Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Progresif : Media Publikasi Ilmiah

POLIGAMI DALAM PRESPEKTIF KONSTITUSI DI KABUPATEN BONDOWOSO Muzayyanah
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 6 No. 2 (2018): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.253 KB)

Abstract

Penekanan pada penelitian ini adalah pentingnya pengembangan sikap toleransi dalam bidang agama, bersikap, berpendapat, bertingkah laku yang tentunya diatur dalam undang – undang (Pancasila ,UUD 1945 ps 29 ayat 1 dan 2,ps 28 ,UU NO 1 th 74 ps 55-59 dan lain – lain.). Inti sari pasal – pasal di atas menyatakan ajakan kepada kita semua antara lain marilah kita budayakan sikap toleransi..misalnya saja kita hormati individu maupun kelompik yang melakukan praktek poligami (walaupun mungkin kita / sebagian orang berprinsip monogami). Tidak perlu kita menggunjing, mengkritik negatif atau bahkan menghujat, menghambat dan membunuh karakter / karier individu maupun kelompok. Hal ini bisa melanggar HAM dan bahkan bisa mentabukan norma yang mana dibolehkan oleh syariat agama, idiologi dan konstitusi (khususnya pasal 55 – 59 UU no 1 th 74). Kalau ini terus terjadi di negara kita maka akan terjadi permasalahan yang lebih komplek dan sangat bertetangan dengan akidah dan HAM, khususnya dalam meyakini agama dan kepercayaan masing – masing (UUD 45 psl 29 ayat 1 dan 2), dan kebebasan dalam kehidupan bermasyarakat.
HAK ASUH DAN PEMBERIAN NAFKAH TERHADAP ANAK SEBAGAI SALAH SATU AKIBAT PERCERAIAN (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT BONDOWOSO) Muzayyanah
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 6 No. 1 (2018): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.531 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui orang tua yang berhak atas pengasuhan anak sebagai salah satu akibat perceraian pada masyarakat di Bondowoso serta alasan-alasan yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan hak asuh atas anak tersebut, dan mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Bondowoso dalam memutuskan pemberian nafkah terhadap anak sebagai salah satu akibat perceraian. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis normatif, yaitu penelitian yang menitik beratkan pada penelitian kepustakaan dengan mengkaji bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier untuk memperoleh data sekunder. Untuk mendukung penelitian kepustakaan, dilakukan juga penelitian lapangan melalui wawancara dengan responden dan nara sumber untuk memperoleh data primer. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menarik kesimpulan bahwa: 1. Pada masyarakat di Bondowoso, baik ayah maupun ibu mempunyai hak yang sama untuk mengasuh anak. Alasan-alasan yang menjadi pertimbangan hakim Pengadilan Negeri Bondowoso dalam memutuskan hak asuh atas anak berdasarkan: pribadi/prilaku orang tua yang mengasuh, kedekatan anak dengan orang tua yang mengasuh, serta kemampuan ekonomi orang tua yang mengasuh. Adapun pertimbangan hakim Pengadilan Agama Bondowoso dalam memutuskan hak asuh atas anak (hadlhanah) adalah berdasarkan pada ketentuan dalam Pasal 105 (a) dan 156 (a) KHI yang menyatakan bahwa “anak yang belum mumayyiz (12 tahun) berada di bawah pengasuhan ibunya”, dan berdasarkan ketentuan dalam Pasal 105 (b) dan 156 (b) KHI yang menyatakan bahwa “anak yang sudah mumayyiz berhak memilih untuk mendapatkan hadlanah dari ayah atau ibunya”. 2. Pertimbangan hakim dalam memutuskan pemberian nafkah terhadap anak adalah berdasarkan tuntutan dari mantan isteri dengan melihat kesanggupan ayah sesuai dengan kemampuan ekonomi/penghasilan ayah. Selain itu, hakim juga memutuskan berdasarkan pertimbangan status sosial ayah dan lingkungan sosial di tempat anak tinggal.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI KABUPATEN BONDOWOSO Muzayyanah
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 8 No. 2 (2020): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.741 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya virus Corona yang mengubah aspek kehidupan manusia, takterkecuali dalam kehidupan berkeluarga.Virus Covid 19 juga menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaannya, yang mempengaruhi hubungan keluarga dan tak jarang berujung pada perceraian. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk meneliti tentang tingginya tingkat perceraian pada masa pandemi ini, apa saja factor penyebabnya dan apa dampak dari perceraian pada masa pandemi Covid 19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research. Sedangkan data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder, data yang diperoleh menggunakan teknik wawancara langsung, observasi lapangan dan dokumentasi. Untuk mempermudah dalam pengecekan datanya maka dalam pengecekan keabsahan datanya peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari penelitian ini penulis mendapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Bondowoso, selama pandemi Covid kasus perceraian mengalami peningkatanyang sangat Signifikan. Kedua, kasus perceraian selama masa pandemi covid 19 disebabkan oleh beberapa faktor dan faktor yang mendominasi adalah faktor KDRT/faktor perselisihan/pertengkarandan factor ekonomi.