Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Science: Indonesian Journal of Science

Implementasi Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat dengan Garam untuk Mengurangi Skala Nyeri Gout Arthritis pada Lansia Cahyani, Amanda; Pasaribu, Yohanna Adelina
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.310

Abstract

Gout arthritis adalah artropati akibat kristal yang paling umum disebabkan oleh kristal monohidrat monosodium urat yang menumpuk di persendian sehingga menyebabkan peradangan dan rasa sakit yang hebat. Menurut WHO tahun 2023 kasus gout arthritis yang sering diderita oleh lansia terdapat sekitar 335 juta jiwa yang mengalami gout arthritis. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan skala nyeri pada pasien gout arthritis yaitu dengan rendam kaki dengan air hangat menggunakan garam. Penelitian deskriptif dengan desain studi kasus yang dilakukan pada dua klien lansia di UPT Yansos Tuna Rungu, Wicara, dan Lanjut usia pematangsiantar pada klien 1 dilakukan tanggal 30 April - 06 Mei 2025 sedangkan pada klien 2 tanggal 27 Mei - 2 Juni 2025. Instrumen  yang digunakan meliputi format pengkajian keperawatan gerontik, SOP Rendam kaki air hangat dengan garam , lembar observasi dan lembar informed consent. Setelah 7 hari pelaksanaan rendam kaki menggunakan garam, terdapat penurunanan  skala nyeri pada Ny.M dari skala nyeri 5 menjadi skala nyeri 2 dan pada Ny.N dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 3. Penerapan rendam kaki dengan air hangat menggunakan garam yang dilakukan pada pasien gout arthritis efektif untuk menurunkan skala nyeri. Rendam kaki menggunakan air hangat dengan garam di jadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan pada lansia maupun petugas UPT dalam penurunan nyeri persendian pasien gout arthritis.
Implementasi Teknik Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Sirait, Cindy Veronika; Pasaribu, Yohanna Adelina
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.315

Abstract

Menurut WHO (2023), lebih dari 95% penderita diabetes di seluruh dunia merupakan diabetes melitus tipe II, dengan jumlah penderita diperkirakan melebihi 790 juta orang. Diabetes melitus tipe II adalah penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan resistensi insulin. Stres psikologis dapat mempengaruhi kontrol glikemik, sehingga manajemen stres menjadi bagian penting dalam perawatan. Teknik relaksasi otot progresif merupakan salah satu metode non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi stres dan berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Metode jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel penelitian sebanyak 2 orang Diabetes Melitus Tipe II di ruangan Mawar Rumah Sakit Tentara TK IV.01.07.01 Pematangsiantar. penelitian pada Ny. B dilakukan pada tanggal 29 april 2025 dan pada Ny. L dilakukan tanggal 26 Mei 2025. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu lember observasi, SOP teknik relaksasi otot progresif, informed consent, dan alat pengukur gula darah (glukometer). Hasil setelah pemberian terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari, kadar glukosa darah menurun pada Ny. B dari 249 mg/dl menjadi 213 mg/dl dan pada Ny. L dari 300 mg/dl menjadi 227 mg/dl. Kesimpulan teknik relaksasi otot progresif efektif menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran teknik relaksasi otot progresif diharapkan dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II.