Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Effect of Acupressure Therapy on Menstrual Pain Intensity Siti Nabilah; Resi Galaupa
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): June 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v1i5.597

Abstract

Reproductive health of young women is not only a sexual problem but also involves all aspects of reproduction, including secondary sex development, which includes soft voice, enlarged breasts, enlargement of the hip area, and menarche. Therefore, this research aims to know the effect of acupressure therapy on the intensity of menstrual pain in female students at STIKes Yatsi Tangerang. This  type  of  research  is  a  quasi-experimental  research that design  isuses  basedion  igroup  ipre-test  iand  ipost-test.  iThe  ipopulation  iin  ithis  istudy  iwas  ia  iLevel  iII  iMidwifery  istudent  iat  iSTIKes  iYatsi.  Besides, the research was carried out in March 2022. Eventually, there is a change in menstrual pain in second-level female students at STIKes Yatsi before and after acupressure therapy.
The effectiveness of giving ST 36 Acupressure and Deep Breathing Relaxation on the level of maternal pain during the first stage of the Active Phase at the Duren Sawit District Health Center, East Jakarta in 2022 Ipah Farida; Resi Galaupa; Ipah Farida
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): June 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v1i5.599

Abstract

The presence of labor pain can cause a lack of endorphins which will cause discomfort, anxiety and excessive stress which will hinder the course of labor. This study aims to determine the effect of giving ST 36 Acupressure Techniques and Deep Breathing Relaxation on maternal pain levels during Active Phase I. The design in this study used a Quasy Experiment with a personal pre and post test design, the samples taken in this study were 25 respondents. The instruments used were the VAS Pain Scale (Visual Analouge Scale) and the Observation Sheet. From the results of Univariart data testing, it was found that 96% of the age distribution were in the age group of 20-35 years, with the last education being high school with a percentage of 52%. the mother gave birth to the first stage of the active phase with a p-value of 0.000.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN YANG AMAN Abela Mayunita; Resi Galaupa; Desridiun Kholid
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.96 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i1.565

Abstract

Pendahuluan: Upaya penurunan AKI membutuhkan aksi pada beragam level. Selain posyandu, kelas ibu hamil juga dianggap sebagai kelas yang paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengenali risiko dan tanda bahaya selama masa kehamilan serta sebagai sarana penting untuk merubah sikap dan perilaku ibu hamil. Dengan adanya kelas ibu hamil ini diharapkan seluruh ibu hamil dapat memiliki kemampuan melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan sehingga ibu hamil dapat dengan nyaman melakukan proses persalinan tanpa ada kekhawatiran terhadap proses persalinan yang dihadapi dan secara tidak langsung dapat menurunkan angka kematian ibu Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan penjelasan dan pemahaman tentang tanda bahaya kehamilan melalui media gambar atau poster, PPT dan video. Hasil: Dari 29 responden 13 ibu hamil (44,82%) berpendidikan SD, 12 ibu hamil (41,37%) berpendidikan SMP dan 4 ibu hamil (13,79) berpendidikan SMA. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan responden (ibu hamil) tentang tanda bahaya kehamilan.
PROGRAM KESEHATAN IBU HAMIL DENGAN METODE SPP (SENAM, PEYULUHAN DAN PEMERIKSAAN) Desridiun Kholid; Abela Mayunita; Resi Galaupa
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.433 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i2.579

