Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deteksi Dini Risiko Sindrom Metabolik pada Remaja di Daerah Urban dan Rural: Early Detection of Metabolic Syndrome Risk in Adolescents in Urban and Rural Areas Aisyah, Riandini; Jatmiko, Safari Wahyu; Bestari, Rochmadina Suci; Supraba, Intan Pratiwi; Utami, Indari; Wibowo, Haryo Kunto; Mapa, Anna Rochim; Utami, Aurelia Ratna; Anggitaratri, Zakia Novi; Haliza, Sheli Nur; Fitri, Alifah Aulia; Anam, Ilham Hafizha Maulana; Azenta, Moch. Tabriz; Syahida, Safira; Sulistiyo, Azka Hafiy; Brilliantama, Fandy Akbar; Maulida, Amira Hasna; Wafiq, Muhammad Azzim; Kamila, Aulida Azkia; Rohman, Raihan Fadzlur
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 8 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i8.9733

Abstract

Metabolic syndrome is a collection of metabolic disorders that are closely related to an increased risk of developing diabetes mellitus and cardiovascular diseases in obese adolescents. Metabolic syndrome in adolescents is still reversible with varying timeframes. In adolescents with metabolic syndrome, the transition from homeostasis with normal blood sugar levels to type 2 diabetes occurs more rapidly compared to adults. Early diagnosis of metabolic syndrome is essential for prevention through lifestyle changes. Living in urban areas has a higher risk of obesity compared to living in rural areas after controlling for other variables. This activity aims to initially screen metabolic syndrome in middle school adolescents in urban and rural areas. The measurement of metabolic syndrome parameters involved 107 students, consisting of 47 middle school students in urban areas and 60 in rural areas. The measurement and data analysis results showed significant differences in body mass index (p<0,001), waist size (p=0.03), waist circumference (p=0.007), and upper arm circumference (p=0.002) between students in urban and rural areas, while blood sugar levels, blood pressure, and neck circumference did not show significant differences.
Pencegahan Hipertensi melalui Edukasi dan Deteksi Dini di Posyandu Lansia Keden Ngadirejo, Kabupaten Sukoharjo Azenta, Moch. Tabriz; Sulthon, Pradestya Achmad; Kamila, Aulida Azkia; Zahra, Putri Fatimah; Addawiyah, Ayudya Intan Robbiatul; Andini, Lintang; Anam, Ilham Hafizha Maulana; Amelia, Nesza; Dimentieva, Aizah Nautica; Suryaningsih, Retno
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1663

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia dengan prevalensi tinggi dan dampak signifikan terhadap morbiditas kardiovaskular, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan lansia terkait Hipertensi sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan di Posyandu Lansia Keden Ngadirejo, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan jenis penelitian korelasi dengan desain semi-eksperimental before and after pada 49 lansia berusia 60 tahun ke atas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan terstruktur mengenai Hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah dilaksanakan dalam satu sesi. Data pengetahuan dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank untuk melihat perubahan pengetahuan pada setiap peserta. Hasil menunjukkan perubahan pengetahuan yang bermakna secara statistik (W = 60,00; z = -3,256; p < 0,001) dengan estimasi Hodges-Lehmann sebesar -1,000, yang mengindikasikan nilai posttest secara konsisten lebih tinggi dibandingkan nilai pretest pada seluruh peserta. Karakteristik peserta didominasi perempuan (85,7%) dengan kelompok usia terbanyak pada rentang 66-70 tahun (40,8%). Kesimpulannya, posyandu lansia merupakan platform yang efektif untuk pelaksanaan edukasi kesehatan berbasis komunitas dalam upaya pencegahan Hipertensi pada populasi lanjut usia di wilayah rural.