Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Impact of Local Wisdom on the Coastal Settlement Spatial Configuration in the City of Parepare Hasniar Baharuddin; Idarwani Asmal; Edward Syarif
EPI International Journal of Engineering Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 Number 2, August 2021
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Engineering Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/10.25042/epi-ije.082021.11

Abstract

Soreang Settlement is located on the waterfront of Parepare City in South Sulawesi, Indonesia. Initially, it was inhabited by the Soreang kingdom community and then developed due to by local culture. This research was to explain the influence of local culture on the spatial configuration of the Soreang settlement. The research method used is a synchronic reading analysis technique, which is supported by ArcGIS and the space syntax methods. The results of the research are: the first, the spatial configuration of Soreang settlements is influenced by three local cultures, namely sipakatau cultural meaning is sense mutual respect, sipakalebbi cultural meaning is sense of equity and simasemaseang cultural meaning is sense of family. The second, the simasemaseang culture, infact to a clustered settlement pattern formed. Sipakalebbi culture infact to settles into a linear and spreading pattern formed, whereas Sipakatau culture infact to a settles into an elongated and centered pattern formed. Third, Simasemaseang culture forms the most integrated spatial configuration. This research might well be utilized to generate a design for waterfront settlement based on local wisdom.
Analisis Kawasan Negative List Sebagai Arahan Penentuan Lahan Aman Bagi Pengembangan Perumahan dan Permukiman Baharuddin, Hasniar; Haq, Izharul; Amalia, Andi Annisa
Jurnal Linears Vol 8, No 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.17373

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan perumahan dan permukiman memegang peran krusial dalam mewujudkan lingkungan yang aman, layak huni, dan berkelanjutan. Di Kabupaten Sidenreng Rappang, peningkatan kebutuhan hunian mendorong pembangunan di berbagai lokasi tanpa selalu mempertimbangkan kesesuaian tata ruang. Penelitian ini bertujuan menyusun pedoman teknis dalam menetapkan kawasan negative list—wilayah yang tidak diperkenankan untuk pengembangan—serta mengidentifikasi lahan aman untuk perumahan dan permukiman. Metode yang digunakan meliputi analisis data spasial berbasis teknik overlay dan pendekatan deskriptif, dengan studi kasus di Kecamatan Maritengngae. Data dikumpulkan melalui survei GPS, dokumentasi visual, serta pengolahan peta tematik menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.3. Hasil penelitian menghasilkan peta kawasan negative list dan sebaran perumahan eksisting yang sebagian besar belum sesuai peruntukan RTRW. Selain itu, peta lahan aman yang bebas dari batasan kawasan lindung, LP2B, sempadan rel, dan zona rawan bencana juga berhasil disusun. Penelitian ini memberikan kontribusi penting sebagai dasar perencanaan pembangunan perumahan yang sesuai peruntukan lahan dan mendukung kebijakan penataan ruang yang berkelanjutan.ABSTRAK: The development of housing and settlements plays a crucial role in creating a safe, livable, and sustainable environment. In Sidenreng Rappang Regency, increasing housing demand has driven development across various locations without always adhering to spatial planning regulations. This study aims to formulate technical guidelines for determining the negative list—areas restricted from development—and to identify safe land for housing and settlement expansion. The research employed spatial data analysis using overlay techniques and a descriptive approach, with a case study conducted in Maritengngae District. Data were collected through GPS surveys, visual documentation, and thematic map processing using ArcGIS 10.3 software. The findings produced a map of negative list zones and the distribution of existing housing, much of which does not align with the regional spatial plan (RTRW). Furthermore, a map identifying safe land—free from protected zones, sustainable agricultural land (LP2B), railway buffers, and disaster-prone areas—was successfully developed. This research makes a significant contribution as a planning reference for appropriate housing development and supports sustainable spatial planning policies.
Tinjauan kualitas lingkungan dan kesejahteraan penghuni dalam konteks evaluasi purna huni bangunan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Meritengngae Haq, Izharul; Kamaruddin, Nurhayati; Baharuddin, Hasniar
Teknosains Vol 18 No 3 (2024): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v18i3.47557

