Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi timah yang besar baik timah primer dan timah sekunder. Akan tetapi timah primer belum dimanfaatkan secara optimal dibandingkan timah sekunder sehingga perlu dilakukan penelitian secara lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan di Kelapakampit dan sekitarnya, Kabupaten Belitung Timur. Tujuan dari penelitian ini yaitu. mengetahui kondisi geologi dan zona prospek endapan timah primer di daerah penelitian. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pemetaan geologi permukaan, analisis geomorfologi, struktur geologi, petrologi, petrografi, mineragrafi, X-Ray Difraction (XRD), dan X-Ray Fluorescence (XRF). Berdasarkan hasil analisis diketahui geomorfologi daerah penelitian terdiri dari berbukit bergelombang-berbukit terjal struktural dan bergelombang miring-landai struktural. Daerah penelitian terdiri dari 2 satuan litologi yaitu metabatupasir dan batupasir. Struktur yang berkembang di daerah penelitian berupa kekar tarik, kekar gerus, kelurusan, dan indikasi sesar. Tipe alterasi hidrotermal di daerah penelitian termasuk kedalam eksogreisen dan argilisisasi. Mineralisasi yang berkembang di daerah penelitian termasuk dalam tipe endapan urat kuarsa-kasiterit dan sulfida-kasiterit. Mineralisasi timah dicirikan dengan hadirnya mineral kasiterit yang berasosiasi dengan beberapa mineral sulfida. Berdasarkan analisis geokimia XRF, nilai Sn pada sampel batuan menunjukkan rentang dari 115,5-727,7 ppm dan sampel streams sediment menunjukkan rentang 51 130.800 ppm. Zona prospek timah primer terdapat pada bagian tengah dan barat laut daerah penelitian. Ditemukan anomali Pb dengan rentang 5.080 - 173.590 ppm dan Zn dengan rentang 1.680 - 2.040 ppm. Kata Kunci: Belitung, Timah Primer, Mineralisasi, Zona Prospek Abstract The Bangka Belitung Islands have great tin potential, both primary and secondary tin. However, primary tin has not been utilized optimally compared to secondary tin, so further research is needed. This research was conducted in Kelapakampit and its surroundings, East Belitung Regency. The purpose of this study is to determine the geological conditions and the prospective zones of primary tin deposits in the study area. The research methods applied include surface geological mapping, geomorphological analysis, geological structure studies, petrology, petrography, mineragraphy, X-Ray Diffraction (XRD), and X-Ray Fluorescence (XRF). Based on the analysis results, it is known that the geomorphology of the study area consists of rolling hills to steep structural hills and gently sloping structural undulating areas. The study area consists of 2 lithology units, namely metasandstone and sandstone. The structures developed in the study area include tension joints, shear joints, lineaments, and indications of faults. The types of hydrothermal alteration in the study area include exogreisen and argillization. Mineralization developed in the study area belongs to the type of quartz-cassiterite vein deposits and cassiterite-sulfide deposits. Tin mineralization is characterized by the presence of cassiterite mineral associated with several sulfide minerals. Based on XRF geochemical analysis, Sn values in rock samples range from 115.5–727.7 ppm, and stream sediment samples range from 51–130,800 ppm. The primary tin prospect zone is located in the central and northwest parts of the study area. An anomaly of Pb was found with a range of 5.080 - 173.590 ppm and Zn with a range of 1.680 - 2.040 ppm. Keywords: Belitung, Primary Tin, Mineralization, Prospect Zone