Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENETAPAN KADAR NITRIT (NO2-) PADA BAWANG MERAH (Allium cepa L.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Emawati, Emma; Purwaniati, Purwaniati; Krismonika, Mia
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan umbi yang banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia baik sebagai bahan makanan maupun obat tradisional karena kandungan senyawa yang dimilikinya. Selain senyawa bermanfaat, bawang merah juga memiliki senyawa berbahaya bagi tubuh yaitu nitrit (NO2-). Nitrit yang berlebih dalam tubuh menyebabkan pembentukan methemoglobin sehingga menyebabkan kurangnya asupan oksigen dalam tubuh. Untuk menjamin keamanan pangan, pemerintah mengatur batas aman nitrit melalui ADI (Acceptable Daily Intake) dan menetapkan sebesar 0–0,06 mg/Kg BB. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah nitrit dalam sampel bawang merah sesuai dengan ADI. Penelitian dilakukan menggunakan metode spektrofotometri sinar tampak dengan pereaksi griess yang didasarkan pada reaksi diazotasi antara asam nitrit dengan amin aromatis primer yang akan membentuk garam diazonium. Validasi metode dilakukan dengan beberapa parameter seperti liniertitas dengan nilai R2 =0,9886, BD= 0,1908 µg/mL, BK= 0,6360 µg/mL, akurasi dengan nilai % recovery konsentrasi 0,6 µg/mL =115,625 %, 0,8 µg/mL =104,524 % dan 1 µg/mL =118,175%,  presisi dengan nilai % koefisien variasi hari ke 1= 4,7468% ke 2= 3,6314%, ke 3= 1,1704% dan uji selektivitas menunjukkan metode selektif untuk nitrit. Penetapan kadar nitrit pada sampel bawang merah  diperoleh rata-rata sebesar 4,0337 µg/g .
Molecular docking study and molecular dynamics simulation of spice metabolites against main protease enzymes and NSP3 macrodomain SARS CoV-2 Purwaniati Purwaniati; Asep Roni
Pharmaciana Vol 12, No 1 (2022): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.534 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v12i1.21501

Abstract

COVID-19 is still a global pandemic. The transmission is very fast and wide. Its prevalence continues to increase. There is no specific antiviral drug for SARS CoV 2 yet. This study aims to find lead compounds from compounds derived from spices that can work as multitarget SARS CoV-2 antivirals. The target of drug action chosen in this study is the main protease enzyme and non-structural protein 3 (NSP3) macrodomain. Antiviral compounds that work on both targets are expected to be more potent. This antivirus will work to inhibit virus replication through main protease inhibition and increase innate immunity through NSP3 macrodomain inhibition. Molecular docking and molecular dynamics simulation were chosen as the methods in this study. Based on the results of molecular docking, it was found that the compound of dauricine, tomentin A, daurisoline, xhantoangelol, rutin and myricetin gave good affinity to both targets. These compounds provide an inhibition constant below 10000 nM or 10 micromolar. Meanwhile, in the molecular dynamics simulation test, it was found that dauricine, rutin, myricetin, and xhantoangelol have good interaction stability with both targets. So from this study, it can be concluded that dauricine, rutin, myricetin and xhantoangelol are potential compounds as lead compounds for SARS CoV-2 antivirals that act on the main protease and the NSP3 macrodomain.
ANALISIS ADULTERAN PADA KOPI LUWAK DENGAN METODE Fourier Transform Infrared (FTIR) Ivan Andriansyah; Hilman Nur Mukhlis Wijaya; Purwaniati Purwaniati
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.23397

Abstract

Kopi merupakan bahan minuman yang sangat terkenal bukan hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia, jenis yang sering dijumpai yaitu arabika dan robusta. Tingginya harga dan permintaan kopi banyak produsen memalsukan atau mencampur kopi dengan bahan lain. Adulterasi adalah upaya menambah atau mengganti bahan makanan dengan tujuan memperoleh, sehingga memberikan dampak buruk pada konsumen. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya adulteran pada kopi luwak yang beredar dipasaran. Metode analisis FTIR digunakan untuk membuat pola sidik jari dari ekstrak kopi melalui analisis kemometrik dengan metode Principal Component Analysis (PCA). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengukuran spektrum inframerah menggunakan alat FT-IR, pada bilangan gelombang 4000-650cm-1 dan resolusi 4 cm-1. Klasifikasi dari kopi yang diadulteran dengan arabika dan kopi luwak menggunakan data PC-1 dan PC-2 dengan nilai berturut-turut 82% dan 14%. Hasil menunjukkan nilai scores menggunakan PC-1 dan PC-2 sampel kopi A berada dekat kuadran kopi luwak, sampel kopi B berada di antara kuadran kopi arabika (adulteran) dan luwak, dan kopi sampel C berada dekat kuadran arabika (adulteran). Metode FTIR dapat mendeteksi dengan batas deteksi 15% (b/b)
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR TOKSISITAS : REVIEW Purwaniati Purwaniati
Pharmacoscript Vol. 3 No. 2 (2020): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v3i2.494

