Desi, Sundari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penetapan Parameter Spesifik, Non-Spesifik, Penetapan Kadar Flavonoid Total, Fenolik Total Ekstrak Aseton Daun Pandan Wangi (Pandanus amarillyfolius Roxb) Sukmawati, Dewi Lanjar; Dwijaya, Diferens Putra; Saksono, Dimas Adityo; Riftina, Dita; Desi, Sundari
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5139

Abstract

Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) merupakan salah satu obat tradisional yang termasuk dalam genus pandanus dari suku Pandanaceae. Daun pandan memiliki manfaat yang berupa , menghitamkan rambut, menghilangkan ketombe, mengatasi rambut rontok, lemah saraf, tidak nafsu makan, rematik, sakit disertai gelisah, serta mengatasi pegal linu. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan ekstraksi, fraksinasi, dan standarisasi parameter spesifik dan non- spesifik ekstrak aseton dari  Daun pandan wangi, melakukan skrining fitokimia dan identifikasi dengan kromatografi lapis tipis, dan serta untuk menetahui kadar fenolik dan flavonoid total. Hasil uji parameter spesifik ekstrak aseton Daun pandan wangi berupa ekstrak kering, dangan warna hijau kecoklatan, berbau khas ekstrak, dan memiliki rasa yang pahit. Hasil Ekstrak aseton Daun pandan wangi memiliki kadar senyawa larut air 0,018% dan etanol 0,004%. Hasil skrining fitokimia menunjukan ekstrak daun pandan wangi positif mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Hasil kromatografi lapis tipis yang diamati dibawah sinar UV 254nm didapatkan hasil nilai RF 0,9375. Hasil uji parameter non-spesifik menunjukan susut pengeringan sebesar 1,52%, hasil bobot jenis 1,398 gr/ml, kadar abu 3,01% dan kadar abu tidak larut asam 0,108%. Hasil penetapan kadar flavonoid total  dan penetapan kadar fenolik total.
Analisis Adverse Drug Reaction (ADR) Pengobatan Diabetes Melitus Nefropati Terhadap Clinical Outcome di RSUD Panembahan Senopati Bantul Nurhasanah, Nurhasanah; Nurinda, Eva; Indrayana, Sofyan; Aprianto A, Diki; Gunawan, Adhi; Susiana Wulandari, Ari; Khoiriyah, Muhimmatul; Solikhah, Wahyu Yuliana; Desi, Sundari; Puspitasari, Ade
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6630

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis atau gangguan metabolisme kronis multifaktorial, ditandai dengan tingginya kadar gula darah terkait gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, protein akibat malfungsi insulin. Komplikasi yang ditimbulkan dari Diabetes Melitus akan menyebabkan pasien sebanyak 20% hingga 40% mengalami nefropati diabetik atau gagal ginjal stadium akhir. Dalam mengatasi konsekuensi akibat nefropati, maka obat merupakan pilihan yang diambil. Dari obat yang diberikan mempunyai efek obat berbeda setiap pasien, karena setiap obat memiliki mekanisme kerja dan tempat kerja yang berbeda yang akhirnya menyebabkan perubahan respon obat dan munculnya ADR. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Adverse Drug Reaction (ADR) pada diabetes melitus nefropati terhadap outcome klinik di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian berupa penelitian non eksperimental dengan menggunakan teknik retrospektif yaitu pengamatan kasus dari rekam medis pasien. Metode pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara ADR dengan clinical outcome berdasarkan nilai GDS pada pasien DM nefropati di RSUD Panembahan Senopati Bantul di hari pertama dan ketiga yang di tunjukan oleh nilai p value 0,621 dan 0,728 (p>0,05). Mayoritas responden mengalami ADR dari pengobatan yaitu sebanyak 37 responden (58,7%), sedangkan 26 responden (41,3%) lainnya tidak mengalami ADR dari pengobatan