Permanawati, Rahmadani Nur
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Causal Relationship between Trading Volume and Return Volatility with Interest Rate and Exchange Rate as Exogenous Variables (Empirical Research on Property Indexes of Indonesia, Malaysia, Philippines, and Thailand) Permanawati, Rahmadani Nur; Witiastuti, Rini Setyo; Nugraha, Mahardika Dandy; Maharani, Rr. Annisa Tri Safira
JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) Vol 13, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v13i1.34326

Abstract

This study aims to analyze the causal relationship between trading volume and return volatility along with macroeconomic variables such as interest rates and exchange rate. The endogenous variables in this study are trading volume and return volatility, while the exogenous variables are interest rates and exchange rates. The sample used in this research is property indexes in Indonesia, Malaysia, Philippines, and Thailand who provide monthly data for the four variables during the observation period in January 2012-December 2019. The analysis technique used to test the hypothesis in this study is Vector Autoregression (VAR) technique. The result of this study indicate that trading volume has positive effect on return volatility in property indexes of Indonesia, Philippines, and Thailand, meanwhile trading volume has no effect on return volatility in Malaysia’s property index. Return volatility has no effect on trading volume in all the countries whether in Indonesia, Malaysia, the Philippines, or in Thailand. There is a one-way causality relationship between trading volume and return volatility in property indexes of Indonesia, Philippines, and Thailand. There is no causality relationship between trading volume and return volatility in Malaysia’s property index.
Pelatihan Desain Kemasan Ramah Lingkungan Bagi UMKM Cluster Craft di Kota Semarang Permanawati, Rahmadani Nur; Wartini, Sri; Maftukhah, Ida; Kusumadewi, Nadia Ingrida
Warta Pengabdian Vol 18 No 2 (2024): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v18i2.45483

Abstract

UMKM diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam penyelesaian permasalahan ekonomi di Indonesia untuk menjamin kesejahteraan rakyat. UMKM merupakan salah satu sektor di Indonesia yang memberikan kontribusi terbesar dan terpenting dalam percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Persaingan bisnis saat ini menuntut pelaku bisnis untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Banyak pebisnis dengan berbagai macam skala usaha telah melakukan restrukturisasi dan mempersiapkan diri menjadi lebih profesional dan berorientasi pada model bisnis yang kompetitif, termasuk usaha craft souvenir. Environmental marketing atau pemasaran berbasis kelestarian lingkungan adalah perkembangan baru dalam bidang marketing, serta merupakan peluang strategis dan potensial yang memiliki multiplier effect (keuntungan ganda) baik bagi pelaku bisnis maupun bagi masyarakat umum selaku pengguna. Berberapa hasil studi menyatakan bahwa kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan hidup dan kesediaan masyarakat membayar lebih untuk mendapatkan produk berlabel ramah lingkungan merupakan keberhasilan dari edukasi mengenai lingkungan hidup yang telah digagas selama bertahun-tahun. Tujuan yang ingin dicapai dalam program pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu untuk meningkatkan kompetensi UMKM cluster craft kota Semarang dalam mendesain produk souvenir yang berbahan dasar limbah plastik yang inovatif, yang diharapkan dapat meningkatkan citra dan penjualan produk mereka. Secara lingkup yang lebih luas, dapat memajukan potensi berkembangannya UMKM cluster craft di kota Semarang. Target luaran dari pengabdian ini adalah publikasi di media massa, publikasi di jurnal pengabdian nasional, serta video highlight kegiatan Kata Kunci : Desain Kemasan, Ramah Lingkungan, Pemasaran, UMKM
TRANSFORMASI KEMANDIRIAN EKONOMI DAN IMPLEMENTASI SDGS DESA MELALUI INOVASI GADUNG “BERKILAU” Nihayah, Annis Nurfitriana; Permanawati, Rahmadani Nur; Herlinudinkhaji, Didin; Ayuntavia, Ayuntavia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34512