Abstract

Pendahuluan: Program kelas ibu hamil adalah salah satu bentuk pendidikan prenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, terjadi perubahan perilaku positif sehingga ibu memeriksakan kehamilan dan melahirkan ke tenaga kesehatan dengan demikian akan meningkatkan persalinan ke tenaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu dan anak. Metode: Pendidikan kesehatan/ penyuluhan, diskusi dan tanya jawab, pemeriksaan, pemutaran video dan demonstrasi senam bersama. Hasil: Setelah diberikan materi secara intensif, jumlah ibu hamil yang mempunyai pengetahuan baik mengalami peningkatan dari 4 (26,7%) meningkat menjadi 12 (80%). Hasil uji marginal homogeniety, diketahui p value=0,013 (p value < 0,05). Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang perawatan kehamilan, persiapan persalinan, gizi ibu hamil, anemia dan tanda bahaya kehamilan. Kesimpulan: Setelah enam bulan secara intensif kelas ibu hamil ini dilaksanakan di Kecamatan Rawalumbu diperoleh kesimpulan: 1). Pengetahuan ibu hamil menjadi meningkat. 2). Sikap ibu hamil emnjadi meningkat. 3). Praktik senam hamil menjadi lebih baik.
The Effect Of Giving Cinnamon Aromatherapy On Primary Dysminore In Adolescent's Class 3 Junior High School In SMPN 1 Bekasi City Lika Malikal M; Resi Galaupa
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 6 (2022): July, 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v1i6.666

Abstract

Dysmenorrhea is the most common gynecological complaint that women experience, especially when entering their teens. This study was aimed to determine the effect of cinnamon (Cinnamomum Burmanni) aromatherapy by inhalation on the intensity of primary dysmenorrhea in female students of SMPN 1 Bekasi. The method used in this study is a quasi-experimental or quasi-experimental design which is an experimental activity aimed at seeing an effect or symptom that appears due to a certain treatment, using a sample of 30 samples. Of the 30 respondents, the average score before the intervention was 6.067 while after the intervention the average score was 3.100.
PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN IVA DI RUANG KIA RSUD KOTA BEKASI Maryati Sutarno; Resi Galaupa; Lili Falikhatun
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.49 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v1i1.414

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia sendiri, diperkirakan 15.000 kasus baru kanker serviks terjadi setiap tahunnya, sedangkan angka kematiannya diperkirakan 7.500 kasus pertahun. Angka kejadian kanker serviks menurut kota Surabaya menempati posisi pertama dengan angka 9761 kasus dan DKI Jakarta menempati urutan ke 2 dengan angka 5411 kasus (M.F Rozi, 2013). Banyaknya penderita kanker serviks salah satu nya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan perempuan tentang kanker serviks, rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks dan belum semua wanita usia subur mengetahui cara deteksi dini kanker serviks. Berdasarkan sensus penduduk (SP) 2009 wanita usia 15-24 tahun berjumlah 40,75 juta dari seluruh penduduk yang berjumlah 23,6 juta jiwa, sebesar 25,4 % yang pengetahuannya rendah ( Badan Pusat Statistik, 2013). Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan IVA. Hasil: Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan IVA Kesimpulan: Implikasi dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu dilakukanya penyuluhan kesehatan tentang pentingnya pemeriksaan IVA.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEBUTUHAN GIZI BALITA DI POSYANDU RT 03 JATIBENING BARU BEKASI Ita Herawati; Tuty Yanuarti; Resi Galaupa
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.088 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v1i2.417

Abstract

Pendahuluan: Menurut WHO, 5-25% dari anak balita mengalamig angguan motorik halus. Dan menurut Depkes RI, 2013 bahwa 16% balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan baik perkembangan motorik kasar maupun perkembangan motorik halus, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Di Bekasi jumlah balita dengan gizi buruk dan gizi kurang mencapai 236 jiwa sepanjang tahun 2014 atau 0,16%. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di posyandu Rt 03 Kemang Permai Jatibening Baru Bekasi di peroleh 52,7% ibu berpengetahuan kurang tentang kebutuhan gizi pada balita. Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan promosi kesehatan untuk peningkatan pengetahuan tentang kebutuhan gizi balita. Hasil: Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang kebutuhan gizi balita. Kesimpulan: Setelah ada hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu dilakukanya promosi kesehatan tentang kebutuhan gizi balita secara continue
PEMBINAAN MASYARAKAT USIA LANJUT MELALUI PEMERIKSAAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN, SERTA MENGAJARKAN SENAM ANTIHIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONDOK MELATI Feva Tridiyawati; Ita Herawati; Resi Galaupa; Anis Aghisty; Eva Nurlaela
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.417 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v3i2.447

