Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN PENGGUNA BPJS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KALISAT Nasilia Afkarina Putri; Asmuji, Asmuji; Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5211

Abstract

Puskesmas sebagai layanan kesehatan, kemampuan puskesmas dalam memenuhi kebutuhan pasien dapat diukurtingkat kepuasan pasien. Kepuasan dimulai dari penerimaan terhadap pasien dari pertama kali datang dan pasien pulang. Tingkat kepuasan pasien dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketepatan waktu pelayanan. Ketepatan waktu pelayanan kesehatan sebuah keharusan dalam penyelesaian pelayanan kesehatan yang ditetapkan mulai dari pendaftaran hingga selesainya pelayanan kesehatan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketepatan waktu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien pengguna BPJS rawat jalan di Puskesmas kalisat. Desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan crosssectional, jumlah sampel 42 pasien rawat jalan di puskesmas kalisat yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah spearman rho dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini 30 responden ketepatan waktu pelayanan baik dengan tingkat kepuasan dalamkategori puas dan cukup puas 4 respondan. Dari 80% responden yang menyatakan pelayanan di puskesmas kalisatdalam kategori tidak tepat waktu 37,5% merasa kurang puas, 62,5% merasa cukup puas. Hasil uji statistik didapatkan hasil p value (0,001) sehingga H1 diterima, yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara ketepatan waktu dan kepuasan pasien di puskesmas kalisat. Nilai koefisien kolerasi diperoleh angka koefisien korelasi sebesar (0,797) yang berarti termasuk hubungan sangat kuat, dengan hubungan kedua variabel bersifat positif.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN TINGKAT KECEMASAN ATLET TAPAK SUCI USIA 15 – 18 TAHUN DI PADEPOKAN TAPAK SUCI BINA MANGGALA PIMDA 4 KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER Bima Warsita Adi; Yeni Suryaningsih; Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i1.5707

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan harapan dan penerus dalam sebuah negara. Remaja atau generasi muda yang memiliki kepribadian yang disiplin dan cerdas dapat menguntungkan bagi negara dan berperan penting dalam membangun bangsa di masa depan. Tapak suci merupakan sebuah organisasi bela diri dibawah naungan Muhammadiyah untuk menciptakan atlet yang islami sesuai nilai – nilai Muhammadiyah. Dalam penerapan atlet perlu ditanamkan self efficacy agar terhindar dari kecemasan baik saat latihan dan bertanding nanti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self efficacy dengan tingkat kecemasan pada atlet Tapak Suci usia 15 - 18 tahun di Padepokan Bina Manggala PIMDA 04 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.M e tode :Desain penelitian ini menggunakan k orelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 200 responden , pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan didapatkan responden sejumlah 133 responden. Sampling yang digunakan yaitu non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data hubungan self efficacy dengan tingkat kecemasan pada atlet Tapak Suci usia 15 – 18 tahun menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan Spearman Rho dengan ketentuan α ≤ 0,05.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self Efficacy atlet Tapak Suci usia 15 – 18 tahun di Padepokan Bina Manggala PIMDA 4 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember kepada 133 atlet menunjukkan bahwa sebanyak 96 atlet dengan persentase (72,2%) memiliki Self Efficacy tinggi dan memiliki tingkat kecemasan ringan sebanyak 77 atlet dengan persentase (57,9%). Kesimpulan : Ada hubungan antara self efficacy dengan tingkat kecemasan terhadap atlet Tapak Suci usia 15 – 18 tahun di Padepokan Tapak Suci Bina Manggala PIMDA 04 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember dan ada hubungan yang cukup antara self efficacy dengan tingkat kecemasan terhadap atlet Tapak Suci usia 15 -18 tahun di Padepokan Bina Manggala PIMDA 04 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember.
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA JEMBER Maulidatul Hasanah; Sofia Rhosma Dewi; Sasmiyanto, Sasmiyanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6537

Abstract

Lansia mengalami perubahan fungsi kerja otak atau perubahan fungsi kognitif. Perubahan fungsi kognitif ini mempengaruhi kemampuan dalam perawatan lansia. Perawatan lansia bertujuan untuk mempertahankan kesehatan yang dapat dilakukan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS mencegah terjadinya masalah kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi kognitif dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan Cross-Sectional dengan sampel sejumlah 86 responden yang dipilah menggunakan teknik rumus Slovin. Hasil uji statistic menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Rho) menunjukan nilai p-value < ɑ = 0,05 yang berarti ada hubungan fungsi Kognitif dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Dengan arah korelasi positif artinya semakin baik fungsi kognitif semakin baik perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia. Oleh karena itu, pentingnya treatment untuk meningkatkan fungsi kognitif sehingga dapat melatih kemandirian lansia dalam perilaku hidup bersih dan sehat.
HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN TEKANAN DARAH LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS AJUNG JEMBER Erwan Juniadi; Yeni Suryaningsih; Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i1.6539

