Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FRAMING BERITA KASUS SUAP KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI PADA KORAN TEMPO Lintang Andini; Adi Nugroho; Taufik Suprihatini; Much Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.206 KB)

Abstract

Mahkamah Konstitusi adalah salah satu lembaga tinggi negara yang harus menjaga konstitusi dan menegakkan hukum di Indonesia. Namun, yang terjadi justru Ketua Mahkamah Konstitusi ditangkap KPK karena terlibat suap dalam sengketa Pilkada Gunung Mas dan Pilkada Lebak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Koran Tempo membingkai kasus suap yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Penelitian dilakukan terhadap Koran Tempo, karena koran ini dianggap layak dan memiliki keunggulan dibanding koran lain.Teori yang digunakan adalah teori konstruksi realitas sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Penelitian menggunakan pendekatan analisis framing yang dikembangkan Robert N. Entman, yang terdiri dari empat perangkat, yaitu Define Problems(pendefinisian masalah), Diagnose Cause (memperkirakan sumber masalah), Make Moral Judgement (membuat keputusan moral) dan Treatment Recommendation(menekankan penyelesaian). Hasil penelitian menunjukkan, define problem adalah Koran Tempo memahami kasus ini sebagai skandal besar di Indonesia. Kasus suap ini melibatkan ketua Mahkamah Konstitusi yang seharusnya menegakkan hukum dan memberantas korupsi. Diagnose Cause adalah Akil dianggap sebagai pihak yang bersalah dalam kasus ini. Make Moral Judgementyang diberikan Koran Tempo adalah penilaian negatif terhadap Akil, misalnya Akil dianggap hakim yang tidak netral dan diduga melakukan pencucian uang. Penilaian negatif juga ditujukan pada Mahkamah Konstitusi dengan memberitakan bahwa praktek pemerasan pihak berperkara sudah biasa terjadi disana. Treatment Recommendationdari Koran Tempo adalah KPK harus mengusut tuntas kasus ini. Koran Tempo memiliki ciri khas yang memberi perhatian khusus dan berani mengungkap kasus-kasus khusunya kasus korupsi dan suap. Bahasa yang digunakan Koran Tempo cenderung lebih berani. Pemberitaan Koran Tempo juga didukung dengan hasil investigasi yang mengungkap fakta bahwa banyak kejanggalan yang dilakukan Akil. Dapat disimpulkan, Koran Tempo membentuk konstruksi bahwa Akil Mochtar adalah pihak yang bersalah dalam kasus ini. Mahkamah Konstitusi juga dikonstruksikan sebagai lembaga yang tidak bersih dari tindak korupsi. Koran Tempo bersikap tidak netral dengan cenderung memihak pada KPK. Key Words: Mahkamah Konstitusi, Praktik Suap, Koran Tempo
Pencegahan Hipertensi melalui Edukasi dan Deteksi Dini di Posyandu Lansia Keden Ngadirejo, Kabupaten Sukoharjo Azenta, Moch. Tabriz; Sulthon, Pradestya Achmad; Kamila, Aulida Azkia; Zahra, Putri Fatimah; Addawiyah, Ayudya Intan Robbiatul; Andini, Lintang; Anam, Ilham Hafizha Maulana; Amelia, Nesza; Dimentieva, Aizah Nautica; Suryaningsih, Retno
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1663

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia dengan prevalensi tinggi dan dampak signifikan terhadap morbiditas kardiovaskular, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan lansia terkait Hipertensi sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan di Posyandu Lansia Keden Ngadirejo, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan jenis penelitian korelasi dengan desain semi-eksperimental before and after pada 49 lansia berusia 60 tahun ke atas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan terstruktur mengenai Hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah dilaksanakan dalam satu sesi. Data pengetahuan dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank untuk melihat perubahan pengetahuan pada setiap peserta. Hasil menunjukkan perubahan pengetahuan yang bermakna secara statistik (W = 60,00; z = -3,256; p < 0,001) dengan estimasi Hodges-Lehmann sebesar -1,000, yang mengindikasikan nilai posttest secara konsisten lebih tinggi dibandingkan nilai pretest pada seluruh peserta. Karakteristik peserta didominasi perempuan (85,7%) dengan kelompok usia terbanyak pada rentang 66-70 tahun (40,8%). Kesimpulannya, posyandu lansia merupakan platform yang efektif untuk pelaksanaan edukasi kesehatan berbasis komunitas dalam upaya pencegahan Hipertensi pada populasi lanjut usia di wilayah rural.