Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN CEGAH STUNTING PADA BALITA DEMI TERCIPTANYA ANAK SEHAT KELUARGA BAHAGIA badawi, badriani; Marlina
Jurnal Abdimas Resoku Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Abdimas Resoku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58191/jares.v1i2.213

Abstract

Demi terwujudnya Indonesia Maju 2045, maka permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita menjadi tanggungjawab bersama. Stunting adalah salah satu permasalah yang menjadi prioritas utama bagi Indonesia tidak tanggung-tanggung pemerintah telah menganggarkan Rp.30,4 trilium pada tahun 2023 untuk percepatan penurunan stunting. Di Indonesia, berdasarkan data Asian Development Bank, pada tahun 2022 persentase Prevalence of Stunting Among Children Under 5 Year of Age sebesar 31,8 persen. Jumlah itu menjadikan Indonesia pada urutan ke sepuluh di Wilayah Asia Tenggara. Sedangkan, tahun 2022, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan angka stunting di Indonesia berhasil turun menjdai 21,6 persen. Tujuan penyuluhan kepada masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran ibu akan pentingnya cegah stunting pada balita demi terciptanya anak sehat keluarga bahagia. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dengan peserta sebanyak 15 ibu beserta balitanya. Dalam penyuluhan dilakukan diskusi antara pemateri dengan peserta yang juga melibatkan kader untuk berbagi pengalaman terkait stunting dan cara pencegahannya. Hasilnya peserta mendapat pengetahuan baru serta termotivasi untuk melakukan inovasi dalam pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal yang tentunya diperlukan tindak lanjut dari pengabdian kepada masyarakat ini dengan perlu adanya pendampingan pengelolaan makanan berbahan pangan lokal sebagai upaya pemenuhan gizi balita untuk cegah terjadinya stunting.
Community Education on Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) Due to Urinary Tract Infections (UTIs) in Pregnant Women Nurlina Subair; Haris, Risma; Badawi, Badriani; Marlina
International Journal of Integrative Sciences Vol. 3 No. 9 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijis.v3i9.10973

Abstract

The implementation of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) plays a crucial role in maintaining the health of pregnant women, particularly in preventing Urinary Tract Infections (UTIs), which can become a serious issue during pregnancy. UTIs may increase the risk of complications such as preterm labor or low birth weight. Data collected from pre-test and post-test assessments indicate a significant increase in knowledge, with initial scores at just 20%, rising to 68% after intervention. Therefore, the implementation of CHLB is essential, encompassing simple habits like regular hand washing with soap, maintaining genital hygiene, and consuming sufficient water to increase urine volume, thereby reducing the risk of UTIs. Additionally, it is important for pregnant women to avoid contracting sexually transmitted infections (STIs), which can increase the risk of UTIs. By effectively practicing CHLB, pregnant women can lower the likelihood of developing UTIs, maintain their own health as well as that of their unborn child, and ensure a smooth pregnancy and delivery process
Efektivitas storytelling digital berbasis kearifan lokal meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap triad reproduksi Marlina, Marlina; Elis, Andi; Darwin, Devi; Haris, Risma; Irma, Irma; Badawi, Badriani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1637

