Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Nilai Ekonomi Nilai Ekonomi Penggunaan Air Permukaan Di Sub DAS Cihideung, DAS Cisadane Dewi Fitriani; Harnios Arief; Dudung Darusman; Rachmad Hermawan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.1.19-31

Abstract

Surface water is part of the rainfall flowing above the ground to rivers, lakes, or oceans. One of the surface water resources in West Java is the river water from Cihideung sub watershed. People living in the Cihideung river have traditionally benefited water value as environmental services of the river. They use the water for their livelihood, mainly for agriculture, fisheries, and livestock with their level of income up to Rp.512.250.999,00 per year and expenditure of up to Rp.172.079.999,00 per year. Most of them work as farmers with an average age of 47-53 years and the education level is only elementary school level. They put value of water services about Rp. 237.642.578.707,00 for all house hold in Cihideung Sub Watershed for economic value of water utilization. The quality of water tends to be degrading with existing condition is mild to moderate polluted. The water condition have been decreasing people income and need to be restored among other by upland forest conservation using Payment for Environmental Service schema. The value of water could be managed as a source of fund for the conservation program.
Empowerment of the Community of Cisantana as a buffer village of Gunung Ciremai National Park through Ecotourism Program Nuno Alvares de A. Pereira; Harnios Arief; Rachmad Hermawan; Adjat Sudradjat
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.1.156-167

Abstract

Kesejahteraan masyarakat desa penyangga merupakan faktor yang mempengaruhi kelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan dan mengelola wisata alam melalui pola kemitraan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian di desa penyangga yaitu Desa Cisantana dengan tujuan; mengkaji potensi pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA), mengidentifikasi tingkat pengaruh dan kepentingan pemangku kepentingan, menganalisis manfaat dan tren pengembangan wisata alam, serta strategi pengembangan dan pengelolaan ODTWA. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan penelusuran kepustakaan. Analisis yang digunakan; ADO ODTWA (Analisi Daerah Operasional-Objek Daya Tarik Wisata Alam), Analisis Tingkat Pengaruh dan Kepentingan Stakeholder, dan Analisis Deskriptif Kualitatif. ODTWA bumi perkemahan Palutungan layak untuk dikembangkan. Balai TNGC dan Koperasi Alam Citra Mandiri adalah pemain kunci. Program kemitraan memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat Desa Cisantana. Strategi pengembangan dan pengelolaan ODTWA dapat mengadopsi Model Pentahelix, yang mendorong penguatan kolaborasi pariwisata melalui optimalisasi peran BGCAM. Keterlibatan pihak swasta dalam pengembangan produk wisata di ODTWA diperlukan tetapi harus didominasi oleh masyarakat lokal.
Elang Jawa Steven Jonathan Adu; Harnios Arief; Tutut Sunarminto
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.332-340

Abstract

Keberadaan Elang Jawa tergantung pada kondisi hutan di habitatnya. Jika hutan dataran rendah rusak, Elang Jawa akan terdorong ke hutan yang lebih tinggi; Hal ini dapat mempengaruhi perilaku Elang Jawa karena berkaitan dengan ketersediaan buruan di setiap tipe habitat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi habitat dan perilaku Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Ciremai, dengan menggunakan metode garis kotak-kotak dan focal animal sampling. Analisis habitat Elang Jawa menggunakan pendekatan analisis vegetasi dan tingkat penggunaan tipe habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Elang Jawa paling sering menggunakan tipe habitat hutan alam (85,38%) di situs Cipari dan hutan tanaman (83,14%) di situs Bantar agung. Jenis pohon yang dominan di hutan alam adalah benda (Castanopsis argentea; 20,02%) dan saninten (Artocarpus elasticus; 13,30%). Elang jawa memilih pohon untuk bersarang di pohon kedondong (Spondias pinnata) dan pohon pinus (Pinus merkusii ) di lembah-lembah di antara perbukitan dan dekat dengan sumber air atau sungai. Secara keseluruhan perilaku Elang Jawa yang ditemukan adalah beristirahat/bertengger, berburu, terbang, dan berinteraksi. Perilaku Elang Jawa yang paling banyak ditemukan adalah istirahat/bertengger (80,16%) dan interaksi (45,88%).
Long-Tailed Macaque (Macaca fascicularis) Population Demographic and Spatial Use Pattern in Telaga Warna, Bogor Bunga Resa Hartati, Bunga Resa Hartati; Santoso, Nyoto; Arief, Harnios
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.3.472-480

Abstract

The Telaga Warna Nature Reserve and Nature Park is one of the animal and fauna conservation and protection areas in West Java, with an area of ​​496.49 ha. The long-tailed monkey is one of the protected animals at Telaga Warna. Based on the IUCN Redlist, long-tailed monkeys are currently included in the endangered species (Endangered). The largest decline in the long-tailed monkey population is due to illegal hunting. Given the declining condition of the long-tailed macaque population, this study was conducted to analyze the demographics of the population and analyze the home ranges of long-tailed macaques in Telaga Warna. The research was conducted in March-May 2021, which was carried out at CA and TWA Telaga Warna. The data collected includes population demographics, home ranges, and habitat use. Analysis of population demographic data used concentration calculations based on sex and age structure, home ranges using a minimum convex polygon and habitat use was analyzed descriptively by comparing conditions between observed groups of long-tailed monkeys. The results of the research on the long-tailed monkey population in the Telaga Warna area consisted of two groups with a total of 64 individuals. The long-tailed macaque population will decrease because it has a regressive population with sufficient space and a low total population density of 0.13 ind/ha. The home range area of ​​group A is 13.8 ha and that of group B is 6.26 ha. The home range area of ​​group B is thought to be influenced by the size and age structure of the group. The long-tailed monkey group both use forest land cover, plantations and water bodies, and are found at an altitude of 1400-1600 masl with gentle to very steep slopes (> 8%).
Food diversity of the Tapanuli Orangutan (Pongo tapanuliensis) in the Tapanuli Orangutan Research Station Plan, North Sumatra, Indonesia Arief, Harnios; Mijiarto, Joko
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.2.376

Abstract

The Tapanuli orangutan (Pongo tapanuliensis) is found only in the Tapanuli area. This species includes protected and endangered animals and has a very limited distribution. An important component of animal management is feed availability. This study aims to assess the diversity of food in the Tapanuli orangutan at the Tapanuli Research Station Plan, Batu Satail, Sipirok District. Research was carried out in November 2021 by conducting a vegetation analysis on 3 predetermined paths. The results showed that in this area, there were 91 plant species from 42 families, of which 29 species (31.87%) were orangutan food. However, the highest plant importance index value is dominated by nonfood plants.