Claim Missing Document
Check
Articles

Diseminasi Penggunaan Limbah Plastik Sebagai Material Beton di Kabupaten Sumenep Anita Intan Nura Diana; Subaidillah Fansuri
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i2.1073

Abstract

Limbah plastik merupakan masalah lingkungan yang cukup serius sehingga membutuhkan penganan secara tepat dan berkelanjutan agar tidak mencemari tanah, air dan udara. Menurut Suaryana (2018) dan Ariffin (2018) saat ini negara Indonesia merupakan negara urutan kedua penghasil sampah setelah negara China. Sampah yang dihasilkan tiap tahunnya mampu mencapai angka 1,29 juta ton. Negara Indonesia yang notabene setiap wilayahnya dikelilingi oleh laut seakan-akan menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah. Di daerah pesisir dengan jumlah populasi sekitar 187,2 juta jiwa setiap tahunnya menghasilkan sampah plastik sebesar 3,22 ton. Sampah atau limbah yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasilkan akan menjadi ancaman sendiri terhadap lingkungan, karena beberapa limbah plastik memiliki kandungan racun. Selain itu limbah plastik juga tidak mudah terurai seperti yang telah dipaparkan dalam website Petungsewu Wildlife Education Center (2003), limbah plastik membutuhkan waktu 50-100 tahun untuk terurai. Berdasarkan latar belakang diatas maka muncul ide untuk melakukan kegiatan diseminasi penggunaan limbah plastik sebagai material beton khususnya sebagai pengganti pasir. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan kegiatan penelitian yang akan dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil, Universitas Wiraraja. Limbah platik yang dimaksud adalah limbah plastik dari botol bekas yang kemudian dijadikan bahan pengganti sebagian pasir. Botol bekas ini akan dibuat sedemikian rupa sehingga ukurannya atau gradasinya memiliki kemiripan dengan pasir. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menunjukan perkembangan yang cukup bagus terhadap penambahan pengetahuan para peserta tentang beton dan pengelolaan limbah botol plastik sebagai agregat halus.
Pemanfaatan Limbah Serbuk Batang Bambu Sebagai Campuran Substitusi Agregat Halus Pada Paving Block Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Moh.Hilson Rahmatullah; Anita Intan Nura Diana; Subaidillah Fansuri
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2022.v3i2.3325

Abstract

Paving block mulai dikenal dan dipakai di Indonesia sejak tahun 1977/1978. Paving block  sendiri mempunyai beberapa variasi bentuk untuk memenuhi selera pemakai. Pembuatan paving block ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, misalnya saja digunakan sebagai tempat parkir, terminal, jalan setapak dan juga perkerasan jalan di kompleks-kompleks perumahan serta untuk keperluan lainnya.Paving block merupakan produk bahan bangunan dari semen yang digunakan sebagai salah satu alternatif penutup atau pengerasan permukaan tanah. Paving block dikenal juga dengan sebutan bata beton (concrete block) atau cone block.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode experimental (percobaan), Penelitian ini menggunakan semen type 1 karena mampu digunakan pada keadaan normal dan tidak memerlukan persyaratan khusus. Serbuk batang bambu sebagai substitusi agregat halus dengan jumlah sampel 20 dengan variasi 0%, 5%, 15% dan 25% sebagai bahan campur untuk paving block dengan benda uji berbentuk bata  ukuran 6 x 10,5 x 21 pada 28 hari. Hasil penelitian ini akan mengetahui penyerapan maksimum, kuat tekan pada paving block, Untuk teknik analisis data yaitu menggunakan Uji Regresi Linear, Uji Linearitas dan Uji Heteroskedastisitas.Hasil yang diperoleh dalam penelitian penggunaan bahan setiap benda uji total yang dibutuhkan untuk 20 benda uji yaitu pasir 42,79 kg, semen 13,26 kg, air 5,3 kg dan serbuk batang bambu 5,43 kg. Hasil kuat tekan tertinggi yaitu variasi 5% sebesar 9,72 dan untuk daya serap air terbaik 15% sebesar 8,150. Untuk mutu beton rata rata kuat tekan dan daya serap air yaitu Mutu D. Dengan persamaan regresi Y = 309,637 – 84,447 X dengan kesimpulan ada pengaruh yang signifikan antara penambahan campuran tersebut, Dan untuk biaya semakin banyak penambahan serbuk batang bambu semakin kecil biaya yang dikeluarkan.
PERBANDINGAN SYARAT MUTU FISIKA SEMEN PPC DENGAN SEMEN MORTAR (LEM BATA RINGAN) Dwi Deshariyanto; Anita Intan Nura Diana; Subaidillah Fansuri
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v10i2.2066

