Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perceived Ease Of Use As An Intervening Factor In Students’ Perceptions Of Learning Outcomes When Completing Assignments Via An AI Chatbot Standsyah, Rahmawati Erma; Sulaiman, Raden; Yunianti, Dwi Nur; Sentosa, Farhan Halim; Parsa, Nabila Agatha
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v10i4.1043

Abstract

ABSTRACT   The use of AI-based technologies is increasingly widespread among students, particularly to facilitate assignments and understanding of course materials. Inappropriate use by students can have a negative impact on the future of the country. The objective of this research is therefore to examine the extent to which personal and environmental factors influence students' perceptions of learning outcomes when completing homework, considering the perceived ease of use of Chatbot AI as an intervening construct. In accordance with the TAM and UTAUT frameworks, perceived ease of use acts as an intervening variable that links the influence of personal and environmental factors on learning outcomes. A quantitative methodology, based on SEM-PLS, was used, involving 154 students from SMA/SMK in Surabaya and the surrounding areas. Based on gender, female respondents were 77.9% and male respondents were 22.1%. The validity and reliability of the research instrument were tested. The direct relationship between personal and environmental factors on students' perceived learning outcomes was found to be insignificant (p = 0.277), However, however, each factor is individually significant but the mediating effect is weak and insignificant. This means that students' personal and environmental factors alone do not improve their perception of their learning outcomes, as they feel that the results of AI chatbots do not reflect their own understanding. They consider learning successful only when it involves personal effort. However, when these factors influence perceived ease of use, this ease of use becomes the determining factor in how students evaluate their learning process.
PEMILIHAN PRODUK SEMEN TERBAIK DENGAN METODE FUZZY ELECTRE (ELIMINATION ET CHOIX TRADUISANT LA REALITÉ) Fatchur Rochmah; Yunianti, Dwi Nur
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p201 - 211

Abstract

Semen merupakan bahan pengikat utama dalam campuran beton yang berperan penting terhadap kekuatan tekan, daya rekat, dan ketahanan konstruksi bangunan. Pemilihan produk semen yang tepat menjadi faktor penting untuk menjamin kualitas konstruksi, namun keputusan di lapangan sering kali hanya didasarkan pada harga tanpa mempertimbangkan aspek teknis maupun non-teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produk semen terbaik di Indonesia menggunakan metode Fuzzy ELECTRE ( Elimination et Choix Traduisant la Réalité ) sebagai pendekatan pengambilan keputusan multikriteria. Metode ini menggabungkan konsep outranking pada ELECTRE dengan logika fuzzy untuk menyelesaikan penyelesaian dalam penilaian. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari 20 responden yang berpengalaman di bidang konstruksi melalui penyebaran kuesioner. Empat merek semen yang digunakan sebagai alternatif yaitu Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Dynamix, dan Semen Conch, dengan tujuh kriteria penilaian meliputi cepat kering, daya tahan terhadap cuaca, kerekatan, pengemasan, harga, ketersediaan produk, dan kekuatan tekan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Fuzzy ELECTRE, diperoleh bahwa Semen Gresik menjadi produk semen terbaik dengan skor tertinggi sebesar 14.36, diikuti oleh Semen Dynamix dengan skor 11.00, Semen Tonasa dengan skor 3.28, dan Semen Conch dengan skor −3.00. Hasil ini menunjukkan bahwa Semen Gresik memiliki kinerja paling unggul pada sebagian besar kriteria teknis dan non-teknis, sehingga layak dijadikan rekomendasi utama dalam pemilihan produk semen terbaik untuk meningkatkan kualitas konstruksi di Indonesia. Kata Kunci: Semen, Kualitas Konstruksi, Sistem Pendukung Keputusan, Fuzzy ELECTRE, Pengambilan Keputusan Multi Kriteria.
Implementasi Metode FCM Dan SAW dalam Pengelompokan dan Pemilihan Daerah Perkebunan Biofarmaka (Rimpang) Terbaik di Jawa Barat Nabilah 'Afaaf; Yunianti, Dwi Nur
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p212 - 226

Abstract

Tanaman biofarmaka jenis rimpang seperti jahe, lengkuas, kunyit, dan kencur memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Provinsi Jawa Barat, namun diperlukan analisis kesesuaian wilayah yang tepat. Penelitian ini menerapkan metode Fuzzy C-Means (FCM) untuk mengelompokkan daerah berdasarkan ketinggian, suhu, kelembapan, kecepatan angin, curah hujan, dan penyinaran matahari, serta metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk memberikan penilaian dan pemeringkatan guna menunjukkan daerah dengan hasil perkebunan biofarmaka rimpang terbaik pada setiap klaster berdasarkan kriteria luas panen dan jumlah produksi. Metode FCM diuji dengan jumlah klaster 2, 3, dan 4 menggunakan indeks Xie-Beni untuk memperoleh klaster optimal. Hasil terbaik diperoleh pada klaster 2 dengan nilai Xie-Beni sebesar 0,0551899560, yang menghasilkan dua zona utama, yaitu Zona Tropis Tinggi Lembap Tenang Hujan Sedang Cerah dan Zona Tropis Rendah Sangat Lembap Tenang Hujan Tinggi Teduh. Hasil analisis menunjukkan bahwa Zona Tropis Tinggi Lembap Tenang Hujan Sedang Cerah paling sesuai untuk pengembangan tanaman jahe, lengkuas, kunyit, dan kencur, dengan daerah terbaik berdasarkan metode SAW adalah Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang. Sementara itu, Zona Tropis Rendah Sangat Lembap Tenang Hujan Tinggi Teduh paling sesuai untuk pengembangan tanaman kencur, dengan daerah terbaik yaitu Kabupaten Subang. Kata kunci: Fuzzy C-Means, Simple Additive Weighting, Biofarmaka rimpang, Pengelompokan, Pemilihan daerah terbaik
PEMILIHAN TRANSPORTASI UMUM TERBAIK PADA TRAYEK TERMINAL JOYOBOYO SAMPAI PUSAT KOTA SURABAYA DENGAN METODE FUZZY INTUSIONISTIK SWARA-COPRAS Annisa Ika Puspitasari; Yunianti, Dwi Nur
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p150-164