Abstract

AbstrakProses penemuan dan pengembangan obat merupakan proses panjang yang memerlukan banyak waktu dan biaya. Ada banyak calon molekul obat yang gagal mencapai pasaran karena alasan toksisitasnya yang tinggi, sehingga harus dapat diidentifikasi sedini mungkin. Hubungan kuantitatif struktur toksisitas (HKST) merupakan salah satu metode in silico yang cukup tangguh untuk memprediksi toksisitas. HKST merupakan persamaan matematis yang dibentuk dari variabel data endpoint toksisitas seperti LD50 sebagai variabel terikat dan sejumlah deskriptor sebagai variable bebas yang dihitung dari senyawa-senyawa dalam training set. Persamaan HKST kemudian digunakan untuk memprediksi toksisitas senyawa baru.Kata kunci : toksisitas, hubungan kuantitatif struktur toksisitas (HKST)AbstractThe process of drug discovery and development is a long process that requires a lot of time and costly. There are many prospective drug molecules that fail to reach the market due to high toxicity reasons, so they must be identified as early as possible. The quantitative structure toxicity relationship  (QSTR) is one of the in silico methods that is strong enough to predict toxicity. QSTR is a mathematical equation formed from endpoint toxicity data variables such as LD50 as a bound variable and a number of descriptors as independent variables calculated from the compounds in the training set. The QSTR equation is then used to predict the toxicity of new compounds.Keywords: toxicity, quantitative structure toxicity relationship (QSTR)
ANALISIS SENYAWA DALAM PARFUM ISI ULANG YANG BEREDAR DI KOTA BANDUNG DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS-SPEKTROMETRI MASSA (KG-SM) Purwaniati Purwaniati; Lisna Egisnawati; Emma Emawati
Pharmacoscript Vol. 4 No. 2 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i2.643

Abstract

Pewangi atau parfum merupakan produk yang sangat banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Produk parfum tidak dilengkapi dengan informasi yang cukup mengenai senyawa-senyawa yang digunakan didalamnya. Hal ini menyebabkan masyarakat tidak mengetahui potensi bahaya yang terkandung dalam parfum tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis senyawa yang terdapat dalam parfum isi ulang tersebut. Analisis ini dilakukan dengan metode kromatografi gas-spektrometri massa (KG-SM). Berdasarkan hasil analisis, parfum dengan aroma yang mirip menunjukkan mengandung senyawa-senyawa yang mirip pula. Dari lima sampel yang diuji, diketahui bahwa setiap sampel mengandung sekurang-kurangnya 24 senyawa. Dari semua senyawa tersebut, baru 5 senyawa yang telah ditentukan statusnya dalam Standard IFRA, yaitu limonene dan linalool yang statusnya spesificated, benzaldehyde dan citronellol yang statusnya restricted, dan lily aldehyde yang berstatus prohibited/restricted.
Penetapan Kadar Oktil Metoksisinamat Dan Avobenson Pada Sediaan Gel Tabir Surya Dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Purwaniati ,; Pipit Novita; Winasih Rachmawati
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i2.136

Abstract

Radiasi ultraviolet (UV) masih merupakan penyebab utama terjadinya kanker kulit, sehingga dipasaran banyak beredar sediaan krim atau gel yang berisi UV-filter. Oktil-metoksisinamat dan avobenzon adalah contoh zat aktif UV-filter. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Kosmetik konsentrasi maksimum oktil metoksisinamat yang diizinkan sebagai sediaan kosmetik tabir surya adalah 10% dan untuk avobenzon sebesar 3%. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar oktil metoksisinamat dan avobenzon dalam sedian gel tabir surya yang beredar di Kota Bandung dan menilai apakah sediaan tersebut memenuhi persyaratan tersebut diatas atau tidak. Penetapan kadar ini dilakukan dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Hasil penelitian menunjukan persamaan regresi linier oktil metoksisinamat y = 1634,7x + 8500,8 dengan R² = 0,9962; dengan nilai BD dan BK, 0,694 bpj dan 2,314 bpj. Persamaan linier untuk avobenzon yaitu y = 4329,9x +9268,5 dengan R2 = 0,9912, dengan nilai BD dan BK, 1,058 bpj dan 3,527 bpj. Validasi metode analisis dengan sampel simulasi meliputi akurasi menunjukkan persen perolehan kembali untuk konsentrasi sampel simulasi 80%; 100% dan 120% masing-masing adalah 102,011%; 112,368%; 108,490% untuk oktil metoksisinamat dan 81,722%; 98,01%; 117,8% untuk avobenzon. Presisi menunjukan keterulangan hasil pengukuran, untuk oktil metoksisinamat dan avobenson diperoleh nilai %RSD sebesar 1,641% dan 1,946%. Berdasarkan data penetapan kadar, maka ketiga sampel gel yang diteliti mengandung oktil metoksisinamat dan avobenzon dalam batas aman. Kata Kunci: Oktil metoksisinamat, avobenzon, tabir surya, UV-filter
ANALISIS KADAR ANTOSIANIN TOTAL PADA SEDIAAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DENGAN METODE pH DIFERENSIAL MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Purwaniati Purwaniati; Ahmad Rijalul Arif; Anne Yuliantini
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i1.157