Abstract

Light brick in its implementation is done installation using lightweight brick adhesive, but in various places, especially in the Sumenep district installation of lightweight bricks using ordinary cement or widely circulated in the market such as PPC cement. Based on these differences this study will compare the physical quality requirements between PPC cement with cement mortar (lightweight brick glue) in the Sumenep district. The purpose of the study comparing the physical quality requirements of PPC cement with cement mortar (light brick glue) is to determine the binding time, decline or hardening and compressive strength between PPC cement and cement mortar (light brick glue). This research is an experimental research. Test objects for the binding time and hardening of both PPC cement and cement mortar (light brick glue) by making pasta balls, while test objects for compressive strength by making 5 x 5 x 5 cm cube-shaped test objects. PPC cement showed a decrease at 105 minutes by 4.1 mm and the initial bonding time occurred at 139 minutes with a penetration of 25 mm. PPC cement meets the physical requirements of SNI. Cement mortar (lightweight brick glue) for 150 minutes did not decrease and harden at all, so the initial bonding time of cement mortar (lightweight brick glue) meets the SNI requirements. The compressive strength of PPC cement has an average compressive strength of 26.33 MPa, while cement mortar (lightweight brick glue) is 4 MPa. The compressive strength of PPC cement meets the SNI requirements, while cement mortar (lightweight brick glue) does not meet the SNI requirements. Cement mortar (lightweight brick glue) is more appropriate to use in the implementation of lightweight brick installation and PPC cement is stronger when compared to cement mortar (lightweight brick glue).
KARAKTERISTIK KOMODITAS BATU KERIKIL DAN PASIR HITAM UNTUK BAHAN BANGUNAN DI KABUPATEN SUMENEP SUBAIDILLAH FANSURI; Anita Intan Nura Diana
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 2 (2018): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i2.707

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah, berbanding lurus dengan pertambahan kebutuhan penduduk terhadap sandang, pangan dan papan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka semakin meningkat jumlah kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup yang layak misalnya pembangunan infrastruktur jalan, bangunan gedung dsb. Pembangunan infrastruktur pasti membutuhkan material yang bermacam-macam seperti bahan campuran beton, membutuhkan pasir, kerikil, semen dan air. Karakteristik sifat beton memiliki kuat tekan tinggi namun lemah dalam kuat tarik maka dari itu dalam proses pembuatan beton dibutuhkan bahan yang bermutu untuk menjaga kualitas beton. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Dalam hal ini peneliti melakukan uji laboratorium yaitu percobaan kadar air pasir; percobaan berat jenis pasir; percobaan berat voleme pasir; test kebersihan pasir terhadap lumpur (endapan); test kebersihan pasir terhadap lumpur (pencucian); percobaan kadar air batu pecah; percobaan berat jenis batu pecah; percobaan berat voleme batu pecah; test kebersihan batu pecah terhadap lumpur (pencucian); Test Keausan Agregat Kasar. Teknik analisis data akan dilakukan dengan langkah-langkah berikut : 1) Survey lokasi; 2) Pengambilan sampel; 3) Uji laboratorium. Hasil percobaan kadar air agregat kasar untuk Desa Batuan 5,02%; Desa Batu Putih 1,83%; Desa Dasuk 2,08%; Desa Rubaru 1,93%; Desa Lenteng 2,04%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat kasar untuk Desa Batuan 2,42 gr; Desa Batu Putih 2,39 gr; Desa Dasuk 2,45 gr; Desa Rubaru 2,53 gr; Desa Lenteng 2,32 gr. Hasil percobaan berat volume agregat kasar untuk Desa Batuan 1814,5 Kg/m3; Desa Batu Putih 2230,5 Kg/m3; Desa Dasuk 1977,5 Kg/m3; Desa Rubaru 2075,5 Kg/m3; Desa Lenteng 1852,5 Kg/m3. Hasil percobaan kebersihan agregat terhadap kadar lumpur agregat kasar untuk Desa Batuan 1 %; Desa Batu Putih 0,5 % ; Desa Dasuk 0,5 %; Desa Rubaru 0,5 %; Desa Lenteng 0,7 %. Hasil percobaan keausan agregat kasar untuk Desa Batuan 19,8 %; Desa Batu Putih 29,6 % ; Desa Dasuk 26,2 %; Desa Rubaru 24,8 %; Desa Lenteng 25,6 %. Hasil percobaan kadar air agregat halus untuk pasir pasuruan 14,15%; dan pasir pasirian 8,93%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat halus untuk pasir pasuruan 2,27gr ; dan pasir pasirian 2,8 gr. Hasil percobaan berat volume agregat halus untuk pasir pasuruan 1459,3Kg/m3 ; dan pasir pasirian 1749,3 Kg/m3. Hasil percobaan kadar lumpur (pengendapan) agregat halus untuk pasir pasuruan 5,26 %; dan pasir pasirian 9 %. Hasil percobaan kadar lumpur (pencucian) agregat halus untuk pasir pasuruan 6,26 %; dan pasir pasirian 7,9 %.
PERSEPSI MASYARAKAT DESA BUNGBARUH KECAMATAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN TERHADAP PENGGUNAAN MCK Subaidillah Fansuri; Dwi Deshariyanto; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v11i1.2092

