Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : MEDIC MEdical Dedication

PEMERIKSAAN STATUS GIZI DAN PENYULUHAN KESEHATAN ANAK MENGENAI PENGARUH GADGET PADA PERKEMBANGAN ANAK Rita Halim; Nindya Aryanty
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 3 No. 2 (2020): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v3i2.11177

Abstract

ABSTRACT The process of growth and development can be considered from two aspects that describe physical changes and developments that describe a more complex structure and function of the body. This activity aims to screen the nutritional status of children and educate parents about the effect of gadgets on children's development. The outreach activities which were planned to be carried out directly due to the COVID 19 pandemic conditions were changed to a Health Webinar which was held on September 27, 2020 with 103 participants. The webinar participants in this activity did not only come from Jambi city but also from outside Jambi province such as Malang, Bali, Java, Surabaya, Aceh, Banyuwangi, Palembang, Surakarta, Jakarta, and Bangka Belitung. Keywords: nutritional status, growth and development, gadgets ABSTRAK Proses tumbuh kembang dapat diperhatikan dari dua aspek yaitu tumbuh yang menggambarkan perubahan fisik dan perkembangan yang menggambarkan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih komplek. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining status gizi pada anak dan mengedukasi para orangtua tentang pengaruh gadget pada perkembangan anak. Kegiatan penyuluhan yang rencananya akan dilakukan secara langsung tetapi karena kondisi pandemi COVID 19 dialihkan menjadi Webinar Kesehatan yang dilaksanakan pada tanggal 27 September 2020 dengan jumlah peserta 103 orang. Peserta webinar pada kegiatan ini bukan hanya berasal dari kota Jambi tapi juga dari luar provinsi Jambi seperti Malang, Bali, Jawa, Surabaya, Aceh, Banyuwangi, Palembang, Surakarta, Jakarta, dan Bangka Belitung. Kata kunci : status gizi, tumbuh kembang, gadget
PENYULUHAN KESEHATAN MENJAGA ANAK SEHAT DAN BAHAGIA DI MASA PANDEMI COVID-19 Nindya Aryanty; Attiya Istarini; Ima Maria; Susan Tarawifa; Adelina Fitri
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic has had an impact on learning methods, namely from face-to-face to distance learning. Digital devices can provide highly sophisticated learning opportunities for early childhood. However, in conditions of activity restrictions during the pandemic, people have a tendency to use digital devices as a means of education, entertainment, and social interaction, which means that they also increase the duration of screen time in their daily lives. According to the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP), the maximum screen time for toddlers is 1 hour per day. Excessive screen time in children has been shown to be associated with behavioral health problems. The level of parental knowledge regarding the allowed screen time duration is quite good. This can be seen from the survey results where, after giving the material, respondents who have children in the 3-5 year age group who know the screen time duration is less than 1 hour are around 84.7% of respondents, where before receiving the material only 63.4% of respondents . Meanwhile, for respondents who have children aged 6-12 years as much as 77.1% know screen time after getting the material, where previously only 63.9%. It can be concluded that the implementation of this counseling was able to increase the knowledge of parents about the impact of excessive use of gadgets so as to prevent the adverse effects of gadgets such as negative behavior, obesity, and internet or gadget addiction. In addition, it is necessary to conduct counseling on the adverse effects of using gadgets in the adolescent and adult age groups. Keywords: COVID-19, Child Health, Screen Time ABSTRAK Pandemi COVID-19 memiliki dampak pada metode pembelajaran yaitu dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Perangkat digital dapat memberikan peluang belajar yang sangat canggih bagi anak usia dini. Namun dalam kondisi pembatasan aktivitas selama pandemi, masyarakat memiliki kecenderungan untuk menggunakan perangkat digital sebagai sarana pendidikan, hiburan, dan interaksi sosial, yang artinya turut meningkatkan durasi screen time dalam keseharian. Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP), durasi screen time pada balita maksimal 1 jam per hari. Durasi screen time yang berlebihan pada anak-anak telah diketahui memiliki asosiasi terhadap permasalahan perilaku kesehatan. Tingkat pengetahuan orang tua mengenai durasi screen time yang diperbolehkan sudah cukup baik. Ini terlihat dari hasil survey dimana, setelah pemberian materi, pada responden yang memiliki anak di kelompok usia 3-5 tahun yang mengetahui durasi screen time kurang dari 1 jam adalah sekitar 84,7% responden, dimana sebelum mendapat materi hanya 63,4% responden. Sedangkan untuk responden yang memiliki anak usia 6-12 tahun sebanyak 77,1% mengetahui screen time setelah mendapatkan materi, dimana sebelumnya hanya 63,9%. Dapat disimpulkan pelaksanaan penyuluhan ini ternyata dapat meningkatkan pengetahuan para orang tua mengenai dampak penggunaan gadget berlebihan sehingga mencegah terjadinya efek buruk gadget seperti perilaku negatif, obesitas, dan kecanduan internet atau gadget. Selain itu perlu dilakukan penyuluhan dampak buruk penggunaan gadget pada kelompok usia remaja dan dewasa. Kata Kunci: COVID-19, Kesehatan Anak, Screen Time
PENYULUHAN KESEHATAN WASPADA ADIKSI INTERNET PADA REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19 Nindya Aryanty; Raihanah Suzan; Mirna Marhami Iskandar; Putri Sari Wulandari; Ima Maria
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 2 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan internet yang berlebih dan tidak terkendali menyebabkan munculnya adiksi internet. Pada tahun 2018, The eleventh revision of the International Classification of Diseases (ICD-11) yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) memasukkan gangguan internet sebagai gangguan baru yang sering dikaitkan dengan adiksi internet. Remaja mengalami periode transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa yang ditandai oleh rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu ingin mencoba hal-hal baru sehingga remaja dikhawatirkan rentan mengalami adiksi internet. Pandemi Covid-19 yang mengharuskan setiap orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, semakin meningkatkan pajanan internet pada remaja. Penelitian terhadap siswa di 13 SMA Negeri Kota Jambi pada tahun 2021 menemukan kejadian adiksi internet sebesar 23,25%. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan orangtua, guru serta siswa akan ancaman adiksi internet di masa Pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berupa seminar kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh 201 orang peserta yang terdiri dari 50% siswa SMA, 46% guru, 1% orang tua, dan 3% peserta dengan profesi lainnya. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner didapatkan 13% peserta mengalami adiksi internet dengan 69% diantaranya merupakan siswa SMA, sebanyak 53% peserta mengaku ada peningkatan penggunaan internet dalam 12 bulan terakhir, 48% peserta menggunakan internet dengan durasi 6-10 jam per hari selama pandemi, dan 32,3% peserta menggunakan internet dengan alasan tugas sekolah.
PENYULUHAN KESEHATAN MEMAKSIMALKAN TATA LAKSANA THALASSEMIA UNTUK MENGOPTIMALKAN KUALITAS HIDUP ANAK THALER Nindya Aryanty; Siti Raudhoh; Marlita Andhika Rahman; Putri Sari Wulandari
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 6 No. 2 (2023): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v6i2.28837

