Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Inisiasi Pembangunan Eco-Village Berbasis Masyarakat Gatot Supangkat Samidjo; Teddy Nurcahyadi; Fajar Junaedi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.281 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.560

Abstract

Implementasi program Eco-Village ditujukan untuk mengarahkan kehidupan masyarakat menjadi lebihbaik, dalam hal ekonomi, sosial, dan jaminan masa depannya. Program inisiasi ini diterapkan di DusunKuncen, Desa Cawas, Klaten selama empat bulan. Metode yang digunakan dalam implementasiprogram ini, yaitu Diskusi Kelompok Terfokus (DKT), penilaian partisipatif, implementasi bertahap(tahap inisiasi, pelaksanaan, dan evaluasi). Hasil implementasi inisiasi program Eco-Village di RW 09,Kuncen, Cawas, Klaten bahwa program yang ditawarkan sebagai solusi permasalahan masyarakat dapatditerima dan dilaksanakan. Perlu kelanjutan program yang terkait dengan pengembangan pemasaranproduk dan pengelolaan air dan komponen Eco-Village lebih lanjut. Di sisi lain, program perludidiseminasikan dan dikembangkan ke warga masyarakat terdekat dan desa secara umum dengan RW09 sebagai Pusat Pengembangannya.
Pemasaran Digital Produk Unggulan UMKM Dusun Banjarharjo 1 Bantul Fajar Junaedi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Banjarharjo I merupakan salah satu padusunan yang ada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Masyarakat Banjarharjo I bekerja sebagai petani dan perajin. Kerajinan yang dihasilkan berasal dari bambu dan kayu. Persoalan yang dihadapi adalah produk kerajinan yang dihasilkan belum dikenal masyarakat luas. Untuk mengatasi hal ini, maka dilakukan pendampingan kepada warga Banjarharjo I untuk membuat dan mengelola website yang berisi produk kerajinan Banjarharjo 1. Program pengabdian ini telah membawa perubahan berupa ketersediaan website sebagai media promosi produk unggulan dusun Banjarharjo 1. Penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan telah membangun kesadaran bagi warga tentang pentingnya pemasaran melalui media digital internet. Dengan program pengabdian ini, produk kerajinan bambu dan kayu yang dihasilkan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di dusun Banjarharjo 1 menjadi semakin dikenal oleh masyarakat luas.
PENDAMPINGAN PRODUKSI VIDEO PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH KARANGTURI Filosa Gita Sukmono; Fajar Junaedi
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.27223

Abstract

Sekolah Dasar Muhammadiyah Karangturi, Banguntapan, Bantul merupakan amal usaha persyarikatan Muhammadiyah. Di bawah Majelis Dikdasmen Banguntapan Utara, sekolah dasar ini memiliki 12 kelas pararel. Setiap angkatan penerimaan siswa baru, ada dua kelas rombongan belajar yang diterima dengan masing-masing kelas berjumlah di sekitar angka 30 peserta didik. Hal ini menunjukan bahwa SD Muhammadiyah Karangturi diminati oleh orang tua/wali peserta didik untuk menyekolahkan putra-putrinya. Meskipun secara administratif berada di wilayah Kabupaten Bantul, SD Muhammadiyah Karangturi hanya berjarak 800 meter dari Kotagede, Kota Yogyakarta. Selain itu, di sekitar sekolah, dalam radius sampai dengan 3 kilometer berdiri berbagai perumahan, yang berimplikasi pada migrasi penduduk. Letak yang strategis ini, menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi sekolah unggulan dan favorit. Persoalan yang dihadapi oleh SD Muhammadiyah Karangturi untuk menjadi sekolah unggulan dan favorit adalah kurangnya materi pembelajaran berbasis multimedia dan kurangnya peralatan untuk pembelajaran berbasis multimedia. Untuk mengatasi persoalan ini, ada dua program yang akan dilakukan, yaitu workshop metode pembelajaran berbasis multimedia dan produksi media pembelajaran multimedia dalam format video pembelajaran. Setelah metode pelaksanaan dijalankan melalui workshop metode pembelajaran berbasis multimedia di Laboratorium Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan dilakukan produksi media pembelajaran dalam format video sebanyak 24 video yang diunggah di Youtube resmi SD Muhammadiyah Karangturi sebagai bagian dari pembelajaran interaktif di sekolah.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KOMPETENSI ILMIAH DAN KEWIRAUSAHAAN GURU SD MUHAMMADIYAH KARANGTURI MELALUI PENULISAN BUKU Filosa Gita Sukmono; Fajar Junaedi
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.221 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.21771

