Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : pharmacoscript

HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR TOKSISITAS : REVIEW Purwaniati Purwaniati
Pharmacoscript Vol. 3 No. 2 (2020): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v3i2.494

Abstract

AbstrakProses penemuan dan pengembangan obat merupakan proses panjang yang memerlukan banyak waktu dan biaya. Ada banyak calon molekul obat yang gagal mencapai pasaran karena alasan toksisitasnya yang tinggi, sehingga harus dapat diidentifikasi sedini mungkin. Hubungan kuantitatif struktur toksisitas (HKST) merupakan salah satu metode in silico yang cukup tangguh untuk memprediksi toksisitas. HKST merupakan persamaan matematis yang dibentuk dari variabel data endpoint toksisitas seperti LD50 sebagai variabel terikat dan sejumlah deskriptor sebagai variable bebas yang dihitung dari senyawa-senyawa dalam training set. Persamaan HKST kemudian digunakan untuk memprediksi toksisitas senyawa baru.Kata kunci : toksisitas, hubungan kuantitatif struktur toksisitas (HKST)AbstractThe process of drug discovery and development is a long process that requires a lot of time and costly. There are many prospective drug molecules that fail to reach the market due to high toxicity reasons, so they must be identified as early as possible. The quantitative structure toxicity relationship  (QSTR) is one of the in silico methods that is strong enough to predict toxicity. QSTR is a mathematical equation formed from endpoint toxicity data variables such as LD50 as a bound variable and a number of descriptors as independent variables calculated from the compounds in the training set. The QSTR equation is then used to predict the toxicity of new compounds.Keywords: toxicity, quantitative structure toxicity relationship (QSTR)
ANALISIS SENYAWA DALAM PARFUM ISI ULANG YANG BEREDAR DI KOTA BANDUNG DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS-SPEKTROMETRI MASSA (KG-SM) Purwaniati Purwaniati; Lisna Egisnawati; Emma Emawati
Pharmacoscript Vol. 4 No. 2 (2021): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v4i2.643

Abstract

Pewangi atau parfum merupakan produk yang sangat banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Produk parfum tidak dilengkapi dengan informasi yang cukup mengenai senyawa-senyawa yang digunakan didalamnya. Hal ini menyebabkan masyarakat tidak mengetahui potensi bahaya yang terkandung dalam parfum tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis senyawa yang terdapat dalam parfum isi ulang tersebut. Analisis ini dilakukan dengan metode kromatografi gas-spektrometri massa (KG-SM). Berdasarkan hasil analisis, parfum dengan aroma yang mirip menunjukkan mengandung senyawa-senyawa yang mirip pula. Dari lima sampel yang diuji, diketahui bahwa setiap sampel mengandung sekurang-kurangnya 24 senyawa. Dari semua senyawa tersebut, baru 5 senyawa yang telah ditentukan statusnya dalam Standard IFRA, yaitu limonene dan linalool yang statusnya spesificated, benzaldehyde dan citronellol yang statusnya restricted, dan lily aldehyde yang berstatus prohibited/restricted.