Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DAN RT DI KELURAHAN PENATIH KECAMATAN DENPASAR TIMUR MENUJU BIOENTREPRENEUSHIP Suanda, I Wayan; Ayu Rai, I Gusti; Purnamasari, Ni Putu Laras; Alit, Dewa Made; Rusmayanthi, Kadek Intan
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 15 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v15i2.1138

Abstract

Plastic waste and household waste generated by the community have not been able to be handled properly. The existence of waste cannot be separated from the impact of community activities and economic growth. Suboptimal waste handling can cause a less clean view, a nesting place for mosquitoes and germs that cause diseases, disrupt health, damage the environment, block the water flow and other negative impacts. The results of the observations from the devotion Lecturer Team have found the existence of plastic waste and household waste have not been handled optimally and have a negative impact on health and the environment. Although there is a waste bank, it has not been able to handle it optimally, so another solution that is more economically beneficial is needed. Therefore, we from the team of lecturers and students of PGRI Mahadewa University Indonesia and Ngurah Rai University Denpasar contributed through community service activities in the form of Socialization and Assistance for Plastic and Household Waste Management to the Community in Penatih Village, East Denpasar District, Denpasar City. The purpose of this community service is waste management from the source, namely community-based households as self-management to be used as an activity and has a useful value.
PEMBERDAYAAN DESA ADAT DALAM DEGITALISASI DAN PENGELOLAAN SAMPAH UPAKARA DI DESA SILAKARANG KEDERI SINGAPADU KALER KECAMATAN SUKAWATI-GIANYAR Suanda, I Wayan; Juni Arta, I Kadek; Ayu Rai, I Gusti; Alit, Dewa Made; Rusmayanthi, Kadek Intan
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 16 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v16i01.1246

Abstract

Desa Adat Silakarang Kederi Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar sebagai desa seni dengan mobilitas penduduk sangat tinggi memerlukan layanan administrasi sangat baik dan cepat. Peningkatan layanan administrasi pemerintah desa menjadi kewajiban dalam tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kemampuan dalam teknologi informasi dalam bentuk kegiatan digitalisasi. Program digitalisasi pada aparat desa dapat meningkatkan pelayanan dan keakuratan data dengan penyimpanan yang sangat baik dan aman. Pemberdayaan Desa Adat dalam digitalisasi dapat meningkatkan layanan administrasi kepada masyarakat dengan baik, lancar dan terukur. Penangan sampah upakara memerlukan perhatian agar tidak merusak keindahan, kenyamanan dan mengotori lingkungan. Pengelolaan sampah upakara sebagai penanganan kebersihan dan menjadikan produk bernilai ekonomi. Pembuatan pupuk organik dan briket dari sampah organik dapat menjadi alternatif sumber penghasilan yang sangat menjanjikan bagi masyarakat dan mampu mengurangi timbunan sampah yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Aci Tulak Tunggul di Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal: The Values of Local Wisdom in the Aci Tulak Tunggul Tradition at Taman Ayun Temple, Mengwi Village, Mengwi District, Badung Regency as a Source of Local History Learning Ngurah Yoga Narendra Putra; Dewa Made Alit; I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4091

Abstract

Tradisi Aci Tulak Tunggul di pura Taman Ayun merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali oleh masyarakat desa Mengwi. Tradisi ini sarat akan makna dan nilai sehingga sangat manarik untuk dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah pelaksanaan tradisi Aci Tulak Tunggul, (2) Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Aci Tulak Tunggul, (3) Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Aci Tulak Tunggul sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Teori yang dipergunakan antara lain (1) teori religi, untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan tradisi, (2) teori nilai, untuk mencari nilai dalam tradisi dan (3) teori pendidikan untuk mengkaitkan nilai-nilai tersebut sebagai sumber pembelajaran khususnya sejarah lokal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada empat yakni teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan (1) tradisi Aci Tulak Tunggul merupakan bagian dari sistem kepercayaan masyarakat di desa Mengwi yang berkaitan dengan keperluan irigasi pertanian. Tradisi ini dilaksanakan untuk menolak bencana jebolnya tanggul yang dapat merusak lahan pertaninan. (2) tradisi Aci Tulak Tunggul mengandung nilai-nilai kearifan loka yang terdiri dari nilai religi, gotong royong, ekonomi, seni dan pelestarian lingkungan. (3) Nilai kearifan lokal dalam tradisi Aci Tulak Tunggul berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal.
Nilai-nilai Kesetaraan Gender Pada Situs Relief Gunung Kawi Bebitra: Values of Gender Equality on the Gunung Kawi Bebitra Relief Site Dewa Made Alit
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v5i2.4092

