Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 13 KABILA KECAMATAN KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Anasiru, M. Anas; Misnati, Misnati; Puspawati, Ni Nengah
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 1 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.154 KB)

Abstract

ABSTRACT Learning achievement is the mastery of knowledge or skills developed through the subjects, embodied in the form of values or numbers. Learning achievement that is displayed with the scores or numbers created by teachers based on assessment guidelines on each student is different, based on the level of mastery of the competencies that have been set. The problem studied is whether breakfast has an influence on student achievement in school. This study aims to determine the relationship between Breakfast Habits and Student Achievement in State Elementary School Number 13 Kabila District of Kabila Bone Bolango Regency. The research method is analytic survey with cross-sectional survey design. The population is 102 students enrolled in SDN 13 Kabila.Samples are taken from class III, IV and V, using simple random sampling. Independent variable is breakfast habit and the dependent variable is student achievement in school. Data collection is done by using questionnaire.Data analysis method is "Chi-Square (X2)." The result of statistic test obtained by the researcher found that X2 count was bigger than X2 table (10,935> 9,488). Where Ha is accepted and Ho is rejected. Conclusion: there is Relationship between Breakfast Habit and Student Achievement at State Elementary School 13 Kabila Sub District Kabila of Bone Bolango Regency. Keywords: Breakfast Habit, Learning Achievement, Student ABSTRAK Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, diwujudkan dalam bentuk nilai atau angka. Prestasi belajar yang ditampilkan dengan nilai atau angka dibuat guru berdasarkan pedoman penilaian pada masing-masing siswa berbeda, berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan. Permasalahan yang dikaji adalah apakah sarapan memiliki pengaruh dengan prestasi belajar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 13 Kabila Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan survei analitik dengan rancangan survey cross sectional. Populasi sebanyak 102 siswa yang terdaftar di SDN 13 Kabila sampel yang diambil dari kelas III, IV dan V, menggunakan simple random sampling. Variabel bebas yaitu kebiasaan sarapan dan variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa di sekolah Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan ? Chi Square (X2).? Hasil uji statistik yang diperoleh peneliti didapatkan bahwa X2 hitung ternyata lebih besar dari X2 tabel ( 10,935 > 9,488). Dimana Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 13 Kabila Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Kata Kunci: Kebiasaan Sarapan, Prestasi Belajar, Siswa
GAMBARAN PENGETAHUAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI DESA TABONGO TIMUR KABUPATEN BONE BOLANGO Anasiru, M. Anas; Ruhmayanti, Nur Ayu; Imale, Sakila
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 2 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.082 KB)

Abstract

ABSTRACT Exclusive breastfeeding is the act of breastfeeding the baby without providing other foods or beverages, including water (except drugs and vitamin or mineral drops: pumping breast milk is also allowed). Exclusive Breast Milk Coverage in Kabupaten Gorontalo is 32%, so it needs attention from the health sector. The purpose of this research is to know the description of mother's knowledge about exclusive breastfeeding in Tabongo Timur village, Tabongo sub-district, Gorontalo regency. The research method is descriptive survey method. The population of 29 people, and the subject of research as many as 26 people. The research variable is independent variable that is mothers? knowledge about exclusive breastfeeding. The results showed that 7 mothers (26.9%) breastfed exclusively while 19 mothers (73.1%) did not. Conclusions: Most of the mothers in Tabongo Timur village, Tabongo sub-district, Gorontalo district still have less knowledge about exclusive breastfeeding (69.2%) and the benefits (88.5%), have not provided breast milk shortly after delivery (46.2%), and had given breast milk 8-13 times a day (65.4%). Keywords: Knowledge, Exclusive Breast Milk ABSTRAK Menyusui eksklusif adalah tindakan memberi ASI pada bayi tanpa memberikan makanan atau minuman lain, termasuk air putih (kecuali obat-obatan dan vitamin atau mineral tetes : ASI perah juga diperbolehkan). Cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Gorontalo sebesar 32%, sehingga perlu perhatian dari pihak kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yaitu metode survei deskriptif. Populasi sebanyak 29 orang, dan subjek penelitian sebanyak 26 orang. Variabel penelitian menggunakan variabel mandiri yaitu pengetahuan tentang ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 7 orang (26,9%), dan ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 19 orang (73,1%). Kesimpulan : Sebagian besar ibu-ibu di Desa Tabongo Timur Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo, masih memiliki pengetahuan kurang tentang pengertian ASI eksklusif (69,2%), pengetahuan kurang tentang manfaat ASI eksklusif (88,5%), belum memberikan ASI sesaat sejak kelahiran bayi (46,2%), dan telah memberikan ASI 8-13 kali sehari (65,4%). Kata Kunci : Pengetahuan, ASI Eksklusif
PENGARUH ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN, POLA ASUH, DAN STATUS KESEHATAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI PUSKESMAS TILANGO KECAMATAN TILANGO KABUPATEN GORONTALO Anasiru, M. Anas; Domili, Indra
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 1 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.439 KB)

