Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Akses Permodalan dan Inovasi Pengolahan Buah Semangka Berkonsep Go green di Desa Henda Subianto, Pratiwi; Irawan, Irawan; Sabirin, Sabirin; Zakiah, Wiwin; Takari, Dedi; Simbolon, Tiur Roida; Pungan, Yudi; Halim, Abdul; Arituan, Bismart; Fauzi, Risky Ahmad; Girsang, Ira Veronika; Dakhi, Herman Fland; Reza, Muhammad; Musroni, Gabriel; Salaga, Desi Triana; Parded, Wenty Magdalena; Pratama, Andhika; Basunjaya, Buyung Libna
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4660

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Henda, sentra produksi semangka Kalimantan Tengah, bertujuan untuk mendampingi petani dalam meningkatkan akses permodalan serta mengembangkan inovasi pengolahan buah semangka berbasis konsep go green. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dikombinasikan dengan pendekatan edukatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan intensif selama tiga bulan. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 80% petani yang terlibat memahami cara mengakses sumber permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan 30% di antaranya berhasil mendapatkan kredit untuk pengembangan usaha. Petani juga mampu menciptakan produk inovatif seperti keripik kulit semangka dan sirup semangka, serta memanfaatkan limbah kulit semangka menjadi pupuk organik, yang meningkatkan nilai tambah produk hingga 20% dibandingkan dengan menjual buah mentah. Kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi keuangan di awal kegiatan dan keterbatasan teknologi pengolahan yang dimiliki petani. Namun, pendampingan intensif berhasil meningkatkan kepercayaan diri petani dalam memanfaatkan teknologi sederhana dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya meningkatkan daya saing petani melalui akses permodalan dan inovasi produk, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan limbah. Model pemberdayaan ini menawarkan pendekatan praktis yang dapat direplikasi di desa lain, dengan catatan perlunya penguatan literasi keuangan sejak tahap awal program.
Agricultural Sector Development Strategy Based On Superior Commodities In Encouraging Economic Growth In Central Kalimantan Arituan, Bismart; Sulaiman, Zakia Putri
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/8s1sab42

Abstract

The agricultural sector serves as the primary foundation of Central Kalimantan's economy, yet its full potential remains unrealized due to limited downstream processing facilities and persistent inter-regional disparities. This study aims to identify leading agricultural commodities, evaluate their contribution to regional economic growth, and formulate appropriate sustainable development strategies. A qualitative approach based on library research was employed, utilizing descriptive-analytical methods and source triangulation from scientific journals, Central Bureau of Statistics publications, and government policy documents spanning 2021–2025. Findings reveal that palm oil, rubber, and rice are the three dominant commodities that substantially contribute to the Gross Regional Domestic Product (GRDP), employment absorption, and poverty alleviation. Nevertheless, reliance on raw commodity exports and insufficient downstream processing industries impede the region's structural economic transformation. Recommended development strategies encompass land intensification, adoption of smart agriculture technology incorporating Internet of Things (IoT) and Artificial Intelligence (AI), strengthening downstream processing through integrated agro-industrial zones, and institutional synergy among government, business actors, and farming communities. Commodity-based agricultural development is believed capable of driving inclusive, competitive, and globally resilient economic growth.