Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERANCANGAN MESIN PEMARUT KELAPA DENGAN SISTEM CORONG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS (Studi Kasus UMKM Berkah Kelapa) Nur Fadila; Nailatun Nabila; Rizal Mustaqim; Syafiq Tian Maulana; Novi Marlyana
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Mei 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i5.1871

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam komoditas kelapa, di mana proses pemarutan menjadi tahap krusial dalam rantai produksinya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pada UMKM Berkah Kelapa di Kabupaten Batang yang masih menggunakan mesin pemarut sederhana dengan sistem pengisian manual. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya produktivitas, kelelahan operator akibat kerja berulang, serta tingginya risiko kecelakaan kerja karena posisi tangan yang dekat dengan pisau pemarut. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang mesin pemarut kelapa dengan sistem corong (hopper) yang lebih efisien, ergonomis, dan aman. Metodologi perancangan yang digunakan meliputi analisis kebutuhan fungsional dan non-fungsional, penerapan prinsip Product Design and Development, serta integrasi aspek ergonomi melalui data antropometri (tinggi siku, bahu, pinggang, dan lutut berdiri) untuk memastikan kenyamanan operator. Hasil rancangan berupa mesin pemarut dengan sistem corong memungkinkan pengisian beberapa butir kelapa sekaligus yang bergerak secara otomatis ke ruang pemarutan, sehingga menghilangkan kebutuhan penekanan manual oleh operator. Analisis ekonomi teknik juga dilakukan untuk menjamin kelayakan investasi mesin ini bagi UMKM. Implementasi mesin baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi harian secara signifikan sekaligus meningkatkan standar keselamatan kerja di UMKM Berkah Kelapa.
Perancangan Ergonomis Troli Barang Menggunakan Metode French: Pendekatan Antropometri, Analisis Keselamatan, dan Kelayakan Ekonomi pada Industri Kecil Menengah Anang Priambudi; Rixza Brilians Aldiansyah; Afny Dwi Rahma; Aldila Agil Mahardhika; Novi Marlyana
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Mei 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i5.1910

Abstract

Manual Material Handling (MMH) activities at small and medium industries (SMI) frequently expose workers to musculoskeletal disorder (MSD) risks due to the absence of ergonomic assistive tools. This study presents the systematic design and development of a goods trolley for IKM Virgo Snack using the French product design method integrated with multiple Body of Knowledge (BOK) perspectives: Product Design and Development, Ergonomics and Human Factors, Design and Manufacturing Engineering, Occupational Safety, and Engineering Economics Analysis. Anthropometric data (n=30) covering standing elbow height, shoulder width, and grip diameter were collected and subjected to adequacy, uniformity, and percentile analyses to determine appropriate dimensions. Three conceptual designs were evaluated through a weighted decision matrix, and Concept 2 — a flat-platform trolley with stainless steel frame, ergonomic angled handle, and wheel locking stopper — was selected. The final design dimensions are: handle height 72 cm, platform width 45 cm, platform depth 85 cm, and wheel diameter 4 inches. Safety analysis using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method estimated a risk score of 3–5, indicating low to medium risk. Economic feasibility analysis using Net Present Value (NPV) and Payback Period (PP) methods yielded NPV = Rp 2,486,767 (NPV > 0) and PP = ±11 months, confirming financial viability. The manufacturing cost of Rp 707,400 is 29.4% lower than comparable commercial products, while offering enhanced safety features. This study demonstrates a replicable, data-driven framework for ergonomic tool design in SMI contexts.