Abstract

ABSTRACTThalassemia is a red blood cell disorder characterized by reduced or absent synthesis of one or more of the normal globin chains that make up the structure of hemoglobin. Thalassemia β major patients require a lifelong treatment regimen, namely regular blood transfusions, daily chelation therapy and regular medical supervision. Poor adherence to treatment regimens is associated with poor clinical outcomes, increases the risk of complications, risk of death and is implicated in increased healthcare costs. Therefore, families who have children with thalassemia need to have thalassemia health literacy so parents could make right decisions to improve the quality of care and treatment for children. Demographic data found that the majority of parents had a high school education (father 45.83%, mother 41.67%) with the majority of fathers' jobs being laborers (41.67%) and mothers being housewives (79.16%). The majority of families come from low socio-economic levels with the majority's income below the provincial minimum wage. This community service activity is aimed at increasing the health literacy of parents and children with thalassemia (thaler children) as well as related stakeholders regarding optimal thalassemia management services to improve the quality of life of thalassemia children.Keywords: thalassemia, health literacy, quality of life ABSTRAKThalassemia merupakan kelainan sel darah merah yang ditandai dengan berkurangnya atau tidak adanya sintesis dari satu atau lebih rantai globin normal yang menyusun struktur hemoglobin. Pasien Thalassemiaβ mayor membutuhkan kepatuhan seumur hidup terhadap rejimen pengobatan yaitu transfusi darah secara teratur, terapi kelasi setiap hari dan pengawasan medis yang rutin. Kepatuhan yang buruk terhadap rejimen pengobatan dikaitkan dengan luaran klinis yang buruk, meningkatkan risiko komplikasi, risiko kematian dan berimplikasi pada peningkatan biaya perawatan kesehatan. Oleh karena itu, literasi kesehatan thalassemia perlu dimiliki oleh keluarga yang memiliki anak dengan thalassemia sehingga dapat mengarahkan orangtua pada pengambilan keputusan guna meningkatkan kualitas pengasuhan dan pengobatan untuk anak. Data demografi menemukan mayoritas orangtua memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (ayah 45,83%, ibu 41,67%) dengan pekerjaan ayah mayoritas adalah buruh (41,67%) dan ibu sebagai ibu rumah tangga (79,16%). Mayoritas keluarga berasal dari tingkat sosial-ekonomi rendah dengan mayoritas penghasilan di bawah UMP. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan literasi kesehatan orangtua dan anak penyandang thalassemia (anak thalaer) serta stakeholder terkait tentang layanan tata laksana thalassemia yang optimal untuk meningkatkan kualitas hidup anak thaler. Kata kunci: thalassemia, literasi kesehatan, kualitas hidup
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENCEGAHAN WABAH DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) SERTA PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK DI PONDOK PESANTREN TANJUNG PASIR AL-AWWABIEN JAMBI Wulandari, Putri Sari; Aryanty, Nindya; Siregar, Mara Imam Taufiq; Iskandar, Mirna Marhami
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 1 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v7i1.32996

