Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penyuluhan Hukum tentang Kenakalan Remaja dan Penanganannya Aryani, Esti; Triwanto, Triwanto
Empowerment Vol. 4 No. 03 (2021): empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i03.4384

Abstract

Counseling about juvenile delinquency and its handling to students is very important, given the increasing number of juvenile delinquency during the Covid-19 pandemic. As part of the young generation who are the nation’s successors, students need to be equipped with insights about the importance of building a strong mental attitude so that they are not easily influenced and fall in delinquent behaviour that leads to criminal acts. Counseling is carried out online using the Microsoft Team application. Interactive discussions resulted in conclusions about preventive, repressive, and curative efforts in dealing with juvenile delinquency.
Policies for Regulating Partnership Relationships in Land Transport Businesses in The Era of The Industrial Revolution 4.0 Agatha Jumiati; Esti Aryani; Erlin Suci Ikayani
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3993

Abstract

This study aims to examine how the policy of regulating partnership relationships in land transportation businesses in the Era of the Industrial Revolution 4.0. This research is motivated by the fact that currently in various parts of the world are facing the era of the industrial revolution 4.0. The presence of the industrial revolution 4.0 has been able to cause fundamental changes in various fields of human life, including in the field of labour law. There has been a shift in industrial relations from labour relations to partnership relations. This shift has the impact of causing problems related to the existence of workers such as welfare and legal protection of workers This research is a descriptive normative juridical research using secondary data and qualitative data analysis. The output of this research is in the form of mandatory output. Mandatory outputs are scientific publications planned to be published in Non-Scopus International Journals and presentation of research results at Refanas.The planned TKT is TKT 1 because in this study the goal to be achieved is to examine how the policy of regulating partnership relations in land transportation businesses in the Era of the Industrial Revolution 4.0. The results of this study indicate that the policy of regulating partnership relations in land transportation businesses in the Era of the Industrial Revolution 4.0 refers to Law Number 20 of 2008 concerning MSMEs. In practice in the field, the partnership relationship policy has not been implemented in a partnership agreement which must actually contain the principle of equality (Article 36 of Law Number 20 of 2008) and the principle of independence (Article 34 Paragraph (3) of Law Number 20 of 2008).
Criminal Responsibility of the Perpetrator of Obstruction of Justice in Corruption Crimes Aryani, Esti; Jumiati, Agatha; Pamungkas, Nova Satria
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.4063

Abstract

This research aims to examine the criminal liability of obstruction of justice perpetrators in corruption offenses and analyze the existence of regulations on obstruction of justice in current and future legislation.This research is a normative legal study that uses a case study approach, involving the examination of specific cases from various legal aspects. The case approach is conducted by examining cases related to the issues faced that have become court decisions with permanent legal force. In the case currently under examination, the defendant Friedrich Yunadi, who is a lawyer, was proven legally and convincingly guilty of the crime of "intentionally and jointly obstructing the investigation against the suspect in a corruption case." The sentence imposed by the First Instance Court was 7 (seven) years and a fine of Rp.500,000,000 (five hundred million rupiah), with the provision that if the fine is not paid, it will be replaced with a prison sentence of 5 (five) months. At the appellate level, the High Court upheld the decision of the Central Jakarta District Court No.9/pid.Sus-TPK/2018/PN.Jkt.Pst dated March 5, 2018. Then, the level of the criminal case imposed on the defendant was revised to a prison sentence of 7 years and 6 months and a fine of Rp.500,000,000.00 (five hundred million rupiah). If the fine is not paid, it will be replaced with an 8 (eight) month prison sentence. The change in punishment is due to the defendant's actions as an Advocate that violated the law, which can damage and erode public trust in the law enforcement profession, especially Advocates.
Sosialisasi Peran Perempuan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Desa Paulan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Jumiati, Agatha; Aryani, Esti; Ikayani, Erlin Suci
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i6.2878

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan, yang tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan pangan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengelola, memanfaatkan, dan menjaga keberlanjutannya. Perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan, baik sebagai pengelola rumah tangga, pelaku usaha kecil, maupun penggerak kegiatan komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan perempuan di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, dalam mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pihak desa dan kelompok perempuan, penyusunan materi kontekstual, sosialisasi melalui presentasi, diskusi kelompok terarah, studi kasus, dan demonstrasi pengolahan hasil pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep ketahanan pangan dan peran perempuan di dalamnya, terbentuknya kelompok kerja perempuan yang berfungsi sebagai wadah koordinasi, serta tersusunnya rencana aksi bersama untuk penguatan ketahanan pangan di tingkat keluarga dan komunitas. Selain itu, peserta memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah hasil pangan lokal menjadi produk bernilai tambah, yang diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan melalui sosialisasi dan pendampingan berkelanjutan dapat menjadi strategi efektif dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.
Penguatan Pemahaman Masyarakat Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Desa Banaran Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen Aryani, Esti; Triwanto, Triwanto; Aljanni, Daei
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i6.2902

