Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PERILAKU PEMASARAN KOMODITAS NANAS BERDASARKAN DEMOGRAFI PETANI DESA SENURO Zuliansyah, Muhammad Andri; Fachrudin, Budi; Arafah, Elmeizy; Kamil, Abdi; Wahyuni, Reshi
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v13i2.9230

Abstract

ABSTRACTThis research is motivated by the importance of farmers in marketing pineapples as a leading commodity in Senuro Village. This study aims to analyze the marketing behavior of pineapple commodities based on the demographics of farmers in Senuro Village. The method used in this research is the survey method. The sampling method employed is simple random sampling with a sample size of 33 farmers. Research data were collected by distributing questionnaires. The data were processed and analyzed using the independent Sample t-Test. The research results indicate that the concept of pineapple commodity marketing behavior significantly affects the demographics of farmers in Senuro Village, and there is no significant difference between selling time, behavior towards the fruit, and buyers with education level and farming experience.  ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya petani dalam memasarkan nanas sebagai komoditas unggulan di Desa Senuro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pemasaran komoditas nanas berdasarkan demografi petani desa senuro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode survei. Metode penarikan contoh dengan menggunakan metode simple random sampling dan jumlah sampel sebanyak 33 petani. Data penelitian diambil dengan menyebarkan kuisioner. Data diolah dan dianalisis dengan uji independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep perilaku pemasaran komoditas nanas berpengaruh signifikan terhadap demografi petani Desa Senuro dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara waktu jual, perilaku terhadap buah dan pihak pembeli dengan tingkat pendidikan dan pengalaman bertani.
Implementasi Manajemen Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) menuju Peningkatan Mutu dan Pendapatan Petani Arafah, Elmeizy; Ibnu Zainal, Rabin; Nearti, Yuwinti; Ismail, Ismail; Fachrudin, Budi; Jayanti, Nirmala; Saputra, Doris; Panca Putra, Arief; Nurjanah, Rizka; Nurfitriyani, Elita; Nurgroho, Bagus; Aryo Saloka, Subagho
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i3.481

Abstract

Produktivitas dan mutu tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada perkebunan rakyat sangat dipengaruhi oleh penerapan manajemen panen dan pascapanen yang tepat. Petani masih menghadapi kendala dalam menentukan tingkat kematangan panen, menerapkan teknik pemanenan sesuai standar, mengurangi kehilangan hasil, melakukan grading, serta menangani TBS setelah panen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Sumatera Selatan–PT Dutareka Mandiri, Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 11 Juni 2026. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan manajemen panen dan pascapanen guna meningkatkan mutu TBS dan pendapatan. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA), melalui sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, Praktek lapangan panen, Praktek pascapanen dan grading TBS, diskusi interaktif, serta evaluasi. Kegiatan diikuti 90 petani yang berasal dari beberapa Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Evaluasi dilakukan melalui wawancara langsung dengan kategori sangat baik, baik, cukup, dan kurang. Hasil evaluasi menunjukkan 68,6% peserta menilai kegiatan sangat baik, 28,6% baik, dan 2,8% cukup. Kegiatan meningkatkan pemahaman peserta tentang kematangan panen, teknik panen, penanganan pascapanen, dan grading TBS. Program juga memperkuat sinergi perguruan tinggi, koperasi, dan petani dalam mendukung Praktek panen berkelanjutan. Penerapan berkelanjutan diharapkan meningkatkan efisiensi, mutu, dan pendapatan petani.
Transfer Teknologi Good Nursery Practices (GNP) melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembibitan Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Kualitas Bibit dan Kapasitas Petani Sawit Rakyat Ismail, Ismail; Ibnu Zainal, Rabin; Arafah, Elmeizy; Ijang Wahyudin, Cecep; Nearti, Yuwinti; Fachrudin, Budi; Jayanti, Nirmala; Saputra, Doris
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i3.482

Abstract

Kualitas bibit merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan produktivitas kelapa sawit pada fase tanaman menghasilkan. Namun, penerapan standar pembibitan pada perkebunan rakyat masih menghadapi berbagai kendala, sehingga diperlukan transfer teknologi Good Nursery Practices (GNP) melalui pelatihan dan pendampingan berbasis praktek. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengelolaan pembibitan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sesuai prinsip GNP. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Juli 2026 yang diikuti oleh 120 orang dari petani unsur koperasi, petani swadaya/mandiri dan petani plasma Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan, kegiatan dilakukan di Kebun Pembibitan Kelapa Sawit Universitas Sumatera Selatan-PT. Dutareka Mandiri, bekerja sama dengan IPB Training dan PT Dutareka Mandiri, Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) dan Experiential Learning melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktek pre nursery dan main nursery, diskusi, pendampingan teknis, serta evaluasi. Kebun pembibitan digunakan sebagai teaching nursery untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung. Kegiatan diikuti 40 peserta dari kelompok petani koperasi, plasma, dan swadaya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 95,4% peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang GNP dan 95,0% mengalami peningkatan keterampilan pengelolaan pembibitan. Pelatihan juga meningkatkan pemahaman mengenai media tanam, penyiraman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, seleksi bibit, dan penerapan SOP. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas petani serta memperkuat adopsi teknologi pembibitan kelapa sawit yang berkualitas dan berkelanjutan.