Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cotonii) DENGAN SISTEM DAN MUSIM TANAM YANG BERBEDA DI KABUPATEN BANGKEP SULAWESI TENGAH Amin, Muh.; Rumayar, T. P.; N.F., Femmi; Kemur, D.; Suwitra, IK
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The assessment was conducted in Apal Village, Bangkep Regency since March to November 2002. It aimedat determine seaweed growing practice and planting season suitable with the local waters, applicable, and enable toimprove fisheries’ income. In addition, it was intended to create employment and to explore coastal resourcesoptimally. The assessment was carried out using a randomized split block design with three treatments, namelycontrol (T0), usual planting rows (T1), and three furrow planting rows (T2), and each of five replications. Plantingwas carried out in four planting seasons representing those of west to east (BT), east (T), east to west (TB), and west(W) and were subsequently on April, June, August, and October 2002. Average weight of seaweed of T2 treatmentduring 50 days of growing showed highest yields. In the same planting season, T0 and T2 were not differentsignificantly. Among the planting seasons, the highest average weights were found for planting on October-November2002 for all treatments. The highest productions the seaweed planted on October 2002, namely 55.09, 52.99, and55.09 kilograms for T0, T1, and T2, respectively. The yields attained were 2.20, 2.12, and 2.20 kg/m2 for T0, T1, andT2, respectively. Highest daily growth rates were achieved during October-November 2002 planting season, namelyT0 (4.4%), T1 (4.7%), and T2 (4.7%). Return to costs ratios of each treatment were 2.3 (T2), 2.2 (T0), and T1.Key words: growing practice, planting season, Eucheuma cotonii.Pengkajian dilaksanakan di Desa Apal Kabupaten Bangkep dari bulan Maret-November 2002, bertujuanuntuk mendapatkan informasi sistem dan waktu tanam rumput laut yang sesuai dengan perairan setempat, mudahdilakukan dan dapat meningkatkan pendapatan petani-nelayan. Di samping itu membuka peluang kesempatan kerjadan berusaha yang kondusif serta dapat memanfaatkan sumberdaya pesisir secara optimal. Rancangan penelitian yangdigunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga perlakuan, yaitu kontrol (T0), jalur tanam biasa(T1), dan jalur tanam legowo tiga (T2) dengan masing-masing lima ulangan. Penanaman dilakukan empat kali musimtanam yang masing-masing mewakili peralihan musim barat ke musim timur (BT), musim timur (T), peralihan darimusim timur ke musim barat (TB), dan musim barat (B) yang secara berurutan jatuh pada bulan April, Juni, Agustus,dan Oktober tahun 2002. Hasil pengamatan rata-rata bobot akhir rumput laut selama 50 hari pemeliharaanmenunjukkan bahwa sistem legowo tiga pada hampir semua musim tanam masih memberikan hasil terbaik. Untukwaktu tanam, sistem tanam tali rentang dan legowo tiga tidak berpengaruh terhadap waktu tanam yang sama.Sedangkan untuk masing-masing waktu tanam, bobot akhir rata-rata tertinggi diperoleh pada periode penanamanOktober - November untuk setiap perlakuan. Untuk semua sistem tanam, produksi terbesar diperoleh pada musimtanam Oktober, masing-masing 55,09 kg pada sistem tanam tali rentang maupun legowo tiga, dan 52,99 kg pada jalurbiasa. Sedangkan untuk produktivas, masing-masing 2,20 kg/m2 untuk sistem tali rentang maupun sistem legowotiga, dan 2,12 kg/m2 untuk sistem jalur biasa. Pada laju pertumbuhan harian, periode penamanan Oktober - Novembermemperlihatkan hasil yang terbaik pada masing-masing teknologi yaitu 4,4 persen pada sistem tali rentang, 4,7 persenpada sistem tanam biasa, dan 4,7 persen pada sistem tanam legowo tiga. Untuk analisis usahatani, pendapatan bersihtertinggi diperoleh pada perlakuan sistem tanam jalur legowo tiga dengan R/C ratio 2,3, diikuti dengan tali rentangR/C ratio 2,2 dan sistem jalur biasa R/C ratio 1,6.Kata kunci : sistem tanam, waktu tanam, rumput laut
Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Lokasi Rumah Burung Walet (RBW) Menggunakan Metode AHP dan SAW Pradipta, Anjar; Amin, Muh.; Sumpala, Andi Tenri; Sutoyo, Muh. Nurtanzis
Jurnal Sains dan Informatika Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Sains dan Informatika
Publisher : Teknik Informatika, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.561 KB) | DOI: 10.34128/jsi.v5i2.187

