Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JANITA

Pelatihan Pemasaran Melalui Media Sosial Dalam Meningkatkan Penjualan Produk UMKM Di PLUT KUMKM Tulungagung: Indonesia Eni Widhajati; Nurani; Eni Minarni; Mukhamad Eldon
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.032 KB) | DOI: 10.36563/pengabdian.v1i1.260

Abstract

Abstract Micro, Small and Medium Enterprises play an important role in improving the economy and welfare of the community. The ability to compete and market products is one of the spearheads for business actors to exist and be competitive. There are many factors that influence the success of a business, however how a product can dominate the market is one of the priorities that business actors must do. In the era of the Industrial Revolution 4.0, business people can no longer rely on conventional marketing, they must also start marketing their products online. This shift in the marketing model must be carried out immediately by business actors so that their products are able to compete in the global market. In this context, the business actors have been assisted by PLUT KUMKM Tulungagung which have experienced in solving many problems in terms of marketing,. The purpose of this activity is to provide knowledge about the use of social media as a marketing medium and provide skills to MSME owners in increasing sales of their products. The method used in this activity is training and mentoring. The results of the training and mentoring activities besides increasing knowledge are expected that business actors will also be able to use social media as a means of product promotion and marketing so that sales can increase. Abstrak Usaha Mikro Kecil Menengah berperan penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Kemampuan bersaing dan pemasaran produk menjadi salah satu ujung tombak agar pelaku usaha dapat eksis dan berdaya saing. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu usaha, namun bagaimana suatu produk dapat menguasai pasar menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan oleh pelaku usaha. Pada era Revolusi Industri 4.0 pelaku usaha tidak dapat lagi mengandalkan pemasaran konvensional, mereka juga harus mulai memasarkan produknya secara online. Pergeseran model pemasaran ini harus segera dilakukan oleh pelaku usaha agar produknya mampu bersaing dipasar global. Pelaku usaha binaan PLUT KUMKM Tulungagung banyak mengalami kendala dalam hal pemasaran, pelaku usaha masih mengandalkan pemasaran konvensional dan belum memanfaatkan media social secara maksimal sebagai sarana pemasaran produknya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan media social sebagai media pemasaran dan memberikan ketrampilan kepada pemilik UMKM dalam meningkatkan penjualan produknya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan disamping meningkatkan pengetahuan diharapkan pelaku usaha juga mampu memanfaatkan sosial media sebagai sarana promosi dan pemasaran produk sehingga penjualan dapat meningkat.
Pelatihan“Tehnik Demo Tool SHOPEE Auto Follow-Exrush.com dan Teknik Iklan Berbayar” Marlena; Eni Widhajati
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.615 KB) | DOI: 10.36563/pengabdian.v1i2.339

Abstract

Increasing human resources through the Shopee Auto Follow-Exrush.com Demo Tool Technique Training and Paid Advertising Techniques will greatly assist UMKM actors in promoting and marketing their business. This technique will assist business actors in gaining more followers so that market expansion expectations can be achieved. From the existing problems, the solution that will be given is to provide training related to the problem as a problem solving solution. This activity is intended for business actors (UMKM), carried out at PT. Antik Prosperous Village, District Campurdarat Tulungagung. This training activity can provide knowledge to business actors to increase followers, understand auto follow-exrush.com in e-commerce and how to develop business in the digital market. This activity will be sustainable by providing assistance to business actors (UMKM to monitor the extent to which the results of the training are applied in daily activities and the benchmark for the success of this training is an increase in performance through market expansion and increased turnover of each business actor.
Strategi Pemulihan Ekonomi melalui Sinergi Pemasaran Digital “LapakUMKM.Com”: Indonesia Eni Widhajati; Efriza Pahlevi Wulandari
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.544 KB) | DOI: 10.36563/pengabdian.v1i2.350

Abstract

Covid-19 menimbulkan berbagai permasalahan bagi UMKM di Tulungagung Jumlah UMKM di Tulungagung sebanyak 129.173 yang didominasi oleh usaha mikro dan lebih dari 60 persen terdampak covid-19 seperti penurunan omset penjualan, kebutuhan modal, terhambatnya distribusi, sulitnya akses bahan baku, dan produksi menurun. Di sisi lain ada kesempatan yang juga muncul yaitu pelaku UMKM bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dari permasalahan tersebut maka solusi yang akan diberikan adalah dengan melakukan strategi pemulihan ekonomi melalui sinergi berbagai pihak melalui platform pemasaran digital “Lapakumkm.com”. Dengan adanya lapakumkm.com sangat membantu dalam pemberdayaan UMKM di Kabupaten Tulungagung, terlebih dalam menghadapi pandemic covid-19 ini. Inilah yang menjadi salah satu pintu UMKM untuk meningkatkan laba penjualan, membangun strategi, serta memperluas akses pemasaran secara online. Pemerintah melalui Dinas yang membidangi UMKM mendukung sepenuhnya dengan penyediaan akses digital marketing dan sinergitas para pihak terkait kepada pelaku UMKM melalui platform digital lapakumkm.com.
Pemberdayaan Kewirausahaan Melalui Pelatihan Batik Sibori pada Mahasiswa Prodi Manajemen dan Akuntansi di Universitas Tulungagung Desi Rahmawati; Lona Chinsia Alfattama; Eni Widhajati
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/pengabdian.v3i1.729

