan bahasa baru itu disebut bahasa gaul. Kemunculan bahasa gaul inilah yang melatarbelakangi penulis untuk mengkaji pengaruh penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro di sosial media Whatshapp yang kerap kali digunakan saat berkomunikasi dalam situasi non-formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang bersumber pada jurnal dan instrument penelitian berupa tangkapan layar yang memuat komunikasi mahasiswa dalam sosial media Whatshapp. Hasil penelitian menunjukkan bahwabahasa gaul dapat memudahkan komunikasi antar mahasiswa, selain itu bahasa gauljuga memerlukan media dalam penyebarannya. Keberadaan bahasa gaul tidak dapatterhindarkan karena dianggap fleksibel dan lebih nyaman untuk digunakan dalamaktivitas sehari-hari.
Pengaruh Penerapan Bahasa Asing dalam Kinerja Pendidikan Hernanda, Verren Auranissa; Azzahra, Afwa Yasyfa; Alfarisy, Fitri
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 3 No. 02 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.516 KB) | DOI: 10.59141/jist.v3i02.367

Abstract

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri Kridalaksana dan Djoko Kentjono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam alasan mengapa beberapa orang tidak tertarik untuk belajar bahasa asing.  Menyadarkan masyarakat akan pentingnya pembelajaran bahasa asing untuk pembekalan edukasi jangka panjang, membantu mengubah pola pikir masyarakat terhadap pentingnya belajar bahasa asing dalam mencetak generasi siap kerja yang lebih optimal dan mengubah sudut pandang masyarakat tentang perspektif belajar bahasa asing. Penelitian ini digunakan untuk menganalisis kesadaran masyarakat akan pentingnya belajar bahasa asing untuk dunia kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian dengan menggunakan deskriptif kualitatif menjelaskan dan menuturkan data atau dokumen yang dijadikan sebagai sumber referensi. Bahasa dapat menyatakan perasaan, pikiran, pendapat, serta tanggapan seseorang tanggapan seseorang terhadap fenomena di lingkungan sekitarnya. Indonesia pernah diguncang oleh perkataan Menteri Pendidikan Kebudayaan terkait pada masalah dihhapuskannya mata pelajaran bahasa Inggris dan hanya dipelajari saat pembelajaran di tingkat sekolah dasar saja. Tentunya informasi ini ramai dibicarakan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Tetapi perlu digaris bawahi bahwa pernyataan itu belum sepenuhnya benar. Zaman yang sudah masuk dalam dunia globalisasi pastinya membutuhkan kemampuan berbahasa yang baik guna untuk melakukan komunikasi dengan negara lain, tidak hanya bahasa Inggris saja namun juga bahasa asing lainnya. Jika dikaitkan dengan teori sosiologi yang dapat kita lihat adalah media interaksinya, interaksi sosial menurut ahli sosiologi Seorjono Soekanto dalam bukunya yaitu Pengantar Sosiologi dimana proses sosial tentang bagaimana cara berhubungan yang dapat dilihat jika setiap individu dan kelompok sosial saling bertemu untuk menentukan hubungan sosial
Pengaruh Penerapan Bahasa Asing dalam Kinerja Pendidikan Auranissa Hernanda, Verren; Yasyfa Azzahra, Afwa; Alfarisy, Fitri
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v3i01.514

Abstract

Jurnal ini membahas tentang penerapan bahasa asing di dalam kinerja pendidikan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat serta pentingnya dari penerapan bahasa asing dalam lingkup pendidikan dalam hal ini Bahasa Inggris terhadap karya-karya literasi berbahasa indonesia khususnya di lingkungan-lingkungan SMP, SMA, dan Kuliah. Bahasa merupakan sarana yang digunakan untuk berfikir yang merupakan sumber awal dari setiap peserta didik untuk dapat memahami apa saja yang ada disekitar mereka serta mengatakan manusia atau peserta didik dalam memiliki ilmu pengetahuan mereka. Penerapan pembelajaran bahasa asing dalam pendidikan adalah bentuk kepentingan serta mempunyai fungsi serta tujuan untuk warganya, penguasaan terhadap bahasa asing sangatlah diperlukan ada beberapa alasan yang mendukung pernyataan tersebut. Pertama pembelajaran bahasa asing adalah cara untuk menyebar dalam kehidupan masyarakat di dunia. Bahasa asing mempunyai peran yang khusus terhadap kehidupan masyarakat Indonesia dalam dunia kinerja pendidikan banyaknya penyebaran bahasa asing menjadikan bahasa asing tersebut memiliki peranan yang sangat penting. Namun kita juga tidak lupa akan peranan penting dari bahasa indonesia yaitu bahasa nasional dan bahasa negara. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dapat diketahui peranan kedua bahasa tersebut dalam lingkup pendidikan di Indonesia, hasilnya menunjukan bahwa penting diterapkan dalam dunia pendidikan guna untuk meningkatkan kemampuan diri dan bermanfaat dalam dunia kerja mereka di masa depan, karena dunia kerja di masa depan tidak hanya membutuhkan kita yang fasih dalam berbahasa Indonesia namun juga membutuhkan kita untuk fasih beberapa bahasa.
Aplikasi Tiktok Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris Di Indonesia Bahri, Almaidah; Damayanti , Chella Meira; Helena Sirait , Yosephine; Alfarisy, Fitri
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v3i01.525