Abstract

Kekerasan seksual merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak luas pada fisik, psikis, dan sosial korban. Meskipun telah disahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) sebagai instrumen hukum yang mengatur pencegahan, penanganan, perlindungan, dan pemulihan korban, tingkat pemahaman masyarakat, khususnya di pedesaan, masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman hukum masyarakat melalui sosialisasi UU TPKS kepada ibu-ibu pengajian di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi interaktif, dengan penyampaian materi tentang definisi dan jenis kekerasan seksual, hak korban, sanksi bagi pelaku, serta peran masyarakat dalam pencegahan dan penanganan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terkait bentuk-bentuk kekerasan seksual yang sering tidak disadari, langkah pencegahan, serta prosedur pelaporan yang benar. Peserta juga berkomitmen untuk menyebarluaskan informasi kepada lingkungan sekitarnya, sehingga pesan pencegahan kekerasan seksual dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan hukum berbasis komunitas efektif dalam membangun kesadaran hukum, mendorong partisipasi masyarakat, dan menciptakan lingkungan yang aman serta berpihak pada korban.
Zakat as Alternative Source of State Revenue: Comparative Study of Indonesia and Malaysia from Legal Perspective Agatha Jumiati; Esti Aryani; Kesya Zhalibina Sunarto
Jembatan Hukum : Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jembatan Hukum : Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jembatan.v2i4.2771

Abstract

This research analyzes the legal status of zakat within the state financial system and explores its potential integration as a sharia-based fiscal instrument in Indonesia through a comparative study with Malaysia. In Islamic law, zakat functions both as a religious obligation and as a mechanism for wealth redistribution aimed at achieving social justice. However, under Indonesia’s positive law framework, zakat is still treated as a socio-religious institution outside the formal state fiscal system, as stipulated in Law Number 23 of 2011 on Zakat Management. In contrast, Malaysia has successfully integrated zakat into its Islamic fiscal policy through the authority of the State Islamic Religious Council (MAIN), which holds legal legitimacy as a regional public body. This study adopts a normative and comparative legal approach by examining statutory regulations, Islamic legal doctrines, and zakat institutional practices in both countries. The findings indicate that the integration of zakat into Indonesia’s fiscal system is constitutionally permissible and does not conflict with Article 23A and Article 34 paragraph (1) of the 1945 Constitution, as it aligns with welfare state principles and the state’s responsibility toward poverty alleviation. The legal implications of such integration include the establishment of lex specialis regulating zakat as a sharia fiscal instrument, harmonization with state finance laws, and the strengthening of institutional legitimacy and accountability in zakat management. Therefore, zakat holds significant potential to become a core pillar of Islamic economic law that supports economic equity and enhances national fiscal resilience.
Counseling about the Prevention and Handling of Sexual Violence in College Triwanto, Triwanto; Aryani, Esti
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 3 No. 6 (2022): December 2022
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v3i6.558

Abstract

The purpose of this legal counseling is to provide understanding to students about the prevention and handling of sexual violence in the tertiary environment. This needs to be done considering that sexual violence in the university environment is a real phenomenon that occurs. Among the students themselves still do not understand the concept of sexual violence Legal Counseling Activities to Faculty of Law Students, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta is carried out online (online) using the Microsoft Team application. Counseling is given using the lecture method and interactive dialogue.
Peningkatan Literasi Hukum dalam Mencegah Modus Penipuan Melalui Media Sosial di Desa Sonopakis Lor, Kalurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul Aryani, Esti; Supriyanta, Supriyanta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i1.4132

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat di era digital membawa dampak positif sekaligus risiko meningkatnya kejahatan siber, khususnya penipuan berbasis media sosial. Rendahnya literasi hukum dan literasi digital masyarakat menyebabkan tingginya kerentanan terhadap berbagai modus penipuan seperti phishing, investasi ilegal, penipuan berkedok hadiah, serta penyalahgunaan data pribadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat mengenai modus penipuan melalui media sosial serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah, diskusi interaktif, serta konsultasi kepada ibu-ibu PKK RT 03 Desa Sonopakis Lor, Kalurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai bentuk-bentuk penipuan digital, dasar hukum yang mengaturnya berdasarkan KUHP dan UU ITE, serta peningkatan kewaspadaan dalam penggunaan media sosial. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat literasi hukum digital masyarakat sebagai upaya preventif dalam menekan risiko tindak pidana penipuan berbasis media sosial.
Kekosongan Hukum Dalam Pengaturan Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Yulia, Risma; Endang Yuliana; Esti Aryani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5168

Abstract

Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang menimbulkan kerugian besar terhadap keuangan negara sehingga memerlukan upaya penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku, tetapi juga pada pemulihan kerugian negara melalui perampasan aset hasil tindak pidana. Permasalahan yang muncul adalah mekanisme perampasan aset dalam sistem hukum Indonesia pada umumnya masih bergantung pada adanya putusan pemidanaan terhadap pelaku (conviction-based confiscation), sehingga dalam kondisi tertentu perampasan aset tidak dapat dilakukan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai perampasan aset hasil tindak pidana korupsi di Indonesia serta mengidentifikasi adanya kekosongan hukum dalam pengaturannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai perampasan aset telah diatur dalam KUHP, KUHAP, serta Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, namun mekanisme yang ada masih berorientasi pada pemidanaan pelaku sehingga belum mampu mengakomodasi perampasan aset dalam situasi ketika pelaku tidak dapat diproses secara pidana. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis mengenai kekosongan hukum dalam mekanisme perampasan aset tanpa pemidanaan (non-conviction based asset forfeiture) sebagai instrumen yang berpotensi memperkuat efektivitas pemulihan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.