Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Perilaku dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kabupaten Muna La Rangki; Arfiyan Sukmadi
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2021): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/healthcare.v10i2.153

Abstract

Background: The medical record data at the Napabalano Health Center for pulmonary TB in 2016 from January to December was 315 suspected cases, where in 2017 on the January-December period there are 261 cases of pulmonary TB were suspected. Research Purpose: This study aims to analyze the risk factors for TB pulmonary disease in Napabalano District, Muna Regency. Research Method: The research design is the Case Control Study. The study population was all suspected pulmonary TB in Napabalano Subdistrict, Muna Regency, from January to December 2017 totaling 261 cases with the number of sample cases 57 and controls 57 taken with Simple Random Sampling technique. Research Result: Knowledge is a risk factor for pulmonary TB, respondents with less knowledge at risk of suffering the pulmonary TB 4 times compared with respondents with sufficient knowledge. Behavior is a risk factor for the incidence of pulmonary TB, respondents with less behavior are at risk of suffering the pulmonary TB 5 times compared to respondents with sufficient behavior. Conclusions: There is that there are risk factors for knowledge and behavior towards the incidence of pulmonary TB. Suggestions need counseling on prevention behavior of tuberculosis. Keywords: Occurrence of Pulmonary TB, Knowledge and Behavior
Edukasi Tentang Penyalahgunaan Narkoba Pada Kalangan Remaja di SMPN I Kota Kendari Adius Kusnan; Sri Susanty; Arfiyan Sukmadi; Hajri, Waode Syahrani; Mubarak; Alifariki, La Ode
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v3i2.90

Abstract

Sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) sangat penting untuk menciptakan generasi bebas narkoba, dikarenakan siswa dan siswi SMP merupakan masa depan bangsa dan akan menentukan nasib bangsa dikemudian hari. Pemberian penyuluhan melalui materi ceramah adalah salah satu metode edukasi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahaya narkoba di kalangan generasi muda, khususnya siswa SMPN I Kendari. Pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan SMPN I Kota Kendari yang melibatkan 70 siswa dan guru yang telah dilaksanakan pada November 2023. Pengabdian ini berupa pemberian materi narkoba ke siswa dan guru sekolah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang klasifikasi, dampak, dan pencegahan narkoba di kalangan remaja.
Screening Status Nutrisi Pada Anak Sekolah Dasar di SDN 51 Kendari Saida; Sukurni; Rahmawati; Arfiyan Sukmadi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v2i2.64

Abstract

Masalah kesehatan anak sangat berkaitan erat dengan status gizi anak. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta pengukuran proses tubuh. UNICEF melaporkan sebanyak 167 juta anak di dunia yang menderita gizi kurang (underweight) sebagian besar berada di Asia Selatan. Anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami gizi kurang diantara penyebabnya ialah tingkat ekonomi yang rendah dan asupan makanan yang kurang seimbang serta rendahnya pengetahuan orang tua. Anak sekolah dengan pola makan seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik. Status gizi merupakan faktor penting dalam menjamin perkembangan dan pertumbuhan seorang anak yang optimal. Penilaian status gizi berkala merupakan upaya dalam deteksi dini malnutrisi sehingga dapat dilakukan tindakan yang semestinya. Upaya deteksi dini status gizi anak sekolah melalui tim dosen pengabdian kepada masyarakat prodi keperawatan fakultas kedokteran Universitas Halu Oleo melakukan screening stuatus gizi pada anak sekolah sekolah dasar negeri 51 Kota Kendari. Adapun kegiatan screening dengan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan, di dapatkan dari 28 orang anak yang hadir pada saat pengukuran kemudian hasil pengukuran dihiting berdasarkan IMT dalam umur. Kegiatan ini sangat penting untuk mendetesi secara dini tenang stautus gizi pada anak usia sekolah.
Hubungan IMT dengan Dislipidemia pada Pasien PJK yang Menjalani Tindakan Percutaneus Coronary Intervention Arfiyan Sukmadi; Haryati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 4 No. 2 (2024): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v4i2.86