Abstract

Swallow's nests are sold as ingredients for soups and raw materials for medicines. Because the price of swiftlet nests is very expensive so many people have started to build a swallow bird house (RBW) by spending a considerable amount of money for swallow bird cultivation. But to build RBW and grow swallow birds requires an exact and optimal location. This study aims to create a system for determining the location of a computerized swallow house construction by implementing the Analytic Hierarchy Process (AHP) method and the Simple Additive Weighting (SAW) method in determining the exact location of swallow bird house construction to reduce the level of loss and error in site selection. The AHP method is used in estimating the value of each parameter that is determined while the SAW method is used in assessing levels. Based on the 6 criteria for swallow bird locations, namely location height, distance from the city center (industry), air temperature, distance from rice fields / plantations, distance from waterways, and distance from other buildings, the decision support system built can be a choice of solutions to facilitate farmers and swallow nest entrepreneurs in determining the exact and optimal location of swallow bird houses.
Exploring Wear Characteristics of AISI 1045 Steel under Variable Disc Rotation Speeds: A Tribological Investigation Afif, Ilham Yustar; Jamari, Jamari; Saputra, Eko; Saefudin, Slamet; Subri, Muhammad; Amin, Muh.
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59720

Abstract

Reliable mechanical components are the desired final product. When mechanical components come into contact with each other, there is a possibility of failure. Contact between components can result in friction leading to wear. Friction and wear can be studied through the science of tribology. The aim of this paper is to investigate the wear of AISI 1045 steel using a pin-on-disc tribometer with varying disc rotation speeds (rpm), to calculate the values of wear volume and specific wear rate. This research demonstrates that variations in disc rotation speed influence changes in sliding distance, wear width, wear volume, and specific wear rate on AISI 1045 steel pin. The conclusion drawn from this study is that as the disc rotation speed increases, the wear volume increases, and the specific wear rate decreases.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung pada Berbagai Dosis Pemupukan Organik dan Anorganik Di Lahan Sawah Tadah Hujan: Growth and Yield of Corn by Various Doses of Organic and Inorganic Fertilization In Rainfed Land Maintang; Amin, Muh.; Tondok , Abigael R.; Dewi , Mardiana
Jurnal Agrisistem Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v18i2.246

