Khoiriyah, Muhimmatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Lilin Aromaterapi Berbasis Bunga Ontel (Artocarpus altilis Linn.) sebagai Repelan Nyamuk Ramah Lingkungan Khoiriyah, Muhimmatul; Widiastuti, Sch. Ari; Yulianti, Aula Daning; Arjanuar, Dimas Rafi
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6566

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Data Dinas Kesehatan DIY menunjukkan fluktuasi kasus yang tajam dalam lima tahun terakhir, dengan peningkatan hingga 4.027 kasus pada tahun 2024 dan penurunan menjadi 1.429 kasus pada 2025. Kondisi ini menegaskan perlunya strategi pengendalian vektor Aedes aegypti yang lebih efektif, aman, dan ramah lingkungan. Metode konvensional seperti fogging dan obat nyamuk bakar menghadapi kendala resistensi serta potensi toksisitas, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan memformulasikan lilin aromaterapi berbasis bunga ontel (Artocarpus altilis Linn.)Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan bunga ontel sebagai bahan aktif. Formulasi lilin menggunakan parafin padat sebagai basis, asam stearat sebagai pengeras, dan minyak mawar sebagai pengharum. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, waktu bakar, uji efektivitas terhadap Aedes aegypti melalui pengukuran onset knockdown dan onset mortalitas, serta uji kesukaan responden. Data dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lilin yang dihasilkan berwarna krem, homogen, dan memiliki aroma esensial yang menenangkan, dengan waktu bakar ±3 jam, lebih lama dibandingkan lilin konvensional. Uji efektivitas menunjukkan onset knockdown dan onset mortalitas yang lebih cepat, yaitu pada rentang 10–20 detik setelah lilin dinyalakan, dengan tingkat mortalitas mencapai 70% setelah 5 menit paparan. Uji kesukaan menunjukkan bahwa 76,6% responden menyatakan suka hingga sangat suka terhadap aroma dan performa lilin.Simpulan: lilin aromaterapi berbasis bunga ontel berpotensi sebagai repelan alami yang efektif, aman, dan ramah lingkungan, serta dapat dikembangkan sebagai produk kesehatan preventif untuk mendukung pengendalian DBD di masyarakat.
Analisis Adverse Drug Reaction (ADR) Pengobatan Diabetes Melitus Nefropati Terhadap Clinical Outcome di RSUD Panembahan Senopati Bantul Nurhasanah, Nurhasanah; Nurinda, Eva; Indrayana, Sofyan; Aprianto A, Diki; Gunawan, Adhi; Susiana Wulandari, Ari; Khoiriyah, Muhimmatul; Solikhah, Wahyu Yuliana; Desi, Sundari; Puspitasari, Ade
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6630

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis atau gangguan metabolisme kronis multifaktorial, ditandai dengan tingginya kadar gula darah terkait gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, protein akibat malfungsi insulin. Komplikasi yang ditimbulkan dari Diabetes Melitus akan menyebabkan pasien sebanyak 20% hingga 40% mengalami nefropati diabetik atau gagal ginjal stadium akhir. Dalam mengatasi konsekuensi akibat nefropati, maka obat merupakan pilihan yang diambil. Dari obat yang diberikan mempunyai efek obat berbeda setiap pasien, karena setiap obat memiliki mekanisme kerja dan tempat kerja yang berbeda yang akhirnya menyebabkan perubahan respon obat dan munculnya ADR. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Adverse Drug Reaction (ADR) pada diabetes melitus nefropati terhadap outcome klinik di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian berupa penelitian non eksperimental dengan menggunakan teknik retrospektif yaitu pengamatan kasus dari rekam medis pasien. Metode pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara ADR dengan clinical outcome berdasarkan nilai GDS pada pasien DM nefropati di RSUD Panembahan Senopati Bantul di hari pertama dan ketiga yang di tunjukan oleh nilai p value 0,621 dan 0,728 (p>0,05). Mayoritas responden mengalami ADR dari pengobatan yaitu sebanyak 37 responden (58,7%), sedangkan 26 responden (41,3%) lainnya tidak mengalami ADR dari pengobatan