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) penyebab  kematian nomor satu di dunia. Dislipidemia ditetapkan sebagai faktor resiko mayor terjadinya PJK menurut WHO-community study of elderly yang dapat menyebabkan aterosklerosis. Obesitas  menjadi masalah kesehatan di negara-negara berkembang, data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan peningkatan prevalensi obesitas sejak periode tahun 10.5% (2007) sampai 23.4% (2023). Semakin tinggi Indeks Massa Tubuh (IMT), semakin besar juga risiko akumulasi lemak yang mempengaruhi profil lipid. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan IMT dengan dislipidemia pada pasien PJK yang menjalani tindakan Percutaneus Coronary Intervention (PCI). Desain penelitian korelasional dengan pendekatan potong lintang dilaksanakan di RS tipe B dengan sampel sebanyak 105 pasien PJK yang dilakukan PCI periode tahun 2020 yang ditentukan secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan penelusuran data rekam medik terkait nilai IMT dan hasil pemeriksaan lemak darah. Uji koefisien kontingensi digunakan untuk menentukan hubungan antara kedua variabel.  Hasil menunjukkan 72 (68.6%) responden berjenis kelamin laki-laki. usia rata-rata 55 tahun dengan kelompok usia berisiko > 45 tahun sebanyak 87 orang (82.9%), responden dengan IMT kategori lebih, sebanyak 46 orang (43.8%), responden dengan dislipidemia sebanyak 41 orang (39.0%). Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p = 0.042 artinya terdapat hubungan antara IMT dengan dislipidemia pada pasien PJK dengan tindakan PCI. Nilai korelasi sebesar 0.194 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang lemah. Kesimpulan penelitian bahwa IMT yang berlebih memiliki hubungan yang signifikan dengan dislipidemia pada pasien PJK yang menjalani tindakan PCI.
Edukasi Pemanfaatan Biota Laut Sebagai Sumber Gizi dalam Pencegahan Malnutrisi Anak Usia Sekolah di Wilayah Pesisir Arfiyan Sukmadi; Jamaluddin; Sukurni; La Rangki; Waode Syahrani Hajri; Ida Mardhiah Afrini
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.253

Abstract

Wilayah pesisir di Indonesia menghadapi beban gizi ganda, termasuk stunting, kurus, dan defisiensi mikronutrien pada anak usia sekolah yang dipengaruhi kerentanan pangan dan rendahnya pemanfaatan pangan lokal bergizi seperti biota laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar wilayah pesisir tentang pemanfaatan biota laut sebagai pangan bergizi dalam upaya pencegahan malnutrisi serta menumbuhkan perilaku menjaga kebersihan laut. Pengabdian dilaksanakan di SDN 33 Kendari, Kelurahan Abeli, Kota Kendari, melalui sosialisasi interaktif yang meliputi pemutaran media visual, permainan edukatif, dan diskusi mengenai jenis biota laut, manfaat gizi rumput laut, dan perilaku menjaga lingkungan laut; pengetahuan dinilai menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebanyak 67 siswa mengikuti kegiatan, dengan hasil peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator: kemampuan menyebutkan minimal dua contoh biota laut naik dari 50% menjadi 85%, mengetahui bahwa rumput laut adalah pangan bergizi untuk anak naik dari 45% menjadi 90%, menyebut minimal dua manfaat gizi rumput laut meningkat dari 30% menjadi 80%, dan menyebut minimal dua cara menjaga kebersihan laut naik dari 55% menjadi 88%. Kesimpulan pengabdian bahwa edukasi berbasis potensi lokal biota laut terbukti efektif meningkatkan literasi gizi dan lingkungan pada anak usia sekolah pesisir, dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan program UKS serta intervensi gizi berbasis produk olahan rumput laut.  
Perbedaan Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri pada Pasien Penyakit Jantung Koroner dengan Jumlah Stenosis ?1 dan >1 yang Menjalani Tindakan Percutaneus Coronary Intervention Arfiyan Sukmadi; Haryati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.267