Abstract

Background: Challenges in adolescent reproductive health, particularly the adolescent reproductive health triad (sexuality, HIV/AIDS, and substance abuse), are a global health concern. Traditional health education approaches are unable to address the learning preferences of Generation Z, who are digital natives. This requires culturally responsive and technology-based interventions. Purpose: To evaluate the effectiveness of local wisdom-based digital storytelling in improving adolescents' knowledge and attitudes towards the reproductive triad. Method: A quasi-experimental pre-test and post-test design with a mixed-methods approach was used in this study. Adolescent girls were randomly assigned to either an experimental group (digital storytelling integrating Sipakatau-Sipakainge values) or a control group (conventional lecture and discussion). The study was conducted from August to September 2025 at two schools: SMP Negeri 3 Makassar and SD Pabundukan, Gowa Regency. Knowledge, attitudes, and behaviors related to the reproductive health triad were measured using a validated questionnaire. Qualitative data was collected through focus group discussions and in-depth interviews. Data analysis included descriptive and inferential statistics, with N-Gain scores calculated for effectiveness comparisons. Results: Digital storytelling demonstrated superior effectiveness with high N-Gain scores for HIV knowledge (0.71) and substance abuse (1.00) compared to conventional methods, which showed moderate to low scores (0.30 and 0.25). Sexuality knowledge achieved a moderate increase (0.50 vs. 0.33). Qualitative findings revealed a 76% preference for visual and interactive learning modalities. The digital approach demonstrated consistent effectiveness across all domains with no low scores, while conventional methods showed deficits in substance abuse education. Conclusion: Digital storytelling based on local wisdom significantly outperformed conventional health education in addressing adolescent reproductive health challenges among Generation Z learners.   Keywords: Adolescents; Attitudes; Digital Storytelling; Knowledge; Local Wisdom; Reproductive Health.   Pendahluan: Tantangan kesehatan reproduksi remaja, khususnya triad kesehatan reproduksi remaja (masalah seksualitas, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan zat), menjadi perhatian kesehatan global. Pendekatan edukasi kesehatan tradisional tidak mampu mengatasi preferensi belajar generasi Z yang merupakan digital natives. Hal ini memerlukan intervensi yang responsif secara budaya dan berbasis teknologi. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas storytelling digital berbasis kearifan lokal meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap triad reproduksi. Metode: Desain kuasi-eksperimental pre-test; post-test dengan pendekatan mixed-methods digunakan dalam penelitian ini. Remaja putri dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen (storytelling digital yang mengintegrasikan nilai Sipakatau-Sipakainge) atau kelompok kontrol (ceramah-diskusi konvensional). Penelitian dilakukan pada buluan Agustus-September 2025 di dua sekolah yaitu SMP Neger 3 Makassar dan SD Pabundukan Kabupatan Gowa. Pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait triad kesehatan reproduksi diukur menggunakan kuesioner tervalidasi. Data kualitatif dikumpulkan melalui diskusi kelompok terpumpun dan wawancara mendalam. Analisis data meliputi statistik deskriptif dan inferensial dengan menghitung skor N-Gain untuk perbandingan efektivitas. Hasil: Storytelling digital menunjukkan efektivitas superior dengan skor N-Gain kategori tinggi untuk pengetahuan HIV (0.71) dan penyalahgunaan zat (1.00) dibandingkan metode konvensional yang menunjukkan kategori sedang hingga rendah (0.30 dan 0.25). Pengetahuan seksualitas mencapai peningkatan sedang (0.50 vs 0.33). Temuan kualitatif mengungkapkan 76% preferensi terhadap modalitas pembelajaran visual dan interaktif. Pendekatan digital menunjukkan efektivitas konsisten di semua domain tanpa aspek berkategori rendah, sementara metode konvensional menunjukkan defisit dalam edukasi penyalahgunaan zat. Simpulan: Storytelling digital berbasis kearifan lokal secara signifikan lebih unggul dibandingkan edukasi kesehatan konvensional dalam mengatasi tantangan kesehatan reproduksi remaja pada pembelajar Generasi Z.   Kata Kunci: Kearifan Lokal; Kesehatan Reproduksi; Pengetahuan; Remaja; Sikap; Storytelling Digital.
SOSIALISASI REPRODUKSI SEHAT DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN UNTUK CEGAH STUNTING DI WILAYAH PESISIR Badawi, Badriani; Haris, Risma; Darwin, Devi; Anggi Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1765

Abstract

Stunting di wilayah pesisir masih tinggi akibat rendahnya pendidikan, keterbatasan layanan kesehatan, kondisi ekonomi lemah, lingkungan tidak sehat, serta kurangnya pemahaman tentang gizi dan kesehatan reproduksi. Melalui pendekatan edukatif berbasis kearifan lokal, kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberdayakan perempuan untuk menjaga kesehatan reproduksi, menerapkan pola hidup bersih, menciptakan lingkungan sehat, dan membangun komunikasi keluarga harmonis guna mewujudkan generasi pesisir yang sehat dan bebas stunting. Kegiatan ini dilaksnakan pada 21 Juni 2025 dengan diikuti oleh 30 perempuan wilayah pesisir pada kelompok wanita nelayan fatimah az-zahra. Metode ceramah dan diskusi interaktif yang dilakukan dalam kegiatan sosialisasi ini. Hasil penelitian pada kelompok umur terdapat 47% atau 14 orang yang rentang umur 31-40 tahun, selain itu nilai rata-rata post test lebih tinggi dibandingkan pre test, yang menunjukkan bahwa sosialisasi yang diberikan ini efektik dalam peningkatan pemahaman untuk terwujudnya keluarga pesisir yang sehat, lingkungan bersih, dan generasi anak yang tumbuh optimal, cerdas, dan bebas dari stunting.