Abstract

SD Muhammadiyah Karangturi merupakan SD Muhammadiyah yang sedang berkembang. Perkembangan ini ditandai dengan jumlah pelajar yang setiap tahun mencapai dua kelas pararel dan pembangunan fisik gedung sekolah yang sedang dibangun setinggi tiga lantai. Lokasi SD Muhammadiyah Karangturi yang strategis yaitu di samping kantor Kecamatan Banguntapan, Bantul merupakan potensi strategis yang perlu dikelola dengan baik. Sayangnya potensi ini berhadapan dengan persoalan yang terjadi dalam aspek sumber daya manusia. Persoalan yang muncul di SD Muhammadiyah Karangturi adalah rendahnya kemampuan guru dalam penulisan ilmiah. Ini diindikasikan dengan belum adanya publikasi ilmiah yang ditulis oleh guru SD Muhammadiyah Karangturi. Untuk mengatasi persoalan ini, maka metode yang digunakan dalam Program Kemitraan Masyarakat berjudul Pendampingan Peningkatan Kompetensi Ilmiah dan Kewirausahaan Guru SD Muhammadiyah Karangturi melalui Penulisan Buku. Kegiatan dilaksanakan dengan melalui rangkaian pelatihan penulisan ilmiah yang dilanjutkan dengan penulisan buku yang berisi kumpulan karya tulis ilmiah guru SD Muhammadiyah Karangturi. Kesimpulan dari kegiatan ini dengan kemampuan penulisan, guru akan meningkat kompetensi akademiknya sekaligus memiliki kemampuan wirausaha ekonomi kreatif di bidang penulisan. Buku yang dicetak adalah sebanyak 200 eksemplar yang akan dijual secara komersial dengan keseluruhan keuntungan digunakan untuk mitra sebagai modal untuk penerbitan buku selanjutnya. Hal ini merupakan proses penting dari keberlanjutan program ini, dimana mitra membentuk Komunitas Guru Penulis sebagai bagian keberlanjutan program.
Amuk Suporter PSIS dalam Narasi Media Fajar Junaedi
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 11 No. 1 (2014)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.796 KB) | DOI: 10.24002/jik.v11i1.381

Abstract

Abstract: The growth of soccer clubs in the cities and districts in Central Java provokes clashes among supporters, and even between supporters and locals. This article looks at how local daily newspapers, Suara Merdeka and Wawasan, built a narrative reports related to the clash by using Marie Gillespie’s narrative analysis model to see the structures. The analysis shows the narratives put fanatic supporters as citizen’s enemy. Interestingly, the narratives also depict fanatic supporters as “powerless” group who has to be rescued by the army or security forces, whereas in Europe, especially in Italy and the UK, supporters are strictly against themAbstrak: Pertumbuhan klub sepak bola di kota dan kabupaten di Jawa Tengah menyulut bentrokan supporter-suporter dan suporter-warga. Tulisan ini melihat koran Suara Merdeka dan Wawasan membangun narasi pemberitaan mengenai peristiwa tersebut. Metode analisis naratif model Marie Gillespie dipakai untuk melihat rangkaian struktur narasi beritanya. Narasi pemberitaan kedua koran tersebut menempatkan supporter rusuh sebagai musuh warga dan harus diselamatkan polisi dan tentara. Padahal, di Eropa, terutama di Italia dan Inggris, supporter rusuh justru menjadikan aparat keamanan sebagai musuh mereka
Bingkai Berita Kemanusiaan dalam Harian Kompas dan Republika Terhadap Pengungsi Rohingnya (Analisis Framing Pada Berita Kompas dan Republika Edisi 6 – 11 September 2017 Mengenai Pengungsi Rohingnya) Fadila Prihandini; Fajar Junaedi
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 10, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v10i2.6696

