Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deteksi Dini Risiko Sindrom Metabolik pada Remaja di Daerah Urban dan Rural: Early Detection of Metabolic Syndrome Risk in Adolescents in Urban and Rural Areas Aisyah, Riandini; Jatmiko, Safari Wahyu; Bestari, Rochmadina Suci; Supraba, Intan Pratiwi; Utami, Indari; Wibowo, Haryo Kunto; Mapa, Anna Rochim; Utami, Aurelia Ratna; Anggitaratri, Zakia Novi; Haliza, Sheli Nur; Fitri, Alifah Aulia; Anam, Ilham Hafizha Maulana; Azenta, Moch. Tabriz; Syahida, Safira; Sulistiyo, Azka Hafiy; Brilliantama, Fandy Akbar; Maulida, Amira Hasna; Wafiq, Muhammad Azzim; Kamila, Aulida Azkia; Rohman, Raihan Fadzlur
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 8 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i8.9733

Abstract

Metabolic syndrome is a collection of metabolic disorders that are closely related to an increased risk of developing diabetes mellitus and cardiovascular diseases in obese adolescents. Metabolic syndrome in adolescents is still reversible with varying timeframes. In adolescents with metabolic syndrome, the transition from homeostasis with normal blood sugar levels to type 2 diabetes occurs more rapidly compared to adults. Early diagnosis of metabolic syndrome is essential for prevention through lifestyle changes. Living in urban areas has a higher risk of obesity compared to living in rural areas after controlling for other variables. This activity aims to initially screen metabolic syndrome in middle school adolescents in urban and rural areas. The measurement of metabolic syndrome parameters involved 107 students, consisting of 47 middle school students in urban areas and 60 in rural areas. The measurement and data analysis results showed significant differences in body mass index (p<0,001), waist size (p=0.03), waist circumference (p=0.007), and upper arm circumference (p=0.002) between students in urban and rural areas, while blood sugar levels, blood pressure, and neck circumference did not show significant differences.
SKRINING DAN EDUKASI ANEMIA PADA SISWI SMP MUHAMMADIYAH 7 PROGRAM UNGGULAN COLOMADU KARANGANYAR Bestari, Rochmadina Suci; Aisyah, Riandini; Busyra; Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Sulistyani; Kamila, Aulida Azkia; Ripdianti, Arum Dyah; Kadarsih, Wulan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kesehatan remaja merupakan isu publik yang signifikan secara global dan di Indonesia. Faktor-faktor seperti kebiasaan gaya hidup dan kurangnya pengetahuan berkontribusi terhadap masalah ini, termasuk anemia. Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia, dengan prevalensi tinggi pada remaja putri. Kegiatan ini bertujuan untuk skrining anemia dan memberi edukasi tentang anemia pada siswi SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Februari 2025, melibatkan 22 siswi kelas 7, 8, dan 9 di SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. Metode yang digunakan adalah skrining Hb dan edukasi tentang anemia, termasuk pengisian kuesioner pengetahuan. Hasil skrining menunjukkan 9,09% siswi menderita anemia. Rata-rata skor pengetahuan adalah 10,5. Analisis uji-t independen menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pengetahuan siswi yang anemia dan yang tidak anemia (p = 0,917). Hal ini menyimpulkan bahwa pengetahuan bukan satu-satunya faktor penentu status anemia, karena faktor lain seperti nutrisi dan pola makan juga berperan dalam kondisi anemia. ABSTRACT Adolescent health is a significant public issue globally and in Indonesia. Factors such as lifestyle habits and lack of knowledge contribute to this problem, including anemia. Anemia remains an important public health issue in Indonesia, with a high prevalence among adolescent girls. This activity aims to screen for anemia and provide education about anemia to female students at SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. This activity was conducted on February 19, 2025, involving 22 female students in grades 7, 8, and 9 at SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu. The methods used were Hb screening and education about anemia, including filling out a knowledge questionnaire. The screening results showed that 9.09% of female students suffered from anemia. The average knowledge score was 10.5. Independent t-test analysis showed that there was no statistically significant difference between the knowledge scores of students with anemia and those without anemia (p = 0.917). This concludes that knowledge is not the only determining factor for anemia status, as other factors such as nutrition and diet also play a role on anemia condition.
Peningkatan Pengetahuan tentang Diabetes Melitus, Sindrom Metabolik, dan Faktor Risikonya melalui Edukasi pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Surakarta Aisyah, Riandini; Jatmiko, Safari Wahyu; Bestari, Rochmadina Suci; Kamila, Aulida Azkia; Anam, Ilham Hafizha Maulana; Anggitaratri, Zakia Novi
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.99814

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan golongan usia yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti faktor hormonal maupun faktor eksternal seperti pola makan dan gaya hidup yang jika tidak dikelola dengan benar sejak dini maka berpotensi meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik, salah satunya diabetes melitus. Tinggal di perkotaan lebih besar meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik dengan kemudahan pemanfaatan teknologi, pemilihan jenis makanan, dan gaya hidup sedentair. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang sindrom metabolik dan faktor risikonya pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surakarta sejak dini melalui edukasi.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa edukasi kesehatan melalui presentasi materi tentang sindrom metabolik dan diabetes melitus, faktor risiko, dan strategi pencegahan sejak dini.  Pretest dan posttest diberikan untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah edukasi pada siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta.Hasil dan pembahasan: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang bermakna pada siswa sebelum dan setelah edukasi dengan nilai p<0,01.Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta tentang sindrom metabolik, diabetes melitus, faktor risiko dan pencegahannya setelah diberikan edukasi.