Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Hijau Material Resources and Cycle (MRC) pada Bangunan Kayu Modular Prafabrikasi; Studi Kasus Bangunan Sekolah Alam Bandung Permana, Permana; Larasati, Dewi; Tambunan, Lily; Agirachman, Fauzan Alfi; Sabrina, Jihan; Wardah, Zahratul; Salsabila, Adinda
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Forest destruction in Indonesia reaches 3,800,000 ha per year, most of which are illegal logging. Construction contributes to the use of wood as a construction material, inefficiency in the use of wood as construction waste, especially in high-quality wood species with a long harvest life. Indonesia's total sawn timber production reaches 1.4 million m3 per year of strong wood types. Utilization of this wood can result in environmental damage. Therefore, efforts to use construction materials that are more environmentally friendly have been encouraged to develop. Including short-lived wood (five-year harvest period) or used wood materials (reuse/recycle). In order to increase the efficiency of material utilization and reduce waste, namely by using a modular prefabrication method. This paper will identify green performance on the “Material Resources and Cycle (MRC)” criteria. The object of study used in this evaluation is the modular wooden building of the Bandung Nature School classroom. The method used is field observation and performance assessment based on MRC criteria from the green-rating tool at the Green Building Council Indonesia (GBCI). The results showed that natural school buildings had a fairly good green performance in the MRC criteria. The results of this study are expected to become best practice in the use of sustainable low emission construction materials.Keywords: Wooden construction, Modular, Material, Prefabricated, Resource, RecycleAbstrak: Kerusakan hutan di Indonesia mencapai 3.800.000 ha per tahun yang sebagian besar adalah penebangan liar atau illegal logging. Konstruksi berkontribusi dalam penggunaan kayu sebagai salah satau material konstruksi, inefisiensi penggunaan material kayu sebagai limbah konstruksi khususnya pada jenis kayu kuliatas tinggi dengan umur panen yang lama. Produksi total kayu gergajian Indonesia mencapai 1.4 juta m3 per tahun pada tipe kayu kuat. Pemanfaatan kayu ini dapat berakibat pada kerusakan lingkungan. Oleh karena itu upaya pemanfaatan material kontruksi yang lebih ramah lingkungan mulai didorong pengembangannya. Termasuk kayu umur pendek (masa panen lima tahunan) atau material kayu bekas (reuse/ recycle). Dalam rangka peningkatan efisiensi pemanfaatan material dan pengurangan limbah yaitu dengan menggunakan metode prafabrikasi modular. Makalah ini akan mengidentifikasi kinerja hijau pada kriteria “Sumber dan Siklus Material” (Material Resources and Cycle- MRC). Obyek studi yang digunakan dalam evaluasi ini ini adalah bangunan kayu modular runag kelas Sekolah Alam Bandung. Metode yang digunakan adalah pengamatan lapangan dan penilaian kinerja berdasarkan kriteria MRC dari green-rating tool pada Green Building Council Indonesia (GBCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan sekolah alam memiliki kinerja hijau dalam kriteria MRC yang cukup baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi best practice dalam pemanfaatan material konstruksi rendah emisi berkelanjutan.Kata Kunci: Konstruksi kayu, Modular, Material, Prafabrikasi, Resource, Recycle
Efektivitas Intervensi Berbasis Program Edukasi pada Faktor Depresi Melalui Penerapan Teori Swanson Melisa Manumara, Theophylia; Herdiansyah, Parhan; Raffy Assidiq Rizky, Muhamad; Apriliani, Intan; Danela, Alma; Putri Rahayu, Mutiara; Sabrina, Jihan; Yogi, Muhamad; Mardianti, Siti; Delviany, Destry; Putri Permana, Melani; Agniya Qirana, Nichia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k3pwa118

Abstract

Masalah kesehatan jiwa seperti depresi dan gangguan kecemasan menjadi beban global yang mempengaruhi kualitas hidup, khususnya pada populasi rentan seperti remaja dan kalangan mahasiswa. Meskipun intervensi berbasis tenaga kesehatan diakui sebagai pendekatan kunci untuk meningkatkan outcome klinis dan kepatuhan pasien. Studi ini berupaya mengkaji efektivitas intervensi berbasis tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan gangguan mental, sekaligus mengidentifikasi faktor penentu. Melalui metode tinjauan naratif. Intervensi berbasis tenaga kesehatan melalui edukasi terstruktur, pemantauan berkala, dan manajemen kasus outcome terapi, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dan sistem pemantauan yang belum optimal depresi, kecemasan, gangguan tidur, dan tekanan akademik, dengan dukungan sosial dan kualitas tidur sebagai faktor protektif. Intervensi berbasis tenaga kesehatan efektif dalam meningkatkan outcome kesehatan mental ketika didukung oleh program edukasi, pendampingan, dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan yang berkelanjutan. Adaptasi strategi sesuai konteks sosio-kultural lokal menjadi faktor penentu kesuksesan. Perlu dilakukan penelitian eksperimental lebih lanjut untuk memperkuat bukti efektivitas, termasuk pengembangan model intervensi digital yang mengintegrasikan pendekatan caring dan sistem dukungan pasien yang komprehensif.