Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Spiritualitas Pengampunan Berdasarkan Analisis Teologis Kisah Para Rasul 15:35-41 Rerung, Alvary Exan
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral  Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46408/vxd.v3i1.130

Abstract

Sebagai komunitas orang percaya, Gereja tidak bisa terlepas dari yang namanya perselisihan. Perbedaan latar belakang, ekonomi, pendidikan setiap anggota jemaat yang akan terus menjadi pemantik terjadinya perselisihan dalam Gereja. Melihat realitas tersebut, penulis dalam tulisan ini hendak memberikan implikasi terciptanya spiritualitas pengampunan sebagai dasar rekonsiliasi dalam Gereja. Implikasi tersebut ditarik dari kisah perselisihan antara Paulus dan Barnabas. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini yaitu kualitatif dan studi pustaka. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan nilai spiritualitas pengampunan dalam kisah perselisihan antara Paulus dan Barnabas, yang bisa dijadikan dasar rekonsliasi dalam Gereja. Hasil penelitian yang didapat bahwa spiritualitas pengampunan menjadikan warga jemaat tahu akan keterbatasan manusia sebagai makhluk yang terbatas, mudah goyah akan godaan untuk melakukan kesalahan. Tetapi, dengan spiritualitas pengampunan, akan ada kesadaran bagi mereka yang melakukan kesalahan untuk melakukan intropeksi diri dan tidak melanjutkan perselisihan.
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Berbasis Raputallang Rerung, Alvary Exan; Tika, Nurani
Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022): Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/mjpkaud.v3i2.1044

Abstract

This paper talks about the meaning of the philosophy of raputallang as a concept in early childhood character education for Toraja people. When children enter the phase of self-discovery, they will do a lot of new things in their lives. In order for children to stay on the right track in their search for identity, it is necessary to equip children with good character to help them avoid the wrong path. Through a qualitative approach and literature study, this paper seeks to explore how the concept of raputallang which contains positive values, such as being able to solve problems, introspect themselves, build good relationships, and become social control in their environment, will make children have good character in living their lives. With parents who are the first agents in giving this concept to children, children can get provisions in living their lives well. This will help children avoid negative things in the search for their identity. Tulisan ini berbicara tentang makna falsafah raputallang sebagai konsep dalam pendidikan karakter anak usia dini bagi orang Toraja. Ketika anak masuk pada fase pencarian jati diri, maka mereka akan banyak melakukan hal-hal baru dalam hidupnya. Agar anak tetap berada pada jalur yang benar dalam pencarian jati diri tersebut, maka perlu membekali anak karakter yang baik guna membantu mereka dalam menghindari jalan yang keliru. Lewat pendekatan kualitatif dan studi pustaka, tulisan ini berupaya mengupas bagaimana konsep raputallang yang mengandung nilai-nilai positif, seperti bisa menyelsaikan masalah, mengintropeksi diri, membangun relasi yang baik, dan menjadi kontrol sosial pada lingkungannya, akan menjadikan anak berkarakter baik dalam menjalani kehidupannya. Dengan orang tua yang menjadi agen pertama dalam memberikan konsep ini kepada anak, maka anak bisa mendapatkan bekal dalam menjalani kehidupannya secara baik. Hal ini akan membantu anak menghindari hal-hal negatif dalam masa pencarian jati dirinya.
Teologi Raputallang: Sebuah Konstruksi Teologi Lokal dengan Perspektif Robert J. Schreiter atas Hermeneutika Galatia 6:2 sebagai Dasar Rekonsiliasi Konflik dalam Gereja Rerung, Alvary Exan
Tumou Tou Vol. 10 No. 1 (2023): January: Jurnal Tumou Tou
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The reality of the Church as a community that cannot avoid conflict or dispute is something that cannot be denied. Church communities in which there are differences in economics, backgrounds, education, parenting patterns, and so on, will continue to be the trigger for conflicts or disputes within the Church. If this is not taken seriously, then any conflict or dispute will have the potential to divide a community, such as the Church. Seeing this reality, this paper uses a qualitative approach to create a local theology, namely the theology of raputalang by using the lens (perspective) of the local theology design offered by Robert J. Schreiter. This study also uses the reading of the text of Galatians 6:2, to assist the theology of raputalang in achieving what this research wants, namely as a basis for reconciliation of conflicts in the Church. With that description, this paper will offer how everyone should behave towards each other so that it is not easy to cause conflicts or disputes in their coexistence. This will make the Church more likely to avoid conflicts or disputes and be able to focus on proclaiming peace to all creatures, as God has commanded.
Spiritualitas Mistik-Profetis Manusia Toraja Untuk Keutuhan Ciptaan Rerung, Alvary Exan; Simon, John Christianto
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 11 No. 1 (2026): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2026.111.1468

Abstract

AbstrakTulisan ini berupaya merajut konsep spiritualitas mistik-profetis manusia Toraja untuk keutuhan ciptaan. Saat ini relasi manusia Toraja dengan lingkungan cukup memprihatinkan dengan ditandainya banyak musibah yang terjadi seperti banjir dan tanah longsor. Relasi manusia Toraja dengan sesamanya juga tak kalah  memprihatinkan di mana telah terjadi pembunuhan pada upacara yang seharusnya mengedepankan kebersamaan. Oleh sebab itu, tulisan ini berupaya merajut konsep spiritualitas mistik dari manusia Toraja dengan cara memahami konsep manusia Toraja secara utuh. Pemahaman konsep manusia Toraja secara utuh akan ditelusuri berdasarkan asal usul, apa yang dilakukan di bumi dan ke mana tujuan akhir dari manusia Toraja. Pemahaman yang utuh ini akan memperlihatkan panggilan luhur manusia Toraja yang selalu mengedepankan keutuhan ciptaan. Panggilan luhur itulah yang akan dibaca sebagai spiritualitas mistik-profetis, yaitu panggilan untuk menciptakan transformasi pada manusia Toraja dalam kapasitasnya mencinta melalui tindakan kepada yang lain. AbstractThis paper attempts to articulate the concept of mystical-prophetic spirituality of the Toraja people for the integrity of creation. Currently, the relationship between the Toraja people and the environment is deeplyconcerning, with numerous disasters occurring, such as floods and landslides. The relationship among the Toraja people themselves is equally troubling, as acts of violence have occurred during ceremonies that shouldprioritize togetherness. Therefore, this paper seeks to formulate the concept of Toraja mystical spirituality by understanding the Toraja people as a whole. This holistic understanding will be explored through their origins,their purpose on earth, and their ultimate destiny. Such a comprehensive perspective will reveal the noble calling of the Toraja people, who are meant to uphold the integrity of creation. This noble calling will be interpreted as mystical-prophetic spirituality—a call to transformative action, expressed through love in concrete relations with others.