Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN BETON PRATEGANG Saepul Hidayat, Asep; Chayati, Nurul
ASTONJADRO Vol. 3 No. 2 (2014): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v3i2.813

Abstract

Struktur jembatan terdiri atas bangunan bawah dan atas. Bangunan bawah jembatan sangat tergantung pada keadaan tanah, sehingga dibutuhkan data penyelidikan tanah yang membutuhkan waktu cukup lama dan biaya cukup besar. Mengingat alasan tersebut, titik berat pada perancangan struktur atas jembatan banyak menggunakan sistem struktur beton prategang. Selain alasan bentang jembatan yang cendrung panjang (30-90 m), pemanfaatan beton prategang pada konstruksi jembatan juga didasari pada keinginan untuk mengendalikan retak yang dapat terjadi. Struktur jembatan yang dihasilkan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap lingkungan.Plat lantai kendaraan pada daerah tumpuan menggunakan tulangan pokok D 16-200 dan tulangan bagi D 13-700, sedangkan di daerah lapangan menggunakan tulangan pokok D 16-200 dan tulangan bagi D 13-700. Plat lantai trotoar menggunakan tulangan pokok D 16-100 dan tulangan bagi D 3-400;Plat injak arah melintang menggunakan tulangan D 13-100 dan Plat injak arah memanjang menggunakan tulangan D16-100. Hasil dimensi dan jarak tulangan dipengaruhi oleh besar kecilnya luas tulangan yang diperlukan dan luas tampang tulangan. Semakin besar tulangan yang diperlukan dan semakin kecil luas tampang tulangan, maka akan semakin panjang jarak tulangan yang diperoleh, dan sebaliknya.
Pengembangan Peran Guru Penggerak dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Nurhaeti, Dewi; Hidayat, Asep Saepul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30818

Abstract

Program guru penggerak, pada hakekatnya merupakan program pemerintah dalam mendukung pelaksanaan kurikulum mederka. Selain itu, peran guru penggerak merupakan suatu solusi dalam peningkatan mutu pembelajaran dan mutu lulusan. Tiga permasalahan pokok yang dikaji, diantaranya : peran guru penggerak, pengembangan peran guru penggerak dalam peningkatan mutu pembelajaran dan pengembangan strategi peran guru penggerak. Maka melalui pendekatan kualitatif, dalam penelitian ini, menghasilkan kesimpulan bahwa: (1) guru penggerak sebagai : (a) pemimpin pembelajaran; (b) pemimpin perubahan; (c) pengembangan diri dan kinerja; (d) mewujudkan P5 secara efektif; (e) transformasi ekosistem pendidikan kearah produktif dan penerapan teknologi; (f) revitalisasi peran komunitas belajar GKM; (g) peningkatan jiwa kepemimpinan pembelajar. (2) Pengembanga peran guru penggerak, diantaranya Pengembangan kearah: (a) perwujudan kinerja guru yang ideal; (b) kreativitas dan inovasi yang kreatif, inovatif dan produktif; (c) peran pembaharuan, revitalisasi komunitas guru, pengembangan keilmuan dan inovasi sistem pedagogik sesuai dengan perkembangan IPTEK; (d) pemanfaatan media teknologi informasi dan komunikasi. (3) Pengembangan strategi guru penggerak meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa, evaluasi pembelajaran yang berdiferensiasi, peningkatan kompetensi guru, serta peningkatan kompetensi peserta didik. Fokus utamanya adalah menciptakan pembelajaran yang inovatif, berpihak pada siswa, dan berkesinambungan.
Pengembangan Peran Supervisor Pendidikan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Hidayat, Asep Saepul; Lindawati, N
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30819