Abstract

ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through female mosquito vectors of the Aedes aegypti and Aedes albopictus types which are often found in areas with tropical and subtropical climates, especially in urban or semi-urban-areas-and spread quickly and widely. One of the efforts to control dengue fever in Indonesia is Mosquito Nest Eradication (MEN), which is the most effective and efficient strategy to break the chain of dengue transmission by eradicating mosquitoes. The condition of Islamic boarding schools is often associated with an unhealthy environment. When the rainy season arrives, many puddles will appear in the Islamic boarding school environment, both in the inner and outer yards, which can become a breeding ground for mosquitoes. Stagnant water can become a breeding ground for mosquito larvae or larvae which originate from eggs and will grow into adult mosquitoes. The aim of this activity is to increase the knowledge and skills of students at the Tanjung Pasir Al-Awwabien Jambi Islamic Boarding School in an effort to prevent dengue transmission and prevent a dengue outbreak from developing. The method used is outreach in the form of health seminars and training to prevent dengue fever outbreaks. This activity was attended by 93 students consisting of 46 men (49.46%) and 47 women (50.54%). When counseling activities are carried out, activity participants are required to take a pre-test before counseling and a post-test after counseling. The pre-test results showed that most participants had a fair level of knowledge (scores 50-69) at 51.61%, while the post-test results showed that most participants had a good level of knowledge (scores 70-89) at 54.84%. Based on the average results, it was found that participants' test scores increased before and after the counseling activities.Keywords: epidemic, dengue hemorrhagic fever, mosquito larvae, Islamic boarding school, Jambi ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditransmisikan melalui vektor nyamuk betina jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang seringkali ditemukan di wilayah dengan iklim tropis dan subtropis terutama di daerah perkotaan atau semi perkotaan serta menyebar dengan cepat dan luas. Salah satu upaya pengendalian DBD di Indonesia yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang merupakan strategi paling efektif dan efisien guna memutus rantai penularan DBD dengan membasmi nyamuk. Kondisi pondok pesantren sering dikaitkan dengan lingkungan yang kurang sehat. Bila musim hujan tiba akan muncul banyak genangan di lingkungan pondok pesantren baik di halaman dalam maupun luar yang dapat menjadi sarana berkembang biak nyamuk. Genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak jentik atau larva nyamuk yang berasal dari telur dan akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri Pondok Pesantren Tanjung Pasir Al-Awwabien Jambi dalam upaya pencegahan penularan DBD serta menghindari wabah DBD berkembang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berupa seminar kesehatan dan pelatihan untuk mencegah wabah DBD. Kegiatan ini dihadiri oleh 93 santri yang terdiri dari 46 orang laki-laki (49,46%) dan 47 orang perempuan (50,54%). Saat kegiatan penyuluhan dilaksanakan, peserta kegiatan wajib mengerjakan pre-test sebelum penyuluhan dan post-test setelah penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan paling banyak peserta memiliki tingkat pengetahuan cukup (nilai 50-69) sebanyak 51,61%, sedangkan hasil post-test menunjukkan paling banyak peserta memiliki tingkat pengetahuan baik (nilai 70-89) sebanyak 54,84%. Berdasarkan hasil rerata didapatkan peningkatan nilai test peserta sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan.Kata kunci: wabah, demam berdarah dengue, jentik nyamuk, pesantren, Jambi