Abstract

ABSTRACT Stunting occurs to 170 million children aged under 5 years with prevalence of 40% in South Asia and 50% in Sub-Saharan Africa. Finding of Basic Health Research in Indonesia in 2010 shows that there are 35.6% of stunting babies and it improves to 37.2% in 2013. Then, data of Department of Health in Gorontalo District in 2013 show that number of stunting babies at Puskesmas (Public Health Center) of Tilango remains in the highest level. Objective this research aims to identify and add insight about influence of energy and protein intake, parenting and health status over stunting incident at babies aged 12 to 36 months. This research is conducted in Puskesmas of Tilango area, District of Gorontalo. Research hypothesis is H1: there is influence of energy and protein intake, parenting and health status on stunting incident at babies aged 12 to 36 months, H0: there is no influence of energy and protein intake, parenting and health status on stunting incident at babies aged 12 to 36 months. Methodology: it applies analytical observational study with case control design in which the case group is stunting babies while control group is non-stunting babies. Finding p value of energy intake is 0,010 with value of OR for 1,664, protein intake is 0,000 with value of OR for 2,172, parenting is 0,000 with value of OR for 4,714 and status of health is 0,096. Conclusion: There is influence of energy and protein intake as well as parenting on stunting incident at babies aged 12 to 36 months at Puskesmas of Tilango, Sub-district of Tilango, District of Gorontalo. There is no influence of health status on stunting incident at babies aged 12 to 36 months at Puskesmas of Tilango, Sub-district of Tilango, District of Gorontalo. Keywords: Stunting, Protein, Parenting ABSTRAK Stunting terjadi sekitar 170 juta pada anak usia dibawah 5 tahun dengan prevalensi 40% di Asia Selatan dan 50% di sub Sahara Afrika. Hasil Riset Kesehatan Dasar di Indonesia tahun 2013 masih terdapat 37.2% balita stunting meningkat dari 35,6% tahun 2010. Puskesmas Tilango terdapat balita stunting tertinggi di Kabupaten Gorontalo. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dan menambah wawasan tentang pengaruh asupan energi dan protein, pola asuh dan status kesehatan terhadap kejadian stunting pada anak umur 12-36 bulan. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di wilayah Puskesmas Tilango Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Hipotesis penelitian ini H1: Ada pengaruh asupan energi dan protein, Pola Asuh, dan status Kesehatan terhadap kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan, H0: Tidak ada pengaruh asupan energi dan protein, Pola Asuh, dan status Kesehatan terhadap kejadian stunting pada anak usia 12-36 bulan. Metodologi yang digunakan yaitu studi observational analitik dengan rancangan case control dimana sebagai kelompok kasus adalah balita stunting dan kelompok kontrol yaitu balita non stunting. Hasil Nilai p Asupan energi 0,010 nilai OR 1,664, Asupan protein 0,000 nilai OR 2,172, Pola asuh 0,000 nilai OR 4,714, dan status kesehatan 0,096. Kesimpulan Ada pengaruh asupan energi, Protein dan pola asuh terhadap kejadian stunting Anak usia 12-36 bulan di Puskesmas Tilango Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Tidak ada pengaruh status kesehatan terhadap kejadian stunting Anak usia 12-36 bulan di Puskesmas Tilango Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Kata Kunci: Stunting, Protein, Pola Asuh
FAKTOR RESIKO TERJADINNYA OBESITAS PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK RAUDHATUL ATHFAL AL MOURKI Anasiru, M. Anas; Sutarno, Wiwi Ulfairah
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 1 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Overweight and obesity occur due to higher energy intake than the energy released. High energy intake is caused by consumption of high-energy food sources and fats, while low energy consumption is caused by lack of physical activity and sedentary life style. (Minarto, 2011)This study aims to determine the risk factors for obesity in Raudhatul Athfal Almourky kindergarten students in Gorontalo RegencyThe method of this study included the type of analytical survey research. The population of 82 children and 15 children was sampled. The independent variables are risk factors including diet, and physical activity. Variable bound is Obesity in kindergarten students. Data analysis in this study used the "Chi Square (X2)" statistical test. "Research results for diet: X2 table, α; 0.90 = 0.0158 and X2 count = 0.085; means X2 count is greater than X2 table. Research Results for physical activity: X2 table, α; 0.90 = 0.0158 and X2 count = 0.417; means X2 count is greater than X2 table.Conclusions: There are dietary risk factors for the incidence of obesity in the Raudhatul Athfal Almourky District of Gorontalo Regency. There are risk factors for physical activity in the incidence of obesity in Gorontalo.Raudhatul Athfal Almourky Kindergarten. Factors of physical activity have more influence on obesity than factors diet in Raudhatul Athfal Almourky Kindergarten Gorontalo District. ABSTRAK Kegemukan dan obesitas terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan. Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan penegluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan sedentary life style. (Minarto, 2011)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko terjadinya obesitas pada siswa taman kanak-kanak Raudhatul Athfal Almourky Kabupaten GorontaloMetode penelitian ini termasuk jenis penelitian survey analitik.Populasi sebanyak 82 anak dan 15 anak dijadikan sampel. Variabel bebas yaitu faktor risiko meliputi pola makan, dan aktivitas fisik.Variabel Terikat yaitu Obesitas pada siswa taman kanak-kanak. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistic “Chi Square (X2).”Hasil penelitian untuk pola makan :X2 tabel, α; 0,90 = 0,0158 dan X2 hitung = 0,085; berarti X2 hitung lebih besar dari X2 tabel. Hasil Penelitian untuk aktivitas fisik :X2 tabel, α; 0,90 = 0,0158 dan X2 hitung = 0,417; berarti X2 hitung lebih besar dari X2 tabel.Kesimpulan ;Adanya faktor risiko pola makan terhadap kejadian obesitas di Taman Kanak-kanak Raudhatul Athfal Almourky Kabupaten Gorontalo.Adanya faktor risiko aktifitas fisik terhadap kejadian obesitas di Taman Kanak-kanak Raudhatul Athfal Almourky Kabupaten Gorontalo.Faktor aktifitas fisik lebih berpengaruh terhadap kejadian obesitas dibandingkan faktor pola makan di Taman Kanak-kanak Raudhatul Athfal Almourky Kabupaten Gorontalo.
PENGATURAN GIZI PADA PENANGANAN PREEKLAMPSIA Anasiru, M. Anas
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 1 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.527 KB)

