Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEBUTUHAN GIZI BALITA DI POSYANDU RT 03 JATIBENING BARU BEKASI Ita Herawati; Tuty Yanuarti; Resi Galaupa
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.088 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v1i2.417

Abstract

Pendahuluan: Menurut WHO, 5-25% dari anak balita mengalamig angguan motorik halus. Dan menurut Depkes RI, 2013 bahwa 16% balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan baik perkembangan motorik kasar maupun perkembangan motorik halus, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Di Bekasi jumlah balita dengan gizi buruk dan gizi kurang mencapai 236 jiwa sepanjang tahun 2014 atau 0,16%. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di posyandu Rt 03 Kemang Permai Jatibening Baru Bekasi di peroleh 52,7% ibu berpengetahuan kurang tentang kebutuhan gizi pada balita. Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan promosi kesehatan untuk peningkatan pengetahuan tentang kebutuhan gizi balita. Hasil: Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang kebutuhan gizi balita. Kesimpulan: Setelah ada hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu dilakukanya promosi kesehatan tentang kebutuhan gizi balita secara continue
PEMBINAAN MASYARAKAT USIA LANJUT MELALUI PEMERIKSAAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN, SERTA MENGAJARKAN SENAM ANTIHIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONDOK MELATI Feva Tridiyawati; Ita Herawati; Resi Galaupa; Anis Aghisty; Eva Nurlaela
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.417 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v3i2.447

Abstract

Pendahuluan: Di Asia beban hipertensi sangat tinggi, hal itu terbukti dengan meningkatnya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di beberapa negara, bersamaan dengan rendahnya tingkat pengendalian dan kesadaran penyakit. Data di Puskesmas P cakupan penderita hipertensi khususnya di kelurahan Jawa sebesar 3.413 penderita, namun capaian penderita hipertensi periode bulan Januari sampai dengan Apri 2018 adalah 426 penderita (12,48%). Metode: Kegiatan pembinaan Lansia meliputi pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan dan mengajarkan kepada para Lansia senam Antihipertensi. Hasil: Berdasarkan pemeriksaan Tekanan darah diperoleh hasil bahwa: Tekanan darah Normal 32%, Prehipertensi 29%, Hipertansi Tahap satu 29% dan Hipertensi tahap dua sebesar 10%, sedangkan untuk pemeriksaan gula darah (>200mg/dl) sebanyak 71%. Penyakit hipertensi merupakan penyakit tidak menular, tetapi merupakan penyakit sebagai akibat dari proses degenerative dan pola hidup yang tidak sehat, semakin tahun meningkat dengan resiko komplikasi yang bervariasi dari ringan sampai berat. Kesimpulan: Meningkatkan upaya Promotif dan Preventif sehingga para Lansia memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk mencegah terjadinya komplikasi.
EDUKASI KESEHATAN PHBS DAN PELATIHAN DOKTER KECIL PADA SISWA SEKOLAH DI SD MUSTIKAJAYA Mariyani; Resi Galaupa; Feva Tridiyawati; Lucy Amelia
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.774 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i1.476

Abstract

Pendahuluan: Program kesehatan bagi anak sekolah dilakukan melalui Upaya Kesehatan Sekolah (UKS).Melalui Program Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) diharapkan terbentuknya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa, terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, terhindarnya siswa dari gangguan ataupun masalah kesehatan. Metode: Metode kegiatan yang dilakukan adalah untuk dokter kecil adalah pelatihan dengan 5 sesi pertemuan ( 4 kali ceramah dan 1kali demonstrasi P3K ) dan untuk seluruh siswa sebanyak 60 orang dilakukan 2 kali penyuluhan kesehatan tentang PHBS sekolah (1kali ceramah dan 1 kali demonstrasi gosok gigi dan cucitangan). Hasil: setelah kegiatan pelatihan dan penyuluhan di SDN di Mustikajaya ini adalah pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, adanya dukungan yang besar dari pihak SDN di Mustikajaya, adanya antusiasme dan siswa dan dokter kecil dalam kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan dokter kecil tentang UKS dan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan seluruh siswa tentang PHBS khusunsya mencuci tangan dan mengosok gigi. Kesimpulan: Program pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar dan dapat meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi siswa di SDN di Mustikajaya.
PENYULUHAN ASUPAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI PADA BALITA DI POSYANDU PONDOK MELATI Resi Galaupa; Feva Tridiyawati; Mariyani
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.453 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i2.483