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Derajat keparahan PJK, khususnya jumlah pembuluh koroner dengan stenosis signifikan, berperan penting dalam terjadinya disfungsi ventrikel kiri yang tercermin melalui penurunan fraksi ejeksi (EF). Penelitin ini bertujuan untuk menilai perbedaan rerata fraksi ejeksi ventrikel kiri pada pasien PJK berdasarkan jumlah pembuluh koroner dengan stenosis signifikan. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain potong lintang ini menggunakan data rekam medis pasien PJK yang menjalani coronary angiography (CAG) dan/atau percutaneous coronary intervention (PCI) di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari–Desember 2022. Pasien dikelompokkan menjadi stenosis ?1 pembuluh (0–1 vessel) dan stenosis >1 pembuluh (2–3 vessel). Perbedaan rerata EF dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Sebanyak 96 pasien dianalisis, terdiri dari 61 pasien dengan stenosis ?1 pembuluh dan 35 pasien dengan stenosis >1 pembuluh. Rerata EF pada kelompok stenosis ?1 pembuluh adalah 46,5±14.0%, sedangkan pada kelompok stenosis >1 pembuluh sebesar 42.0±10.5%. Selisih rerata EF sebesar ?4.51% (95% CI ?9.52 hingga 0.50) dan tidak bermakna secara statistik (p=0.077). Meskipun demikian, terdapat kecenderungan penurunan EF seiring peningkatan jumlah pembuluh stenosis. Pasien PJK dengan stenosis >1 pembuluh cenderung memiliki fraksi ejeksi ventrikel kiri yang lebih rendah dibandingkan pasien dengan stenosis ?1 pembuluh.
Gap Analysis of Spiritual Education Provision for Hospitalized Patients: Integrating Health Promotion in Hospital Settings Muhammad Syahwal; Arfiyan Sukmadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 3 (2026): March 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i3.9048

Abstract

Introduction: Spiritual health is an important component of holistic healthcare that influences clinical outcomes and patient recovery processes. In the PRECEDE–PROCEED health promotion model, the fulfillment of spiritual needs is influenced by predisposing, facilitating, and reinforcing factors. There is still a significant gap between patients' spiritual needs and the services provided, especially in relation to worship guidance and strengthening relationships with God during treatment. To analyze the discrepancy between expected and provided spiritual education interventions for inpatients through the lens of health promotion. Methods: We conducted a quantitative descriptive study in a private hospital in Kendari City in June-July 2025. The participants were 76 inpatients (aged ?18 years with a minimum stay of 2 days) and 15 nurses (clinical experience ?6 months), who were recruited through purposive sampling. Data collection used a validated structured questionnaire with acceptable internal consistency (Cronbach's Alpha ?0.70). Descriptive analysis was performed using jamovi software, while the gap between expected and provided education was analyzed through percentage comparisons and unmet need ratio calculations. Results: A significant discrepancy was found between patients' expectations of spiritual education and nursing practices. Only 9.2% of patients received education on strengthening spiritual connections, while 31.5% reported needing this support. Guidance on adjusting worship practices was provided to only 3.4% of patients, even though 12.7% expressed this need. Interestingly, 67.1% of patients continued their worship during illness, yet 88.2% of nurses did not offer guidance on worship adjustments. Conversely, over 85.5% of nurses provided education on patience, while only 29.8% of patients needed it. Major barriers included sensitivity to spiritual topics, limited time, and inadequate spiritual knowledge. Conclusion: The significant gap between expectations and services indicates systemic weaknesses in competency, support, and care orientation. Comprehensive and multilevel interventions are essential to ensure the accommodation of spiritual care in nursing services.