Abstract

Preeklampsia dan eklampsia merupakan satu kesatuan penyakit, yang langsung disebabkan oleh kehamilan. Tujuan penulisan essay ini adalah memahami lebih dalam tentang preeklampsia yaitu mengenai definisi, klasifikasi, manifestasi klinik, patofisiologi, efek, pencegahan, pengobatan dan diet preeklampsia. Beberapa simpulan pada essay ini yaitu bahwa dalam penanganan kasus, faktor risiko harus dikenali sedini mungkin, hal ini dijadikan dasar pengawasan antenatal yang teratur dan seleksi kasus. Pencegahan preeklampsia tampaknya belum memberikan hasil yang menggembirakan, meskipun sudah banyak dilakukan penelitian untuk itu. Pemberian vitamin C, toxopheral (vit E), beta caroten, minyak ikan (Eicosapentanoic acid), zink, magnesium yang diberikan bersama anti oksidan N acetyl cystein tampaknya dapat menurunkan angka kejadian preeklampsia dan eklampsia pada kasus risiko tinggi. Pada penanganan penderita preeclampsia dan eklampsia, faktor ketidaktahuan, kemiskinan, dan terlambat datang ke rumah sakit sangat mempengaruhi prognosa dan morbiditas-mortalitas penderita. Kata Kunci: Preeklampsia
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 13 KABILA KECAMATAN KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Anasiru, M. Anas; Misnati, Misnati; Puspawati, Ni Nengah
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 1 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v3i1.121