Abstract

Fokus kajian dalam penelitian ini, adalah proses pengembangan peran supervisor pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan. Dimana supervisor pendidikan pada hakekatnya adalah suatu proses yang melekat pada satu satuan, tugas seseorang yang bertugas untu pembinaa, pembimbingan, pengarahan, dukungan, proses perbaikan dan pengembangan, kearah yang lebih optimal dan pencapaian mutu pendidikan, melalui strategi, teknis dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi, target dan kebutuhan. Melalui penedekatan penelitian kualitatif, didukung dengan qualitatipe reseach, dan proses pengolahan data melalui reduksi, analisis dan triangulasi data maka penelitian ini menghasilkan sonsepsi bahwa: (1) peran langsung supervisor pendidikan melingkupi : (a) inspecting (mensupervisi), (b) advising (memberi advis atau nasehat), (c) monitoring (memantau), (d) reporting (membuat laporan), (e) coordinating (mengkoor-dinir) dan (f) performing leadership dalam arti memimpin dalam melaksanakan kelima tugas pokok tersebut. (2) Dalam pelaksanaannya supervisor pendidikan, sebagaian menerapkan beberapa strategi sebagai berikut: Support, Trust, Challenge, dan Networking and Collaboration. melalui beberapa pendekatan dalam membangun mutu pendidikan; (3) Peningkatan mutu pendidikan adalah upaya berkelanjutan yang sangat penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Diperlukan strategi yang komprehensif dan terukur untuk mencapai tujuan ini. Berikut adalah beberapa area kunci yang bisa menjadi fokus dalam pengembangan strategi peningkatan mutu pendidikan : (a) Pengembangan strategi pada potensi personal guru; (b) pengembagan strategi pada mutu proses pelaksanaan tugas; (c) pengambangan strategi pada daya dukung; (d) pengembangan strategi sesuai perkembangan IPTEK; (e) pengembangan strategi melalui penggunaa media teknologi.
Pengembangan Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Produktivitas Sekolah Hidayat, Asep Saepul; Yudistika, Ujang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi produktivitas kerja sekolah, merupakan indikator utama dalam mendukung optimalisasi mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Secara langsung pula memiliki ketergantungan tinggi terhadap kuaitas manajerial yang dilakukan kepala sekolah. Melalui kajian dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan, kajian ini menghasilkan kesimpulan bahwa: (1) Kemampuan manajerial kepala sekolah memiliki dampak yangrasional terhadap produktivitas kerja sekolah, karena produktivitas merupakan bagian indikator dari mutu manajerial kepala sekolah. Manajemen sekolah pada hakekatnya diukur melalui indikator efesiensi, efektivitas dan produktivitas manajemen serta ketercapaian tujuan sekolah itu sendiri; (2) Strategi yang tepat dan lebih operasional dalam sistem manajemen sekolah, diantaranya adalah: (a) optimaliasi kondisi input baik environmental input ataupun instrumental input; (b) optimalisasi proses manajemen sekolah, pada unsur, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengedalian, serta penagwasan dan evaluasi kinerja sekolah. (2) Proses pengembangan kemampuan kepala sekolah dalam manajerial sekolah, pada hakekatnya harus ditunjang oleh aspek kemampuan knowledge, skill manajerial dan entreupneurship kepala sekolah. oleh karena itu untuk pengembangan stategi manajerial kepala sekolah, upaya yang harus dilakukan adalah optimalisasi kemampuan kepala sekolah pada aspek pengetahuan, keterampilan dan kewirausahaan.
Pengembangan Budaya Kerja dalam Peningkatan Kinerja Guru Murdianah, Murdianah; Hidayat, Asep Saepul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya produktivitas guru sebagai pendidik yang dibuktikan dengan lemahnya mutu proses pembelajaran dan hasi belajar peserta didik, motivas belajar dan prestasi secara umum. Salah satu aspek determinasi terhadap lemahnya produktivitas guru, diantaranya adalah lemahnya budaya kerja sekolah. Selain itu permasalahan yang ditemukan diantarnya rendahnya budaya kerja guru berakibat terhadap lemahnya kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif eksploratif, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Kajian penelitian ini memfokuskan pada permasalahan budaya kerja sekolah dan budaya kerja guru yang berorientasi pada produktivitas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek budaya kerja sekolah yang dioptimalkan melalui komitmen tinggi, motivasi positif, kreativitas dalam pembelajaran, penerapan aturan yang konsisten, serta disiplin kerja yang kuat berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Dengan adanya budaya kerja yang baik, lingkungan belajar menjadi lebih kondusif, siswa lebih termotivasi, dan menunjukkan perilaku belajar yang lebih disiplin. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pembinaan budaya kerja guru secara berkelanjutan untuk menciptakan ketercapaian mutupendidikan dan karakter peserta didik yang disiplin sebagai pondasi peningkatan disiplin peserta didik terutamapada tingkat pendidikan dasar.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Penggunaan Media Informasi dan Komunikasi (TIK) pada Proses Pembelajaran Hidayat, Asep Saepul; Saiful Mutaqin, Ganjar; Hermawati, Meti
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i01.3794