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran adanya nilai-nilai kesetaraan gender pada tinggalan arkeologis Relief yang ada pada situs Candi Gunung Kawi Bebitra. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sehingga cara kerjanya mengikuti prosedur kerja sejarah yang diawali dengan heuristic, kritik, interpretasi dan diakhiri dengan historiografi. Pengumpulan data (heuristic) didapat dari sumber benda berupa relief yang ada di candi Gunung Kawi Bebitra, sumber tertulis berupa hasil-hasil penelitian yang berkait dengan relief itu sendiri dan juga hasil kajian sastra yang menjadi dasar pembuatan relief tersebut. Data yang terkumpul kemudian dikritik dengan kritik ekstern dan intern sehingga mendapatkan fakta. Fakta-fakta yang sudah ditemukan diinterpretasikan, dikaitakan satu dengan yang lainnya sehingga terlihat adanya suatu rangkaian cerita yang utuh. Rangkaian cerita itu kemudian ditulis dalam sebuah narasi dalam bentuk cerita sejarah (historiografi). Hasil analisis fakta menunjukan bahwa Tantri yang menjadi suami raja Prabu Eswaryadhala yang menceritakan berbagai kisah fable kepada suaminya, nampaknya sudah memerankan diri melbihi kultur yang hidup dimasyarakatnya, seorang istri yang berusaha meyadarkan suaminya akan kedudukan dan hak-hak seorang perempuan. Binatang yang dijadikan tokoh secara tersirat juga menunjukan perlunya adanya saling menghormati, saling menyadari keberadaan atasan dan bawahan, suami sering diposisikan sebagai atasan dan istri sebagai bawahan. Bila kondisi seperti itu diingkari maka kedamaian, kesejahteraan sangat sukar untuk diwujudkan.
Tumpek Kandang Dan Tumpek Uduh: Kearifan Lokal Masyarakat Bali Sebagai Sumber Belajar IPS Alit, Dewa Made; Tejawati, Ni Luh Putu
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v7i2.13880

Abstract

Laboratorium IPS yang paling utama dan sempurna adalah masyarakat dengan segala kearifan lokalnya. Menggunakan kearifan lokal masyarakat sebagai sumber belajar IPS akan mendekatkan siswa dengan lingkungannya. Salah satu kearifan lokal masyarakat Bali adalah perayaan Tumpek Kandang dan Tumpek Uduh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bagaimana Tumpek Kandang dan Tumpek Wariga dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk studi pustaka yang diawali dengan melakukan inventarisasi judul-judul bahan pustaka yang terkait dengan tema yang sedang dikaji. Semua buku, jurnal hasil penelitian ditelaah isinya agar sesuai dengan data yang diperlukan. Data yang telah terkumpul kemudian dikelompokan sesuai dengan permasalahan yang sedang diteliti. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dan atau pengutipan dari sumber yang digunakan untuk dijadikan temuan penelitian dan diinterpretasikan untuk mendapatkan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukan bahwa upacara Tumpek Kandang dan Tumpek Uduh dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS. Tumpek Kandang merupakan upacara yang mengandung makna rasa syukur masyarakat Bali atas karunia Tuhan akan melimpahnya hasil ternak. Tumpek uduh merupakan rasa sujud syukur masyarakat Bali atas karunia Tuhan yang telah memberikan tanaman yang subur, buah yang melimpah. Masyarakat Bali meyakini, bila tumbuhan dan hewan dijaga dan dilestarikan maka tumbuhan dan hewan juga akan memberikan kemakmuran kepada masyarakatnya. 
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS SUMBER DENGAN PEMBUATAN “TEBE MODERN” PADA PESERTA DIDIK SMP DHARMA PRAJA BADUNG Suanda, I Wayan; Rusmayanthi, Kadek Intan; Sumada, I Made; Alit, Dewa Made
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 16 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v16i02.1381

Abstract

The management of waste produced by community households is not yet optimal, especially the handling of organic waste. To reduce the negative impact of organic waste whose management is not optimal, community service is carried out in the form of education and socialization of the application of organic waste processing by creating "Tebe Modern". This service activity is carried out using a descriptive evaluative method which is carried out by describing and analyzing the situation of the land used and maximized by socialization activities about how to process source-based waste by making "Tebe Modern". The results of this community service activity produced very good results, marked by high appreciation and enthusiasm from students, related agencies and community leaders.
Dari 21 ke 27: Kajian Historis-PoIitik atas Perubahan Komposisi PPKI dalam Konteks Konsensus Nasional: From 21 to 27: A Historical-Political Study of the Changes in the Composition of the PPKI in the Context of National Consensus Dewa Made Alit
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i1.4597

Abstract

Perubahan jumlah anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menjadi 27 orang anggota tahun 1945 berdampak signifikan dalam politik dan sejarah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan keanggotaan PPKI, serta implikasinya terhadap konstruksi legitimasi negara yang baru didirikan. Dengan menggunakan metode historis dan menggunakan sumber orde kedua, disimpulkan bahwa perubahan keanggotaan memiliki latar belakang sosiologis, historis dan ideologis. Perubahan ini membantu memperkuat legitimasi pemerintahan Indonesia yang baru dan mengembangkan dasar kebijakan yang lebih inklusif. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mengetahui proses dinamis yang terlibat dalam pembangunan lembaga negara, yang menunjukkan bagaimana pilihan strategis mempengaruhi evolusi identitas dan struktur politik Indonesia setelah kemerdekaan
Nilai-nilai Kearifan Lokal pada Nilai-nilai Kearifan Lokal pada Motif Kain Tenun Gringsing di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem : Values of Local Wisdom in the Gringsing Weaving Motif in Tenganan Village, Manggis District, Karangasem Regency DEWI, NI PUTU NOVITA; Ni Luh Putu Tejawati; Dewa Made Alit
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i2.5292