Abstract

Tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang umum terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Penanganan tersebut membutuhkan pendekatan komprehensif dan dikenal sebagai self care management. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan self care management dengan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ajung Jember. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini yaitu lansia yang mengalami hipertensi sejumlah 60 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling, yang berjumlah 60 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner pada variabelindependen dan lembar observasi pada variabel dependen. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Spearman Rho. Hasil : Penelitian ini menunjukkan mayoritas 78,3% responden memiliki self care management yang baik, mayoritas 66,7% responden menunjukkan tekanan darah sistole terbanyak 140-159 mmHg dan mayoritas 49,3% responden menunjukkan tekanan darah diastole terbanyak 90-99 mmHg. Hasil analisis uji Spearman Rho menunjukkan nilai signifikan p-value 0,000 (p-value < 0,05) dan correlation-r (nilai R : Sistole = -0,802 dan Distole = -0,494), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, yang berarti ada hubungan self care management dengan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya upaya meningkatkan kualitas hidup lansia yang mengalami hipertensi melalui peningkatanpemahaman dan perubahan self care management yang baik. Langkah selanjutnya dapat meliputi pengembangan program intervensi yang lebih terfokus dan adaptif untuk mendukung upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi pada populasi lansiasecara efektif.
The Relationship between Cognitive Function and Social Interaction in the Elderly at the Tresna Werdha Bondowoso Social Services Technical Implementation Unit Novita Elisa; Sofia Rhosma Dewi; Yeni Suryaningsih
Feelings: Journal of Counseling and Psychology Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/feelings.v2i1.21

Abstract

Background: Elderly individuals are at the final stage of human life, experiencing gradual physical, mental and social decline. One of the common problems among the elderly is cognitive impairment and poor social interaction. Research Objectives: This research aims to determine the relationship between cognitive function and social interaction abilities in the elderly at the Tresna Werdha Bondowoso Social Services Technical Implementation Unit. The aim of this research is to analyze the extent to which cognitive function influences social interaction abilities in the elderly. Research Method: This research used a cross-sectional design with a sample of 74 respondents selected through simple random sampling. The instruments used include the Mini-Mental State Examination (MMSE) to measure cognitive function and a social interaction questionnaire. Research Results: The results show that there is a strong relationship between cognitive function and social interaction abilities in the elderly, with a correlation degree of 52.8%. The results of this study found that cognitive function in social interaction was 96.7%. Based on the research results obtained according to the sperman rho statistical test, it was found that the p value was 0.001 < 0.966 so that H1 was accepted which shows that there is a relationship between cognitive function and social interaction in the elderly with a value of r = 0.966 so that the level of strength of correlation between cognitive function and social interaction has a very strong correlation value with a value of 0.000. Conclusion: Cognitive function has a significant influence on social interaction abilities in the elderly. Elderly individuals with good cognitive function tend to have better social interaction skills
The Relationship Between Sleep Quality and Stress Levels in Nursing Professional Study Program Students at Muhammadiyah University of Jember Saiful Rizal; Sofia Rhosma Dewi; Yeni Suryaningsih
Cleanliness: Journal of Health Sciences and Medical Research Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/clean.v2i2.15

Abstract

Background: The final period of the Nursing professional study is a critical period for students, because this period is full of processes that require students to complete their education on time. Students often experience stress in completing nursing professional tasks, both from within and outside themselves. Internal stressors faced by Thesis students such as difficulty in obtaining references, limited research time, repeated revision processes, difficulties in finding themes, titles, samples, and measuring tools for the final assignment. Meanwhile, stressors originating from outside such as limited funds, busy and difficult to meet supervisors, long feedback from supervisors, and lack of consultation with supervisors when completing the Nursing Science study program cause students to experience stress which causes sleep pattern disorders in students Method: : This study design uses a correlational approach with a cross-sectional approach. The population in this study was an average of 106 people formulated by the Slovin formula to 84 people. The sampling used was non-probability sampling with a quota sampling technique. Data collection on sleep quality with stress levels used a Likert scale. Data analysis used Spearman Rho with the provision of α ≤ 0.05. Results: It is known that in the University of Muhammadiyah Jember Nursing Profession study program, there are 54 people (64.3%) who experience adequate sleep quality and moderate stress levels of 54 people (64.3%). Based on statistical tests using Spearman-Rho, the results obtained p-value = 0.000 (α <0.05) with a correlation of 0.820. This indicates that H1 is accepted, thus there is a relationship between variables x and y which means there is a relationship between sleep quality and stress levels of students with a strong relationship strength. Conclusion: There is a relationship between sleep quality and stress levels in students of the Nursing Profession study program, University of Muhammadiyah Jember.