Abstract

Bangunan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memiliki peran penting dalam menyediakan layanan air bersih. Evaluasi Purna Huni (EPH) menjadi pendekatan yang relevan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang timbul dan mengevaluasi kinerja bangunan dalam memenuhi kebutuhan penghuni serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi purna huni pada bangunan Perusahaan Daerah Air Minum di Kecamatan Maritengngae, dengan fokus pada aspek lingkungan dan kesejahteraan penghuni. Metode kuantitatif deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data melalui survei dan observasi langsung. Pertama, mengamati kondisi lingkungan bangunan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terkait aspek lingkungan dan kesejahteraan penghuni. Kedua, mengukur aspek lingkungan dan kesejahteraan penghuni pada bangunan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ketiga, melalui evaluasi purna huni, data dianalisis untuk memahami dampak lingkungan dan kesejahteraan penghuni serta memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi bangunan PDAM serta memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan lingkungan dan kesejahteraan penghuni. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang Evaluasi Purna Huni (EPH), terkhusus kondisi bangunan PDAM dan kontribusinya terhadap lingkungan terutama di Kecamatan Maritengngae.
Analisis Lingkungan Kota Di Kecamatan Maritengngae, Sidenreng Rappang Haq, Izharul; Baharuddin, Hasniar; Kamaruddin, Nurhayati
JARI: Journal of Architecture, Research and Innovation Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jari.v1i1.1168

Abstract

This study aims to analyze the urban environmental conditions in Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency, focusing on land use, green open spaces, air quality, waste management, and supporting infrastructure. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, field observations, and documentation. The results show that land use in Maritengngae District has undergone significant conversion, with a reduction in green open spaces due to the transformation of land into residential and commercial areas. This has led to a decline in environmental quality, including air quality, which is indicated to have deteriorated due to the increased number of motor vehicles and industrial activities. Additionally, waste management in the area faces challenges, with low community awareness in waste sorting and limited facilities for waste management based on the 3R (reduce, reuse, recycle) principle. However, there are positive efforts from the local government, such as the development of city parks and eco-friendly drainage systems, which are expected to improve environmental quality. This study suggests that government policies should be more integrated with community participation and adequate funding to create a sustainable urban environment in Maritengngae District.
Analisis Kawasan Negative List Sebagai Arahan Penentuan Lahan Aman Bagi Pengembangan Perumahan dan Permukiman Baharuddin, Hasniar; Haq, Izharul; Amalia, Andi Annisa
Jurnal Linears Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.17373

Abstract

ABSTRAK: Pengembangan perumahan dan permukiman memegang peran krusial dalam mewujudkan lingkungan yang aman, layak huni, dan berkelanjutan. Di Kabupaten Sidenreng Rappang, peningkatan kebutuhan hunian mendorong pembangunan di berbagai lokasi tanpa selalu mempertimbangkan kesesuaian tata ruang. Penelitian ini bertujuan menyusun pedoman teknis dalam menetapkan kawasan negative list—wilayah yang tidak diperkenankan untuk pengembangan—serta mengidentifikasi lahan aman untuk perumahan dan permukiman. Metode yang digunakan meliputi analisis data spasial berbasis teknik overlay dan pendekatan deskriptif, dengan studi kasus di Kecamatan Maritengngae. Data dikumpulkan melalui survei GPS, dokumentasi visual, serta pengolahan peta tematik menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.3. Hasil penelitian menghasilkan peta kawasan negative list dan sebaran perumahan eksisting yang sebagian besar belum sesuai peruntukan RTRW. Selain itu, peta lahan aman yang bebas dari batasan kawasan lindung, LP2B, sempadan rel, dan zona rawan bencana juga berhasil disusun. Penelitian ini memberikan kontribusi penting sebagai dasar perencanaan pembangunan perumahan yang sesuai peruntukan lahan dan mendukung kebijakan penataan ruang yang berkelanjutan.ABSTRAK: The development of housing and settlements plays a crucial role in creating a safe, livable, and sustainable environment. In Sidenreng Rappang Regency, increasing housing demand has driven development across various locations without always adhering to spatial planning regulations. This study aims to formulate technical guidelines for determining the negative list—areas restricted from development—and to identify safe land for housing and settlement expansion. The research employed spatial data analysis using overlay techniques and a descriptive approach, with a case study conducted in Maritengngae District. Data were collected through GPS surveys, visual documentation, and thematic map processing using ArcGIS 10.3 software. The findings produced a map of negative list zones and the distribution of existing housing, much of which does not align with the regional spatial plan (RTRW). Furthermore, a map identifying safe land—free from protected zones, sustainable agricultural land (LP2B), railway buffers, and disaster-prone areas—was successfully developed. This research makes a significant contribution as a planning reference for appropriate housing development and supports sustainable spatial planning policies.