Abstract

Antosianin merupakan pigmen alami yang termasuk golongan flavonoid. Bunga telang mempunyai kandungan antosianin yang cukup tinggi, sehingga di masyarakat terdapat berbagai sediaan yang dibuat dari bunga telang. Antosianin dapat diekstraksi dengan melakukan penyeduhan dengan menggunakan air menyesuaikan perlakuan dari masyarakat dalam mengonsumsi sediaan bunga telang itu sendiri. penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum penyeduhan bunga telang segar maupun sediaannya. Kemudian, dilakukan penetapan kadar antosianin dengan menggunakan metode pH diferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kadar antosianin ekstrak bunga telang segar lebih besar daripada sediaannya, kecuali pada sediaan yang dibuat serbuk (tea bag). Bentuk serbuk menyebabkan luas permukaan bidang sentuh lebih besar, sehingga kandungan antosianin total yang terekstraksi juga lebih besar. Kadar antosianin total yang dapat terekstraksi juga dipengaruhi oleh suhu, semakin besar suhu air yang digunakan untuk mengekstraksi, maka semakin besar kadar antosianin yang terekstraksi. Namun air yang mendidih (perebusan) menyebabkan degradasi antosianin. Kata Kunci: Antosianin, Bunga telang, Clitoria ternatea, Kadar Antosianin Total
TARGET KERJA OBAT COVID-19: REVIEW Purwaniati Purwaniati; Aiyi Asnawi
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i2.172

Abstract

Corona virus desease 2019 (COVID-19) yang disebabkan Severe acute respiratory syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2) telah menjadi wabah global. Hingga saat belum ada obat atau vaksin untuk terapi COVID-19 ini. Upaya penemuan obat baru atau pengujian terhadap obat yang telah ada mendesak untuk dilakukan. Penentuan target kerja obat COVID-19 yang tepat menjadi tantangan tersendiri, karena sebagai virus baru strukturnya belum diketahui secara jelas. Dalam kesempatan ini, kami melakukan sistematik review untuk dapat mengidentifikasi molekul-molekul yang dapat menjadi target kerja obat anti COVID-19. Review ini diawali dengan penelusuran pustaka pada database Pubmed dengan menggunakan kata kunci “SARS-CoV-2 drug target”. Main protease (Mpro), angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), protein spike dan RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) merupakan protein target yang paling banyak digunakan dalam penelitian.
PRODUKSI SABUN CUCI PIRING DAN SABUN MANDI RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT Purwaniati; Emma Emawati; Anne Yuliantini; Winasih Rahmawati; Idar Idar
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v4i2.426

Abstract

Sabun cuci piring dan sabun mandi merupakan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) yang hampir pasti dibutuhkan oleh setiap rumah tangga. Pada sebagian rumah tangga, pengeluaran untuk kedua jenis produk tersebut cukup memberatkan secara ekonomi. Produksi sabun mandi dan sabun cuci piring yang relatif sederhana prosesnya dengan bahan-bahan yang relatif mudah didapat, diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian mereka. Kegiatan ini dilakukan dilingkungan masyarakat Babakan Baru, kelurahan Sukapada, kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Kegiatan terdiri dari ; pretest, penyuluhan tentang sabun mandi dan sabun cuci piring, produksi dan pengemasan sabun cuci piring dan sabun mandi, dan diakhiri dengan posttest. Masyarakat peserta umumnya menyatakan senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini.
MOLECULAR DOCKING COMPOUNDS IN METHANOL EXTRACT OF MANGO LEAVES (Mangifera indica L.) AS ANTI-INFLAMMATORY AGENT Vina Juliana Anggraeni; Purwaniati Purwaniati; Wempi Budiana; Thoriq Nurdin
Jurnal Kimia Riset Vol. 7 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v7i1.35950

Abstract

Previous studies have shown that mango has anti-inflammatory properties. Anti-inflammatory drugs are compounds or medicines used to treat diseases caused by inflammation. The most commonly used anti-inflammatory drug is a non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID). The drug works by inhibiting the enzyme cyclooxygenase (COX). The purpose of this study was to determine the profile metabolites present in the methanol extract of mango leaves and their interaction with the COX enzyme. This study includes an analysis of the compounds contained in the methanol extract of mango leaves using LCMS / MS and molecular docking studies of these compounds. Compounds detected by MS include C26H24O14, C45H84O14, Khellol-β-D-glucoside, Mangiferin, and Nevadensin-5-β-D-glucoside. Analysis of docking result was based on ΔG and Ki and the binding interactions that occur. Compounds that are compatible with COX1 and COX2 are Khellol βD glucoside with G and Ki values of 7.49 kcal/mol and 3.23 µM and 8.32 kcal/mol and 0.7919 µM, respectively. Through the molecular docking process, it was confirmed that khellol β-D-glucoside may be activated as an anti-inflammatory agent.