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan Status gizi pada balita di Posyandu Pondok Melati menjadi target program kerja PKK untuk mengurangi gizi buruk hingga 20% sesuai penetapan WHO. PKK merupakan salah satu wadah organisasi perempuan dengan latar belakang pendidikan ibu-ibu PKK tersebut beragam yaitu SMP, SMA, perguruan tinggi sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi Pengukuran Berat Badan, Penyuluhan tentang asupan gizi yang benar pada balita dan hal-hal yang meningkatkan status gizi, Evaluasi hasil kegiatan. Hasil: Hasil analisis kuesioner pengetahuan responden dari balita menunjukkan bahwa rata-rata hasil pengetahuan sebelum penyuluhan menunjukkan hasil sebesar 42,7% dan termasuk kategori kurang. Setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 98,6 % dengan kategori baik, Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara pemberian penyuluhan tentang asupan gizi yang benar pada balita dengan peningkatan status gizi pada balita dilihat dari hasil kenaikan berat badan balita.
PEMBERDAYAAN UNIT KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK KOTA BEKASI Feva Tridiyawati; Ita Herawati; Resi Galaupa; Intan Sari; Az Syifa D
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.875 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v4i1.550

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis. Metode: Metode yang digunakan pembentukan kader remaja peduli kesehatan reproduksi, pemberian materi, pendampingan kader remaja, pendampingan unit kesehatan sekolah Hasil: Pada saat melaksanakan pertemuan dan anggota dapat menyampaikan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan baik dan mendapat respon dari peserta serta peserta dapat memahami informasi yang disampaikan dengan dapat mengulang kembali informasi yang sudah disampaikan. Kesimpulan: Peningkatan Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja pada siswa di Panti Pelayanan Sosial Anak Kota Bekasi dengan adanya kegiatan penjelasan mengenai kesehatan reproduksi remaja di Unit Kesehatan Sekolah yang melibatkan siswa
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU RUMAHTANGGA TENTANG HIV/AIDS DI RT 001/014 KELURAHAN JATIBENING KECAMATAN PONDOK GEDE BEKASI Lilik Susilowati; Lili Falikhatun; Resi Galaupa
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.059 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v1i2.559

Abstract

Pendahuluan: UNAIDS melaporkan Epidemi HIV Global seluruh dunia pada tahuh 2014 sebanyak 36,9 juta orang dan 50 % diantara adalah perempuan (17,4 juta). Berdasarkan laporan kemenkes RI dari Juli sampai September 2014 jumlah yang terinfeksi HIV di Indonesia sebanyak 7.335 kasus. Ibu rumah tangga ternyata menjadi kelompok tertinggi yang menderita penyakit mematikan HIV/AIDS sebanyak 6.539 kasus. Berdasarkan studi pendahuluan peneliti terhadap 10 ibu rumah tangga di RT.001/014 Kel. Jatibening Bekasi di dapatkan hasil 10% dengan pengetahuan baik, 40% dengan pengetahuan cukup dan 50% dengan pengetahuan kurang. Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan edukasi peningkatan pengetahuan tentang HIV-AIDs Hasil: Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang HIV-AIDs Kesimpulan: Implikasi dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu dilakukanya penyuluhan tentang HIV-AIDs.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BIJAK MENYIKAPI COVID 19 DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA PADA SISWA SMA JATIASIH Feva Tridiyawati; Mariyani; Resi Galaupa; Septiana Lia; Mia Nurlatipah
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.15 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v3i1.572

Abstract

Pendahuluan: Tingginya mobilitas penduduk antar daerah merupakan salah satu mata rantai penularan yang sulit diputus. Sampai saat ini vaksin untuk mencegah dan obat khusus untuk mengobati virus corona belum ditemukan. Maka satu-satunya cara paling efektif adalah dengan upaya pencegahan yaitu dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Metode: Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan yang berisi tentang definisi Covid 19, gejala pasien terkena covid, cara tepat mencuci tangan, etika batuk yang tepat dan cara penggunaan masker yang tepat. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan ada perubahan secara signifikan tingkat pengetahuan tentang konsep covid 19 dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulan:. Pemberian pendidikan kesehatan tentang bijak menyikapi covid 19 dalam upaya pencegahan virus corona kepada siswa SMA Jatiasih telah memberikan peningkatan pengatahuan terhadap pencegahan penyebaran covid 19.
PERBANDINGAN PEMBERIAN EKSTRAK IKAN GABUS DAN SMOOTY BAYAM TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH UPT PUSKESMAS CIOMAS TAHUN 2023 NURLELA AZZLINA; RESI GALAUPA
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12230