Abstract

Penguatan kompetensi pedagogik guru dalam penggunaan media TIK pada proses pembelajaran, merupakan suatu kebutuhan dalam upaya peningkatan mutu lulusan, terdapat 3 hal sasaran yang pentng pada fokus kajian ini, yakni: (1) penguatan kompetensi pedagogik guru; (2) keterampilan guru dalam penggunaan media TIK; dan (3) kreativitas guru dalam pengembangan model dan mutu proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa upaya yang dapat dilakukan dalam proses penguatan kompetensi pedagogik guru dalam penggunaan media TIK pada proses pembelajaran, yakni: (1) upaya mandiri yang dilakukan guru; dan (2) peran kepala sekolah sebagai manajer. Indikator keberhasilan dalam penguatan kompetensi pedagogik guru dalam penerapan media TIK pada proses pembelajaran, dibagi menjadi 4 unsur, yakni (1) Penguatan kompetensi pedagogik guru; (2) Keterampilan guru dalam penggunaan media TIK; (3) Kreativitas guru dalam pengembangan model pembelajaran; dan (4) Kualitas proses belajar peserta didik.
Curriculum Development Effectiveness And Classroom Management: The Mediating Role of Learning Motivation and Its Implication to Academic Achievement in Madrasah Ibtidaiyah Siti Nur Aisyah; Fiqqi Syumaya Hakim; Enas Enas; Asep Saepul Hidayat
JENTRE Vol. 7 No. 1 (2026): JENTRE: Journal of Education, Administration, Training and Religion
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38075/jen.v7i1.580

Abstract

This study examines the effects of curriculum development effectiveness and classroom management on students’ learning motivation and academic achievement in Madrasah Ibtidaiyah in Sumedang Regency, Indonesia. A quantitative approach was employed using an explanatory survey and an ex post facto design. The study involved all 64 Madrasah Ibtidaiyah in the regency, selected through a total sampling technique. Data were collected through teacher questionnaires and supported by students’ National Assessment results. The data were analyzed using descriptive statistics, multiple regression, and path analysis. The findings indicate that both curriculum development effectiveness and classroom management have positive and significant effects on students’ learning motivation. Learning motivation, in turn, exerts a significant positive effect on academic achievement. Furthermore, the results demonstrate that learning motivation mediates the relationship between curriculum development effectiveness, classroom management, and academic achievement. These findings suggest that improving curriculum implementation and fostering conducive classroom environments can strengthen students’ motivation and contribute to better academic outcomes. The study concludes that improving academic achievement in Madrasah Ibtidaiyah requires integrated efforts involving effective curriculum development, supportive classroom management, and continuous reinforcement of students’ learning motivation.
Curriculum Development Effectiveness And Classroom Management: The Mediating Role of Learning Motivation and Its Implication to Academic Achievement in Madrasah Ibtidaiyah Siti Nur Aisyah; Fiqqi Syumaya Hakim; Enas Enas; Asep Saepul Hidayat
JENTRE Vol. 7 No. 1 (2026): JENTRE: Journal of Education, Administration, Training and Religion
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38075/jen.v7i1.580