Abstract

Konflik berkepanjangan yang terjadi antara militer Myanmar dengan pengungsi Rohingnya kembali terulang. Pada tahun 2017, terjadinya krisis kemanusiaan Rohingnya dipicu oleh serangan kelompok militan Arakan Rohingnya Salvation Army (ARSA) yang menyerang pos penjagaan militer Myanmar pada 25 Agustus 2017. Adanya konflik ini  mengakibatkan warga sipil menjadi korban. Akibatnya, gelombang eksodus pengungsi Rohingnya terus berdatangan dari Rakhine State menuju Banglades. Pemberitaan mengenai krisis kemanusiaan Rohingnya menjadi kontroversi, pihak pemerintah Myanmar menyatakan adanya disinformasi, sementara jumlah pengungsi Rohingnya terus bertambah meninggalkan Myanmar. Ketidakberdayaan pengungsi Rohingnya dikemas secara berbeda oleh dua media, bingkai pemberitaan mengenai krisis kemanusiaan Rohingnya disajikan Kompas sebagai masalah kemanusiaan internasional Kompas banyak menyampaikan kinerja pemerintah dalam membantu menangani krisis kemanusiaan Rohingnya. Berbeda dengan Republika yang melihat permasalahan kemanusiaan Rohingnya sebagai masalah umat Islam. Republika begitu kuat dalam memperjuangkan keselamatan minoritas Muslim Rohingnya, keberpihakan Republika sudah jelas pada sejumlah berita yang ditampilkan. Sedanagkan Kompas terlihat berimbang dengan tidak terlalu memperlihatkan keberpihakannya kepada pengungsi Rohingnya. Namun, di balik itu semua, kedua media dengan latar belakang yang berbeda ini tidak bisa dilepaskan dari kepentingan organisasi. Melalui paradigma konstruksionisme, diketahui bahwa realitas dalam berita tidaklah tunggal melainkan jamak. Selain itu, adanya level organisasi dan level ekstramedia memiliki imbas yang signifikan dalam sebuah organisasi media yang mengikuti selera pasar, berita mengenai kemanusiaan memiliki nilai universal yang menjual.
Pembelaan pada Persebaya dan Glorifikasi Bonek dalam Pemberitaan Jawa Pos tentang Konflik Persebaya dan PSSI Fajar Junaedi; Heru Nugroho; Sugeng Bayu Wahyono
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 10, No. 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v10i1.5941

Abstract

Relasi olahraga dan media telah menjadi isu yang signifikan, meskipun jurnalismeolahraga sering disebut sebagai jurnalisme mainan karena sifatnya yang tidak seriusdibandingkan dengan jurnalisme politik dan ekonomi. Namun demikian, olahragabukan sekadar apa yang terjadi di arena olahraga, namun berkelindan dengan beragamaspek lain, mulai dari ekonomi, politik dan sosial. Konflik yang terjadi antaraPersebaya dan PSSI sepanjang tahun 2009 sampai dengan 2017 membuktikan bahwaolahraga bukan hanya apa yang terjadi di lapangan hijau namun berkelindan denganaspek politik. Oleh Jawa Pos, berita tentang konflik Persebaya dan PSSI tidak lagidikemas dalam jurnalisme mainan, namun ditempatkan di halaman muka yangbiasanya diisi berita politik dan ekonomi. Di sekitar pelaksanaan Kongres PSSI padatahun 2016 dan 2017, Jawa Pos secara massif mengalokasikan halaman korannyauntuk memberitakan tentang Persebaya dan Bonek yang memperjuangkan pengakuankembali Persebaya oleh PSSI. Jawa Pos dalam berbagai pemberitaannya secaraeksplisit membingkai keberpihakan kepada Persebaya dan sekaligus membingkaiBonek sebagai fans yang memiliki loyalitas dan militansi tinggi dalam membelaPersebaya. Bonek dalam pemberitaan Jawa Pos mengenai konflik Persebaya dan PSSIdiglorifikasi sebagai pahlawan yang memperjuangkan Persebaya. Keberpihakan JawaPos pada Persebaya dan Bonek berujung pada pembelian saham PT PersebayaIndonesia oleh PT Jawa Pos Sportindo, sebuah perusahaan yang menjadi bagian darikonglomerasi Jawa Pos.
Etika Periklanan dan Perlindungan Anak dalam Iklan Mie Sedaap Papa Hidup Lagi Burhanudin Al-Ghoni; Muhammad Shaba Shabira; Fajar Junaedi
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v3i3.2732