Abstract

Welfare and environmental quality which is still low in Indonesia is a problem that is almost the same in all settlements, benchmarks for the level of welfare and the low quality of the community's environment can be seen from the houses that people live in. The basic thing that can be identified from a bad environment can be seen from the factors that most influence the quality of the housing itself such as drainage, clean water distribution network, garbage disposal, toilet facilities, density of settlements and poverty. This study intends to examine perceptions about the behavior of the people of Bungbaruh Village regarding environmental health and individual and cubicle sanitation related to the absence of MCK facilities in the village. With a sample size of 55 families, namely the people of Dusun Durbugan II, Bungbaruh Village, Kadur District, Pamekasan Regency. Unhealthy behavior is influenced by educational factors, low income, knowledge, hereditary habits, the absence of toilet facilities so that some people still use open spaces as a means for defecating (BAB). The creation of a clean and healthy environment will be obtained by the behavior of the community to change behavior. Efforts that can be made are increasing public awareness through counseling from related parties and providing adequate toilet facilities
PERENCANAAN PEMBANGUNAN MASJID MUJAHIDIN 2 LANTAI JALAN PEPAYA KARANGDUAK KECAMATAN KOTA KABUPATEN SUMENEP Ihsabaihaki, Ainur; DIANA, ANITA INTAN NURA; Fansuri, Subaidillah
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6 No 2 (2022): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/njts.v6i2.1947

Abstract

Masjid menjadi tempat ibadah umat muslim yang disediakan di setiap daerah untuk masyarakat umum, seperti masjid mujahidin sekerang dengan berkembang dan kedepannya akan membangun beberapa fasilitas umtuk kemajuan para santri mujahidin untuk mengaji dan belajar. Area Masjid Mujahidin luas keseluruhan tanah 1174 m2 maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk, mengetahui perencanaan stuktur masjid mujahidin dan mengetahui perencanaan rencana anggaran biaya masjid mujahidin 2 lantai. Dari perencanan ini diharapkan dapat membantu atau mempermudah dalam menentukan gambar rencana bangunan,pedimensian ,penulangan, dan biaya yang di butuhkan.
Peningkatan Kualitas SDM dalam Dunia Kontruksi yang Tertuang pada Aplikasi SAP 2000 Fansuri, Subaidillah; Diana, Anita Intan Nura; Deshariyanto, Dwi
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i2.1050

Abstract

Banyak suatu pembangunan konstruksi baik itu gedung, jalan dan jembatan masih dilakukan atau direncanakan secara manual, sehingga membutuhkan suatu waktu penyelesaian yang begitu lama, terutama di Kabupaten Sumenep. Oleh karena itu perlu adanya suatu peningkatan kualitas SDM terkait perencanaan konstruksi dengan sebuah program sebagai alat mempercepat suatu perencanaan konstruksi. Program yang nantinya akan dituangkan dalam sebuah kerangka penyelesaian adalah bagaimana menerapkan sebuah perencanaan konstruksi dengan cepat dan tepat yang direncanakan dengan program SAP 2000. Kegiatan dilaksanakan dengan cara pelatihan atau workshop tentang bagaimana cara merencakanan sebuah konstruksi dengan program SAP 2000 kepada anggota forum Silaturrahmi Mahasiswa Fakultas Teknik (FOSFAT). Hasil kegiatan ini adalah pemahaman peserta pelatihan atau workshop semakin meningkat dari 10% menjadi 75%. Hasil run aplikasi SAP 2000 yang dibuat oleh peserta pelatihan sangat memuaskan.
Diseminasi Penggunaan Limbah Plastik Sebagai Material Beton di Kabupaten Sumenep Diana, Anita Intan Nura; Fansuri, Subaidillah
Jurnal ABDIRAJA Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v5i2.1073