Abstract

TikTok merupakan sebuah platform media sosial yang memungkinkan pemakainya menciptakan video pendek disertai dengan berbagai macam pilihan fitur seperti musik, stiker filter dan beberapa fitur kreatif lainnya. Popularitas TikTok ini memungkinkan banyak pengguna, terutama kalangan anak muda, memanfaatkan platform ini untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang dikemas padat dan jelas melalui konten TikTok. Penelitian ini berfokus pada pembahasan aplikasi TikTok bagi penggunanya untuk belajar bahasa Inggris melalui konten video daring yang dibagikan oleh content creator pada tagar populer #samasamabelajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok dapat mengemas pembelajaran bahasa Inggris dengan menarik. Ditemukan ada empat jenis subjek dari aplikasi TikTok yang sering dibuat, yaitu vocabulary, grammar, pronunciation, dan common mistake. Setelah diteliti disimpulkan bahwa pengguna TikTok lebih menyukai video kategori grammar. Beberapa faktor TikTok memiliki daya tarik sebagai media pembelajaran bahasa Inggris yaitu video yang singkat, penyampaian materi yang jelas dan tidak monoton, ditambah dengan fitur efek tulisan dan emoji yang menarik dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar penggunanya.
Do ESP teachers need to be subject specialists? A critical examination Reswari, Girindra Putri Ardana; Patria, Aditya Nur; Alfarisy, Fitri
ELT Forum: Journal of English Language Teaching Vol. 14 No. 3 (2025): ELT Forum: Journal of English Language Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/elt.v14i3.36643

Abstract

This study examines the necessity of subject-matter expertise for effective English for Specific Purposes (ESP) instruction within higher education. Using a qualitative document analysis approach, twenty theoretical and empirical studies published between 1977 and 2025 were synthesised through thematic analysis. Three dominant themes emerged: (1) collaboration and interdisciplinary insight, (2) teacher attitudes toward subject knowledge, and (3) teacher training and professional development. The findings indicate that effective ESP instruction in universities does not depend primarily on teachers becoming subject specialists. Rather, authenticity and disciplinary relevance are most successfully achieved through structured collaboration with field experts, instead of individual mastery of specialised content. Teacher disposition, particularly openness, adaptability, and respect for learners’ disciplinary expertise was found to strongly mediate instructional success in tertiary classrooms. In addition, corpus-based pedagogy, discourse and genre awareness, digital literacy, and intercultural communication emerged as core areas of professional preparation for ESP teachers. The study concludes that ESP teacher competence in higher education is best characterised by collaborative engagement, pedagogical flexibility, and reflective professionalism rather than disciplinary expertise alone underscoring the need for universities to establish sustainable collaboration frameworks and continuous professional development systems to support the academic and professional demands of ESP in higher education.
Co-Authors Ade Putri Adi Prasetyo Utomo Aditya Nur Patria Aditya Patria Aditya Patria Aditya Prayoga Afizal Nuradhim Kurniawan Afwa Yasyfa Azzahra Afwa Yasyfa Azzahra Alifina Hamidah Amalia Alifya Azzahra Almaidah Bahri Amelia Jannati Amrina Rosyada Amrina Rosyada Andini Cesare Ardaya Annisa Amanda Chaerani Annisa Amanda Chaerani Auranissa Hernanda, Verren Ayu Alfi Syahrina Azzahra, Afwa Yasyfa Bahri, Almaidah Chella Meira Damayanti Damayanti , Chella Meira Dea Dewanti Dhimas Adi Nugroho Diah Meta Arofah Dyah Sekar Wangi Elin Rahma Sarita Enrika Devinsky Fatiya Mutsaqqofa Fransiska Aulia Fitriyani Frully Zulfania Arrahma Girindra Putri Ardani Reswari Girindra Reswari Hasibuan, Sekar Fatinah Helena Sirait , Yosephine Helena Sirait, Yosephine Hernanda, Verren Auranissa Hessi Miss’ida, Keyko Kartinah Budi Fransiska Keyko Hessi Miss’ida Kusuma, Dimas Yuda Landya Regita Putri Lenggahing Saputri Lenggahing Saputri Lesen Ambarsari Maghfirah Maghfirah Maharani Patria Ratna Maria Mutiara Masiruw, Eunique Karen Meyyana Dewi, Ressa Muhammad Rayhan Baihaqy Mutiara Risko Siagian Nadira Febiela Rosyadi Nadya Salma Salsabila Nadytha Marsela Nanik Asih Nida Fadhilah Nisa Tiara Kusumasari Nur Afifurrohman Patria, Aditya Nur Raisatul Zakiyah T Ratna Rismayanti Ressa Meyyana Dewi Reswari, Girindra Putri Ardana Rosana Ambarwati Rr Kamila Hastiani Salsa Annisa Rahmadani Satyaningrum, Nisrina Savira Dwi Pratiwi Sekar Wangi, Dyah Sephia Marginingtiastuti Suci Rahmawati Syfa Dinar Dwi Latifah Syfa Dinar Dwi Latifah Verren Auranissa Hernanda Verren Auranissa Hernanda Yasyfa Azzahra, Afwa Yosephine Helena Sirait