Abstract

Abstrak: Potensi lokal berupa umbi gadung yang belum dimanfaatkan optimal oleh KUBE Damai Makmur karena keterbatasan pemahaman diversifikasi produk, teknologi, dan pemasaran digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah umbi gadung menjadi keripik bernilai jual lebih tinggi. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi diversifikasi dan pemasaran digital, pelatihan pembuatan keripik gadung, pelatihan platform digital (Instagram), serta branding produk (nama/merek, logo, kemasan, dan stiker). Kegiatan diikuti 20 peserta anggota KUBE Damai Makmur dan dievaluasi melalui Forum Discussion Group (FGD). Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi atau wawancara langsung serta melakukan pencatatan informasi tentang hambatan dan motivasi dalam melaksanakan kegiatan, indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah 75% peserta yang merupakan anggota KUBE Damai Makmur mengalami peningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang diversifikasi produk, branding produk, dan pemasaran digital serta dapat mempraktekkannya. Hasil menunjukkan 100% peserta aktif mengikuti kegiatan, dengan peningkatan level keberdayaan terkait pengetahuan produksi dari 35% menjadi 88%, ketrampilan teknis dari 30% menjadi 85%, akses pasar dari 20% menjadi 80%, serta manajemen usaha dari 25% menjadi 82%. Abstract:  Banyumeneng Village, Mranggen District, Demak Regency has local potential in gadung tubers that remain underutilized by the Damai Makmur Joint Business Group (KUBE) due to limited knowledge of product diversification, technology, and digital marketing. This community service program aimed to improve community understanding and skills in processing gadung into chips with higher market value. Activities included socialization on diversification and digital marketing, training on gadung chip production, digital platform training (Instagram), and product branding (name/brand, logo, packaging, and labeling). The program involved 20 KUBE Damai Makmur members and was evaluated through a Focus Group Discussion (FGD). The evaluation of this activity was carried out through discussion or direct interviews, as well as by recording information about the obstacles and motivations in implementing the program. The success indicator of this activity is that 75% of participants, who are members of KUBE Damai Makmur, experience an increase in knowledge and skills related to product diversification, product branding, and digital marketing, and are able to put them into practice. The results showed that 100% of participants actively took part in the activity, with an increase in empowerment levels: knowledge of production rose from 35% to 88%, technical skills from 30% to 85%, market access from 20% to 80%, and business management from 25% to 82%.
TRANSFORMASI EKONOMI DESA MELALUI INOVASI MASYARAKAT EKONOMI KREATIF, AKSELERATIF, DAN RAMAH LINGKUNGAN Nihayah, Annis Nurfitriana; Rahmayani, Dwi; Permanawati, Rahmadani Nur; Kurniantyas, Nuuferulla; Ayuntavia, Ayuntavia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26410

Abstract

Abstrak: Desa Banyumeneng di Demak memiliki komoditas utama kunyit, namun hanya dijual dalam bentuk kunyit rajang kering dengan harga yang rendah karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam inovasi produk dan kurangnya adopsi teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dilakukan kegiatan PKM yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kapabilitas masyarakat dalam menghasilkan produk olahan kunyit yang bernilai jual tinggi dan menumbuhkan ide bisnis yang inovatif. Kegiatan ini meliputi pelatihan diversifikasi produk, prinsip-prinsip GMP, desain logo dan kemasan, serta pemasaran melalui media sosial. Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang perempuan dari kelompok tani kunyit di Desa Banyumeneng. Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi atau wawancara langsung serta melakukan pencatatan informasi tentang hambatan dan motivasi dalam melaksanakan kegiatan, indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah 75% peserta yang merupakan kelompok tani mengalami peningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang diversifikasi kunyit, prinsip GMP, dan branding produk, serta dapat mempraktekkannya. Hasil evaluasi dari kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan, dimana 90% peserta mampu memahami dan mempraktikkan teknik yang diajarkan. Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan prospek ekonomi desa dengan menambahkan nilai tambah pada produk kunyit mereka.Abstract: Banyumeneng Village in Demak has turmeric as its main commodity, but it is only sold in the form of dried turmeric with low prices due to limited knowledge and skills in product innovation and lack of technology adoption. To overcome this, PKM activities were carried out which aimed to improve the insights, skills, and capabilities of the community in producing high-value turmeric processed products and fostering innovative business ideas. This activity includes training on product diversification, GMP principles, logo and packaging design, and marketing through social media. The training was attended by 20 women from the turmeric farmer group in Banyumeneng Village...The evaluation of this activity was carried out using the discussion or direct interview method and recording information about obstacles and motivation in carrying out the activity, the success indicator of this activity is 75% of the participants who are farmer groups are able to understand the material to increase their knowledge about turmeric diversification, GMP principles, and product branding, and practice it. The evaluation results of the activity showed an increase in knowledge and skills, where 90% of participants were able to understand and practice the techniques taught. This initiative aims to empower the community and improve the economic prospects of the village by adding value to their turmeric products.