Abstract

Limbah plastik merupakan masalah lingkungan yang cukup serius sehingga membutuhkan penganan secara tepat dan berkelanjutan agar tidak mencemari tanah, air dan udara. Menurut Suaryana (2018) dan Ariffin (2018) saat ini negara Indonesia merupakan negara urutan kedua penghasil sampah setelah negara China. Sampah yang dihasilkan tiap tahunnya mampu mencapai angka 1,29 juta ton. Negara Indonesia yang notabene setiap wilayahnya dikelilingi oleh laut seakan-akan menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah. Di daerah pesisir dengan jumlah populasi sekitar 187,2 juta jiwa setiap tahunnya menghasilkan sampah plastik sebesar 3,22 ton. Sampah atau limbah yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasilkan akan menjadi ancaman sendiri terhadap lingkungan, karena beberapa limbah plastik memiliki kandungan racun. Selain itu limbah plastik juga tidak mudah terurai seperti yang telah dipaparkan dalam website Petungsewu Wildlife Education Center (2003), limbah plastik membutuhkan waktu 50-100 tahun untuk terurai. Berdasarkan latar belakang diatas maka muncul ide untuk melakukan kegiatan diseminasi penggunaan limbah plastik sebagai material beton khususnya sebagai pengganti pasir. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan kegiatan penelitian yang akan dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil, Universitas Wiraraja. Limbah platik yang dimaksud adalah limbah plastik dari botol bekas yang kemudian dijadikan bahan pengganti sebagian pasir. Botol bekas ini akan dibuat sedemikian rupa sehingga ukurannya atau gradasinya memiliki kemiripan dengan pasir. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menunjukan perkembangan yang cukup bagus terhadap penambahan pengetahuan para peserta tentang beton dan pengelolaan limbah botol plastik sebagai agregat halus.
Optimalisasi Daur Ulang Sampah Organik dan Anorganik untuk Meningkatkan Jiwa Enterpreneur Mahasiswa Teknik Sipil Diana, Anita Intan Nura; Fansuri, Subaidillah
Jurnal ABDIRAJA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v4i2.1533

Abstract

Data limbah di Indonesia setiap tahun prosentasenya mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, data limbah yang dihasilkan adalah 60% berasal dari sampah organik, 9% berasal dari sampah kertas, 4,3% berasal dari sampah metal, 12,7% berasal dari sampah kaca, kayu, dan bahan lainnya. Pada tahun 2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan jumlah timbulan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun, hal ini menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang perhari sebesar 0,7 Kg. Komposisi jenis sampah yang dihasilkan adalah 50% berasal dari sampah organik (sisa makanan dan tumbuhan), 15% berasal dari sampah plastik, 10% berasal dari sampah kertas, kemudian sisa sampah lainnya berasal dari logam, karet, kain, kaca dan lainnya Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja wajib mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja, terlebih pada tahun 2015 negara-negara dikawasan Asia Tenggara menyepakati adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, solutif dan dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan MEA. Sektor wirausaha diharapkan mampu berperan banyak dalam menghadapi MEA, karena wirausaha dapat merubah perekonomian suatu negara dengan sikap dan perilaku wirausaha itu sendiri untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik. Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas muncul ide kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Optimalisasi Daur Ulang Sampah Organik Dan Anorganik Untuk Meningkatkan Jiwa Enterpreneur Mahasiswa Teknik Sipil”. Hasil pelaksanaan berdasarkan penyebaran kuisioner kepada mitra menunjukan hasil yang cukup baik. Rata-rata jawaban responden yang menjawab “Ya” sebesar 94% artinya responden memahami materi yang telah disampaikan dalam kegiatan sosialisasi.
PEMETAAN PRASARANA DAN KONTUR KAMPUS UNIVERSITAS WIRARAJA BERDASARKAN CITRA PENGINDRAAN JAUH Deshariyanto, Dwi; Fansuri, Subaidillah; Diana, Anita Intan Nura
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v11i2.2878

Abstract

Wiraraja University campus from its establishment in 1986 to 2023 has a period of 37 years which has experienced many developments, especially learning infrastructure. The development of infrastructure needs to be mapped to determine the distribution of learning infrastructure on the Wiraraja University campus. The utilization of geographic information system (GIS) technology and the development of infrastructure on the Wiraraja University campus, it is necessary to map the infrastructure and contours on the Wiraraja University campus which will later obtain an overview of the infrastructure. The purpose of the study was to determine the infrastructure map and the percentage of infrastructure to the overall land and contour map of Wiraraja University campus. The research used Google Earth and ArcMap. The research data collection was carried out by field survey and data collection of infrastructure on the campus of Wiraraja University and the research data was carried out by frequency analysis. Land use on the campus of Wiraraja University is divided into the categories of buildings, sports fields, covered and open parking, parks, roads and vacant land. The land area of Wiraraja University campus based on Google Earth images with the digitization method is 22,711.86 m2. The largest land use is used as a building at 37.54%, while the smallest land use is used as a covered parking lot at 1.78%. The elevation of the Wiraraja University campus is between 3.67 - 5.94 m elevation and the highest elevation is 5.94 meters and the lowest elevation is 3.67 meters above mean sea level.