Abortus merupakan salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, dengan 20 juta kasus terjadi setiap tahun, menyebabkan sekitar 70.000 kematian ibu. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa angka kematian ibu (AKI) Indonesia pada tahun 2017 mencapai 177 kematian per 100.000 kelahiran hidup, meskipun ada penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Faktor yang mempengaruhi terjadinya abortus, seperti kelainan kromosom pada janin, usia ibu, riwayat abortus sebelumnya, infeksi, serta penyakit kronis pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor risiko yang mempengaruhi kejadian abortus pada ibu hamil di Rumah Sakit Yarsi pada tahun 2023, guna membantu pencegahan dan penanganan abortus serta menurunkan angka kematian ibu di Indonesia. jenis penelitian adalah observasi analitik dengan desain pendekatan cross sectional, subjek penelitian adalah ibu hamil dengan sampel 105 orang dari total populasi 1847 orang. Teknik pengambilan sampel teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan pengecekan dokumen berupa rekam medik. Analisis data dilakukan 3 tahap, analisis univariat, bivariate dan multivariate. Hasil penelitian didapatkan 69 orang (65,7%) yang mengalami abortus, umur yang berisiko 60 orang (57,1%), dan 60 orang (57,1%) dengan multipara, serta 56 orang (53,3 %) yang memiliki riwayat abortus. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antar semua variabel baik umur, paritas dan riwayat abortus dengan kejadian abortus. Analisis multivariat menunjukan variabel usia adalah faktor yang paling dominan terhadap kejadian abortus yaitu sebesar 8,500. KEYWORDS: Umur Ibu, Paritas, Riwayat Abortus, Kejadian abortus.