Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SIKAP BAHASA SANTRI: SUATU KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Yanti Sariasih; Linda Eka Pradita; Jendriadi Jendriadi; Dedi Febriyanto
JURNAL KONFIKS Vol 9, No 2 (2022): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v9i2.9231

Abstract

Pondok Pesantren Darussaadah Bandar Lampung merupakan salah satu pondok pesantren yang memiliki santri dari berbagai latar belakang suku dan bahasa. Setidaknya terdapat empat bahasa yang digunakan oleh para santri dalam komunikasi sehari-hari, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan bahasa Jawa Banten. Beberapa santri juga menguasai bahasa Inggris dan bahasa Arab. Kondisi kebahasaan yang demikian memungkinkan adanya sikap bahasa berbeda antara bahasa pertama dengan bahasa kedua. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap bahasa santri terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah ditinjau dari tiga aspek, kognisi, afeksi, dan konasi. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Subjek Penelitian adalah santri Pondok Pesantren Darussaadah Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri Pondok Pesantren Darussaadah Bandar Lampung memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Hal ini dapat dilihat melalui pemerolehan skor rata-rata setiap aspek sikap bahasa. Pemerolehan skor rata-rata sikap bahasa santri terhadap bahasa Indonesia ditinjau dari aspek kognisi adalah sebesar 2,99 yang berarti masuk kategori baik, dari aspek afeksi diperoleh skor rata-rata 2,98, sedangkan dari aspek Konasi diperoleh skor rata-rata 3,28 yang juga masuk dalam kategori baik. Adapun pemerolehan skor rata-rata sikap bahasa santri terhadap bahasa daerah, ditinjau dari aspek kognisi adalah sebesar 2,57, masuk dalam kategori baik, dari aspek afeksi diperoleh skor rata-rata 2, 93, masuk dalam kategori baik, sedangkan dari aspek konasi diperoleh skor rata-rata 2,81, masuk dalam kategori baik.
CERITA RAKYAT KOMERING PITU PHUYANG: TELAAH NILAI BUDAYA Dedi Febriyanto; Fitriani, Yessi; Puspa Indah Utami; Ratanasiri, Sutida; Thantakul, Ananya; Lertchaiprasert, Nipa
Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) Vol. 15 No. 1 (2025): Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pembahsi.v15i1.17129

Abstract

Karya sastra, termasuk cerita rakyat, dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai budaya. Hal ini tercermin dalam cerita rakyat Komering "Pitu Phuyang", sebuah karya sastra lokal yang sarat dengan representasi nilai budaya dalam setiap bagian narasinya. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data baca-catat, penelitian ini berupaya mengungkap dan menginterpretasikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita tersebut. Hasil analisis menunjukkan keberagaman nilai budaya yang dapat diklasifikasikan dalam empat dimensi hubungan: dengan Tuhan, alam, sesama manusia, dan diri sendiri. Nilai-nilai ini mencerminkan pentingnya keselarasan dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Stimulasi Kemampuan Anak Usia Dini dalam Mengenal Huruf melalui Media Kartu (Suatu Kajian Literatur) Juwariyah Juwariyah; Eka Sri Wahyuni; Lina Vebrianti; Tri Utami; Suharlina Suharlina; Dedi Febriyanto
YASIN Vol 2 No 6 (2022): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v2i6.721

Abstract

The purpose of writing this article is to describe the stimulation of children's ability to recognize letters through card media. In this study the method used is descriptive qualitative method which is a literature study. Researchers use various written sources such as books, articles, journals, theses and documents that are relevant to the research in this study. In the study of this research literature, there was an increase in Children's Ability to Recognize Letters through the media of theme cards in early childhood learning. Learning in this study focuses on card media in improving children's ability to recognize letters. The results of several card media studies can improve children's ability to recognize letters and read in children, through themes that are taught in every school. Playing or games is the right way to develop early childhood language skills, especially in letter recognition. The learning atmosphere can be realized in a letter guessing game using card media, which makes children feel happy and not boring.
Menilik Tradisi Suroan pada Masyarakat Jawa di Kelurahan Cahaya Mas Dedi Febriyanto; Muslimin Muslimin; Latifatul Karimah
YASIN Vol 3 No 5 (2023): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v3i5.1764

Abstract

Suroan is one of the typical traditions of Javanese society. These traditions contain various deep meanings and noble values. This study aims to reveal the meaning and value of the suroan tradition in Javanese society in Cahaya Mas Village. The research was conducted using qualitative methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out descriptively by outlining the meanings and values contained in the suroan tradition in the Javanese community in Cahaya Mas village. The results showed that the suroan tradition in the life of the Javanese community, especially in the Cahaya Mas village was carried out as a form of hope, gratitude to God, and at the same time opening virtues in the new year in order to obtain a life filled with blessings. In practice, this goal is symbolized in various components of typical food, such as jenang sengkolo, jenang abang white jenang, golong limo, sego brok, sacred sekol, wulam sari. This component is a symbol of hope for the Javanese people in welcoming the new year. The suroan tradition carried out also contains noble values which include cultural values, cooperation values, responsibility values, social care values, tolerance values, and religiosity values. These values are very feasible to be instilled and practiced in the life of society, nation and state.