Abstract

Abstrak Transportasi umum berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan efisiensi perjalanan. Keberagaman moda transportasi di Kota Surabaya menimbulkan kebutuhan akan evaluasi yang objektif agar masyarakat memiliki referensi yang jelas dalam memilih moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan menentukan moda transportasi umum terbaik pada trayek Terminal Joyoboyo–Pusat Kota Surabaya dengan menggunakan metode Fuzzy Intuitionistic SWARA-COPRAS. Metode ini digunakan karena mampu mengakomodasi ketidakpastian penilaian responden serta memberikan pembobotan kriteria yang lebih objektif. Data penelitian diperoleh dari penilaian responden terhadap 13 kriteria, antara lain kemudahan pembayaran digital, keamanan perjalanan, ketepatan waktu, tarif, fasilitas, catatan kecelakaan, keandalan pengemudi, aksesibilitas, kapasitas, kepadatan, dampak lingkungan, kecepatan, serta integrasi dengan sistem lain. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemudahan pembayaran digital (0,08048), keamanan perjalanan (0,07984), dan ketepatan waktu (0,07944) merupakan kriteria dengan bobot tertinggi, sedangkan integrasi dengan sistem lain (0,07100) memiliki bobot terendah. Berdasarkan hasil perhitungan COPRAS, alternatif Bus Suroboyo menempati peringkat pertama dengan nilai utilitas 100%, disusul Feeder Wira-Wiri (97,7%), Trans Semanggi (95,2%), dan Bus Tumpuk Suroboyo (92%). Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam memilih moda transportasi umum terbaik di Surabaya. Kata Kunci: : Fuzzy Intusionistik SWARA-COPRAS, Transportasi Umum, Kepentingan Kriteria, Pengurutan Alternatif. Abstract Public transportation plays an important role in supporting urban mobility, reducing traffic congestion, and improving travel efficiency. The diversity of public transportation modes in Surabaya creates the need for an objective evaluation so that society has a clear reference in selecting the most suitable mode of transport. This study aims to determine the best public transportation mode on the Joyoboyo Terminal–City Center Surabaya route using the Fuzzy Intuitionistic SWARA-COPRAS method. This method was selected because it accommodates uncertainty in respondents’ assessments and provides more objective weighting of criteria. The data were collected from respondents’ evaluations of 13 criteria, including digital payment convenience, travel safety, punctuality, fare, facilities, accident records, driver reliability, accessibility, passenger capacity, passenger density, environmental impact, travel speed, and system integration. The results indicate that the highest weights are assigned to digital payment convenience (0.08048), travel safety (0.07984), and punctuality (0.07944), while system integration (0.07100) has the lowest weight. Based on the COPRAS calculation, Bus Suroboyo ranked first with a utility degree of 100%, followed by Feeder Wira-Wiri (97.7%), Trans Semanggi (95.2%), and Bus Tumpuk Suroboyo (92%). Therefore, this study not only provides an academic contribution but also serves as a valuable reference for society in selecting the most effective public transportation mode in Surabaya. Keywords: Fuzzy Intuitionistic SWARA-COPRAS, Public Transportation, Criteria Importance, Alternative Ranking.
PEMILIHAN STRATEGI MITIGASI TERBAIK UNTUK MENGATASI URBAN HEAT ISLAND DI KOTA SURABAYA MENGGUNAKAN METODE FERMATEAN FUZZY SWARA-TOPSIS Syifa', Ismatu Laila; Yunianti, Dwi Nur
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p113-126

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan permasalahan lingkungan yang muncul akibat dominasi Pembangunan dan berkurangnya ruang hijau di kawasan perkotaan. Kondisi ini menyebabkan peningkatan suhu udara, menurunnya kualitas lingkungan, serta mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi mitigasi yang tepat untuk meminimalisasi dampak UHI, khususnya di kota besar seperti Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode fermatean fuzzy SWARA-TOPSIS untuk mengevaluasi dan menentukan strategi mitigasi UHI yang paling efektif berdasarkan lima aspek utama, yaitu lingkungan, ekonomi, soial, teknis, dan kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek lingkungan memiliki bobot kepentingan tertinggi sebesar 0.2426, diikuti aspek teknis sebesar 0.2003 dan kebijakan sebesar 0.1927, sedangkan aspek ekonomi menempati bobot terendah sebesar 0.1773. Pada subkriteria, dukungan pemerintah menjadi faktor paling dominan, sementara sumber pendanaan dan kontrol ekonomi menempati bobot terendah. Alternatif strategi mitigasi yang terbaik adalah penghijauan melalui ruang terbuka hijau dengan nilai sebesar 0.7607, diikuti dengan adanya green building dengan nilai sebesar 0.6593 lalu ruang terbuka biru dengan nilai sebesar 0.6029 dan pengurangan emisi kendaraan dengan nilai sebesar 0.5752, sedangkan regulasi pembangunan gedung baru berada pada posisi terakhir dengan nilai sebesar 0.4306. Hasil tersebut menyatakan bahwa upaya mitigasi UHI perlu diprioritaskan pada strategi berbasis lingkungan yang didukung oleh regulasi serta kebijakan pemerintah, sehingga dapat mewujudkan tata kota yang lebih indah dan ramah lingkungan.