Abstract

Pendahuluan: Di Asia beban hipertensi sangat tinggi, hal itu terbukti dengan meningkatnya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di beberapa negara, bersamaan dengan rendahnya tingkat pengendalian dan kesadaran penyakit. Data di Puskesmas P cakupan penderita hipertensi khususnya di kelurahan Jawa sebesar 3.413 penderita, namun capaian penderita hipertensi periode bulan Januari sampai dengan Apri 2018 adalah 426 penderita (12,48%). Metode: Kegiatan pembinaan Lansia meliputi pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan dan mengajarkan kepada para Lansia senam Antihipertensi. Hasil: Berdasarkan pemeriksaan Tekanan darah diperoleh hasil bahwa: Tekanan darah Normal 32%, Prehipertensi 29%, Hipertansi Tahap satu 29% dan Hipertensi tahap dua sebesar 10%, sedangkan untuk pemeriksaan gula darah (>200mg/dl) sebanyak 71%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit tidak menular, tetapi merupakan penyakit sebagai akibat dari proses degenerative dan pola hidup yang tidak sehat, semakin tahun meningkat dengan resiko komplikasi yang bervariasi dari ringan sampai berat. Kesimpulan: Meningkatkan upaya Promotif dan Preventif sehingga para Lansia memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk mencegah terjadinya komplikasi.
EDUKASI KESEHATAN PHBS DAN PELATIHAN DOKTER KECIL PADA SISWA SEKOLAH DI SD MUSTIKAJAYA Mariyani; Resi Galaupa; Feva Tridiyawati; Lucy Amelia
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.774 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i1.476

Abstract

Pendahuluan: Program kesehatan bagi anak sekolah dilakukan melalui Upaya Kesehatan Sekolah (UKS).Melalui Program Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) diharapkan terbentuknya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa, terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, terhindarnya siswa dari gangguan ataupun masalah kesehatan. Metode: Metode kegiatan yang dilakukan adalah untuk dokter kecil adalah pelatihan dengan 5 sesi pertemuan ( 4 kali ceramah dan 1kali demonstrasi P3K ) dan untuk seluruh siswa sebanyak 60 orang dilakukan 2 kali penyuluhan kesehatan tentang PHBS sekolah (1kali ceramah dan 1 kali demonstrasi gosok gigi dan cucitangan). Hasil: setelah kegiatan pelatihan dan penyuluhan di SDN di Mustikajaya ini adalah pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, adanya dukungan yang besar dari pihak SDN di Mustikajaya, adanya antusiasme dan siswa dan dokter kecil dalam kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan dokter kecil tentang UKS dan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan seluruh siswa tentang PHBS khusunsya mencuci tangan dan mengosok gigi. Kesimpulan: Program pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar dan dapat meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi siswa di SDN di Mustikajaya.
PENYULUHAN ASUPAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI PADA BALITA DI POSYANDU PONDOK MELATI Resi Galaupa; Feva Tridiyawati; Mariyani
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.453 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i2.483

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan Status gizi pada balita di Posyandu Pondok Melati menjadi target program kerja PKK untuk mengurangi gizi buruk hingga 20% sesuai penetapan WHO. PKK merupakan salah satu wadah organisasi perempuan dengan latar belakang pendidikan ibu-ibu PKK tersebut beragam yaitu SMP, SMA, perguruan tinggi sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi Pengukuran Berat Badan, Penyuluhan tentang asupan gizi yang benar pada balita dan hal-hal yang meningkatkan status gizi, Evaluasi hasil kegiatan. Hasil: Hasil analisis kuesioner pengetahuan responden dari balita menunjukkan bahwa rata-rata hasil pengetahuan sebelum penyuluhan menunjukkan hasil sebesar 42,7% dan termasuk kategori kurang. Setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 98,6 % dengan kategori baik, Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara pemberian penyuluhan tentang asupan gizi yang benar pada balita dengan peningkatan status gizi pada balita dilihat dari hasil kenaikan berat badan balita.