Abstract

This study examines the effects of curriculum development effectiveness and classroom management on students’ learning motivation and academic achievement in Madrasah Ibtidaiyah in Sumedang Regency, Indonesia. A quantitative approach was employed using an explanatory survey and an ex post facto design. The study involved all 64 Madrasah Ibtidaiyah in the regency, selected through a total sampling technique. Data were collected through teacher questionnaires and supported by students’ National Assessment results. The data were analyzed using descriptive statistics, multiple regression, and path analysis. The findings indicate that both curriculum development effectiveness and classroom management have positive and significant effects on students’ learning motivation. Learning motivation, in turn, exerts a significant positive effect on academic achievement. Furthermore, the results demonstrate that learning motivation mediates the relationship between curriculum development effectiveness, classroom management, and academic achievement. These findings suggest that improving curriculum implementation and fostering conducive classroom environments can strengthen students’ motivation and contribute to better academic outcomes. The study concludes that improving academic achievement in Madrasah Ibtidaiyah requires integrated efforts involving effective curriculum development, supportive classroom management, and continuous reinforcement of students’ learning motivation.
PENGEMBANGAN PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI LEADER DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU Asep Saepul Hidayat; Herlina
Jurnal Genta Mulia Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Starting from the study of the problem of low teacher performance improvement, and the importance of the role of the principal, this study focuses on the study of the development of the role of the principal as a leader in improving teacher performance. This study was conducted using a descriptive analytical method and a qualitative approach and process design as in qualitative research. The study concluded the following: (1) The problem of teacher performance in implementing the management of the learning process, essentially stems from the limitations of the external personal conditions of teachers, especially in the aspect of limited support for teacher work creativity; (2) The role of the principal as a leader in improving teacher performance, essentially provides support, direction, motivation, assistance and guidance to teachers to continuously and sustainably carry out the process of improving the capacity and competence of teachers and develop performance in a direction that is in accordance with the demands of existing needs in accordance with education quality standards; and (3) The development of the role of the principal as a leader in improving teacher performance, at this time, tends to develop aspects of: (a) Development of leadership strategies; (b) Development of technical leadership towards improving teacher performance based on the application of ICT media, information system management and conservation of local and national cultural values, especially in the application of character education; (c) Development of situational and democratic leadership styles; (d) Development of leadership roles oriented towards empowerment, cooperation, increasing loyalty, creativity and teacher work productivity.
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURUBERBASIS KOLABORASI DAN INOVASI PENDIDIKAN Rahmawati, Usi; Kusnandi; Asep Saepul Hidayat; Sumiati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51062

Abstract

This study aims to examine the development of teacher professionalism based on collaboration and educational innovation as an effort to improve the quality of learning and education in the modern era. The study used a literature study method by reviewing various scientific sources in the form of journals, books, and relevant academic publications regarding teacher professionalism, educational collaboration, and learning innovation. Data analysis techniques were carried out through organizing, categorizing, and synthesizing various research findings to obtain a comprehensive understanding. The results of the study indicate that teacher professionalism development is a crucial factor in improving the quality of learning and student learning outcomes. Teacher professionalism is not only related to mastery of teaching materials, but also pedagogical, social, personality, technology adaptation, and learning innovation skills. Collaboration between teachers, professional learning communities, and partnerships with various parties have been proven to improve teacher professional competence through the exchange of experiences, reflection on learning practices, and the development of joint solutions. In addition, educational innovation through the use of digital technology, innovative learning models, and learning media based on local potential also contribute to increasing teacher creativity and abilities in facing the challenges of 21st-century education. However, teacher professionalism development still faces various obstacles, such as limited training, low motivation for self-development, high administrative burdens, and limited mastery of technology. Therefore, ongoing support from schools, the government, and various stakeholders is needed to create an educational ecosystem that supports the development of teacher professionalism based on collaboration and sustainable educational innovation.