Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Conference on Research and Community Services

MISPRONOUNCING DALAM PENGUCAPAN MONOPTHONG OLEH SISWA BASIC ENGLISH STATION (BEST) Nur Lailatul Zahroh; Muhammad Saibani Wiyanto
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap apakah siswa dari BEST mengucapkan kata-kata monophthong dengan benar atau tidak dan alasan mengapa mereka salah pengucapan. Monophthong adalah salah satu jenis suara vokal yang sering ditemukan dalam bahasa Inggris dan biasanya juga digunakan dalam komunikasi. Ini adalah suara tunggal dalam satu suku kata. Objek penelitian ini adalah siswa-siswi Basic English Station atau yang lebih dikenal dengan BEST. Kursus Bahasa Inggris yang berlokasi di Jombang, Jawa Timur ini difokuskan pada keterampilan berbicara siswa yang diajarkan dari dasar hingga menguasainya. Namun peneliti hanya memilih siswa tahap terakhir yaitu tingkat mahir / TC karena peneliti menganggap mereka lebih lama belajar bahasa Inggris, secara teoritis kemampuannya dianggap lebih baik. Artikel ini menggunakan metode studi kasus untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh peneliti. Selain itu, metode ini sangat cocok untuk penelitian ini. Metode studi kasus mengkaji suatu kasus atau fenomena tertentu yang ada dalam masyarakat dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa kata instead dan cost adalah kata yang paling salah diucapkan. Salah pengucapan pada kata justru disebabkan oleh kebiasaan pengucapan yang salah yaitu / ɪn'stɪd /, adapun kata cost siswa tidak membacanya lagi. Adapun pertanyaan kedua, tentang apa yang menyebabkan mereka salah melafalkan kata-kata monophthong, hal ini karena mereka malas mempelajari pengucapannya, termasuk monophthong. Temuan ini diperkuat dengan kuesioner yang dijawab oleh tutor mereka menggunakan metode member check untuk memvalidasi temuan.
STRATEGI KESANTUNAN POSITIF DALAM TALK SHOW VIDEO TANGGAPAN TREVOR NOAH TRUMP TERHADAP VIRUS CORONA Sulfi Yulia Eka Putri; Muhammad Saibani Wiyanto
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah Strategi Kesantunan Positif dalam Video Talk Show Trevor Noah "Tanggapan Trump terhadap Virus Corona Mengungkapkan Kurangnya Kepemimpinannya".  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis strategi kesantunan positif yang digunakan oleh pembicara (pembawa acara) dan nara sumber untuk menanggapi dan mengungkapkan dalam percakapan.  Data dalam penelitian ini dapat melalui observasi langsung video talk show Trevor Noah “Tanggapan Trump terhadap Virus Corona Mengungkap Kekurangan Kepemimpinannya” dan merekam percakapan yang mengandung strategi kesantunan positif.  Data yang terkumpul akan diidentifikasi, diklarifikasi, dan dianalisis secara kualitatif.  Courtesy Theory oleh Brown dan Levinson (1987) digunakan untuk menganalisis data.  Hasil analisis ditemukan 11 data dengan menggunakan teori dari Brown & Levinson (1987).  Diantaranya ada 1 data dari Pemberitahuan;  Menghadiri H (minatnya, kebutuhannya, keinginannya dan kebaikannya), 3 data dari Intensive interest to H, 3 data dari Exaggerate (persetujuan, simpati dengan pendengar), 2 data dari Avoid Disagreement, 2 data dari Joke.
TINDAK TUTUR ILOKUSI EKSPRESIF DALAM OPRAH’S 2020 VISIONARIES WITH MICHELLE OBAMA Muhammad Saibani Wiyanto; Masriatus Sholikhah; Dion Fafa
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana tindak tutur ilokusi ekspresif diterapkan pada interaksi antara pembawa acara dan bintang tamu dalam acara talk show yang bertajuk “The Oprah’s 2020 Visionaries with Michelle Obama” yang ditayangkan di kanal youtube. Penelitian ini berfokus pada jenis tindak tutur ilokusi menggunakan teori Jhon R. Searle, yang diklasifikasikan menjadi asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Pada penelitian ini, peneliti fokus untuk menganalisis tindak tutur ilokusi ekpresif dengan lima jenisnya yakni tindak tutur ekspresif berharap, tindak tutur ekspresif berterima kasih, tindak tutur ekspresif sikap, tindak tutur ekspresif meminta maaf, dan tindak tutur ekspresif persetujuan. Metodologi yang digunakan adalah penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian ini merupakan ungkapan-ungkapan yang dikemukakan oleh Oprah Winfrey sebagai pembawa acara dan Michelle Obama sebagai bintang tamu dalam acara tersebut. Langkah-langkah pengumpulan datanya meliputi menonton videoTalk Show tersebut dan mengidentifikasi tindak tutur ilokusi ekspresifnya, mengecek ulang data lewat transkrip video Talk Show tersebut yang tersedia di youtube, dan membuat kode pada masing-masing kategori data. Temuan menunjukkan bahwa peneliti menemukan 31 ungkapan yang teridentifikasi sebagai tindak tutur ilokusi ekspresif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ilokusi ekspresif adalah sebuah tindak tutur untuk mengungkapkan keadaan psikologis yang ditentukan dalam kondisi ketulusan tentang keadaan yang ditentukan dalam konten proposisional
SPEECH STYLE COMMUNICATION ON EFL CLASSROOM IN SENIOR HIGH SCHOOL Sulistiani Mashitoh; Muhammad Saibani Wiyanto
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gaya komunikasi guru pada kelas EFL di SMAN Jogoroto. Penelitian dalam artikel ini dirancang dengan menggunakan metode kualitatif dimana peneliti menyajikan hasil dalam bentuk diagram batang dengan penjelasan hasil. Peneliti menganalisis Gaya bicara menggunakan teori Chaika (1982) dengan 9 jenis. Hasil temuan menunjukkan 57 ujaran yang termasuk Gaya bicara dengan total 8 jenis, yang dalam penelitian ini meneliti 9 jenis. Diantaranya adalah 2 ujaran yang termasuk dalam Frozen Style, kemudian 7 ujaran yang termasuk dalam Formal Style. 10 ujaran yang termasuk Gaya Konsultatif, Gaya Santai 12 ujaran. 21 ujaran yang termasuk dalam Informal Style dan 3 ujaran yang termasuk dalam Serious Style. Terakhir, 1 tuturan yang termasuk Gaya Ironis dan Humor. Kemudian Gaya bicara yang tidak terdeteksi ditemukan pada Intimate Style. Kesimpulannya, penggunaan Gaya bicara dalam pembelajaran tetap membuat siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan guru dapat berekspresi dengan bijak