Abstract

Pupuk merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan produksi jagung, tetapi  harus diiringi dengan manajemen pemupukan yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan tanaman.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada berbagai dosis pupuk anorganik dan organik di lahan sawah tadah hujan. Pengkajian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2021 di Desa Pabbentengan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dengan  tiga ulangan dan sembilan perlakuan :   P1= Kontrol (tanpa pemupukan); P2 =  NPK 200 kg/ha +  Urea 300 kg/ha (Rekomendasi PTT Jagung);  P3 =  NPK 150 kg/ha + Urea 225 kg/ha;  P4 =  POP  50 g/15 L air + NPK  150 kg/ha +Urea 225 kg /ha ;  P5 =  POP 100 g/15 L air +NPK  150 kg/ha +Urea 225kg /ha;  P6 =  POP  150 g/15 L air +NPK  150 kg/ha +Urea 225kg /ha;  P7 =  POP  200 g/15 L air +NPK  150 kg/ha +Urea 225kg /ha;  P8 =  POP  100 g/15 L air +NPK  200 kg/ha +Urea 300kg /ha;  P9 =  POP  100 g/15 L air +NPK  100 kg/ha +Urea 150kg /ha.  Hasil kajian menunjukkan bahwa Kombinasi pupuk organik powder (POP) dan pupuk anorganik 75 % dari rekomendasi  (dosis 50 -200 g/15 L air +NPK  150 kg/ha +Urea 225kg/ha menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan produksi jagung tertinggi pada dosis 100-150 g/15 L air yaitu 9,2-9,4 t/ha.  Produksi tersebut lebih tinggi dari  produksi yang dicapai pada pemupukan 75- 100 % rekomendasi dan mengurangi 25 % penggunaan pupuk anorganik. 
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PADA GUIDED INQUIRY: PENGARUHNYA PADA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Amin, Muh.; Marsigit, Marsigit; Firdaus, Muh.
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 3 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v3i2.120

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh penerapan inkuiri terbimbing dengan media gambar pada materi bangun ruang sisi datar terhadap hasil belajar matematika siswa yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa tanpa menggunakan inkuiri terbimbing dengan media gambar pada bangun ruang sisi datar, mengetahui hasil belajar matematika siswa yang menggunakan inkuiri terbimbing dengan media gambar pada bangun ruang sisi datar dan mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa sebelum dan setelah menggunakan inkuiri terbimbing dengan media gambar pada siswa. Jenis penelitian yang digunakan paired sampel t-test dengan desain one-group pretest-posttest desain. Populasi dan sampel penelitiannya adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN SATAP 5 Baraka Kab.Enrekang berjumlah 18 peserta didik. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Instrumen penelitian test essai sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan paired sampel t-tes. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif diperoleh rata-rata skor nilai hasil belajar siswa sebelum menggunakan inkuiri terbimbing dengan media gambar (pretest) yaitu 27 dengan persentasi tingkat penguasaan materi yaitu 72,22% dari seluruh siswa yang mengikuti (pretest) sedangkan rata-rata skor nilai hasil belajar siswa setelah menggunakan inkuiri terbimbing dengan media gambar (posttest) yaitu 62,78 dengan persentasi tingkat penguasaan materi yaitu 94,44% dari seluruh siswa yang mengikuti posttest. Sedangkan berdasarkan hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan SPSS 20.0 dan uji-t diperoleh nilai rata-rata hasil belajar pada Pretest 27,00 < Posttest 60,56, maka itu artinya secara deskriptif ada perbedaan rata-rata hasil belajar antara Pretest dengan Posttest pada siswa kelas VIII SMPN SATAP 5 Baraka Kab.Enrekang.
Rancang Bangun Sistem Presensi Face Recognition di Unit Pelaksana Teknis: Studi kasus Sekolah Dasar Negeri 184 Lumu-Lumu Nirsal, Nirsal; Amin, Muh.
Jurnal Algoritma Vol 22 No 1 (2025): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.22-1.2142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem presensi face recognition di UPT SDN I84 Lumu-Lumu. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pengembangan aplikasi berbasis model waterfall yang mencakup 5 tahap: Requirement, Design, Coding and Testing, Integration and Testing, serta Operation & Maintenance. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sistem ini dikembangkan menggunakan VS Code, Android Studio, Firebase, Flutter, Dart, Draw.io, dan Balsamiq Mockup, dengan model pengenalan wajah berbasis Convolutional Neural Network (CNN). Hasil validasi instrumen observasi menghasilkan nilai 82%, wawancara 84%, UML 82,5%, interface 83,5%, database 83,5%, pengujian black box 82,5% dan user/pengguna 84%.  Hasil validasi intrumen penilaian observasi UML 91%, interface 90%, database 87% hasil pengujian System Usability Scale SUS memperoleh hasil 88%. Berdasarkan hasil tersebut, aplikasi ini dinyatakan layak dan sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Kontribusi penelitian ini penelitian ini terletak pada penerapan teknologi pengenalan wajah untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi sistem presensi di lingkungan pendidikan.
PENDIDIKAN ISLAM MASA PENJAJAHAN BELANDA DAN JEPANG Amin, Muh.
PILAR Vol. 10 No. 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/w6e57p45