Abstract

This study aims to: (1) Describe the forms of motifs found in Tenun Gringsing (Gringsing woven fabric), (2) Explain the functions of the motifs in the Tenun Gringsing produced in the traditional village of Tenganan Pegringsingan, and (3) Describe the local wisdom values implemented in the daily life of the Tenganan Pegringsingan community. This research uses a descriptive qualitative approach. The subject of this research is the Tenun Gringsing fabric produced in Tenganan Pegringsingan Village, Karangasem, Bali. The data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The results of the study show that: (1) The process of making Tenun Gringsing includes preparing tools and materials, spinning the threads, dyeing, and binding the threads using a double ikat technique, with the final process being the finishing stage through binding. (2) The aesthetic appeal of the motifs in Tenun Gringsing emphasizes symbolic meanings, which reflect both psychological and instrumental values. (3) The main characteristics of Tenun Gringsing lie in the simplicity of its weaving, both in terms of color and motif, yet carry profound symbolic values. These characteristics are embodied in the cloth sheets, which feature a diversity of motifs inspired by natural forms. The color palette used in Tenun Gringsing is very simple, consisting only of three colors: red, black, and white. These colors represent the identity of Tenun Gringsing and the cultural identity of the people of Tenganan Pegringsingan Village, Karangasem, Bali. Keywords: Tenun Gringsing, values, local wisdom
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah Di Kelas XI SMA PGRI 4 Denpasar: Implementation of Project Based Learning Model to Improve Student Creativity and Understanding in History Learning in Class XI of SMA PGRI 4 Denpasar pasri, emanuel; Ni Luh Putu Tejawati; Dewa Made Alit
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/nirwasita.v6i2.5294

Abstract

Abstrak, Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa dalam mata pelajaran sejarah melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas XI SMA PGRI 4 Denpasar Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 orang siswa. Objek penelitian ini adalah Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Menigkatkan Kreativitas Dan Pemahaman Siswa Pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI SMA PGRI 4 Denpasar Tahun Pelajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan tes evaluasi. Hasil refleksi awal menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap materi sejarah masih rendah, dengan nilai rata-rata 56,33 dan ketuntasan klasikal 33,33%. Setelah penerapan model PjBL pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 57,6 dengan ketuntasan klasikal 46,66%. Peningkatan yang lebih signifikan terjadi pada siklus II, dengan nilai rata-rata mencapai 76,66 dan ketuntasan klasikal 80%. Selain itu, observasi menunjukkan peningkatan kreativitas siswa dalam mengerjakan proyek, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok. Berdasarkan hasil Siklus I dan Siklus II, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning efektif dalam meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas XI SMA PGRI 4 Denpasar. Kata Kunci: Project Based Learning, kreativitas, pemahaman, sejarah
PELATIHAN KEPEMANDUAN WISATA CAGAR BUDAYA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA PADA SITUS CANDI TEBING TEGALINGGAH, GIANYAR BALI I Nyoman Bayu Pramartha; Ni Putu Yuniarika Parwati; Dewa Made Alit; Putu Tejawati
Sewagati Vol. 1 No. 2 (2023): Sewagati
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.705 KB) | DOI: 10.59819/sewagati.v1i2.2894

Abstract

Kepemanduan wisata cagar budaya adalah salah satu program kegiatan pembelajaran sejarah yang memanfaatkan objek cagar budaya sebagai dasar implementasi kegiatannya. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini mengunakan metode ceramah, metode karya wisata, metode bimbingan, dan metode pelatihan. Materi-materi pelatihan dan pedampingan wisata cagar budaya ini berupa: Materi yang diberikan adalah dasar-dasar kepemanduan, cara menjadi pemandu wisata cagar budaya, dan objek wisata cagarbudaya yang bidsa dijadikan sebagai tempat pelatihan kepemanduan wisata cagar budaya. Dapat dijelaskan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, bisa ditarik kesimpulan materi yang diberikan kepada peserta pelatihan dapat diterima dengan sangat baik serta respon dari peserta pelatihan sangat positif. Hasil kegiatan pengabdian ini antara lain 1) memahami dasar-dasar dan teknik menjadi pemandu wisata cagar budaya, 2) mengetahui dan memahami tugas dan etika pemandu wisata cagar budaya, 3) berlatih menjadi pemandu wisata cagar budaya dari tahap pembukaan cara memandu, kegiatan inti di objek wisata cagar budaya, dan penutup dalam kegiatan pemandu wisata cagar budaya, 4) mampu menjadi peemandu wisata cagar budaya dan memberikan citra diri sebagai pemandu wisata cagar budaya yang profesional.