Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analysis of Land Cover Changes in the Forest Area of Lindu Sub District Using Sentinel 2A Images Misrah, Misrah; Arianingsih, Ida
Journal of Social Research Vol. 4 No. 6 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i6.2568

Abstract

Land cover change in forest areas are complex phenomena that have ecological, social, and economic impacts. Remote sensing is very useful for monitoring and mapping land cover changes because it can provide information about the earth's surface quickly, accurately, easily, and covers a wide area. Sentinel-2A imagery is a satellite remote sensing data with a high spatial resolution and has been widely used for land cover mapping. The study intends to analyze land cover changes in the forest area of Lindu District using Sentinel-2A imagery. The study was conducted in the forest region of Lindu Sub District, Central Sulawesi Province. The study found that the accuracy level of the classification output was 97.47% (Overall Accuracy) and 88.20% (Kappa Accuracy). The types of land cover produced consisted of forests, dryland agriculture, shrubs, grasslands, rice fields, swamp shrubs, and water bodies. Land cover that experienced changes were forests (decreased by 883.13 Ha), grasslands (decreased by 7.56 Ha), dryland agriculture (increased by 819.2 Ha), paddy field (decreased by 1.2 Ha), open land (increased by 36.31 Ha), and shrubs (increased by 28.23 Ha, swamp shrubs (increased by 9.51 Ha), water bodies (decreased by 1.36 Ha).
Pemodelan Spasial Kerawanan Banjir di Kepulauan Nias dan sekitarnya berbasis Sistem Informasi Geografis dan Multi-Criteria Decision Analysis Hulu, Amati Eltriman; R, Dandy Adriansyah; Alexis, Mizero; Arianingsih, Ida; Hamka, Hamka; Purnama, Rizky; Maiwa, Arman
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1243-1252

Abstract

Peningkatan kejadian Banjir di Kepulauan Nias dalam dekade terakhir menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang besar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model spasial untuk pemetaan tingkat kerawanan banjir di Kepulauan Nias dan Sekitarnya. Metode yang digunakan adalah Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP) yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Enam variabel kriteria dianalisis yaitu kemiringan lereng, ketinggian, curah hujan, jenis tanah, tutupan lahan, dan jarak dari sungai. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa ketinggian dan curah hujan merupakan faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap kerawanan banjir. Model yang dibangun kemudian mengklasifikasikan wilayah ke dalam tiga tingkat kerawanan yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Kabupaten Nias Utara dan Nias Barat memiliki proporsi wilayah dengan kerawanan tinggi yang cukup besar. Sebaliknya, Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Selatan didominasi oleh wilayah dengan kerawanan rendah. Model spasial ini dapat berfungsi sebagai alat pendukung keputusan yang efektif bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan mitigasi bencana, pengembangan tata ruang berbasis kebencanaan, dan pengembangan sistem peringatan dini banjir yang terintegrasi di Kepulauan Nias dan Sekitarnya.
The Analysis of Habitat Suitability for Macaca Tonkeana in the Pangi Binangga Natural Reserve of West Toboli Village Using SIG and PCA Approach Susianti, Siti; Muis, Hasriani; Misrah, Misrah; Akhbar, Akhbar; Arianingsih, Ida; Baharuddin, Rhamdhani Fitrah; Hulu, Amati Eltriman
Advance Sustainable Science, Engineering and Technology Vol 6, No 2 (2024): February - April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v6i2.18798

Abstract

The boti monkey, also known by its scientific name Macaca tonkeana, is a type of endemic primate found on Sulawesi Island. This study aims to determine the suitability of Macaca tonkeana habitat by using spatial analysis methods to determine the most suitable areas for survival. The study used a sample of locations conducted by observation method. The data collected was then spatially analysed by overlaying, classing, weighting, and scoring. PCA analysis was used to classify variables and assign weights to each parameter. Based on the habitat suitability model developed, the study sites were classified into three suitability levels: low, medium and high. Low suitability with an area of 9.475621 ha (0.374%). Medium suitability with an area of 461.777729 ha (18.184 %). High suitability with an area of 2065.896076 ha (81.442%). The model validation showed that most of the validation points were located within the high suitability class, with 92.59% of the total validation points. This indicates that the study site is likely to be a highly suitable habitat for Boti Monkeys.
Peningkatan Kapasitas Petani Berbasis Sumber Daya Lokal dalam Upaya Konservasi Tanah dan Air Secara Berkelanjutan Naharuddin, Naharuddin; Arianingsih, Ida; Rukmi, Rukmi; Rahmawati, Rahmawati; Daeng Massiri, Sudirman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7177

Abstract

Kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tantangan penting di daerah dengan potensi tinggi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Desa Balongga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, merupakan salah satu wilayah yang setiap tahun berisiko terdampak bencana tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi konservasi tanah dan air, mengembangkan pola agroforestri berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas petani melalui pendekatan pendidikan, penelitian, dan kolaborasi berbasis Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Metode yang digunakan adalah educational and participatory approach melalui penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD), dan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif sejak perencanaan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas petani dalam tiga aspek utama, yaitu pengelolaan limbah organik menjadi kompos, penerapan teknologi konservasi tanah dan air, serta pengembangan pola agroforestri. Demplot kompos mampu mengurangi limbah kulit kakao hingga ±60%, teknologi konservasi memperbaiki kualitas lahan dengan menekan erosi, dan pola agroforestri terbukti meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga fungsi ekologi. Keberhasilan ini diperkuat dengan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan multi-pihak, sehingga program menjadi lebih adaptif dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis MBKM efektif dalam meningkatkan resiliensi masyarakat dan mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah rawan bencana. Model yang dihasilkan berpotensi direplikasi pada daerah lain dengan karakteristik serupa sebagai strategi mitigasi bencana sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.