Abstract

Sejarah perjalanan bangsa Indonesia, tidak terlepas dari peran umat Islam, khususnya dalam perjuangan mengusir penjajah dari muka bumi Indonesia. Melalui bidang pendidikan, para tokoh-tokoh Islam menetapkan pendidikan Islam untuk memperkuat pondasi agama dan bagi rakyat untuk melawan sistem pendidikan yang dibawa oleh penjajah Belanda. Sistem pendidikan Islam menjadi satu-satunya pendidikan formal yang memiliki sistem dan pengelolaan tersendiri yang berbeda dengan sistem pendidikan yang dibawa oleh Belanda. Peraturan-peraturan pemerintah Belanda yang demikian ketat dan keras terhadap aktivitas madrasah dan pondok pesantren di Indonesia, tidak membuat pendidikan Islam menjadi lumpuh dan porak poranda. Sebaliknya, jiwa Islam tetap terpelihara dengan baik, di mana para ulama dan kyai bersikap non cooperative dengan Belanda dan mereka pun menyingkir dari tempat yang dekat dengan Belanda. Tekanan yang serupa dialami sistem pendidikan Islam di jaman pendidikan Jepang. Di mana pemerintah Jepang mewajibkan guru untuk belajar bahasa Jepang dan mewajibkan hormat kepada Tenno (Kaisar). Kekuatan prinsip para ulama tokoh pendidik Islam telah menunjukkan kemampuan pendidikan Islam bertahan sesuai dengan prinsip Islam, tanpa pengaruh dari kekuatan manapun yang sedang berkuasa.Kata Kunci: Pendidikan Islam; Masa Penjajahan; Tekanan Penjajah
Antisipasi Coldshock Spermatozoa Sapi Simental Pada Penyimpanan Suhu Beku (-5oc) Dengan Kemasan Aluminium Foil Dan Plastik Amin, Muh.; Syahriana Sabil; Mirnawati; M. Risal; Nur Rahmi
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v7i2.2837

Abstract

Latar Belakang Penelitian ini memanfaatkan sifat aluminium foil dan plastik yaitu sifat kedap udara sehingga mampu menghambat oksidasi. Suhu dingin pada menghambat aktivitas metabolisme spermatozoa yang dapat menyebabkan penerunan kualitas spermatozoa. Penggunaan aluminium foil dan plastik serta penyimpanan pada suhu -5oC dapat mempertahankan kualitas spermatozoa semen sapi bali yang telah ditampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah penyimpanan semen menggunakan aluminium foil dan atau plastik pada suhu -5oC, dapat meminimalisir penurunan kualitas spermatozoa dari semen sapi bali yang telah ditampung. Adapun tahapan metode penelitian antara lain: penampungan semen, penilaian makroskopis semen, pengenceran semen, penyimpanan semen, thawing, penailaian kualitas spermatozoa. Karakteristik makroskopis semen segar yang digunakan adalah berwarna krem keputih-putihan, pH 5,8, konsistensi sedang, dan volume 6 mL. Karakteristik mikroskopisnya adalah gerakan individu spermatozoa 3+(+++) dengan konsentrasi 1.000 (juta/mL). Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap laju penurunan motilitas spermatozoa, tetapi penggunaan jenis kemasan yang berbeda menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap (P>0,05) terhadap laju penurunan motilitas spermatozoa. Laju penurunan persentase hidup spermatozoa yang  disimpan pada suhu beku (-5oC) dengan jenis kemasan yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas spermatozoa. Kesimpulan penelitian  ini adalah motilitas dan persentase hidup sperma yang dikemas dengan aluminium foil dan plastik tidak berbeda dengan tanpa kemasan. Serta Sperma yang disimpan pada suhu beku (-5oC) sampai hari ke-6 masih dapat diinseminasikan.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Amin, Muh.
PILAR Vol. 9 No. 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ny9rz290

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai ragam budaya dan adat istiadat yang melekat dengan ragam etnis, ras budaya serta agama yang majemuk. Sehingga diperlukan suatu pendidikan multikultural, yaitu pendidikan yang menghargai perbedaan, agar tidak menjadi sumber konflik dan perpecahan. Sikap saling toleransi ini yang akan menjadikan keberagaman yang dinamis, kekayaan budaya yang menjadi jati diri bangsa yang patut untuk dilestarikan. Dalam pendidikan multikultural, setiap peradaban dan kebudayaan berada dalam posisi yang sejajar dan sama. Salah satu tujuan penting dari konsep pendidikan multikultural adalah untuk membantu peserta didik agar memperoleh pengetahuan, dan menghargai orang lain yang berbeda suku, budaya dan nilai kepribadian. Pendidikan multikultural mempunyai empat nilai yaitu: Nilai Kesetaraan, Nilai Toleransi, Nilai demokrasi, dan Nilai Pluralisme. Nilai-nilai di atas mempunyai pandangan yang saling melengkapi satu sama lain dalam mensikapi pendidikan multikulturalisme. Dengan demikian, pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang memberikan penekanan terhadap proses penanaman cara hidup yang saling menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya hidup di tengah-tengah masyarakat dengan tingkat pluralitas yang tinggi.Kata Kunci: Pendidikan Multikultural; Toleransi Beragama; Adat Budaya
MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM Amin, Muh.
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangat sulit mendapatkan pengetahuan yang komprehensif saat membahas tentang manusia, karena manusia adalah makhluk Allah yang sangat kompleks. Bukan hanya struktur tubuhnya, tetapi juga masalah yang dihadapi cukup kompleks. Mendidik manusia bukan hanya sekedar mendidik, teapi harus mengetahui hakikat dari manusia itu. Keterbatasan pengetahuan manusia tentang dirinya disebabkan karena perhatian manusia hanya tertuju pada alam materi. Pengetahuan tentang manusia disebabkan karena manusia adalah salah satu makhluk yang dalam unsur penciptaannya terdapat roh ilahi sedangkan manusia tidak diberi pengetahuan tentang roh kecuali sedikit. Seorang manusia menampakkan dirinya sebagai manusia jika ia menggunakan akalnya dalam segala hal. Akal adalah segala aspek penting dalam hakikat manusia. Manusia lahir dengan potensi kodratnya berupa cipta, rasa dan karsa. Cipta adalah kemampuan spritual yang secara khusus mempersoalkan nilai kebenaran. Rasa adalah kemampuan spritual yang secara khusus mempersoalkan nilai keindahan. Sedangkan karsa adalah kemampuan spritual, yang secara khusus mempersoalkan nilai kebaikan. Dengan ketiga potensi itu manusia selalu mendorong untuk ingin tahu dan bukan mendapatkan nilai-nilai kebenaran, keindahan, dan kebaikan yang terkandung dalam segala sesuatu yang ada. Manusia dalam Pandangan Islam adalah makhluk yang diberikan amanah oleh Allah swt dan wajib ditunaikan. Manusia juga memiliki berbagai macam karakter, yang dengan karakter tersebut, antara yang satu dengan yang lainnya menjadi kelebihan sekaligus kekurangannya. Sementara potensi yang dimiliki oleh manusia telah ada sejak ia lahir, sehingga potensi yang baik harus ditumbuhkan dan dipelihara.Kata Kunci: Akal, Makhluk Allah, Manusia