Abstract

ABSTRACT Learning achievement is the mastery of knowledge or skills developed through the subjects, embodied in the form of values or numbers. Learning achievement that is displayed with the scores or numbers created by teachers based on assessment guidelines on each student is different, based on the level of mastery of the competencies that have been set. The problem studied is whether breakfast has an influence on student achievement in school. This study aims to determine the relationship between Breakfast Habits and Student Achievement in State Elementary School Number 13 Kabila District of Kabila Bone Bolango Regency. The research method is analytic survey with cross-sectional survey design. The population is 102 students enrolled in SDN 13 Kabila.Samples are taken from class III, IV and V, using simple random sampling. Independent variable is breakfast habit and the dependent variable is student achievement in school. Data collection is done by using questionnaire.Data analysis method is "Chi-Square (X2)." The result of statistic test obtained by the researcher found that X2 count was bigger than X2 table (10,935> 9,488). Where Ha is accepted and Ho is rejected. Conclusion: there is Relationship between Breakfast Habit and Student Achievement at State Elementary School 13 Kabila Sub District Kabila of Bone Bolango Regency. Keywords: Breakfast Habit, Learning Achievement, Student ABSTRAK Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, diwujudkan dalam bentuk nilai atau angka. Prestasi belajar yang ditampilkan dengan nilai atau angka dibuat guru berdasarkan pedoman penilaian pada masing-masing siswa berbeda, berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan. Permasalahan yang dikaji adalah apakah sarapan memiliki pengaruh dengan prestasi belajar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 13 Kabila Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan survei analitik dengan rancangan survey cross sectional. Populasi sebanyak 102 siswa yang terdaftar di SDN 13 Kabila sampel yang diambil dari kelas III, IV dan V, menggunakan simple random sampling. Variabel bebas yaitu kebiasaan sarapan dan variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa di sekolah Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan “ Chi Square (X2).” Hasil uji statistik yang diperoleh peneliti didapatkan bahwa X2 hitung ternyata lebih besar dari X2 tabel ( 10,935 > 9,488). Dimana Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 13 Kabila Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Kata Kunci: Kebiasaan Sarapan, Prestasi Belajar, Siswa
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BOLU KUKUS UBI JALAR UNGU Gobel, Safira; Anasiru, M. Anas; A. Ntau, Liean
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 1 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i1.838

Abstract

Stunting is a nutrition issue that faced by many impoverished and developed countries. Providing balanced and healthy snacks can help meet the nutritional needs of toddlers and fulfill their dietary requirements. This study aimed to determine the influence of moringa leaf flour substitution on the organoleptic characteristics of steamed purple sweet potato sponge cake as an alternative stunting prevention. This experimental research employed a Completely Randomized Design (CRD) with 4 replications and a total of 16 treatments. The study was conducted in January 2023, with a population of 30 moderately trained panelists who were nutrition students from Gorontalo Polytechnic of Health of the Ministry of Health. The data analysis was performed using the friedman test and paired t-test. The findings revealed that treatment P1 (10 grams of moringa leaf powder substitution) had the highest average value for taste, aroma, and texture in purple sweet potato steamed cake, with an average value of 3.52 for taste, 3.24 for aroma, and 2.77 for texture. Meanwhile, the highest level of color preference was found in treatment P0 (without moringa leaf flour substitution), with an average value of 3.86. These findings indicated that substituting moringa leaf flour significantly influences the taste, aroma, color, and texture of purple sweet potato steamed cake (p = 0.005). The conclusion, substituting moringa leaf flour in purple sweet potato steamed cake positively influences the taste, aroma, color, and texture.Stunting merupakan isu masalah gizi yang saat ini menjadi masalah yang dihadapi oleh negara miskin dan negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun kelor terhadap karakteristik organoleptik bolu kukus ubi jalar ungu sebagai alternatif pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan sehingga diperoleh 16 perlakuan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2023. Populasi studi penelitian adalah panelis agak terlatih yaitu 30 mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Analisis data menggunakan friedman dan paired t-test. Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata nilai tingkat kesukaan rasa, aroma, dan tekstur terhadap bolu kukus ubi jalar ungu terdapat pada perlakuan P1 (substitusi tepung daun kelor 10 gram) dengan nilai rata-rata 3,52 untuk rasa, 3,24 untuk aroma dan 2,77 untuk tekstur. Sedangkan terhadap warna nilai tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan P0 (tanpa substitusi tepung daun kelor)  dengan nilai rata-rata 3,86.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh substitusi tepung daun kelor terhadap bolu kukus ubi jalar ungu pada rasa, aroma, warna dan tekstur (p = 0,005). Kesimpulan penelitian menunjukkan ada pengaruh substitusi tepung daun kelor pada bolu kukus ubi jalar ungu baik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur.