Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Program Bank Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Di Desa Padaawas Nurussalamah, Aisyah Mahla; Oktaviani, Sonia; Septian, Septian; Agustina, Santi; Safar, Nazwa Azzahra; Ramadan, Muhamad Fajar; Hermalia, Helna; Firdlah, Hilma Nasya Faizaini; Mulyana, Haviv; Febriyanti, Dini Chaeri; Sofyan, Meti Mediyastuti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 11 (2024): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/k3n0ce98

Abstract

Desa Padaawas yang terletak di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, menghadapi permasalahan dalam pengelolaan sampah yang berdampak signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sebagai respons terhadap tantangan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler 37 Universitas Muhammadiyah Bandung melaksanakan program Bank Sampah di RW 09 Desa Padaawas. Program ini dimulai dengan tahap sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsep dan manfaat Bank Sampah, diikuti dengan pembentukan tim pengelola yang melibatkan perwakilan masyarakat dan mahasiswa. Fasilitas bank sampah dipasang di empat lokasi strategis untuk memfasilitasi pemilahan dan pengumpulan sampah. Implementasi program mencakup pengadaan alat dan bahan, pembuatan fasilitas, dan evaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas program melalui pengumpulan data terkait volume sampah, tingkat partisipasi masyarakat, dan dampak lingkungan. Temuan dari evaluasi ini digunakan untuk penyesuaian program guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan. Program ini memberikan manfaat lingkungan, seperti pengurangan penumpukan sampah dan emisi gas rumah kaca, serta manfaat sosial, termasuk pendapatan tambahan bagi masyarakat dan pengurangan biaya pengelolaan sampah.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19 Desa Segaran Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang Kamelia, Sagita; Sofyan, Meti Mediyastuti; Tati, Tati
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v19i2.85205

Abstract

Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pada 11 Maret 2021 Indonesia mengalami penyebaran Covid-19 yang relatif cepat dan  mengakibatkan terjadinya penurunan perekonomian. Permasalahan ini berimbas pada ekonomi masyarakat desa. Salah satunya adalah Desa Segaran Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang. tidak dipungkiri bahwa pemberlakuan pereturan pemerintah dengan adanya PSBB hingga PPKM menjadi salah satu berhentinya roda perekonomian. Akibatnya banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Dengan begitu penulis tertarik untuk mengetahui adakah pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 pada Desa Segaran Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pelaksanaan pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 Desa Segaran Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori pemberdayaan ekonomi mayarakat menurut Hutomo (2000), yang terdiri dari penguatan produksi, penguatan masyarakat untuk mendapatkan gaji/upah yang sesuai dan memadai, menguatkan penguasaan distribusi dan pemasaran. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif  berupa deskripsi dengan pendekatan studi kasus, dimana datanya diperoleh melalui studi lapangan berupa observasi dan wawancara serta studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini bahwa Desa Segaran telah menerapkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sejak tahun 2018 dan di perkuat kembali sejak adanya Pandemi Covid-19. Dari hasil wawancara berdasarkan indikator bahwa penguatan produksi dilakukan melalui: program pelatihan produksi bolu kijing, kue cincin, bandeng presto dan pengembangan industri kreatif. Penguatan mendapatkan upah/gaji berupa bantuan modal serta Penguatan distribusi dan pemasaran berupa pendidikan.
Evaluation of the Impact of the Thrifting Ban Policy at Gedebage Market Bandung City Albari, Diva Septiansyah; Rahardian, Ramaditya; Yusup, Rikki Maulana; Andri, Yayan; Sofyan, Meti Mediyastuti
Journal of Social and Policy Issues Volume 5, No 3 (2025) July - September
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/jspi.v5i3.543

Abstract

The issue of used clothing, or trifling, has become a significant concern for the government and the wider public today, both in social and print media. This study analyzes the impact of the policy banning the sale of used clothing at Gedebage Market, Bandung, which was implemented to protect the local textile industry and reduce textile waste. Using a descriptive qualitative approach with data collection techniques such as interviews and documentation studies, the findings of this study found that the policy banning the trifling trade had a significant impact on various aspects of life. Economically, traders experienced a decrease in income and some were forced to close their businesses. Socially, people lost access to affordable clothing and resistance emerged. From a political perspective, there was debate about the fairness of the policy and the lack of public involvement in its formulation, which directly impacted traders. Meanwhile, from an environmental perspective, this policy is considered to have positive potential in reducing textile waste, although it still requires further policy support such as the provision of facilities. This study recommends various participatory and inclusive policy evaluations in the implementation of policies related to the ban on trifling in the Cimol Gedebage market in Bandung City, by considering several aspects of balance, including the economic interests of the community and environmental sustainability that encourage efforts not to marginalize traders who sell used clothes in the Cimol Gedebage market in Bandung City.
The Hexahelix Model in the Prevention and Eradication of Narcotics Abuse in Bandung City Febriansyah, Roy; Rahardian, Ramaditya; Sofyan, Meti Mediyastuti; Yusup, Rikki Maulana
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 20, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v20i2.109972

Abstract

The problem of drug abuse and illicit drug trafficking in Bandung City is a strategic issue that requires a collaborative response across sectors. This study aims to analyse the implementation of Collaborative Governance within the Hexa Helix Model in the execution of the National P4GN Programme by the Bandung City Narcotics Control Board (BNN). The approach used is qualitative interpretative, with data collection techniques including in-depth interviews, observations, and document reviews involving six key actors: government, academia, the private sector, civil society, media, and legal entities. Data analysis is based on the interactive model by Miles, Huberman, and Saldana. The results indicate that the five dimensions of Collaborative Governance according to Ansell and Gash starting condition, facilitative leadership, institutional design, collaborative process, and intermediate outcomes have been implemented in the collaboration between the BNN and the actors. The BNN acts as a facilitator in collaborative forums, agreement formulation, and the implementation of preventive programmes such as socialisation, training, mass urine testing, and the establishment of the Bersinar neighbourhood. Although this collaboration shows positive initial results, challenges still arise, such as limited resources, differences in interests, and the absence of mutually agreed evaluation indicators. This study concludes that the Hexa Helix Model is effective in strengthening synergy among stakeholders, but its sustainability requires strengthened commitment, institutional reforms, and the formulation of measurable and mutually agreed-upon performance indicators.