Abstract

Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pembangunan dibidang kesehatan. Dalam pembangunan kesehatan, pemerintah sudah melakukan program pencegahan anemia pada ibu hamil dengan memberikan 90 tablet Fe selama kehamilan, ternyata masih banyak ibu hamil yang terkena anemia. Salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan zat besi dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sayuran yang berwarna hijau seperti bayam. Tujuan Penulisan untuk mengetahui perbandingan pemberian ekstrak ikan gabus dan smooty bayam terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di wilayah UPT Puskesmas Ciomas tahun 2023. Metode pada penelitian ini yaitu eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperimental. Quasi Eksperimental. Desain penelitian ini yaitu Non Equavalent Control Group. Populasi pada penelitian ini yaitu semua ibu hamil diwilayah Wilayah UPT Puskesmas Ciomas sebanyak 57 sampel. Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 ibu hamil di Wilayah UPT Puskesmas Ciomas Tahun 2023 sebanyak 30 sampel. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai p=0,001 < ?=0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbandingan pemberian kelompok ekstak ikan gabus dan kelompok smoothy bayam terhadap peningkatan kadar Hb.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TEH MAWAR MERAH (ROSA DAMASCENE) TERHADAP KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA IBU YANG MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS KLARI KABUPATEN KARAWANG Santi Sartika; Resi Galaupa
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12771

Abstract

Keputihan merupakan istilah umum keluarnya suatu cairan yang berlebihan dari jalan lahir vagina selain darah menstruasi. Keputihan bukan penyakit tersendiri, tetapi merupakan suatu manifenstasi gejala dari hampir semua penyakit kandung keputihan dari kontrasepsi IUD merupakan penyakit yang umum terjadi, selama keputihan tidak berbau, tidak terasa gatal, namun jika keputihan tidak segera ditangani maka akan terjadi dampak yang lebih serius, seperti terjadinya keputihan patologis. Desain yang digunakan dalam rencana penelitian ini adalah pre eksperimen. Penelitian pre eksperimen ini menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Klari Kabupaten Karawang pada Januari-Februari Tahun 2023. Populasi sebanyak 32 orang. Tehnik sampel menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan penggunaan lembar observasi. Alat yang digunakan yaitu Numeric Rating Scales (NRS). Hasil diperoleh nilai signifikasi 0,001 artinya terdapat pengaruh keputihan yang signifikan antara sebelum dengan sesudah pemberian perlakuan berupa minum teh mawar merah, dimana rata-rata keputihan setelah pemberian perlakuan lebih rendah daripada sebelum pemberian perlakuan. Ada pengaruh pemberian teh mawar merah terhadap keputihan patologis pada ibu dengan kontrasepsi IUD. Diharapkan dapat menjadi masukan bagi profesi dalam mengembangkan asuhan kebidanan mengenai pengaruh pemberian teh mawar merah terhadap keputihan pada ibu dengan kontrasepsi IUD.
PERSIAPAN P4K PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS CIKAMPEK KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2023 Retno Wulan; Resi Galaupa
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 6 No 1 (2023): PAPATUNG Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v6i1.704

Abstract

P4K keluarga adalah salah satu inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi suami, keluarga, dan masyarakat dalam perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. P4K bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan memastikan keselamatan dalam proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persiapan P4K pada ibu hamil trimester III. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pendekatan analitik dan Cross Sectional. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 30 responden menunjukkan adanya hubungan antara tempat persalinan dengan persiapan persalinan, adanya hubungan diantara pendamping persalinan dengan persiapan persalinan, adanya hubungan antara tafsiran persalinan dengan persiapan persalinan, adanya hubungan antara transportasi persalinan dengan persiapan persalinan, adanya hubungan antara jaminan kesehatan persalinan dengan persiapan persalinan, adanya hubungan antara tempat persalinan dengan persiapan persalinan. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari total 30 responden, 16 responden (53,3%) telah melakukan persiapan tempat persalinan, sementara 14 responden (46,7%) tidak melakukan persiapan. Sebanyak 23 responden (76,7%) memiliki latar belakang pendidikan SMA, diikuti oleh 2 responden (6,7%) dengan pendidikan S1, dan 5 responden (16,7%) dengan pendidikan SMP. Terdapat 17 responden (56,7%) yang merupakan ibu rumah tangga, 5 responden (16,7%) bekerja sebagai buruh, dan 8 responden (26,7%) bekerja sebagai karyawan. Dari total responden, 5 responden (16,7%) tidak mendapatkan informasi mengenai persiapan persalinan, sementara 25 responden (83,3%) telah mendapatkan informasi dengan baik.