Abstract

Melalui berbagai cara memberdayakan potensi untuk menjadi wirausaha baru yang perlu ditingkatkan bagi wirausaha pemula salah satunya adalah meningkatkan kepercayaan diri, belajar hal baru, mempraktekkan dan evaluasi diri dari hasil yang dicapai. Banyaknya macam-macam batik yang ada di wilayah Tulungagung, dapat memberikan inspirasi untuk menciptakan produk baru yaitu batik Sibori melalui pelatihan pemberdayaan kewirausahaan yang dilakukan pada mahasiswa manajemen dan akuntansi, dengan metode pelaksanaan yang dilakukan adalah pelatihan dan pembekalan batik sibori dibawah pembinaan Inkubator Bisnis
Sosialisasi Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung Eni Widhajati; Desi Rahmawati; Nurani; Marlena
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/pengabdian.v3i2.867

Abstract

Dengan adanya Pengetahuan Kesehatan & Keamanan Pangan bagi Masyarakat utamanya masyarakat Desa Wates diharapkan akan mampu menciptakan suatu produk yang aman, sehat dan higienis yang tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya Masyarakat. Makanan yang aman, sehat dan higienis juga dapat mencegah cemaran biologis dan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Beberapa cemaran yang terdapat pada makanan yang sering kurang diperhatikan oleh pelaku usaha Ketika memproduksi makanan minuman antara lain :1. Cemaran Biologi. 2.Cemaran Kimia. 3.Cemaran Fisik pecahan gelas atau kaca. Selain itu kita juga harus memperhatikan masalah-masalah yang timbul keamanan pangan juga harus diperhatikan seperti : 1. Fasilitas Pengolahan yang belum memenuhi syarat. 2. Keadaan sanitasi tempat pengolahan makanan. 3. Pengetahuan Pengolah/penjamah pangan masih rendah. Maka dengan memperhatikan maslaha-masalah yang timbul maka kita akan bisa menghindari adanya resiko keamanan pangan yaitu dengan menjaga potensi kemungkinan adanya kontaminasi bahaya mikrobiologi, kimia dan fisik.
Pelatihan Cara dan Sosialisasi Olahan Pangan yang Baik (CSOPB) bagi Pelaku Usaha di Bidang Olahan Pangan Desi Rahmawati; Eni Widhajati; Sawal Sartono; Nurani
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/pengabdian.v4i1.1001

Abstract

Kegiatan pelatihan Cara dan Sosialisasi Olahan Pangan yang Baik (CSOPB) bagi pelaku usaha di bidang olahan pangan ini bertujuan untuk membantu dan meringankan para pelaku usaha atau wirausaha dalam melaksanakan program pemerintah untuk dapat menghasilkan pangan olahan bermutu sesuai standar. Para pelaku usaha atau wirausaha yang bertanggung jawab terhadap mutu dan keamanan produk, selain itu juga dapat meningkatkan daya saing, serta dapat meningkatkan hasil olahan pangan yang bermutu karena produk yang dihasilkan sudah mengikuti anjuran dari pemerintah. Adapun cara dalam melakukan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan Cara dan Sosialisasi Produksi Olahan Pangan yang Baik (CSOPB) bagi para wirausaha atau pelaku usaha olahan di bidang pangan. Penerapan ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk olahan pangan yang baik, berkualitas dan mampu bersaing sesuai dengan keinginan kebutuhan konsumen dan dapat dipertanggungjawabkan serta mendorong pelaku usaha dan wirausaha di bidang pengolahan pangan sehingga dapat menjadikan keamanan pangan terjaga dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu para wirausaha dan pelaku usaha dibidang olahan pangan dapat memperhatikan hasil produknya untuk menjadi lebih baik lagi. Serta dapat menjaga kepercayaan oleh konsumen terhadap produk yang dihasilkannya. agar bertanggung jawab terhadap mutu dan keamanan produk yang dihasilkan para wirausaha atau pelaku usaha di bidang olahan pangan dapat menjaga keamanan produk yang dihasilkan dari rasa aman yang dirasakan oleh konsumen akan produk yang dihasilkan.
MENENTUKAN SEGMEN PASAR MELALUI PENGENALAN PRODUK BAGI PELAKU USAHA Eni Widhajati; Desi Rahmawati; Latifatul Isroiyah
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/pengabdian.v4i2.1333

Abstract

The importance of business actors in increasing economic growth for a country makes it a shared task to develop business actors in Indonesia. By helping business actors to increase market segments through product introduction, it can increase sales for business actors so that economic growth increases and has an impact on the welfare, security, and progress of a country. The existence of business actors can absorb labor and reduce unemployment and poverty and improve the welfare of community members. For that, through this activity, it is expected that new business actors who develop and grow through it can help to increase their sales through activities to determine market segments and introduce new products to determine strategies so that market targets can be increased, and sales will also increase. This is expected to be able to find out consumer needs and problems, know consumer behavior, analyze data, determine marketing strategies, and evaluate market responses. Thus, it is important to note that business actors can carry out their business in accordance with the type of business and the position of the business actor at what stage so that they can choose the strategy used and how product introduction can be carried out to consumers.