Abstract

In Indonesia's advertising context, upholding ethics is a crucial aspect for practitioners. The Indonesian Advertising Council recognizes the importance of ethics in creating advertisements that are not only creative but also ethical. As a strategic instrument in marketing communication, advertising must prioritize ethics when conveying messages to the public. Creating ethical ads requires specific methods to conform to established standards. This article evaluates ethical violations in the 'Papa Hidup Lagi' edition of Mie Sedaap's advertisement. This study will examine scenes that allegedly violate the advertising code of ethics in detail. This study uses a qualitative approach with content analysis techniques and data validity is strengthened with supporting related reference sources. Based on the research results, it was found that the 'Papa Hidup Lagi' edition of Mie Sedaap's advertisement violated Indonesian Advertising Ethics, especially Chapter. III A, article 3.1, sub-article 3.1.2 deals with depicting children in situations that are misleading or inappropriate to be shown. In addition, this advertisement violates the Chapter. III A, point 1.27 states that the benefits of a product must be conveyed honestly, correctly, and responsibly, and not add other benefits beyond the product's capabilities.
MENUJU PEMILIHAN UMUM 2024: STRATEGI OPTIMALISASI INFORMASI TAHAPAN PEMILU DI KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BANTUL Muhammad Rifa’at Adiakarti Farid; Eka Anisa Sari; Yudha Wirawanda; Fajar Junaedi
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Nusantara Hasana Journal, August 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i3.1185

Abstract

This research is to observe the flow of optimization and use social media of the General Election Commission (KPU) Bantul Regency to welcome the 2024 election and its effect on society. This study also examines the effect of branding as an election organizer that can be recognized by the public using descriptive qualitative methods. The results of this study, the Bantul Election Commission increases media literacy ahead of the democratic party as a way of branding election organizers by maximizing digital tools including Websites, Instagram, Facebook and Youtube in an effort to  increasing voter participation and public trust.
Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia pada Iklan Pembesar Kelamin Prostanore di Platform Digital Ekawati, Sheilla; Aditya, Farrel; Fauzarrahman, Muhammad Fawwaz; Fajar Junaedi
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v3i1.1497

Abstract

This study aims to analyze the violations of the Indonesian Advertising Ethics in the advertisement of the Prostanore male enhancement product, which has raised concerns due to its potential impact on society. Utilizing a descriptive qualitative method and a postpositivist paradigm, this research collected data through documentation and literature review, and analyzed the advertisement found on digital platforms. The findings indicate that the Prostanore advertisement violates several provisions of the Indonesian Advertising Ethics, including airing on media not suitable for an adult demographic and making exaggerated claims about the product's efficacy. Additionally, the use of misleading terms such as "side effect-free" was also identified as a violation. The conclusion of this study emphasizes the need for stricter oversight of advertisements that may harm consumers and the importance of educating advertisers about ethical advertising practices. This research is expected to encourage advertisers to be more responsible in conveying accurate and ethical information, thereby creating a healthier advertising environment.